GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)

GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)
Part 26


__ADS_3

"Daahh ante antik an aman anteng ecok Asmine atang agi ya" ucap Jasmine melangkahkan kakinya.


"Dadahh Jasmine cantik" Galang dan Lea langsung saja melambaikan tangannya.


Jhovan langsung saja mendudukkan Jasmine ke dalam mobil. Setelah memastika putrinya telah duduk dengan nyaman Jhovan langsung saja menutup pintunya pelan.


Namun saat dia mau berjalan ingin masuk kedalam mobil tiba tiba dia melihat Zhelina yang sedang bersembunyi. Jhovan langsung saja tersenyum lalu masuk ke dalam mobilnya. Dia langsung saja melajukan mobilnya meningalkan mension Rayhan.


"Jasmine bibi rindu sayang. Maafin bibi ya" batin Zhelina menatap mobil Jhovan yang telah menjauh.


Zhelina langsung saja menarik napasnya pelan. Dia berusaha untuk tersenyum lagi lalu dia berlari memasuki mension.


"Lho dari mana aja Zhe?" ucap Galang.


"Ini tadi, ponsel gue ketingalan di mobil" ucap Zhelina mencari alasan.


"Sudah ayo kita masuk. Gue sudah lapar" ucap Lea menarik tangan Zhelina.


"Ia Le, gue juga lapar. Mama Anissa masak apa ya?" Zhelina langsung saja membayangkan masakan Anissa yang sudah menjadi candu di lidahnya.


"Lho berdua, apa tidak ada di pikiran kalian selain makanan?" ucap Galang menoel kepala Zhelina dan Lea.


"Tidak.." teriak Zhelina dan Lea serentak. Galang langsung saja menutup kedua telinganya karna teriakan Lea dan Zhelina hampir memecahkan gendang telinganya.


"Sudah jangan bertengkar. Mama sama Ayu sudah masak ikan bakar lho" ucap Brayen mengoda Zhelina dan Lea.


"Wah...ikan bakar" Lea dan Zhelina langsung saja menelan ludahnya kasar lalu berlari ke arah ruang makan.


Melihat tingkah Lea dan Zhelina yang bagaikan anak anak bahkan melebihi Sky. Brayen langsung saja mengelengkan kepalanya sambil terkekeh kecil.


"Apa kakak tidak stres punya dua adik perempuan seperti mereka" ucap Galang mengelengkan kepalanya.


"Tidak. Kakak malah sangat senang. Ada yang bisa digangu setiap hari" ucap Brayen terkekeh. Brayen langsung saja berjalan ke ruang makan sambil senyum senyum sendiri.


"Dasar kakak jahil" Galang langsung saja mengelengkan kepalanya sambil tersenyum lalu mengikuti langkah Brayen.


"Kakak" teriak Lea dan Zhelina dari ruang makan.

__ADS_1


"Ada apa?" Brayen langsung saja duduk santai tanpa rasa bersalah.


"Mana ikan bakarnya?" ucap Lea kesal.


"Ia. Kakak bilang tadi Mama sama kakak ipar masak ikan bakar" oceh Zhelina sambil melirik satu persatu makanan yang sudah tertata rapi di meja makan.


"Ia tapi...Ikannya masih di pasar." Brayen tersenyum tanpa dosa.


"Kakak" Lea dan Zhelina langsung saja menghentakkan kakinya kesal sambil memayunkan bibir mereka.


"Sudah jangan bertengkar. Lea, Zhelina mandi dulu baru bisa makan" ucap Anissa sambil menata makanan di atas meja.


"Ia Ma." Zhelina langsung saja menganguk patuh lalu berdiri dari kursinya. Sedangkan Lea hanya duduk sambil memilih makanannya.


"Le ayo mandi dulu" Zhelina langsung saja menarik tangan Lea.


Tak bisa menolak Lea harus pasrah dan mengikuti langkah Zhelina ke kamar jika tidak sudah pasti Anissa akan mengomel tiada henti.


"Lang. Lea dan Anggel sudah mau menikah. Kamunya kapan?" ucap Brayen melihat Galang masih betah dalam status lajangnya.


"Mana ada bidadari surga yang mau sama playboy sepertimu" ucap Rayhan terkekeh mengingat sifat keponakannya itu.


"Paman aja yang seorang mantan kazanopa bisa mendapatkan bidadari surga. Masa aku yang masih perjaka tidak" ucap Galang tak mau kalah hingga membuat Rayhan langsung saja mati kutu.


Galang memang seorang playboy. Dia sangat suka lompat ke satu wanita ke wanita lain tapi dia selalu menjaga batasannya walaupun ganas juga dalam pacaran.


Dia memang sering menginap dengan kekasihnya tapi hanya sekedar menjadi teman tidur semata bahkan jika Galang menuangkan hasratnya hanya bermain main dengan batasan dada wanitanya saja.


"Kakak lihat Zhelina sangat baik. Kalian juga sangat serasi" ucap Brayen menyampaikan isi hatinya.


Mendengar ucapan Brayen, Galang hanya tersenyum menunduk. Melihat itu Brayen langsung saja tersenyum. Melalui reaksi Galang dia sudah bisa menebak apa yang ada di pikiran Galang.


"Tapi kalau bersama Zhelina kau harus hati hati. Sainganmu sangat menakutkan" ucap Rayhan melirik ke arah Zhelina yang menggandeng tangan Sky menuruni anak tangga.


Galang langsung saja menatap ke arah Zhelina dan Sky. "Hay jagoan paman." Galang langsung saja membawa Sky kedalam gendongannya sambil melirik ke arah Zhelina yang baru selesai keramas.


Baju kaos oblong dan celana jeans panjang serta rambutnya yang basah di biarkan begitu saja membuat kecantikan Zhelina semakin terpancar.

__ADS_1


"Hay lho kenapa ngeliatin Zhelina seperti itu. Jangan jangan lho naksir ya" ejek Lea sambil terkekeh hingga membuat Galang dan Zhelina jadi salah tingkah.


"Apaan si lho. Jika gak mau di lihat di hutan sana" Galang mengelak lalu kembali duduk dan mendudukkan Sky di sampingnya.


Melihat Galang yang salah tingkah Lea langsung saja tersenyum. Lalu duduk di samping Brayen sambil melirik seluruh makanan yang sudah tertata rapi di meja makan.


Tak banyak pikir dia langsung saja mengambil piringnya lalu mengisinya dengan penuh. Melihat itu semua orang hanya mengelengkan kepalanya pelan.


Mereka langsung saja makan bersama sambil di iringi obrolan obrolan kecil tentang pernikahan Lea nantinya.


"Le, kamu sebentar lagi akan menikah. Mama harap kamu bisa melakukan tugasmu dengan baik ya sayang" nasehat Anissa dengan lembut.


"Ia Ma. Lea akan berusaha menjadi istri terbaik untuk menantu Mama"


"Kalau begitu besok kamu harus belajar memasak ya. Mama tidak mau kamu bikin malu karna tidak bisa masak" ucap Anissa tidak mau di bantah.


"Untuk apa Lea belajar memasak ma" Lea langsung kesal mendengar nama memasak.


"Kamu itu harus bisa masak sayang. Bagaimana nanti jika mertuamu menyuruhmu untu masak?"


"Itu mah gampang Ma. Apa Mama lupa jika calon mertua Lea adalah asisten pribadi Papa. Jadi mana mungkin ayah Zidan berani menyuruh putri kesayangan bosnya untu memasak" ucap Lea santai tanpa beban.


Mendengar ucapan Lea semua orang langsung saja menatapnya tajam. Tak lupa dengan reaksi Galang dia menatap Lea dengan mulut mengaga dan juga sendok berisi makanan berhenti tepat di depan mulutnya.


Plakkk...


Brayen langsung saja menjitak kepala Lea. "Kamu terbuat dari apa sih. Kok bisa bikin kepala pusing setiap hari"


"Memangnya apa yang salah dengan Lea sampai membuat kakak pusing?" ucap Lea begitu polosnya.


Mendengar ucapan Lea, Brayen langsung saja memukul keningnya sendiri. "Mama ngidam apa sih saat hamil anak satu ini"


"Ntah Mama juga bingung" ucap Anissa menyerah.


"Sayang apa kamu lupa jika masalah pribadi tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. Jadi belajarlah jadi istri yang baik seperti Mama dan juga kakak iparmu." jelas Rayhan lembut berharap putrinya bisa mengerti.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2