
Jadi, mau maju atau terus terbelenggu oleh ragu?
*****
Resha terduduk lemas di depan ruang UGD menunggu dokter keluar dari ruang UGD. Kini tak hanya ada anggota inti ultras, Resha, dan Ayu. Tapi, juga orang tua Genathan yang berada di dekat Ayu. Bahkan Resha dapat melihat dengan jelas Mama Genathan yang memeluk Ayu dengan begitu erat menenangkan gadis itu. Hal itu menjadi tamparan untuk Resha mengingatkan gadis itu seberapa dekat Ayu dengan keluarga Genathan.
"Resha, lo mau pulang? Biar gue anter," tanya Gentala yang sedari tadi duduk di samping Resha.
"Engga Kak, biar nanti bareng sama Kakak pas pulang aja," sahut Resha yang mendapat anggukan dari Gentala.
Seorang dokter laki-laki keluar dari ruang UGD yang langsung dihampiri oleh semua orang yang menunggu kabar Genathan. "Dok, bagaimana keadaan anak saya?" tanya Papa Genathan mewakili pertanyaan yang lain.
"Pasien mengalami patah tulang di bagian lengan, dan luka ringan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ucap Dokter tersebut menenangkan.
"Syukurlah," seru mereka semua serentak termasuk Resha yang langsung melemaskan badannya bernapas lega.
"Apa kita boleh menjenguk?" tanya Papa Genthan yang mendapat anggukan dari yang lainnya.
"Kami akan memindahkan pasien ke ruang rawat terlebih dulu, setelahnya kalian boleh menjenguk," ucap Dokter tersebut dan segera berlalu meninggalkan keluarga dan teman Gentahan.
***
Hari semakin sore, warna jingga yang begitu menawan sudah menghiasi langit dengan indahnya. Resha masih setia berada di rumah sakit walau satu persatu sahabat Genathan mulai pulang ke rumah masing-masing. Kini di ruang rawat Genathan hanya ada Gentala, Hasta, Ayu, dan Resha. Sedari tadi Gentala terus menatap ke arah Resha yang terus memancarkan kesedihan. Kini satu fakta yang Gentala tau, ada rasa yang Resha simpan untuk Genathan. Tak hanya Gentala yang melihatnya, Ayu yang mulai tadi memang bingung dengan kehadiran Resha juga dapat melihat ada banyak kekhawatiran di wajah gadis itu.
"Ehm Resha, temenin gue ke kantin yuk," ajak Ayu yang mendapat anggukan dari Resha. Mereka sudah sempat berkenalan nama tadi. Kedua gadis tersebut segera berdiri dan mulai berjalan meninggalkan ruang rawat Genathan menuju kantin rumah sakit.
Setelah memesan makan, mereka langsung memilih tempat duduk yang nyaman.
"Lo anak SMA Cakrawala ya?" tanya Ayu saat melihat seragam yang Resha kenakan.
Resha mengangguk seraya menyuapkan makanan ke mulutnya. “Iya, Kak. Kelas sebelas,”
"Gue perhatiin, lo suka Gentahan ya?" Pertanyaan telak dari Ayu sukses membuat Resha tersedak makanannya, dengan segera Ayu menyodorkan air untuk Resha.
__ADS_1
"Eh sorry ya kalau lancang," ucap Ayu merasa tidak enak.
"Gak papa kak," ucap Resha dengan senyumannya.
"Gue boleh minta tolong sama lo?" tanya Ayu menatap serius pada Resha yang memberhentikan makannya. "Dari tatapan lo ke Gege gue tau lo suka sama dia, gue mau ngasih lo peluang buat bisa sama dia. Gue kasih lo kesempatan untuk bisa bersama Gege. Tolong jaga Gege, sayangi dia, dan jangan pernah sakiti dia." Ayu memohon sambil menggenggam tangan Resha. Resha mengerutkan keningnya bingung. Apa maksud Ayu? Apa gadis itu tak memiliki perasaan pada Genathan hingga Ayu menyerahkan Genathan untuknya?
"Tapi, Kak…. " Baru saja Resha akan membuka suara tapi Ayu lebih dulu memotong ucapannya.
"Gue tau lo pasti bisa ngasih dia cinta dan kasih sayang," ucap Ayu dengan senyuman permohonannya.
"Apa Kakak gak suka Kak Gege?" tanya Resha mengerutkan dahinya ia sedikit penasaran dengan perasaan Ayu.
"Meskipun gue suka dan sayang Gege apa yang bisa gue lakuin? Ada tembok besar yang gak bisa kita tembus," lontar Ayu dengan tatapan nanar ke arah depan. Jujur saja hati Ayu sebenarnya sakit harus melakukan ini. Namun apa yang bisa dia buat? Kerutan di dahi Resha semakin tebal. Ia bingung ada apa sebenarnya dengan dua orang ini? Genathan dulu juga pernah mengatakan hal yang hampir sama. Apa yang menjadi pemisah di antara mereka? Apa tembok tersebut memang begitu tinggi hingga mereka tidak bisa untuk memanjatnya?
"Gue harus pergi, kalau Gege bangun dan nanyain gue bilang aja gue masih ada urusan," ucap Ayu dan segera pergi meninggalkan Resha yang kini menyimpan berbagai pertanyaan dalam otaknya. Memang sekarang peluangnya sangat besar untuk bersama Gege. Tapi, semua itu menyisakan tanya yang membuatnya juga terbelenggu dalam tanya yang belum terjawab ini. Setelah menyelesaikan makannya Resha segera berjalan meninggalkan kantin untuk menuju ruang rawat Genathan ia berharap setelah ia sampai di sana Genathan sudah sadar.
Suara tawa dari dalam ruang rawat Genathan membuat Resha bernafas lega. pasalnya ia juga mendengar tawa Genathan yang menghiasi ruangan tersebut. Resha memasuki ruang rawat Genathan canggung apalagi setelah melihat tatapan Genathan yang terus mengarah padanya.
"Naresha?" tanya Genathan dengan kerutan di dahinya saat melihat kehadiran gadis tersebut.
"Ah gue baik kok, lo kenapa bisa ada di sini?" Genathan bertanya lagi.
"Tadi dia sama gue," sergah Gentala menjawab pertanyaan Genathan. Dan hanya mendapatkan anggukan dari Genathan.
"Makan kuy Ta, laper nih," ajak Hasta yang mendapat anggukan semangat dari Gentala.
"Res, tunggu sini dulu ya bentar. Entar gue anter pulang," pesan Gentala pada Resha.
"Sans aja kali Ta, gue jagain kok," ucap Genathan dengan senyumannya menggoda sahabatnya tersebut.
"Elah sok mau ngejagain tangan masih dijadiin mumi belagu," cibir Gentala yang mendapat tawa dari Hasta dan Resha sedangkan Genathan sudah menatap tajam pada Gentala. Tak mau meributkannya lagi, Hasta segera menarik Gentala untuk berjalan menuju kantin rumah sakit.
"Lo udah dari tadi di sini?" tanya Genathan membuka pembicaraan.
__ADS_1
"Iya, dari Kakak masih di UGD," jawab Resha.
"Lo liat Ayu?" tanya Genathan karena tak melihat gadis itu semenjak ia membuka matanya.
"Kak Ayu lagi ada urusan Kak," jawab Resha yang lagi-lagi hanya mendapat anggukan dari Genathan selanjutnya tak ada pembicaraan lagi di antara mereka. Genathan memejamkan matanya sedangkan Resha gadis itu sibuk dengan ponselnya. Kini Resha sudah duduk di sofa yang berada di ruangan tersebut.
Tidak lama kemudian, seorang suster membawakan makanan dan obat untuk Genathan. “Silahkan dimakan dulu ya, Dek, habis itu minum obat,” tuturnya ramah. Setelah meletakkan makanan tersebut di atas nakas samping brankar, ia berlalu meninggalkan kamar Genathan.
Genathan menatap bingung makananya, ia sudah lapar tapi tangannya sedang diperban. Bagaimana caranya ia makan? Resha yang paham raut wajah Genathan, mengumpulkan keberaniannya untuk berjalan ke arah cowok itu.
"Aku suapin ya, Kak?" tanya Resha menawarkan diri yang langsung mendapat anggukan dari Genathan.
Resha mulai menyuapkan bubur ke dalam mulut Genathan dengan jantungnya yang sudah berdebar keras. Resha hanya bisa berharap semoga Genathan tidak mendengar suara jantung nya yang sudah meronta ingin keluar dari tempatnya.
Genathan memanggil Resha, membuatnya menengok menatap cowok yang kini berada cukup dekat dengannya. "Makasih ya," ucap Genathan tulus sambil tersenyum dengan begitu manis pada Resha yang malah membuat kupu-kupu di perut Resha berterbangan.
"Lo blushing?" tanya Genathan yang tambah membuat pipi Resha semakin memerah dan hal itu sukses membuat tawa Genathan pecah sedangkan Resha sudah menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Untuk pertama kalinya Resha dapat melihat tawa Genathan dengan jarak yang cukup dekat dan tawa Genathan diakibatkan oleh ulahnya. Dulu mungkin ini hanya mimpi. Namun, kini mimpi itu menjadi nyata dan akan menjadi kenangan yang tak akan pernah Resha lupakan. Melihat Genathan tertawa dan tersenyum untuknya, andai ini hanya mimpi maka biarkan Resha terus tertidur tanpa ada yang mengusiknya menikmati kedamaian dalam kisahnya yang kini baru saja dimulai.
Niat Resha untuk menyerah kini ia tepis karena peluang besar sudah menantinya di depan. Resha harap ia bisa memanfaatkan peluangnya sebaik mungkin agar mimpinya untuk menjadikan Genathan sebagai miliknya bisa terwujud dan menjadi nyata.
***
Peluangnya udah besar Res, jangan kasih kendor.
Gas terus sampai dapet.
Aku balik lagi dengan cerita teenfiction nih, semoga kalian suka ya sama cerita ini. Karena cerita ini juga gak kalah seru dari cerita aku yang lain loh.
So, jangan lupa buat like, koment, vote, dan love untuk menambahkan cerita ini ke perpustakaan ya! Biar kalian gak ketinggalan update tersebaru dari cerita ini.
Cek profil aku juga ya buat baca cerita aku yang lain, dan jangan lupa buat follo akun ini ya.
__ADS_1
See you next chapter all.
Thanks for reading all.