
Semoga, tidak hanya menjaga jodoh orang, ya.
***
Senyuman manis tak pernah luntur dari wajah cantik Resha. Delia dan Lidia yang sedari tadi memperhatikan Resha meringis, takut jika sahabat mereka itu kerasukan setelah membersihkan sekolah. Pasalnya semenjak kembali ke kelas setelah membersihkan sekolah, Resha jadi aneh. Untung saja guru yang mengajar di kelas sedang berhalangan, jadi hanya memberikan tugas.
Delia yang berada di dekat Resha menempelkan telapak tangannya pada kening Resha. Mengecek suhu Resha barangkali ada yang tidak beres dengan pergeseran otak Resha.
"Lo apaan sih Del?" tanya Resha menepis tangan Delia yang berada di keningnya.
Lidia yang duduk di hadapan keduanya ikut bersungut, "Lo tuh yang apaan. Senyum mulu, gila lo?"
Lagi-lagi Resha mengembangkan senyumnya dengan tatapan menerawang. Gadis itu memegang kedua pipinya yang memanas, "Gue lagi bahagia."
"Kenapa? Coba cerita," pinta Lidia memicingkan matanya curiga.
"Alah palingan gegara tadi pas upacara sampingan sama Genathan," sahut Delia yang mendapatkan pelototan mata oleh Resha. Delia sudah begitu hafal apa yang membuat sahabatnya tersebut bisa terlihat begitu bahagia.
"Kak Gege, Delia. Harus berapa kali sih gue ingetin," dengus Resha yang sudah mulai kesal dengan Delia. Menurutnya memberi tahu Delia itu seperti bermain trampolin, mantul. Pasti kembali lagi.
Delia memutar bola mata malas. "Iya udah, Kak Gege, jadi bener, 'kan?" pasrah Delia menuruti ucapan Resha sebelum gadis itu bertambah kesal padanya.
"Sepuluh persen bener tapi ada yang lebih buat gue bahagia ...," Resha menggantung ucapannya agar sahabatnya itu penasaran.
"Apaan? Buru lah," desak Lidia yang mulai penasaran dengan cerita Resha.
"Nungguin, ya?" Resha tambah membuat sahabatnya kesal.
Delia hampir saja menjambak rambut Resha saking kesalnya. "Buruan! Malah kena tiktok sindrom!"
"Gue ... jadian sama kak Gege," ungkap Resha. Namun, ia mengecilkan volume suaranya agar tidak ada yang mendengarnya. Bisa gawat jika banyak yang tahu. Mengingat Genathan bisa disebut sebagai most wanted sekolah. Baru jadian satu hari bisa langsung dijadikan geprek dia oleh penggemar Genathan.
"BENERAN JADIAN?" Teriakan Delia dan Lidia yang kelewat kompak itu terpotong saat Resha membekap mulut mereka dengan kedua tangannya. Pandangan seisi kelas mengarah pada mereka, terutama pada Resha yang kini pipinya sudah bersemu merah.
"Pelan-pelan, toa banget mulut lo," dengus Resha kesal yang hanya mendapat cengiran dari kedua sahabatnya.
"Weh lo jadian Res? PJ jangan lupa oi," ucap Wulan salah satu teman sekelas Resha yang kini ikut nimbrung saat mendengar Resha yang sebelumnya belum pernah digosipkan punya hubungan kini akhirnya jadian juga.
"PJ WOI PJ!" sorak teman sekelas Resha yang lain. Suasana kelas Resha semakin gaduh dengan teriakan meminta PJ dan hal itu membuat Resha pening. Sekarang mereka masih terlihat begitu senang, namun bagaimana nanti jika mereka tahu jika kekasih Resha adalah Genathan? Apalagi di kelas Resha juga ada fans Genathan. Fans laki-laki tersebut memang di mana-mana.
"Woi diem, kelas lain lagi belajar," tegur Lidia tegas yang berhasil membuat teman sekelasnya terdiam.
__ADS_1
"Nah gini kan enak." Mendengar ucapan Lidia, mereka mendengus dan mulai mengerjakan kegiatan mereka tadi yang sempat tertunda.
"Gimana ceritanya? Ceritain cepet," desak Delia dengan suara pelan.
"Jangan teriak lagi, awas lo teriak lagi gak bakal gue ceritain," ancam Resha yang langsung mendapatkan anggukan dari Delia dan Lidia.
Resa menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan. Mulai menceritakan kejadian saat Genathan mengungkapkan perasaannya. Awalnya, Resha masih bimbang. Ia takut jika dirinya hanya menjadi pelampiasan karena Ayunindya yang menghilang tidak ada kabar. Resha juga menyampaikan ragunya pada Genathan. Tapi cowok itu tersenyum menenangkan.
Kata Genathan, Resha bukanlah pelarian atau pelampiasan. Melainkan seseorang yang selama ini ia nantikan keberadaannya. Adik kelas yang dengan lucunya meminta foto bersama, bahkan tanpa perkenalan.
Menemukan Resha, seolah menjadi akhir dari penantiannya. Genathan tidak mau berlama-lama. Katanya, takut Resha malah diambil yang lain. Jadi, Genathan segera menyatakan bahwa perasannya kali ini bukan sekadar permainan.
Mendengar semua itu membuat Resha lega. Penantian dan kesabarannya empat tahun ini menemukan titik terang. Resha kira, selamanya ia hanya menjadi pengagum rahasia. Namun kini, Genathan dapat ia miliki secara nyata. Mereka resmi mengikat rasa.
Resha tidak pernah menyesali mendapat hukuman karena atribut yang kurang. Karena siapa sangka dari kecerobohannya itu justru mengantarnya pada titik temu perasaannya. Hari Senin itu, Resha dan Genathan benar-benar resmi menjadi kekasih. Resha menghembuskan napas setelahnya menceritakannya pada kedua sahabatnya yang kini sudah menatap Resha dengan pandangan menggoda.
"Cieee yang udah official. Jangan lupa PJ ya," sorak Lidia dengan senyumannya.
"Akhirnya perasaan lo yang hampir karatan terbalas juga Res, untung belum lumutan," tawa Delia mengejek Resha yang sudah memutar bola matanya malas mendengar ejekan dari Delia. Sedangkan Lidia hanya tertawa mendengar ucapan Delia.
Waktu yang tersisa mereka habiskan dengan saling bertukar cerita atau tawa hingga bel istirahat berbunyi dengan nyaring. Resha dan kedua sahabatnya baru saja akan keluar dari kelas saat ada yang memanggil Resha.
"Resha." Resha mengalihkan pandangannya pada pintu kelas saat namanya dipanggil. Ternyata disana Genathan sudah berdiri dengan senyumannya.
Segala pertanyaan sudah menghiasi isi kepala para penghuni kelas, kecuali Delia dan Lidia tentunya yang sudah tahu mengenai hubungan Resha dengan Genathan. Kini kedua sahabatnya itu sudah menggoda Resha dengan membisikkan kata yang sukses membuat Resha malu.
"Cie yang dijemput sama pacar," goda Delia berbisik pada Resha. Pipi Resha kini sudah bersemu merah karena ucapan sahabatnya tersebut.
"Buru sana kasian pacar lo nungguin," tambah Lidia dengan senyuman menggodanya.
Resha segera berjalan menuju Genathan yang masih setia berdiri di depan pintu kelasnya.
"Kakak ngapain kesini?" tanya Resha setelah sampai di depan Genathan.
"Ya jemput pacar lah, lo kira ngapain? Kantin yuk," ajak Genathan dengan senyumannya. Ucapan Genathan tersebut tentunya bisa didengar oleh seisi kelas, yang sedari tadi tiba-tiba saja menjadi sepi karena kedatangan Genathan.
"Cie ... Resha ternyata jadiannya sama kak Gege," sorak seisi kelas. Tidak semua karena banyak juga dari mereka yang malah berbisik tidak suka. Mereka menganggap Resha tidak pantas untuk Genathan. Dan tentu sama semua itu adalah Fans Genathan ataupun Ayu.
"Ehm, Kak aku sama temen aku aja," ujar Resha menggigit bibir bawahnya karena gugup.
"Ajak aja sekalian, yuk lah gue laper nih." Genathan langsung menarik Resha. Menggenggam tangan Resha dengan erat. Belum berjalan jauh, Genathan menghentikan langkahnya untuk berbalik menatap kedua sahabat Resha.
__ADS_1
"Lo berdua temen Resha, gak mau ikutan? Ada temen gue juga kok," ajak Genathan.
Setelah mengucapkan itu, Genathan kembali berjalan denganĀ tangannya yang masih setia menggenggam tangan Resha. Di belakang mereka Delia dan Lidia mengikuti dalam diam. Banyak tatapan mata yang mengarah pada Resha, tatapan mata penuh tanya ataupun tidak suka apalagi saat melihat tangan Resha yang digenggam oleh Genathan dengan begitu erat. Resha hanya menundukkan kepalanya karena merasa risih dengan tatapan tersebut. Ia yang sebelumnya tidak pernah menjadi konsumsi publik kini tiba-tiba harus terkenal jalur Genathan.
"Gak usah dipeduliin, mereka cuma iri sama lo." Genathan menenangkan Resha sambil mengelus puncak kepala Resha sayang.
Saat sampai di kantin, mereka langsung menuju meja yang sudah diisi dengan sahabat Genathan. Tatapan tidak mengenakkan kembali mengarah pada Resha dan lagi-lagi Genathan selalu menenangkan Resha.
"Lo mau pesan apa?" tanya Genathan pada Resha.
"Ehm nasi goreng sama es teh aja, Kak, temen aku juga ya samain aja," ucap Resha dengan cengirannya.
"Mbul pesenin," titah Genathan pada Mbul sambil menyodorkan uang berwarna biru yang langsung diterima oleh cowok gembul itu.
"Weh yang udah official mah beda ya," kelakar Arik menggoda Genathan dan Resha. Genathan sudah menceritakannya pada Gentala dan Hasta. Hasta yang memang dikenal sebagai ember bocor, menceritakannya di grup inti ultras.
"Iya lah, daripada PDKT udah lama gak jadian-jadian. Awas ketikung, Bro! Dunia pertikungan sedang berjaya sekarang," balas Genathan mengingat Arik dan Delia yang masih saja di tahap pendekatan.
"Jagain jodoh orang sekarang juga lagi berjaya. Jadi hati-hati aja, Resha pacarannya sama elo, tapi nikahnya sama gue, sabar aja dah lo nanti. Baik-baik jaga jodoh gue," timpal Gentala dengan tawanya.
"Bacot lo," kesel Genathan apalagi saat melihat pipi Resha yang justru memerah.
Gentala tergelak. "Bercanda kali."
Setelahnya mereka saling tertawa menggoda pasangan yang baru saja official itu.
***
Gentala lo gak salah karena banyak yang kayak gitu.
Pacaran lama akhirnya gak jadi. Pacaran sama siapa nikah sama siapa.
Yang paling parah pasangan dah 4 tahun kalah sama selingkuhan yang satu minggu langsung jadi.
Aku balik lagi dengan cerita teenfiction nih, semoga kalian suka ya sama cerita ini. Karena cerita ini juga gak kalah seru dari cerita aku yang lain loh.
So, jangan lupa buat like, koment, vote, dan love untuk menambahkan cerita ini ke perpustakaan ya! Biar kalian gak ketinggalan update tersebaru dari cerita ini.
Cek profil aku juga ya buat baca cerita aku yang lain, dan jangan lupa buat follo akun ini ya.
See you next chapter all.
__ADS_1
Thanks for reading all.