Genathan

Genathan
Semangat Pacar!


__ADS_3

Mencoba mengabaikan rasa takutnya, Genathan menurunkan tangannya. Perlahan, matanya membuka dan mencoba mencerna tulisan serta warna yang ada di sana. Jantungnya berdetak cepat dan kencang sekali.  Warna merah itu ... menjatuhkan seluruh harapannya.


ANDA DINYATAKAN TIDAK LULUS SELEKSI SNMPTN.


Rasanya, dunia Genathan hancur begitu melihatnya. Ia sampai bingung harus bereaksi seperti apa.


Resha mengambil tangan Genathan dengan kedua tanganya. Ia genggam dan usap tangan besar Genathan yang masih gemetar. "Kak, you did well. Nggak apa-apa, rezeki Kakak bukan lewat jalan ini. Masih banyak jalan. Kak Ge, pacar aku yang paling keren ini, udah berusaha dengan baik."


“Res aku capek, aku pulang dulu ya,” pamit Genathan dengan lemas, wajah pun kini sudah tak bersahabat. Hanya raut wajah lelah, kecewa, dan kesedihan yang terlihat di sana. Resha hanya mengangguk, ia cukup iba pada kekasihnya tersebut namun yang Resha tunjukkan hanya wajah yang begitu menenangkan karena tak ingin membuat Genathan merasa dikasihani.


Resha tahu saat ini Genathan butuh waktu untuk menenangkan dirinya. Jadi Resha akan memberikan Genathan ruang dan waktunya untuk itu.


“Aku panggil Mama dulu ya Kak,” ucap Resha yang Genathan balas dengan anggukan lemas.


Resha berjalan ke arah ruang keluarga untuk memanggil ibunya tersebut dan mengatakan jika Genathan akan berpamitan pulang. Andin segera berjalan ke ruang tamu bersama dengan Resha dengan senyuman yang menghiasi wajah wanita tersebut.


“Hati-hati ya Nak, langsung pulang aja. Semua emang butuh proses dan gagal dalam proses itu hal biasa. Semua yang terjadi pasti akan ada hal baik yang selanjutnya datang tanpa kamu ketahui,” ucap Andin menasihati.


Andin sudah mendengar dari Resha jika Genathan gagal dalam SNMPTN nya.


“Makasih Tante, kalau gitu Genathan pergi dulu. Assalamualaikum,” pamit Genathan sambil menyalami tangan Andin.


Resha menghela nafasnya sambil menatap punggung Genathan yang menjauh. Ia begitu tahu bagaimana Genathan yang berjuang dari awal pembuat akun yang banyak mengalami masalah dari nomor induk. Sampai input data raport. Pasti kegagalan laki-laki tersebut menjadi pukulan untuk Genathan.


Resha berharap perlahan Genathan akan mulai kembali lagi  dan bisa tersenyum lagi.


***


Mood Genathan masih saja belum membaik. Padahal kini ia harus menjalankan ujian sekolah, tetapi pikirannya masih saja pada kegagalannya. Kegagalan yang ia alami begitu berdampak baginya. Sebuah pukulan telak yang akhirnya membuat Genathan tak bersemangat.


“Masih pagi udah ditekuk aja tuh muka, kenapa sih Ge?” tanya Ayu dengan tatapan penasarannya saat melihat kakaknya itu yang terus saja menekuk wajahnya.


Di meja makan kini kedua orang tua mereka sontak mengalihkan tatapan pada Genathan dan mengerutkan keningnya bingung saat menyadari raut wajah Genathan yang terus cemberut.

__ADS_1


“Lagi gak mood aja,” ucap Genathan acuh. Rasanya kini ia begitu malas untuk sekedar membuka suaranya.


“Berantem sama Resha ya,” tebak Ayu dengan tatapan menyelidiknya. Genathan yang mendengarnya hanya menatap datar pada Ayu.


“Gak usah sok tau deh,” kesal Genathan dan memilih untuk segera menghabiskan makanannya.


“Hasil SNMPTN-nya gimana? Kemarin kan pengumumannya,” tanya Ayah Genathan.


Mendengar pertanyaan dari ayahnya tersebut Genathan menghela nafasnya kasar, Genathan sebenarnya begitu menghindari pembicaraan ini karena ketika mengingatnya lagi hatinya begitu terluka. Melihat wajah Genathan yang berubah sendu bisa mereka tebak jika ada yang tidak beres.


“Belum rezeki,” ucap Genathan malah. Ketiga orang yang berada di sana akhirnya paham ada apa sebenarnya dengan Genathan.


“Gak papa, mungkin emang jalan kamu bukan di sana. Masih ada Mandiri dan SBMPTN,” ucap ibu Ayu yang memberikan semangat untuk anak sambungnya itu.


“Mungkin emang gagal kamu sekarang adalah proses dari sebuah sukses yang menanti kamu,” ucap Ayahnya lagi menambahkan.


“Gak usah bete gitu, masih banyak jalur dan peluang lain,” kali ini Ayu yang menimpali.


Genathan jadi mengingat jika nilai rapot nya memang ada yang anjlok di pertengahan dan semua itu karena keadaannya yang saat itu tengah hancur. Ingin ia menyalahkan takdir namun apa yang bisa ia lakukan pada takdir? Jika bisa memukulnya mungkin Genathan kini sudah bertarung dengan yang namanya takdir itu.


“Genathan berangkat dulu,” pamit Genathan lalu menyalami tangan kedua orang tuanya tersebut lalu mengelus puncak kepala Ayu.


Genathan berjalan ke arah Garasi motornya berada. Jika saja kini bukan hari ujian sekolah ia tak akan masuk dan lebih memilih tidur untuk menenangkan pikirannya dan melupakan masalahnya itu.


Genathan melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Hingga tak beberapa lama ia sampai di sekolah yang hanya diisi oleh siswa siswi kelas dua belas karena kelas sepuluh dan kelas sebelas diliburkan saat ujian kelas dua belas.


“Woy lemes banget bro. Udah kayak orang cacingan aja,” sapa Gentala sambil merangkul pundak Genathan saat laki-laki tersebut melihat sahabatnya yang begitu lemas dan tidak memiliki semangat hidup.


“Gak usah rese deh, masih pagi juga,” ucap Genathan sambil menghempaskan tangan Gentala yang kini berada di puncaknya.


“Nah itu tahu kalau masih pagi, terus kenapa tuh muka udah kusut aja?” tanya Gentala penasarannya. Siapa tahu kali ini masalahnya adalah dengan Resha. Jika memang masalahnya adalah Resha ia akan kembali menjadi penengah untuk pasangan itu.


“Gue gagal SNMPTN,” ucap Genathan dengan helaan nafas di akhir nya. Gentala juga Hasta yang mendengar hal itu menepuk puncak Genathan memberikan semangat pada sahabatnya tersebut.

__ADS_1


“Gak papa Ge, masih ada jalur lain. Nanti kita berjuang bareng,” ucap Gentala yang dari awal memang tak mengikuti jalur SNMPTN. Gentala cukup sadar diri jika ia tak mungkin bisa lolos, bahkan ia tak sepintar Genatahan. Genathan saja tidak lolos apalagi Gentala. Jadi Gentala cari aman saja.


“Kak Gege!” Suara teriakan dari arah belakang tersebut sontak membuat ketiga laki-laki tersebut menoleh ke arah sumber suara.


Hingga mereka dapat melihat Resha yang datang dengan pakaian santainya. Senyuman Resha mengembang dengan begitu indahnya menyapa ketiga laki-laki tersebut.


“Wah udah ada penyemangatnya mending kita pergi aja,” ucap Hasta lalu segera menarik Gentala untuk segera pergi agar laki-laki tersebut tidak menjadi pengacau.


“Resha, kenapa bisa ke sini?” tanya Genathan dengan menaikkan sebelah alisnya bingung.


“Sengaja dateng  buat ngasih semangat langsung sama pacar aku yang mau ujian,” ucap Resha dengan senyuman lebarnya sambil menyodorkan sebuah box pada Genathan. Meskipun bingung namun akhirnya tetap saja Genathan mengambil box tersebut.


Baru saja Genathan hendak membuka box tersebut namun ucapan Resha selanjutnya menghentikan kegiatannya.


“Kalau udah tau isinya harus senyum ya, gak boleh murung lagi,” ucap Resha yang membuat Genathan tersenyum tipis. Sangat tipis bahkan Resha hampir tak melihatnya. Genathan perlahan membuka box tersebut hingga memperlihatkan banyaknya makanan yang berada di dalamnya.


“Makasih ya,” ucap Genathan dengan senyumannya sesuai perintah Resha. Resha menganggukkan kepalanya semangat merasa senang karena Genathan kembali tersenyum.


“Kita hadapi semua bareng-bareng. Resha bakalan nemenin kakak buat daftar semua dari awal lewat pendaftaran jalur apapun yang kakak mau,” ucap Resha berusaha memberikan semangat kembali pada Genathan. Ia tak ingin jika Genathan terus merasa sedih dan terpuruk.


“Udah sekarang sana, kakak masuk. Semangat ya ujiannya. Resha sayang Kak Gege,” ucap Resha sambil mendorong Genathan untuk menjauh. Resha mengepalkan tangannya memberikan kode semangat untuk Gentahan yang akhirnya tersenyum sambil mengangguk.


***


Aku balik lagi dengan cerita teenfiction nih, semoga kalian suka ya sama cerita ini. Karena cerita ini juga gak kalah seru dari cerita aku yang lain loh.


So, jangan lupa buat like, koment, vote, dan love untuk menambahkan cerita ini ke perpustakaan ya! Biar kalian gak ketinggalan update tersebaru dari cerita ini.


Cek profil aku juga ya buat baca cerita aku yang lain, dan jangan lupa buat follo akun ini ya.


See you next chapter all.


Thank for Reading All

__ADS_1


__ADS_2