
Jika hatimu bukan untukku, lalu mengapa kamu hadir dan memberikan harapan untuk hati yang rapuh ini?
***
Resha menatap penampilannya sekali lagi di kaca yang berada di kamarnya. Hari ini Genathan sudah berjanji untuk mengajaknya berjalan-jalan. Entah kemana laki-laki itu akan mengajaknya. Suara dering ponselnya mengalihkan perhatian Resha melihat siapa yang mengirimkan pesan. Ternyata Genathan yang mengirimkan pesan.
Kak Gege :
Res, maaf ya aku lagi ada urusan jadi jalan-jalan kita pending dulu ya. Besok deh aku janji.
Resha menghembuskan nafasnya kasar setelah membaca pesan dari Genathan. Ia sudah berdandan semaksimal mungkin, tetapi Genathan malah membatalkan acaranya. Walau ingin mengumpat pada akhirnya yang bisa Resha lakukan hanya memaklumi.
Naresha :
Iya kak gak papa kok
Resha hanya positif thinking mungkin Genathan memang sedang ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan. Gadis itu beralih membuka grup chat yang berisikan dirinya dan kedua sahabatnya untuk mengajak sahabatnya itu ke mall. Daripada dandanan Resha yang sudah perfect sia-sia, Resha memutuskan untuk mengajak sahabatnya.
Aye Girls
Naresha : Girls jalan yuk gabut nih
Delia : pacar lo kemana? Tumbenan ngajak kita.
Naresha : meskipun udah punya pacar itu gak boleh lupa sama sahabat.
Alibi Resha padahal yang sebenarnya ia memang berencana jalan dengan Genathan, tapi malah dibatalkan.
Lidia : gue sih ayo aja mumpung gue juga gabut.
Balasan Lidia membuat Resha senang setidaknya jika Delia tidak mau Resha masih memiliki teman untuk ia ajak jalan.
Delia : Kuy lah gue otw
Setelah mendapat balasan dari Delia, Resha segera menutup aplikasi whatsapp nya dan mematikan ponselnya. Tak perlu menunggu waktu lama suara klakson dari mobil Delia membuat Resha dengan segera menuruni tangga menuju balkon rumahnya.
"Kita mau kemana, nih?" tanya Resha setelah memasuki mobil Delia yang sudah ada Lidia di sampingnya.
"Mall aja lah bingung juga mau kemana," saran Delia yang langsung mendapat anggukan setuju dari sahabatnya yang lain.
__ADS_1
"Ihh, Del kutek lo lucu-lucu ih warnanya," ucap Resha saat melihat kotak berisi kutek di sampingnya.
"Pakai aja kalau mau pakai," ujar Delia santai sambil mengemudikan mobilnya membelah jalanan kota yang cukup padat.
Akhirnya mereka sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Delia yang mengemudi, Lidia yang sibuk dengan ponselnya, dan Resha yang sibuk memakai kutek dan sesekali menggerutu pada Delia yang mengemudi karena kuteknya yang berantakan.
**
"Gege ih berantakan nih rambut gue," gerutu Ayu karena Genathan yang terus mengacak rambutnya gemas.
Genathan terbahak mendengar gerutuan Ayu. Sudah lama ia tidak menghabiskan waktu bersama sahabatnya seperti ini. "Sekarang mau kemana lagi?" tanya Genathan.
Saat ini Genathan dan Ayu kini tengah berada di salah satu mall yang cukup besar. Genathan terus merangkul pundak Ayu menggiring gadis itu berjalan di sampingnya. Tadi, gadis itu datang ke rumahnya mengajaknya untuk jalan-jalan.
Genathan sudah menolak karena ia ada rencana bersama Resha. Namun, melihat raut kecewa Ayunindya membuatnya tidak tega. Cowok itu pikir, ia juga perlu waktu untuk berbincang membicarakan banyak hal dengan Ayu.
Jadi, dengan berat hati ia membatalkan rencananya dengan Resha.
"Makan aja deh, sekalian gue mau cerita," ajak Ayu yang mendapat anggukan dari Genathan. Mereka berdya berjalan menuju salah satu resto yang berada di mall tersebut. Obrolan singkat tidak pernah berhenti saat mereka sudah bersama seperti ini.
Setelah memesan makanan, mereka duduk di salah satu meja yang berada di pojok. Jauh dari kerumunan. "Jadi lo mau cerita apa?" tanya Genathan setelah duduk di hadapan Ayu.
"Jadi pas gue ngilang kemarin gue ada masalah sama bokap gue. Bokap sekarang udah berubah banget sama gue, ya emang sih kemarin-kemarin bokap emang kayak gak suka ke gue. Tapi sekarang semenjak bokap nikah lagi, dia semakin jauh dari gue." Ayu menceritakan masalahnya yang membuat beban tersendiri baginya. Padahal sebelum sang papa menikah lagi, beliau sangat dekat dengan Ayu.
"Mungkin bokap lo lagi ada masalah aja kali, Yu." Genathan menenangkan dengan senyumannya sambil mengelus tangan Ayu.
"Tapi dengan papa kayak gini gue jadi mikir, sebenarnya gue ini anaknya atau bukan?" ucapan Ayu sukses membuat Genathan terkejut.
Untuk beberapa saat tubuhnya terasa menegang tanpa alasan. Gerakan tangan di kepala Ayu juga berhenti.
"Ge, lo kenapa?" tanya Ayu bermaksud menyadarkan, sukses membuat Genathan tersentak kaget.
Genathan mengerjap. "Hm? Ah, enggak. Nggak papa. Jangan mikir kayak gitu ah. Mungkin papa lagi capek atau banyak urusan." Untung saja setelahnya seorang pelayan datang membawa pesanan mereka.
Genathan terus terdiam memikirkan ucapan Ayu barusan. Ia turut merasakan yang dirasakan sahabatnya itu. Tapi entah kenapa, rasanya tidak nyaman. Sesuatu yang selama ini ia coba simpan dalam-dalam supaya tidak berantakan terus mengganggu dirinya.
Genathan tidak boleh membocorkannya, atau keadaan akan semakin bertambah rumit.
Sedangkan di tempat lain, Resha dan kedua sahabatnya kini tengah berjalan di antara tumpukan novel untuk memilih novel yang menurut mereka bagus. Di tangan Resha kini sudah ada tiga novel. Sedangkan di tangan sahabatnya masing-masing baru membawa satu novel. Jangan lupakan bagaimana cintanya Resha terhadap Novel. Bahkan gadis itu rela menyisihkan uang jajannya untuk membeli banyak novel yang menurutnya menarik, atau untuk mengikuti pre order novel dengan bonus yang sangat menggiurkan.
__ADS_1
"Gila si Resha mah kalau udah disuruh milih novel gercep banget," celetuk Delia saat melihat Resha yang sudah membawa tumpukan novel.
"Baru juga lima," balas Resha dengan santai menambah dua buku, seolah yang dikatakan bukan apa-apa. Sedangkan kedua sahabatnya sudah melongo mendengar ucapan Resha.
"Kalo makanan harga gopek lo ngomong gitu gue bisa santuy. Lah ini novel cuy, emang tuh novel mau lo makan? Beli sebanyak itu." Delia menggeleng dan mulai kembali memilih novel.
Lidia terkekeh geli mendengar percakapan kedua sahabatnya. Sejak berkawan dengan mereka, si ketua kelas itu tidak lagi merasa kesepian. "Gak papa Res, beli aja yang banyak nanti gue pinjem."
"Gak modal lo," cibir Resha dan mulai kembali memilih novel.
"Udah yuk, udah banyak nih udah laper juga gue," ucap Resha mengajak sahabatnya itu yang langsung dibalas acungan jempol oleh sahabatnya. Resha dan kedua sahabatnya berjalan ke arah kasir untuk membayar. Setelah selesai membayar, mereka berjalan ke restoran cepat saji untuk mengisi perut mereka yang mulai kelaparan.
"Biar gue aja yang pesen, samain aja ya." Delia menawarkan diri. Tawarannya segera mendapat anggukan dari Lidia dan Resha yang sudah duduk dengan manis di tempatnya.
"Itu kayak Kak Gege bukan, Res?" tanya Lidia saat matanya menangkap sosok Genathan yang sedang duduk sendirian di meja paling pojok.
Resha menjamkan pandangannya melihat cowok dalam balutan jaket bomber berwarna army.
"Tadi pas gue lagi pesen, ketemu sahabatnya Gege, Kak Ayu." Delia yang baru saja datang memesan makanan langsung melapor.
Lidia mengernyit bingung. "Kak Gege sama sahabatnya ada di sini? Kak Gege ada pamit, Res?"
Resha terus menatap ke arah meja tanpa menjawab pertanyaan Lidia. Benar saja, tak beberapa lama Ayu datang dan duduk di depan Genathan.
Mereka terlihat sangat dekat dan seperti orang yang pacaran apalagi saat Genathan menggenggam tangan Ayu. Hati Resha sakit melihat kejadian di depannya. Genathan mengatakan jika ia sedang ada urusan, apa urusan mendesaknya adalah Ayu? Sebegitu berharganya Ayu bagi Genathan? Hingga janji yang sudah ia buat dengan Resha harus diingkari demi menemani Ayu.
Jika Genathan masih memiliki perasaan untuk Ayu mengapa malah Resha yang ia jadikan sebagai kekasih? Kenapa bukan Ayu?
Tidak ada yang baik-baik saja dibohongi dengan cara seperti ini.
Entahlah, sebenarnya hati Genathan itu ... untuk siapa?
*
Aku balik lagi dengan cerita teenfiction nih, semoga kalian suka ya sama cerita ini. Karena cerita ini juga gak kalah seru dari cerita aku yang lain loh.
So, jangan lupa buat like, koment, vote, dan love untuk menambahkan cerita ini ke perpustakaan ya! Biar kalian gak ketinggalan update tersebaru dari cerita ini.
Cek profil aku juga ya buat baca cerita aku yang lain, dan jangan lupa buat follo akun ini ya.
__ADS_1
See you next chapter all.
Thanks for reading all.