GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)

GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)
Part 19


__ADS_3

Zhelina langsung saja menghampiri mobil pria yang dia lihat tadi. Alangkah terkejutnya dia melihat ibu hamil yang mau melahirkan sedang merintih kesakitan di dalam mobil itu.


"Pak istrinya mau melahirkan?" Zhelina langsung saja panik.


"Ia Non. Tapi rumah sakit masih jauh" ucap pria itu frustasi.


"Coba bapak temani Istri Bapak. Terus baringkan dia. Aku akan cari pertolongan"


"Ada apa Zhe?" ucap Galang melihat kehawatiran Zhelina.


"Apa di mobilmu ada kotak P3K?"


"Ada. Tunggu dulu biar ku ambilkan" Galang langsung saja berlari ke mobilnya untuk mengambil kotak P3K yang segaja dia bawa kemana mana.


Bagaimana pun dia seorang Dokter oleh karna itu dia harus selalu siap siaga. Setelah mengambil apa yang di perlukan Galang langsung saja kembali ke Zhelina lalu memberikan kotak P3K itu ke Zhelina.


"Ada apa?" ucap Galang masih bingung.


"Ibu ini mau melahirkan. Lho atur semua kendaraan yang menghalang biar gue bisa leluasa membantu Ibu itu"


Mendengar ucapan Zhelina, Galang nampak berpikir karna dia tau Zhelina bukanlah seorang Dokter. Sedangkan dirinya hanyalah Dokter bedah yang tidak pernah membantu wanita untuk melahirkan. "Apa lho yakin Zhe?"


"Gue tau sedikit tentang kandungan. Gue juga sudah belajar banyak ilmu medis selama jadi pengawal lho. Jadi lho tenang saja. Sekarang keselamatan mereka yang terpenting"


Melihat keyakinan di wajah Zhelina, Galang langsung saja menganguk patuh. Dia langsung saja mengatur kendaraan yang ada di sekitar mobil itu supaya mereka dengan leluasa membantu ibu dan anak itu.


"Bapak bantu Istri Bapak ya" Zhelina menuntun ibu itu yang sedang terbaring di jok belakang. Sedangkan Suaminya mencoba menjadikan pahanya sebagai bantal untuk istrinya.


"Ibu rileks dulu ya. tarik napas buang pelan pelan"


ibu itu langsung saja mengikuti perintah Zhelina. Zhelina memang sedari kecil bercita cita menjadi dokter kandungan. Walaupun di larang oleh sang Deddy tapi dia terus saja belajar ilmu kedokteran secara diam diam. Jadi dia sedikit sedikit tau cara membantu orang yang sedang melahirkan.

__ADS_1


"Bagus bu. Ulangi terus ya. Jika nanti aku suruh mengejan baru mengejan ya bu. Jika tidak nanti tenaga ibu akan habis terkuras sebelum waktunya"


Zhelina terus saja berbicara dengan lembutnya sambil terus memeriksa pembukaan jalan bayinya. Melihat ketelatenan Zhelina, Galang yang melihatnya sampai tak percaya jika wanita yang keras kepala seperti Zhelina bisa selembut dan setelaten itu.


"Nah sekarang jalannya sudah terbuka semua jadi ibu yang rileks ya. Coba tarik napas, buang pelan pelan. Ia bagus ulangi lagi ya bu. sekarang tarik napas lalu dorong dengan kuat"


"Aarrghhh..."


"Belum lagi bu. usahakan ibu mencium lutut ibu ya. terus tangannya letakkan di pahanya. Bapak bantu ibunya ya" Zhelina terus saja menuntun ibu itu dengan sangat sabar dan telaten.


"Tarik napasnya bu. Buang pelan pelan. Tarik lagi. Lalu dorong yang kuat bu"


"Aarrgghhhh...."


"Oe...oe...."


Suara tangisan bayi terdengar dengan lantang di tengah tengah kemacetan itu di ikuti rasa syukur dari setiap pengendara yang menyaksikannya. Zhelina langsung saja memberikan penanganan seadanya dengan bantuan alat medis yang sederhana yang di miliki Galang.


"Pak. Saya telah menelpon pihak rumah sakit dan memberitau semuanya. Jadi bawalah anak dan istri anda agar mendapatkan penanganan yang lebih baik lagi." jelas Galang.


"Baik nak. Terima kasih atas bantuan kalian" ucap Pria itu dengan penuh shyukur ke Zhelina dan Galang.


"Itu sudah tugas kami sebagai Dokter" Zhelina tersenyum.


Tak mau buang waktu pria itu langsung saja membawa istrinya ke rumah sakit. Dengan bantuan para pengemudi lainnya akhirnya Pria itu bisa keluar dari kemacetan yang begitu parah.


"Dari mana lho tau cara membatu orang melahirkan seperti tadi?" Galang terus saja menatap Zhelina tak percaya.


"Menjadi Dokter kandungan adalah cita cita gue sedari kecil. Jadi gue sudah belajar banyak tentang ilmu medis terlebih lagi soal kandungan dari sosial media. Di tambah lagi saat bersama lho di rumah sakit gue belajar lebih nyata soal itu" jelas Zhelina mengingat selama mengikuti Galang ke rumah sakit dia juga belajar tentang ilmu medis di sana.


"Kalau begitu gue akan terus membimbing lho agar bisa jadi dokter yang terkenal" Mendengar ucapan Galang, Zhelina langsung saja tersenyum.

__ADS_1


*****


Setelah dari kantor Rayhan, Lea langsung saja menjemput Sky yang sedang belajar kelompok di rumah temannya. Ayu yang sedang sibuk mengatur pernikahannya terpaksa menitipka Sky kepada Lea dan Zhelina.


Walaupn Brayen mempunyai uang yang banyak untuk membayar babby sister untuk Sky tapi Ayu tetap kekeh mengurus Sky seorang diri. Sama seperti Anissa, Ayu juga tidak mau menyerahkan keperluan Putra dan juga Suaminya kepada orang lain.


Dia lebih memilih untuk mengurus Putra dan Suaminya dengan tangannya sendiri. Walaupun di Mension mereka banyak pelayan itu hanya untuk membersihkan rumah dan juga membantu bantu saja.


Jika soal perut dan keperluan para kaum pria maka itu para wanita lah yang akan turun tangan sendiri.


"Bibi" Sky langsung saja berlari ketika melihat Lea telah datang untuk menjemputnya.


"Bagaimana belajarnya sayang?"


"Selu bik. Bunda Evi juga sangat baik"


"Terimakasi ya bu. Kami pamit undur diri" ucap Lea ramah kepada bunda Evi.


"Ia nak. Sky sangat pintar pasti kalian mendidiknya dengan baik"


"Ia bu. Karna Sky mempunya Mama yang sangat hebat" puji Lea mengingat kehebatan Kakak ipar sekaligus sahabatnya dalam mengurus putra dan suaminya.


"Kalau begitu kami permisi dulu ya bu. Assalamwallaikum"


"Wallaikumsallam. hati hati ya nak"


"Ia bu" Lea langsung saja membawa Sky kedalam mobilnya. Lalu melajukan mobilnya meningalkan perkarangan rumah itu.


Tanpa Lea sadari jika ada sekelompok orang yang menatap Lea dari kejauhan. Melihat Lea telah melajukan mobilnya orang itu langsung saja mengikuti Lea secara diam diam.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2