GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)

GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)
Part 27


__ADS_3

Besok adalah hari pernikahan Lea. Tapi karna ada pangilan darurat dari rumah sakit maka dia harus kerumah sakit untuk melakukan oprasi. Dia yang begitu lelah mencoba duduk di kursi tunggu sambil memainkan ponselnya.


"Hai Le. Apa pekerjaan lho telah selesai?" ucap Zhelina menghampiri Lea.


"Sudah. Galang mana?" ucap Lea yang tidak melihat Gakang di sisi Zhelina.


"Dia lagi di ruang oprasi. Sebentar lagi pasti selesai"


"Ya sudah. Kita tunggu saja"


Tak menunggu lama akhirnya Galang datang menghampiri mereka. "Apa bekerjaan kalian masih ada?" Galang langsung saja menghampaskan tubuhnya di kursi tunggu karna lelah.


"Tidak ada lagi. Ayo kita pulang" Lea langsung saja menarik kerah baju Galang.


"Ehh...baju gue lepasin" ucap Galang berontak. Lea langsung saja melepaskan kerah baju Galang lalu melangkahkan kakinya melewati koridor rumah sakit di ikuti oleh galang dan Zhelina.


"Kalian yang bawa mobilnya, gue lelah" ucap Galang langsung saja membaringkan tubuhnya di kursi belakang.


"Biar gue yang bawa mobilnya. Lho pasti lelah" Zhelina langsung saja duduk di kursi pengemudi. Setelah melihat Lea telah duduk di sampingnya Zhelina langsung saja menekan pegal gasnya meningalkan area rumah sakit. Dia melajukan mobil itu dengan kecepatan sedang sambil mendengarkan musik romantis.


Tapi tiba tiba Lea melihat ada mobil yang terus mengikuti mereka dari belakang. Melihat sikap Lea yang terus saja menatap ke belakang Zhelina langsung saja bingung.


"Lho kenapa, Le?"


"Apa lho tidak melihat jika mobil itu dari tadi mengikuti kita" ucap Lea menunjuk mobil di belakang mereka melalui kaca spion depan.


"Lho benar. Lho pegangan yang erat" perintah Zhelina mulai mempercepat kecepatan mobilnya.


"Ada apa?" ucap Galang melihat Zhelina mulai mengebut.


"Jangan banyak tanya. Cepat pasang sabuk pengaman lho" perintah Zhelina.

__ADS_1


Tak mau membantah Galang langsung saja memasang sabuk pengamannya sambil menatap ke arah belakang.


"Siapa mereka?" ucap Galang melihat dua mobil terus mengikuti mereka.


"Apa mereka yang menyerah lho?" Zhelina menatap Lea.


"Bukan mobil Kay tidak seperti itu" ucap Lea mengingat mobil yang di gunakan Kay dan angotanya saat mengejarnya.


"Sial. Apa mereka anak buah Deddy" batin Zhelina khawatir. Tapi Zhelina merasa tenang karna mereka tidak mengunakan senjata api.


Zhelina terusa saja melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia berusaha menghindar dari orang orang yang terus saja mengikutinya. Zhelina langsung saja memasuki area jalanan yang padat kendaraan.


Dia menyalip satu persatu kendaraan yang ada di depannya hingga suara kelakson dari pengemudi lain terdengar bersautan karna mereka mengendari dengan ugal ugalan.


Melihat persimpangan di depan Zhelina langsung saja meningikan kecepatan mobilnya lalu menghantam stir ke kiri untuk memasuki jalur yang berbeda hingga Galang langsung saja terpental olehnya.


"Wauu...lho keren Zhe" ucap Lea bersorak senang karna seahabatnya ternya sefrekuensi dengannya.


"Kita lawan saja mereka" ucap Galang terus melihat ke belakang.


"Kita tidak boleh ceroboh. Kita tidak tau siapa mereka dan kekuatan mereka. Lea juga besok akan menikah jadi Mama pasti sangat marah jika melihat kita terluka sedikit saja" jelas Zhelina.


"Jadi apa yang harus kita lakukan" ucap Lea binggung.


"Kita menghindar saja dulu. Jika tidak ada lagi pilihan lain maka kita serang mereka dengan gaya mabuk" ucap Zhelina tersenyum.


"Gaya mabuk?" ucap Lea dan Galng bingung.


"Ia gaya mabuk. Orang mabuk tidak memikirkan apapun selain menyerang secara brutal" ucap Zhelina tersenyum sinis.


Mendengar itu Lea dan Galang langsung saja tersenyum sinis. Zhelina terus saja melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga tanpa sadar dia menabrak polisi tidur hingga lea dan Galang ikut melayang dan terbentur di atap mobil.

__ADS_1


"Lho liat liat dong jika ada lobang" Galang mengerutu kesal sambil mengelus kepalanya yang sakit karna benturan tadi.


"Lho pikir dalam keadaan seperti ini masih bisa melihat lobang. Lho tidak pernah balapan ya?" ucap Zhelina santai dengan tatapannya yang terus pokus ke jalan raya.


"Depan belok kanan" ucap Lea melihat persimpangan yang cukup padat.


Dengan cepat Zhelina langsung saja mengantam setirnya ke arah kiri dan memasuk kan mobilnya ke kendaraan lainnya yang begitu padat.


Zhelina melihat mobil yang mengikuti mereka masih jauh. kemudia tak jauh dari mereka dia melihat parkiran yang begitu gelap.


Dia langsung saja mrnyalip mobil mobil lainnya berusaha mengalihkan perhatian orang orang yang mengikuti mereka.


Melihat ada kesempatan dengan kecepatan kilat dia memarkirkan mobilnya tepat di parkiran yang sempit. Dengan cepat dia langsung saja mematikan mobilnya lalu mereka bertiga langsung saja bersembunyi di dalam mobilnya.


Tak menunggu lama mobil yang mengikuti mereka melewati mobil mereka tanpa menyadari jika mereka ada di dalam. Setelah memastikan keadaan cukup aman Zhelina langsumg saja melajukan mobilnya meningalkan lokasi itu.


"Siapa mereka tadi" Galang terus saja mengerutu kesal.


"Apa mereka orang yang mengejarmu dulu Zhe?" ucap Galang menatap tajam Zhelina.


Melihat tataoan Galang yang begitu tajam Zhelina langsung saja menunduk gugup.


"Sudah tidak usah pedulikan dia. Sekarang lho adalah keluarga kami. Jadi masalah lho adalah masalah kami juga" ucap Lea mengusap punggung Zhelina.


"Sudah terserah kalian. Gue lelah jadi gue mau tidur" Galang lanhsung saja membaringkan tubuhnya lalu mencoba memejamkan matanya.


Melihat itu Zhelina dan Lea hanya menggelengkan kepalanya sambil terkekeh kecil. Zhelina langsung saja melajukan mobilnya menuju mension.


Dia tidak mau jika Lea kelelahan di pesta pernikahannya besok karna pulang terlalu malam.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2