Genathan

Genathan
I LOVE YOU


__ADS_3

Tidak apa aku tidak bisa memilikimu. Cukup berada di belakangmu dan datang saat kamu butuh, itu sudah cukup bagiku.


*****


Semilar angin menerpa kulit Resha. Kini gadis itu tengah berada di salah satu taman yang berada dekat dengan rumahnya. Nabastala bersemburat jingga menemani sorenya. Keadaan taman sudah sepi. Hari akan berganti malam, namun Resha enggan untuk pulang. Atmosfir yang dibawa senja kali ini membuat Resha sedikit tenang, stelah seharian harus bergelut dengan berbagai hujatan. yang di terimanya akhirnya Resha merasa juga perlu menenangkan dirinya.


"Woy mau magrib juga masih aja betah di sini," suara laki-laki di belakang Resha mengagetkannya. Resha yang semula memejamkan matanya menikmati hembusan angin, membuka matanya menatap kesal ke arah laki-laki yang kini sudah duduk di sampingnya.


"Kak Tata ngagetin aja ih," kesal Resha pada Gentala yang hanya dibalas kekehan oleh laki-laki itu.


"Kakak ngapain di sini?" tanya Resha mengernyitkan keningnya bingung. Apalagi melihat Gentala yang belum mengganti seragam sekolahnya.


"Gue abis nonton latihan futsal. Kebetulan lewat sini, terus ngelihat lo, karena gue takut lo diculik setan ya udah gue samperin," jelas Gentala yang hanya dijawab anggukan oleh Resha.


"Lagian lo mau magrib ngapain di sini?" tanya Gentala pada Resha yang kembali memejamkan matanya. Melihat raut wajah Resha yang menyimpan banyak beban, Gentala sudah bisa menebak ada apa dengan gadis di sampingnya itu.


"Pasti berat ya buat lo menyesuaikan diri sama semua ini." Gentala menatap Resha yang masih terdiam. Gentala tau jika gadis itu membenarkan ucapannya.


"Gue tau lo bisa, lo gadis yang kuat. Tenang aja gue akan selalu ada di belakang lo. Tau kan alasannya?"  Gentala mengelus puncak kepala Resha, memberikan ketenangan pada gadis itu.


"Makasih ya, Kak," ucap Resha tulus dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.


"Balik yuk, gue anter," ajak Gentala yang mendapat anggukan dari Resha.


Keesokkan harinya, siswa-siswi SMA Cakrawala gempar membahas opening Bentala yang akan dibuka offline. Resha hanya menggeleng melihat penghuni sekolah yang mulai sibuk dengan acara malam ini.


Genathan memang sempat bercerita pada Resha jika ia akan membuka Bentala secara offline, namun laki-laki itu belum memberitahu Resha jika acaranya akan digelar malam ini. Mungkin sedang sibuk dan lupa memberi tahu Resha. Tadi pagi, Resha sudah ditanyai oleh Delia dan Lidia. Kedua sahabatnya itu bertanya apakah Resha akan datang atau tidak, mengingat hampir semua anak SMA Cakrawala bersiap menghadiri acara pembukaan toko sepatu Bentala milik Genathan. Namun, Resha hanya mengatakan tidak tahu dan menenggelamkan kepalanya di antara lipatan tangan.


"Resha." Panggilan di belakang Resha menghentikan langkahnya yang akan menuju kantin bersama kedua sahabatnya. Resha membalikkan tubuh menghadap laki-laki yang memanggilnya.


"Kenapa gak nunggu gue dulu?" tanya laki-laki tersebut yang tak lain adalah Genathan.


"Hehe maaf  lupa, Kak," jawab Resha dengan cengirannya. Sebenarnya ia bukan lupa namun sengaja meninggalkan Genathan.


"Ya udah, yuk ke kantin." Genatha segera menggenggam tangan Resha mengajak gadisnya menuju kantin.


Saat sampai di kantin sama seperti hari-hari sebelumnya teman Genathan sudah berkumpul di sana. Cowok itu menyuruh Mbul untuk memesan makanan untuknya, Resha, dan kedua sahabatnya. "Nanti malam dateng sama gue ya, dijemput jam tujuh," lontar Genathan pada Resha.

__ADS_1


"Hmm mau kemana?" tanya Resha seolah tidak tahu apapun.


"Opening Bentala sayang," jawab Genathan dengan sabar.


"Aku nggak usah dateng ya, Kak?" pinta Resha menggaruk tengkuknya.


"Gak, harus dateng. Pokoknya nanti gue jemput, gak ada penolakan," tegas Genathan tanpa penolakan. Resha mendengus namun tetap mengangguk setuju.


***


Resha menatap penampilannya sekali lagi di cermin besar yang kini menampilkan keseluruhan tubuhnya. Tinggal sepuluh menit lagi dan Genathan akan datang menjemputnya. Resha terus mengembuskan napas menenangkan dirinya. Detak jantungnya sudah berpacu cepat. Bisa dipastikan sampai di sana ia akan menjadi pusat perhatian. Seorang upik abu yang mendapatkan pangeran.


"Resha di bawah temen kamu udah nungguin tuh." Suara teriakan mama dari luar kamarnya membuat detak jantung Resha bertambah cepat. Ia semakin takut dan bimbang. Resha berusaha menguatkan dirinya, menghembuskan napasnya sekali lagi sebelum memutuskan untuk menemui Genathan yang sudah menunggunya.


Resha menuruni tangga satu persatu dengan  perasaan yang sudah tidak menentu. Di bawah Genathan sudah menunggunya. Saat melihat Resha yang menuruni tangga senyuman terbit di wajah Genathan menatap wajah cantik gadisnya.


"Mau berangkat sekarang?" tanya Resha setalah sampai di hadapan Genathan.


"Ayo," ajak Genathan segera berdiri.


"Iya, pulangnya jangan malamnya. Jagain anak tante," pesan Mama Resha.


"Siap tante, kita berangkat dulu. Assalamu'alaikum." Genathan menyalami tangan Mama Resha bergantian dengan Resha.


"Waalaikumsalam, hati-hati ya," jawab Mama Resha.


Setelahnya Resha dan Genathan berjalan menuju mobil Genathan. Usai masuk mobil dan memakai seatbelt, Genathan mulai melajukan mobipnya.


Perjalanan 20 menit itu akhirnya sampai tujuan. Toko Bentala sudah ramai dengan para undangan. Semua orang menunggu Genathan datang untuk menggunting pita yang berada di depan toko. Kini Genathan dan Resha menjadi pusat perhatian. Apalagi tangan Genathan yang setia menggenggam tangan Resha.


"Nah pemiliknya udah dateng nih," sambut Gentala saat Genathan dan Resha berjalan ke arah gerombolan tamunya.


"Sebelum peresmian alangkah baiknya kita berdoa dulu," tutur Gentala yang menjadi MC dadakan.


Mereka saling mengucapkan doa dalam hati begitupun Genathan. Setelah selesai, Genathan mengambil gunting yang sudah disediakan dan menggunting pita yang membentang. Suara tepuk tangan dan ucapan selamat saling bergantian menyambut Genathan.


"Weh selamat ya Bro, semoga tambah sukses," ucap Gentala sambil menjabat tangan Genathan, lalu diikuti yang lainnya. Genathan mempersilakan para tamunya masuk. Di toko sudah tersedia berbagai macam makanan dan panggung kecil.

__ADS_1


"Selamat, Kak semoga Bentala semakin berkembang," kata Resha setelah mereka hanya berdua. Genathan tersenyum manis pada Resha mengusap puncak kepala Resha  dengan sayang.


"Makasih ya Dek," balas Genathan tulus yang di balas anggukan oleh Resha. Setelahnya, Genathan berjalan ke arah depan meninggalkan Resha yang kini menatap bingung. Genathan berada di panggung pentas kecil yang disediakan.


"Selamat malam semua," sapa Genathan yang mendapat jawaban serentak dari tamu yang datang.


"Sebelumnya saya mau mengucapkan terima kasih buat kalian semua yang sudah berkenan hadir malam ini di acara peresmian Bentala." Genathan tersenyum manis yang berhasil membuat kaum hawa berteriak dalam hati melihat wajah tampan Genathan.


"Malam ini saya akan menyanyikan sebuah lagu khusus untuk orang yang sangat spesial buat saya. Gadis yang mau menerima saya apa adanya, gadis yang rela mengorbankan hatinya untuk saya. Dia Naresha, gadis yang sekarang menjabat sebagai kekasih saya."


Genathan mulai memetik gitar yang dibawanya untuk memulai nyanyiannya.


“Kau begitu sempurna, di mataku kau begitu indah .... Kau membuat diriku akan slalu memujamu,” suara merdu Genathan mulai menggema di penjuru ruangan. Mereka refleks mengikuti nyanyian Genathan dengan suara yang lebih pelan. Resha yang mendengarnya hanya terdiam sambil mengulum senyumnya. Genathan kini tersenyum sambil menatap ke arah gadis yang belakangan ini melengkapi ke kosongannya.


Genathan terus melanjutkan nyanyiannya dengan suara nya yang begitu merdu mengalun memenuhi ruangan tersebut. Lagu tersebut tentu ia tujukan untuk gadis cantik nya itu. Resha menutup mulutnya. Terkejut juga haru bersamaan. Tatap mata Genathan tak pernah lepas sedikitpun dari seorang Naresha.


Genathan mengakhiri lagunya dengan pandangan terus menatap pada Resha yang sudah panas dingin. "I love you, Naresha," ungkap Genathan dengan senyumannya. Suara tepuk tangan dari pada penonton mengakhiri aksi Genathan.


Kini Resha tau betapa indah jika saling mencintai. Bukan seperti dulu, sebatas cinta sepihak. Genathan seolah mempertegas hubungan mereka dan mengungkapkan jika Resha adalah gadis yang cantik di matanya. Memberitahu semua orang jika gadisnya adalah definisi sempurna untuknya, dan ia tak perlu penilaian dari orang lain.


***


Genathan sweet banget please.


Jadi kangen di nyanyiin doi


Aku balik lagi dengan cerita teenfiction nih, semoga kalian suka ya sama cerita ini. Karena cerita ini juga gak kalah


seru dari cerita aku yang lain loh.


So, jangan lupa buat like, koment, vote, dan love untuk menambahkan cerita ini ke perpustakaan ya! Biar kalian gak ketinggalan update tersebaru dari cerita ini.


Cek profil aku juga ya buat baca cerita aku yang lain, dan jangan lupa buat follo akun ini ya.


See you next chapter all.


Thanks for reading all.

__ADS_1


__ADS_2