Genathan

Genathan
PENGANTAR PERPISAHAN


__ADS_3

Terima kasih sudah bertahan hingga detik ini. Semoga tidak ada kepergian dan kesalahan yang diulang untuk kedua kali


*****


Malam ini, Genathan mengajak Resha untuk jalan-jalan. Sebenarnya mereka pergi tanpa memiliki tujuan akan kemana, karena yang Genathan ingin hanya menghabiskan  waktunya dengan Resha.


"Ke pasar malam aja gimana?" tawar Resha saat mereka sedang bingung ingin pergi kemana.


"Boleh juga." Genathan menyetujui tawaran Resha. Cowok itu mulai melajukan motornya ke tempat pasar malam.


Begitu sampai di sana, Resha menatap pemandangan di depannya dengan kagum. Banyak permainan yang ingin ia mainkan bersama Genathan.


"Ke rumah hantu?" tawar Genathan yang dengan cepat mendapatkan gelengan dari Resha.


Resha menggeleng cepat. “Nggak mau, takut.”


Genathan mengerlingkan matanya menggoda. "Tenang aja ada aku kok, nanti kalau takut tinggal peluk aja."


"Ogah, Kakak aja sana terus nanti pelukan sama mbak kunti, aku mau naik bianglala aja," oceh Resha dan langsung melangkah menuju tempat wahana itu berada, diikuti Genathan di belakangnya.


Setelah berada di samping Resha, dengan segera Genathan menggenggam tangan gadis itu erat. Mereka menunggu antrian untuk menaiki wahana itu. Begitu sampai giliran, dengan perasaan bahagia yang menggebu mereka menikmati bianglala. Menikmati hembusan angin yang menerpa dan pemandangan sang malam yang memanjakan mata.


"Tunggu sini dulu, jangan ke mana-mana," ujar Genathan begitu mereka selesai bermain dengan bianglala. Cowok itu langsung pergi begitu saja tanpa menunggu respon pacarnya.


Tak beberapa lama, Genathan sudah kembali dengan minuman dingin di kedua tangannya. "Minum dulu, kamu pasti haus." Disodorkannya minuman di tangannya pada Resha. Tak lupa ia membukanya terlebih dulu sebelum diberikan pada Resha.


"Makasih, Kak," tutur Resha dengan senyumannya.


Setelah puas, mereka berjalan untuk pulang. Namun, pandangan Genathan tertuju pada penjual aksesoris. Dengan segera Genathan menarik Resha menuju penjual aksesoris tersebut. Matanya tertuju pada sebuah gelang couple yang terlihat sangat indah.


"Pak saya mau yang ini ya." Genathan menunjukkan sepasang gelang berbandul jangkar.


Usai membayar, cowok itu menarik pelan tangan Resha dan memakaikan gelang yang baru saja dibelinya. "Sebagai tanda kalau kamu punya aku, biar gak ilang."


****

__ADS_1


Tak seperti biasanya, hari ini SMA Cakrawala sedang ramai dengan para siswa kelas 12. Mereka tampak berlalu lalang dengan raut wajah gusar, menunggu menerima pengumuman kelulusan. Sebelum acara pengumuman, akan ada serangkaian acara yang akan digelar oleh kelas 12.


"Lama-lama gue yang pusing liat kelas 12 mulai tadi bolak balik mulu. Ini kapan, sih mereka mau pelemparan topi?" tanya Delia mulai jengah melihat kakak kelasnya yang mulai tadi berkeliaran tidak jelas.


"Biarin aja sih juga yang capek mereka," balas Resha dengan cueknya dan memainkan ponselnya. Hari ini, semua pelajaran jam pertama sampai keempat sedang kosong. Para guru sibuk mengurus kelulusan kelas 12.


"Eh Res, Kak Gege lulus SMA kuliah di mana?" tanya Lidia mengalihkan pembicaraan agar kedua sahabatnya itu tidak melanjutkan pertengkaran mereka.


"Gak tau juga, gak pernah nanya," jawab Resha seadanya. Ia memang tidak pernah menanyakan kemana laki-laki itu akan melanjutkan kuliahnya. Jika nanti mereka harus LDR, Resha hanya berharap tak akan ada yang dapat memisahkan hubungan mereka. Biar saja raga keduanya berjarak, asalkan kisah kasihnya selalu menapak.


"Si Gege kemana Res? Tumbenan gak bareng dia lo," ucap Delia karena memang semenjak keduanya balikan, mereka sudah seperti kertas dan perangko yang selalu bersama.


Resha mengangkat kedua bahunya. "Gak tau deh, paling juga lagi sibuk ngurus acara kelas 12 nanti."


"PANGGILAN UNTUK SELURUH KELAS 12 DIMOHON UNTUK MENUJU LAPANGAN UTAMA SEKARANG JUGA." Panggilan dari pusat pengeras suara terdengar di seluruh penjuru sekolah. Panggilan itu sukses membuat semua murid berbondong-bondong menuju lapangan. Tidak hanya kelas 12, kelas 10 dan 11 juga menantikan acara ini.


Resha dan kedua sahabatnya sudah berada di depan kelasnya yang kebetulan tidak jauh dari lapangan utama. Di sana, murid kelas 12 sudah berkumpul di lapangan dengan berbaris menunggu sambutan dari kepala sekolah untuk pengumuman pernyataan kelulusan.


Sambutan dari Pak Handoko selaku kepala sekolah memang terbilang panjang. Bisa dilihat raut wajah anak-anak kelas 12 yang mulai lelah dan merutuk.


"Baiklah, dengan ini saya menyatakan bahwa tahun ini kalian semua lulus seratus persen! Selamat, kalian sudah berhasil menapaki jejak putih abu-abu ini. Semoga semakin sukses di kemudian hari. Tetap mengudara, Anak-anak Cakrawala!"


Para murid kelas 12 belas diperintahkan untuk membuat lingkaran. Karena banyaknya murid SMA Cakrawala, jadi ada empat lingkaran yang mereka buat. Satu lingkaran melingkari lingkaran lainnya. Di setiap lorong lingkaran ada tiga anak ultras yang membawa smoke bomb.


Suara musik mulai mengalun bersama nyanyian anak-anak kelas 12 SMA Cakrawala yang melantunkan lagu berjudul Masa SMA. Mereka saling merangkul dan bergerak sesuai irama dengan membawa smoke bomb yang berlari mengitari mereka.


Selamat tinggal, teman-temanku.


Kita berpisah untuk selamanya.


Ingatlah ‘pabila bertemu nanti.


Mohon jangan lupakan aku.


Suasana haru mulai terasa, selama tiga tahun mereka bersama, saling melengkapi satu sama lain. Pastinya banyak pertengkaran, dan perdebatan dalam kisah perjalanan putih abu-abu mereka. Penuh canda dan tangis yang mengiringi langkah mereka dalam kisah ini. Tiga tahun bukanlah waktu yang sebentar. Mereka sudah saling memiliki chemistry dalam kisah ini.

__ADS_1


Masih teringat bagaimana awal mereka saat MOS. Saling tak mengenal, hingga akhirnya kini menjadi keluarga.  Masa putih abu yang akan menjadi sejarah akhir dari kisah sekolah mereka. 12 tahun sudah mereka menjalani masa sekolah. Kini, kewajiban 12 tahun mereka akan usai. Selanjutnya, pilihan mereka yang akan menjadi penentu kelanjutan hidup.


Setelah lagu selesai dinyanyikan, mereka saling menunduk. Genathan melangkah, berada di lingkaran paling tengah seorang diri. Cowok itu melepaskan topi abu-abu yang penuh cerita. Mungkin, esok topi itu hanya menggantung sebagai kenangan saja. "CAKRAWALA!" teriak Genathan seraya melempar topinya, diikuti yang lainnya. Mereka bertepuk tangan heboh, seolah segala bayang-bayang yang selama ini menghantui, hilang begitu saja.


Setelah menangkap topi, mereka memencar. Mencari orang yang disayang untuk kembali memakaikan topi abu-abu yang sempat dilepas dan dilempar. Hal ini sudah menjadi tradisi di SMA Cakrawala. Sekaligus sebagai peringatan terakhir kalinya orang yang disayang memasangkan topi yang menjadi saksi perjalanan tiga tahun itu.


Genathan berjalan mencari Resha yang sedang duduk di depan kelasnya, bersama sahabat gadis itu. "Pakaiin." Cowok itu menyodorkan topinya. Meski sempat terkejut, dengan segera Resha menerima topi Genathan. Gadis itu agak menjinjit untuk memasangkan topi di kepala sang pacar.


"Makasih, Sayang," lontar Genathan sambil mengelus puncak kepala Resha penuh sayang. Sorakan menggoda dari kedua sahabatnya dan beberapa orang yang ada di sana membuat gadis itu tersipu. Pipinya terasa memanas sekarang.


Tak beberapa lama, Gentala dan Hasta menghampiri mereka dengan tersenyum. Hasta sudah memakai topinya sedangkan Gentala? Laki-laki itu masih membawa topinya dalam genggamannya.


"Pakein dong Res," mohon Gentala dengan menyodorkan topinya.


Genathan berdecak. "Cari cewek sana! Sampai lulus gangguin cewek orang mulu."


"Pakaiin topi bentar, Ge, ah elah. Kalem napa, Resha itu udah gue anggep kayak adik sendiri. Nggak papa dong dia pasangin topi ke abangnya?"


Resha mengambil topi itu dan memakaikannya pada Gentala.


"Kok dipakein, sih?!" protes Genathan.


"Kasihan, Kak Tata jomblo. Kali ini aja, Kak," jawab Resha setelah memasangkan topi ke Gentala.


Genathan mendengus, sedangkan Gentala terbahak puas.


Mungkin di hari selanjutnya, mereka tidak akan sesering ini bertemu. Tapi, mereka selalu berharap semoga kisah ini tidak berhenti karena tidak lagi ada dalam satu wadah yang sama.


***


Aku balik lagi dengan cerita teenfiction nih, semoga kalian suka ya sama cerita ini. Karena cerita ini juga gak kalah seru dari cerita aku yang lain loh.


So, jangan lupa buat like, koment, vote, dan love untuk menambahkan cerita ini ke perpustakaan ya! Biar kalian gak ketinggalan update tersebaru dari cerita ini.


Cek profil aku juga ya buat baca cerita aku yang lain, dan jangan lupa buat follo akun ini ya.

__ADS_1


See you next chapter all.


Thank for Reading All


__ADS_2