
Zhelina yang telah kehabisan akan langsung saja membuang napasnya kasar lalu menatap pria yang sedang duduk di tepi ranjangnya.
"Jadi bagaimana? Gue sudah sangat mengantuk" ucap Zhelina kesal sambil menahan kantuknya.
"Lho tidur di sini. Gue janji tidak akan menyentuh lho" ucap Galang nyengir tanpa dosa.
"Lho gila ya."
"Tidak gue tidak gila. Jika gue gila gue tidak akan berada di sini bersama lho. Sudah pasti papa dan mama mengirim gue ke rumah sakit jiwa"
Mendengar ucapan Galang, Zhelina langsung saja menatap kesal pria yang sangat menjengkelkan di matanya dengan sangat kesal.
"Lang, lho balik ke kamar lho ya"
"Tidak, gue tidak mau. Dari pada gue melepas perjaka gue dengan wanita gila itu lebih baik gue tidur di sini. Lagian lho tidak akan mengambil keperjakaan gue seperti wanita gila itu kan?"
Mendengar ucapan Galang, Zhelina langsung saja membulatkan matanya tidak percaya. Dia langsung saja tertawa terbahak bahak karna ucapan galang yang to the point terdengar sangat lucu di telinganya.
"Buahaha...lho masih perjaka ha..ha.." Zhelina tertawa lepas sambil memegangi perutnya.
Melihat Zhelina yang menertawakannya Galang langsung saja bangkit dari duduknya lalu menghampiri Zhelina.
"Apa lho tidak percaya jika gue masih perjaka. Lho boleh mencobanya lagian gue lebih ihklas jika perjaka gue lho yang mengambilnya" ucap Galng menatap Zhelina hingga membuat wanita yang tadinya tertawa lepas langsung saja menutup mulutnya rapat rapat.
"Gue lelah. Gue mau tidur" Zhelina langsung saja berjalan ke arah ranjangnya lalu membaringkan tubuhnya di sana dan menutupi setengah tubuhnya dengan selimut.
Melihat itu Galang langsung saja tersenyum lalu mengikuti langkah Zhelina dan menaiki ranjang dan melirik ke arah Zhelina yang terbarin memungunginya.
"Apa lho yakin mau ngelepasin kesempatan emas ini? banyak lho wanita yang di luar sana yang ingin berada di posisi lho untuk mengambil perjaka gue?"
Mendengar ucapan Galang, Zhelina langsung saja mengidik ngeri lalu bangkit dari tidurnya dan melempar wajah Galang dengan bantal.
__ADS_1
"Yang iyanya gue yang tidak rela melepas keperawanan gue dengan makhluk menyebalkan seperti lho"
Mendengar ucapan Zhelina, Galang langsung saja tersenyum "Jadi lho masih perawan. Kalau begitu cocok lah perjaka dan perawan di satukan"
Mendengar ucapan Galang yang terus saja ngaur yang tidak tidak Zhelina yang geram langsung saja mengacak acak rambutnya frustasi.
"Ya Allah kenapa sih gue harus di libatkan dengan manusia paling menyebalkan yang satu ini" ucap Zhelina frustasi.
Bukannya merasa bersalah karna telah membuat anak orang menjadi frustasi Galang malah tersenyum tanpa dosa.
"Jangan terlalu sebal kepada gue Zhe. Karna orang tua bilang benci lama lama jadi cinta lho"
"Ogah gue jatuh cinta sama pria playboy seperti lho"
" Lho yakin? nanti lho bisa cinta mati dengan gue"
"Yakin seratus persen"
"Ok. Kita lihat saja nanti" Galang tersenyum lalu membaringkan tubuhnya membelakangi Zhelina.
Penasaran Galang sudah tidur atau belum Zhelina mencoba mendekati Galang untuk memastikan jika pria itu sudah tidur apa belum. Namun dia melihat jika Galang telah tertidur dengan lelapnya.
"Ternyata dia telah tidur. Dasar manusia aneh setelah membuat keributan dia malah tidur tanpa rasa bersalah" oceh Zhelina.
Karna merasa lelah Zhelina langsung saja membaringkan tubuhnya di samping Galang dengan cara memungungi pria itu.
Namun Zhelina tidak bisa tidur karna dia kembali memikirkan tentang masalahnya dengan keluarnganya. Dia terus saja berpikir bagaimana caranya agar keluarga barunya tidak terlibat dengan masalah yang di alaminya sekarang.
Sedangkan Galang yang merasakan gerakan Zhelina langsung saja membuka matanya lalu melirik ke arah Zhelina. Sama seperti Zhelina, Galang juga tidak bisa tidur ntah apa yang sedang berada di dalam pria tanpan itu.
Cukup lama keduanya sibuk dengan pikiran mereka masing masing hingga akhirnya mereka terlelap dalam tidurnya. ntah kapan itu terjadi mereka juga tidak menyadarinya sehingga mereka larut dalam mimpi indah mereka masing masing.
__ADS_1
*****
Terlihat seorang pria tua sedang memarahi para anggotanya suara kekesalan dan juga amarah yang meluncak terlihat jelas dari wajahnya.
"Maaf tuan besar. Kami hanya menyampaikan apa yang mereka sampaikan" ucap salah satu kepercayaannya dengan gugup.
"Siaalll. Apa gunanya aku mempunyai kelompok mafia yang sangat di takuti di dunia ini jika anggotaku saja tidak dapat menangkap seorang gadis" teriak jhohan penuh kekesalan karna mendapat laporan dari kepercayaannya jika orang suruhannya yang dia kirim untuk menangkap Zhelina telah gagal melakukan tugasnya.
"Maaf tuan besar. Tapi anda tau sendirikan bagaimana licik dan juga lincahnya nona muda" jelas Riki kepercayaan sekaligus asisten pribadinya dengan gugup.
"Anak itu. Bagaimana dengan Jhovan apa benar dia pergi ke kota itu untuk melakukan bisnis?"
"Benar tuan. Tuan muda sedang melakukan kerja sama dengan perusahaan ternama di kota itu yang di dirikan oleh Brayen Sky Adhijaya putra tertua dari Rayhan Adhijaya, tuan"
"Rayhan Adhijaya sepertinya nama itu tidak asing untukku" gumam Jhohan mencoba mengingat nama Rayhan Adhijaya yang sepertinya tidak asing lagi di telinganya.
"Tapi tuan. Saya mendapat laporan dari para anggota kita jika ada sekelompok geng motor yang ingin menawarkan kerja sama kepada kita untuk menangkap nona muda dan menghabisi seluruh orang yang memanfaatkannya tuan"
Mendengar ucapan Riki, Jhohan langsung saja mengerutkan keningnya bingung "Maksudmu?"
"Nona muda sekarang tinggal bersama keluarga Adhijaya tuan."
"Bukannya perusahaan keluarga itu yang sedang bekerja sama dengan Jhovan?"
"Ia benar tuan. Dari laporan yang di berikan oleh ketua geng motor Andrak'S jika keluarga Adhijaya terkenal sangat licik tuan. Mereka mengunakan nona muda untuk bisa memeras tuan muda dan terpaksa bekerjasama dengan perusahaan mereka. Nona muda juga di sana bekerja sebagai Baby sister untuk cucu keluarga mereka tuan. Bahkan mereka juga menjadikan nona muda sebagai pengawal putra dari keluarga mereka yang terkenal sebagai pria brengsek tuan"
Mendengar penjelasan Riki, Jhohan langsung saja emosi. Tidak berpikir panjang lagi Jhohan langsung saja menyetujui tawaran Kay untuk bekerjasama dengannya.
"Terima tawaran mereka. Suruh anggota kita untuk menyiapkan keperluanku di sana. Karna aku sendiri yang akan mengurus keluarga benalu itu. Siapa yang berani berurusan denganku maka tidak akan kubiarkan lepas begitu saja" ucap Jhohan tersenyum sinis.
Melihat aura kemarahan dan kebencian dari tuan besarnya Riki hanya mampu diam menganguk. Riki langsung saja menghubungi para anggotanya lalu menyampaikan semua pesan dari tuan besarnya.
__ADS_1
"Keluarga Adhijaya tunggu saja kalian salah berurusan denganku" Jhohan tersenyum sinis sambil menatap langit langit ruangannya dengan tatapan yang tidak dapat di artikan.
Bersambung....