
Akankah suatu saat netra itu berbinar cerah saat menceritakan tentang aku?
***
Resha menatap papan tulis dengan bosan. Guru sejarahnya masih menjelaskan dengan semangat, namun Resha malah menatap enggan ke depan. Pikirannya melayang pada ucapan Gentala saat mereka di kantin tadi saat istirahat.
"Res, lo kenapa?" tanya Delia menatap bingung pada Resha yang hanya diam melamun dengan tatapan malas ke arah guru mereka yang sedang menjelaskan.
"Gue bingung, Del," ucap Resha gusar pandangannya masih mengarah pada guru di depannya.
"Lah kenapa, Res?" tanya Delia yang mulai penasaran.
"Naresha, Delia, jangan ngobrol sendiri. Saya sedang menjelaskan lho ini," tegur Pak Indro guru Sejarah mereka pada kedua murid nya yang sedang asik mengobrol.
"Maaf, Pak," ucap mereka kompak dan pak Indro hanya mendengus untung saja pak Indro bukan termasuk guru killer.
"Jangan diulangi lagi." Pak Indro memperingatkan yang segera mendapatkan anggukan dari kedua muridnya itu.
Setelahnya mereka diam memperhatikan, meskipun Resha tidak fokus dan Delia yang terus saja sesekali menatap Resha dengan berbagai tanya yang ada dalam benaknya.
Tanpa terasa setelah bergelut dengan berbagai macam pelajaran yang membuat kepala pusing akhirnya jam pulang tiba. Bel pulang sekolah baru saja berbunyi dan Resha dengan tergesa memasukkan alat tulisnya ke dalam tas.
"Resha, lo kenapa?" tanya Delia mengingat kembali tentang sahabatnya yang tidak fokus saat mengikuti pelajaran.
Resha menghembuskan nafasnya kasar sebelum menjawab pertanyaan Delia. "Kak Gentala tadi di kantin bilang kalau dia sayang sama gue.” Ucapan Resha sukses membuat Delia memekik terkejut.
"Kecilin dikit suara lo," kesal Resha dengan memutar malas matanya.
"Hehe sorry abisnya gue kaget." Delia meringis
"Makanya gue bingung."
"Bingung kenapa? Dia maksa lo buat jadian sama dia?" tanya Delia yang mulai gemas dengan tingkah sahabatnya itu.
"Engga gitu cuma ... " Belum sempat Resha menyelesaikan ucapannya namanya sudah dipanggil membuat Resha membalikkan tubuhnya menghadap pintu kelasnya yang ternyata disana sudah ada Gentala yang berdiri dengan senyumannya.
"Jadi jenguk Gege?" tanya Gentala dengan senyumannya yang dibalas senyuman dan anggukan dari Resha.
"Del gue duluan ya," pamit Resha dan segera menuju Gentala yang sudah menunggunya, sedangkan Delia menatap heran pada kedua orang yang mulai menjauh darinya itu.
Resha sudah berada di atas motor Gentala dengan canggung setelah percakapan mereka di kantin tadi. Gentala akan mengantar Resha terlebih dulu ke rumah sakit baru setelahnya ia membeli kado untuk Gadis.
__ADS_1
"Resha," panggil Gentala membuka pembicaraan agar mereka tidak canggung lagi.
"Kenapa, Kak?" tanya Resha mendekatkan kepalanya pada Gentala agar mendengar dengan jelas ucapan Gentala.
"Ehm ... soal yang di kantin tadi jangan dipikirin ya," ucap Gentala yang malah kembali membahas percakapan mereka di kantin.
"Eh iya, Kak," gugup Resha sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Setelahnya tak ada lagi percakapan diantara mereka, hanya suara kendaraan dari pengendara lain yang menemani keheningan mereka. Resha sibuk dengan pikirannya dan Gentala fokus menyetir. Tak beberapa lama mereka akhirnya sampai di rumah sakit tempat Genathan di rawat.
"Kakak gak mau masuk dulu?" tanya Resha setelah turun dari motor Gentala dan memberikan helm pada laki-laki tersebut.
"Masuk deh bentar lihatin Gege," jawab Gentala dan akhirnya mereka memasuki rumah sakit bersama menuju ruang rawat Genathan.
"Gentala yang kece dan keren datang," seru Gentala saat mereka memasuki ruang rawat Genathan.
Genathan menatap tajam pada Gentala karena laki-laki itu tidak tahu kondisi dan tempat. "Berisik lo!"
"Gimana keadaan lo?" tanya Gentala dan mendudukkan tubuhnya di sofa yang berada di ruangan Genathan.
"Udah mendingan," jawab Genathan singkat.
"Lo ngapain kesini? Pulang sana, ganggu aja lo," ucap Genathan pada Gentala malas.
"Udah tau pake ganggu lo, pergi sana," usir Genathan lagi yang sukses membuat Gentala segera beranjak dari tempatnya.
"Iye iye ini juga mau pergi gue." Gentala berucap dengan nada pasrah.
"Res, nanti kalo mau pulang telpon gue aja biar gue anter pulang," pesan Gentala pada Resha sebelum meninggalkan Resha yang di balas senyuman oleh gadis itu.
"Hati-hati ya Kak," ujar Resha yang mendapat anggukan dari Gentala setelahnya Gentala langsung pergi meninggalkan ruang rawat Genathan.
"Emm ... Kak Gege butuh sesuatu?" tanya Resha seraya menghampiri Genathan yang duduk di atas brankarnya.
"Gue bosen di sini mulu, ke taman yuk," ajak Genathan dengan semangat.
"Emang udah boleh jalan, Kak?" tanya Resha mengingat jika kaki Genathan juga terkilir.
"Boleh tapi lo bantuin ya," ujar Genathan memohon.
"Gak pakai kursi roda aja, Kak?" tanya Resha yang dibalas gelengan oleh Genathan. Resha hanya bisa mengalah setelahnya ia membantu Genathan untuk berdiri.
__ADS_1
Genathan merangkul Resha untuk memudahkan ia dalam berjalan dan tanpa Genathan tau Resha sedang berusaha untuk menetralkan detak jantungnya yang begitu cepat akibat tidak ada jarak antara mereka. Dengan perasaan yang deg-degan Resha juga melingkarkan tangannya di pinggang Genathan.
Genathan berdekhem untuk menghilangkan kecanggungan di antara mereka yang sempat terjadi beberapa detik.
"Eh ayo, Kak," ujar Resha dan mereka berjalan ke arah taman rumah sakit. Banyak pasang mata yang menatap, hal itu membuat Resha risih karena tatapan menilai mereka.
"Udara di sini seger, sumpek juga gue di kamar mulu," ujar Genathan setelah mereka duduk di salah satu bangku yang berada di taman tersebut.
"Emang, Kak, sesekali kita harus menghirup udara segar biar gak ada jenuh," timpal Resha yang mendapat anggukan dari Genathan.
Setelahnya mereka saling diam menikmati segarnya taman yang dipenuhi berbagai macam bunga dan tumbuhan. Genathan memejamkan matanya menikmati hembusan angin dan hal itu menarik Resha untuk menatap Genathan yang terlihat begitu tampan dan nyata berada di depannya.
"Gue tau gue ganteng jadi puas-puasin aja liat wajah gue yang ganteng ini," ujar Genathan dengan pedenya yang membuat Resha merona karena ketahuan sedang memandangi Genathan. Genathan tertawa renyah merasa gemas dengan sikap Resha.
"Ehm Res, btw makasih lo selalu jenguk gue dan jagain gue," tutur Genathan dengan tulus dan senyumannya yang mengembang sempurna.
"Sama-sama, Kak," ucap Resha yang tersenyum tak kalah tulusnya.
"Gue gak tau lagi kalo bukan lo siapa yang akan ngerawat gue. Ayu sekarang mulai berubah dan ngejauh dari gue," ucap Genathan dengan wajah sendunya. Resha tau Genathan merasa sedih karena hal itu bisa ia dengar dari suara Genathan.
"Ayu itu sahabat gue dari kecil, dia yang selalu ada buat gue di saat gue seneng atau sedih. Dia yang selalu ada saat masa-masa terpuruk gue," lanjut Genathan menceritakan tentang Ayu.
"Seberapapun gue berusaha benci sama dia gue gak bisa karena dia sangat berarti buat gue," ucap Genathan dengan senyuman masamnya mengingat semuanya dan malah membuat hatinya merasa sakit.
"Tapi sekarang dia udah berubah. Dia ngejauh dari gue, bahkan selama gue dirawat gak ada satu kali pun dia jenguk gue. Apa gue ada salah sama dia?" tanya Genathan yang lebih tepatnya ia tujukan pada diri nya sendiri.
Jujur saja, ia merasa sedih dan kehilangan sosok Ayu sahabatnya yang selalu ada untuknya. Untung saja kini ada Resha yang yang berada di sisinya walau tidak menggantikan Ayu sepenuhnya, namun Resha mampu membuatnya sedikit melupakan Ayu yang kini entah di mana dan ada apa dengan gadis itu.
Resha hanya diam mendengarkan cerita Genathan tentang Ayu. Mulai dari awal mereka bertemu hingga hal konyol yang mereka lakukan. Resha hanya tersenyum sesekali tertawa menanggapi ucapan Genathan. Walau di dalam relung hatinya ia juga merasakan pedih mendengar bagaimana kedekatan mereka hingga bagaimana netra Genathan berbinar menceritakan tentang Ayu padanya.
**
Kalian percaya dengan persahabatan antara laki-laki dan perempuan?
Aku balik lagi dengan cerita teenfiction nih, semoga kalian suka ya sama cerita ini. Karena cerita ini juga gak kalah seru dari cerita aku yang lain loh.
So, jangan lupa buat like, koment, vote, dan love untuk menambahkan cerita ini ke perpustakaan ya! Biar kalian gak ketinggalan update tersebaru dari cerita ini.
Cek profil aku juga ya buat baca cerita aku yang lain, dan jangan lupa buat follo akun ini ya.
See you next chapter all.
__ADS_1
Thanks for reading all.