
Menemukanmu, jatuh hati kepadamu, dan membuka lembaran kisah bersama kamu akan selalu ku syukuri sebagai anugerah terindah dalam hidupku.
***
"Setelah ini Kakak lanjut kemana? Selama kita pacaran, kita nggak pernah bahas soal ini." Resha menghembuskan nafas pelan setelah mengucapkan pertanyaan itu. Pertanyaan Delia di sekolah tadi rupanya menyita pikiran Resha.
"Ah, iya. Nggak jauh kok, masih satu kota. Kita masih bisa ketemu," jawab Genathan seraya mengusap puncak kepala Resha.
Resha tersenyum tipis mendengar jawaban Genathan. Sebuah kelegaan benar-benar ia dapatkan. Resha tidak perlu LDR dengan pacarnya. Meski nantinya tidak akan sesering itu untuk bertemu, setidaknya mereka bisa menyisihkan waktu.
"Bentar lagi jadi anak kelas 12. Belajar yang pinter biar bisa lolos masuk PTN. Kalau ada susah memahami pelajaran, bilang aku aja," tutur Genathan.
"Kalau udah bilang, Kakak ajarin, 'kan?"
"Enggak, aku suruh buka brainly," jawab Genathan asal sambil terkekeh. Resha berdecak kesal mendengarnya.
Melihat pacarnya yang mulai kesal, Genathan melingkarkan tangannya di bahu Resha. Membawa gadis itu untuk mendekat ke dalam rengkuhannya. "Iya, diajarin kok. Apa sih yang enggak buat Naresha, hm?"
"Gombal!" cibir Resha menarik diri agak menjauh dari rengkuhan Genathan. Pasalnya, mereka tengah berada di taman dekat rumah Resha. Tidak baik jika jadi tontonan masyarakat.
"Kamu kalau kangen aku, samperin ke bentala aja. Atau ke rumah orang tua aku. Aku udah nggak di rumah nenek." Genathan memberi tahu Resha.
"Lah? Kenapa?"
"Aku mau nemenin mama papa. Habis ini Ayu lanjut kuliah di Semarang. Kasihan mama kalau sendirian di rumah," jawab Genathan.
Resha menganggukkan kepalanya paham. "Kak Ayu beneran kuliah di luar kota ternyata. Ya nggak papa, Kak, mungkin emang udah waktunya Kakak balik sama keluarga Kakak lagi. Jangan bentala mulu."
Genathan terkekeh. Tetapi, ucapan Resha memang benar. Selama ini, Genathan menarik diri dari keluarganya. Cowok itu lebih sering bersama teman-temannya atau dengan tim Bentala. Ia tidak terlalu memusingkan masalah keluarganya.
Namun, kini sudah saatnya Genathan untuk kembali kepada mereka. Meski sosok yang dipanggilnya 'mama' bukan ibu kandungnya, beliau tetap menjadi ibu yang baik untuk Genathan. Itulah alasan mengapa ia tak bisa benar-benar membenci mamanya meski sudah mengacaukan hubungan antara papa dan bundanya.
__ADS_1
Genathan menoleh, ditatapnya gadis manis yang senantiasa memberi ketulusan untuknya. "Res, makasih, ya."
"Buat apa, Kak?" tanya Resha mengerutkan keningnya bingung.
"Makasih, kamu udah kasih aku kesempatan kedua. Makasih, kamu mau menerima perasaan aku dan kasih rasa sayang yang tulus buat aku. Bertahun-tahun memendam ini, pasti sulit ya, Res?"
Resha hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan pacarnya ini. Walaupun sebenarnya, ingatannya berkelana ke insiden sebelum dipertemukannya titik cerah untuknya dan Genathan. Resha pernah hampir menyerah saking kalutnya diombang-ambingkan keadaan. Namun, lagi-lagi semesta kembali mempersatukan.
Gadis itu menarik napas pelan lalu membuangnya perlahan. "Aku juga makasih, Kak. Makasih karena Kakak udah nerima dan membalas perasaan aku. Aku nggak nyangka, kita bisa kayak gini. Kukira, buat kisah bareng Kakak cuma jadi bagian dari mimpiku yang paling indah. Tapi, nyatanya sekarang beneran terwujud. Makasih, Kak, aku nggak nyesel karena sayang sama Kakak."
"Jangan pergi lagi, ya. Kalau aku salah, tegur langsung. Aku nggak mau kehilangan kamu untuk kedua kali. Semoga, kita bisa bener-bener jadi pemenang dalam lika-liku takdir, ya," ucap Genathan tulus yang mendapat anggukan lembut dari Resha.
Meskipun mereka masih tak tahu bagaimana kedepannya semua berjalan. Karena ini masih belum akhir, masih banyak yang harus mereka hadapi. Sebuah hubungan dengan pasang surutnya. Tetap saja akan ada ujian dalam setiap langkahnya. Namun, untuk sekarang Genathan bahagia karena ia bisa kembali bersama dengan kekasihnya tersebut.
*
“Jadi hari ini kita mau ke mana?” tanya Resha sambil menoleh ke arah Genathan dengan tatapan penuh tanya.
Pagi tadi Genathan sudah ke rumahnya padahal hari ini adalah hari libur sekolah. Genathan yang mendapatkan pertanyaan tersebut diam sejenak.
“Ih kakak mah gimana? Pagi-pagi udah nangkring di rumah aku tapi sekarang malah kakak nanya balik ke aku kita mau kemana? Udah lah kalau gak ada tujuan ngapain ngajak jalan kak?” tanya Resha memutar bola matanya malas. Sedangkan Genathan kini di sebelahnya malah tertawa geli.
“Ya kan Kakak cuma pengen ngajak pacar kakak jalan-jalan mau kemana. Ya kakak juga gak tau,” ucap Genathan masih dengan tawa gelinya. Resha hanya menggelengkan kepalanya malas mendengar ucapan kekasihnya tersebut.
Hanya berjalan tanpa memiliki tujuan. Apa Genathan kira harga BBM sekarang tidak naik? Pemborosan saja.
“Resha juga gak tau ini enak nya kemana.” Resha menyengir menampilkan deretan gigi putihnya. Hingga setelahnya mereka tertawa bersama. Hanya sebuah pembicaraan ringan namun mereka sudah tertawa, sangat receh.
“Gimana kalau kita ke panti asuhan yang pernah kita datengin aja? Daripada gak tau tujuan kita ke mana dan cuma muter-muter ngabisin BBM. BBM lagi naik, mending kita keluarin uang untuk sedekah,” ucap Resha yang kembali berhasil mengundang gelak tawa Genathan di akhir ucapan Resha.
Sebelumnya, mereka memang sempat mampir ke salah satu panti asuhan yang ada di kota mereka bersama anak-anak ultras Cakrawala.
__ADS_1
“Jadi, mau? Kita sedekah sekalian minta doa sama anak panti untuk hasil SNMPTN kakak, ” tanya Resha saat tak mendapatkan jawaban dari Genathan.
Genathan termasuk ke dalam murid eligible di sekolahnya yang dapat mengikuti seleksi PTN lewat jalur SNMPTN. Nilainya dengan rata-rata yang bagus, berhasil membuatnya termasuk ke dalam 40% peringkat teratas di sekolahnya.
Genathan terdiam, berpikir sejenak sebelum menganggukkan kepalanya setuju. "Boleh tuh, ide bagus. Siapa tahu dengan doa mereka kakak bisa di permudahkan segala urusannya, dan begitupun dengan kamu.”
“Langsung kesana aja ya,” ajak Genathan yang Resha balas dengan anggukan semangat. Melihat Resha yang begitu bersemangat Genathan ikut tersenyum melihat tingkah menggemaskan Resha.
Di perjalanan mereka tak kehabisan topik untuk pembicaraan. Banyak yang mereka perbincangkan entah cerita keseharian mereka ataupun sekedar candaan yang mereka lontarkan. Bagi mereka berdua, mereka sama-sama bisa menjadi support system untuk satu sama lain.
“Kita beli makanan dulu ya untuk mereka.” Genathan menghentikan mobilnya di sebuah supermarket untuk sekedar membeli makanan ringan untuk anak panti.
Setelah selesai dengan membeli banyak makanan untuk anak panti mereka segera menuju ke arah panti asuhan tempat mereka akan menyalurkan bantuan serta meminta doa untuk kesuksesan mereka kedepannya. Dan yang paling penting adalah kesuksesan SNMPTN untuk Genathan.
Saat mereka sampai di Panti Asuhan, banyak anak-anak yang menghampiri mereka dengan senyuman yang mengembang. Seorang penjaga panti juga ikut menghampiri mereka dan tersenyum ke arah Resha juga Genathan yang menyalami tangan wanita paruh baya tersebut.
“Assalamualaikum, Bu, ini saya mau membagikan makanan untuk anak panti. Kebetulan saya ada sedikit rezeki untuk mereka,” jawab Genathan dengan senyumannya sambil menyodorkan kantong plastik yang dibawanya.
“Wah terima kasih banyak nak, anak-anak pasti seneng,” ucap ibu panti tersebut dengan ramah pada Genathan. Mereka langsung menyambut makan yang diberikan oleh Genathan dengan senyuman cerahnya.
“Oh iya kalau tidak keberatan, saya mau minta doanya anak-anak untuk kesuksesan SNMPTN saya, Bu.” Genathan bersama dengan Resha juga ibu panti membagikan makanan yang dibawa dengan adil. Genathan mengelus puncak kepala anak panti tersebut sambil meminta doa pada mereka.
Setelahnya Genathan juga memberikan santunan dalam bentuk uang pada ibu panti untuk kebutuhan anak panti. Ibu panti tersebut begitu ramah menyambut Genathan juga Resha. Mengajak mereka berkeliling panti juga bermain bersama dengan anak panti yang begitu menggemaskan.
***
Aku balik lagi dengan cerita teenfiction nih, semoga kalian suka ya sama cerita ini. Karena cerita ini juga gak kalah seru dari cerita aku yang lain loh.
So, jangan lupa buat like, koment, vote, dan love untuk menambahkan cerita ini ke perpustakaan ya! Biar kalian gak ketinggalan update tersebaru dari cerita ini.
Cek profil aku juga ya buat baca cerita aku yang lain, dan jangan lupa buat follo akun ini ya.
__ADS_1
See you next chapter all.
Thanks for reading all.