Genathan

Genathan
Menghindar


__ADS_3

Menjalani hari tanpa seseorang yang biasanya selalu peduli, ternyata enggak mudah sama sekali.


***


Genathan sedari pagi terlihat begitu tak bersemangat. Ucapan Resha kini seperti kaset rusak yang terus saja berputar di kepalanya. Break? Bagi Genathan, kata ini hanyalah sebuah kiasan dari menunda putus jika tak segera diselesaikan. Dari sebuah kesalahan kecil karena ia yang terlalu sibuk dengan dunianya sendiri, kini hubungannya malah ada di ambang jurang pemisah.


“Kenapa, sih, Ge? Murung aja lo dari tadi.” Tiara, gadis yang kemarin memeluknya di mall bertanya dengan bingung saat melihat Genathan yang hanya diam sambil ponselnya yang tak menampilkan apapun. Seolah menunggu pesan dari seseorang yang mulai kemarin terus ia kirimi pesan permintaan maaf.


“Palingan juga lagi berantem sama pacarnya,” cletuk Derel, salah satu teman Genathan. Genathan tak menjawabnya. Ia hanya menghela nafasnya kasar sedangkan Tiara kini mengerutkan kening bingung.


“Lo dah ada pacar Ge?” tanya Tiara memastikan yang Gentahan balas dengan anggukan. Ia tak ingin menyembunyikan statusnya. Tak peduli apapun yang terjadi Genathan akan bangga mengatakan jika ia sudah memiliki kekasih dan kekasihnya adalah Resha.


“Udah. Mangkanya lo gak usah deket Gege lagi,” tukas Darel yang lagi-lagi mewakili Genathan untuk menjawab pertanyaan Tiara.


“Apa sih lo. Gue gak nanya sama lo,” ucap Tiara yang tampak kesal dengan Derel. Ia juga cukup kecewa mendengar pernyataan Derel jika ternyata Genathan sudah memiliki kekasih. Padahal ia mulai sedikit ada rasa pada Genathan.


Dibanding dengan temannya yang lain Genathan orang yang baik. Tak seperti Darel yang terus saja membuatnya kesal. Bagaimana ia bisa untuk dekat dengan yang lain jika yang lain hanya membuatnya kesal. Sedangkan Genathan berbeda. Ia tak seperti itu.


Ya, setidaknya Genathan memang tidak suka membuat teman-temannya merasa kesal dan tak menyukai dirinya. Namun ia malah begitu ahli membuat kekasihnya kesal dan marah padanya.


“Btw cewek yang kemarin di mall itu cewek lo Ge?” tanya Niar yang kemarin juga ikut mencari Tiara bersama dengan Genathan.


“Iya. Yang baju biru,” jelas Genathan yang mendapatkan anggukan dari temannya yang lain.


“Pasti lagi berantem karena kemarin dia liat lo di pelukan Tiara." Sebuah tebakan dari Niar yang begitu tepat sasaran.

__ADS_1


Bahkan karena hal tersebut bukan hanya sekedar bertengkar, tetapi juga membuat hubungannya break.


“Lah kenapa jadi gue?” kesal Tiara. Mereka tak terima jika malah ia yang disalahkan.


“Kan emang elo yang kemarin asal meluk Genathan,” balas Niar santai.


“Ya kan gak sengaja. Keliwat seneng aja,” ucap Tiara masih membela dirinya.


“Udah lah gue balik dulu aja,” ucap Genathan yang kini rasanya tengah malas untuk berkumpul dengan teman-temannya. Hubungannya dengan Resha benar-benar mempengaruhi moodnya saat ini.


Kini Genathan hanya ingin menemui Resha untuk membujuk gadis tersebut agar mau memaafkannya dan mengembalikan hubungan mereka agar kembali membaik.


Genathan tak menginginkan hubungan seperti ini.


“Lah tumben gak ikut kumpul Ge!" teriak Niar saat melihat Genathan yang mulai menjauh.


Tidak biasanya bukan? Sebelumnya Genathan selalu mementingkan sahabatnya. Kini setelah Resha memutuskan untuk break baru laki-laki itu menyadari jika Resha lebih penting. Sepertinya memang harus diberi pelajaran dulu baru laki-laki itu akan mengerti.


***


Tak berbeda jauh dengan Genathan. Resha pun seperti tak memiliki semangat hidup saat ini. Delia juga Lidia pun sampai tak tahu harus menghibur Resha seperti apa. Gadis tersebut seolah terlalu larut kesedihannya. Bagaimana tak demikian jika rekaman Genathan saat dipeluk oleh gadis lain terus saja terngiang di kepala Resha.


“Argh Genathan sialan!!” kesal Resha sambil mengacak rambutnya kasar membuat rambut gadis tersebut bahkan terlihat begitu berantakan.


“Pakai 'Kakak' Res, Kak Gege,” koreksi Delia meniru Resha yang biasanya selalu memarahi dirinya saat memanggil Genathan tanpa embel-embel kakak.

__ADS_1


“Bodo amat sama kakak. Gue gedek banget sama dia. Berani banget dia begitu. Udah mah jarang ada waktu sama gue, sekarang malah berani pelukan di depan gue,” marah Resha kala kembali mengingat moment di mall kemarin.


Niat hati ingin memperbaiki hubungan namun yang terjadi malah sebaliknya. Hubungannya kini malah harus berada di ujung tanduk karena ulah laki-laki tersebut.


“Emang ceweknya aja kali Res yang kegatelan. Lo liat juga kan kalau Kak Gege gak meluk balik dan malah ngelepasin,” ucap Delia menengahi. Ia jelas tahu bagaimana lika-liku hubungan Genathan dan Resha. Jadi ia tak ingin jika sahabatnya kembali merasa sedih dan terluka.


“Bodolah. Emang dasarnya kak Gege juga sih yang salah. Janjian jam berapa dateng nya jam berapa. Itu pun bukannya nyari gue tapi nyari cewek lain,” tukas Resha dengan kekesalannya. Delia kini menggaruk tengkuknya yang tak gatal bingung kini harus merespon seperti apa karena memang menurutnya juga Genathan yang salah. Namun sebagai sahabat yang baik ia tak bisa asal memberi saran apa lagi menjadi kompor dalam hubungan sahabatnya itu.


“Udahlah jangan dipikirin lagi. Mending sekarang kini ke kantin laper nih,” ucap Lidia yang akhirnya memilih untuk mengajaknya pergi. Sebelumnya kelas mereka memang sedang jam kosong karena para guru sedang rapat.


“Nanggung banget bentar lagi juga pulang, jajan cilok aja lah di depan,” ucap Delia yang memang sudah langgang dengan penjual cilok di seberang sekolah mereka.


Kedua sahabatnya tersebut melanjutkan pembicaraan mereka sedangkan Resha memilih untuk mengambil ponselnya yang ia matikan mulai kemarin karena enggan untuk membukanya. Namun akhirnya kini ia menghidupkannya lagi. Ia sudah mendapati banyak pesan masuk dari Genathan yang berisi banyak permintaan maaf dan protes karena tak ingin break.


Resha yang malas melihatnya akhirnya memilih untuk mematikan ponselnya kembali dan hanya membaca pesan dari Genathan. Resha menghembuskan nafasnya kasar lalu menelungkupkan kepalanya di lipatan tangannya. Namun tak lama suara bel pulang sekolah berbunyi.


Resha dengan segera mengangkat kepalanya dan membereskan buku-bukunya dengan cepat. Kedua sahabatnya bahkan dibuat tercengang melihat tingkah Resha yang begitu aneh.


“Buru-buru mau kemana sih Res?” tanya Lidia yang di buat kebingungan dengan tingkah Resha.


“Takut Genathan jemput jadi kudu cepetan,” ucap Resha yang sudah menggunakan jurus kilat. Setelah selesai membereskan barangnya Resha langsung pergi setelah berpamitan pada kedua sahabatnya yang hanya bisa menggeleng melihat tingkah sahabatnya yang ada saja tingkahnya.


"Hati-hati Res," teriak Lidia pada sahabatnya tersebut yang awalnya sudah menjauh malah kembali lagi menyembulkan kepalanya di pintu kelas.


"Kalian juga hati-hati ya," ucap Resha yang setelahnya sudah benar-benar pergi. Takut jika Genathan datang menjemputnya. Resha hanya belum siap untuk bertemu Genathan lagi untuk saat ini

__ADS_1


***


__ADS_2