
Hari-hari dilalui dengan tenang tak terasa kini Grizz sudah bekerja selama 3 bulan lebih di kafe milik mama Reta dan Arsha juga sudah kembali aktif bekerja di kantornya.
"Arsha kemari mama ingin membicarakan sesuatu padamu" ucap mama Reta memanggil arsha keruang keluarga setelah makan malam bersama anaknya itu
Arsha mengernyitkan dahi. tidak biasanya mamahnya memanggilnya untuk berbicara seperti ini jika bukan hal serius.
"Begini sebenarnya mama ingin berbicara serius denganmu" mama Reta menghela nafas sebelum ngatakan apa maksudnya memanggil Arsha.
"Ada apa ma ? katakan saja sepertinya ada hal yang sangat serius" ucap Arsha.
"Begini mama berniat ingin mendojohkanmu dengan gadis pilihan mama" ucap mama Reta dengan hati-hati
DEGG ..
"Mama gak lagi bercanda kan ? mama tau kalau Arsha sudah punya kekasih. Kenapa mama malah ingin menjodohkanku dengan orang lain yang bahkan aku sama sekali tidak mengenalnya" ucap Arsha.
"Mama tau kamu punya kekasih. Dengar Arsha wanita itu bukan wanita baik-baik. Mama menentang hubungan kalian bukan karena tidak ada alasan itu karena mama sudah tau bagaimana kelakuan dan sifat aslinya." ucap mama Reta.
"Cukup ma!, mama tidak perlu menjelek-jelekkan karin didepanku. karena aku sangat mengenalnya" ucap Arsha meninggi pada mama Reta.
"Kamu tidak mengenalnya Arsha kamu sudah di butakan oleh cinta. Jika kamu memang benar-benar mengenalnya maka kamu tidak akan mau dengan perempuan m*rahan itu" ucap mama Reta
"Karin bukan wanita murahan ma dia wanita baik-baik dia keluar negeri meninggalkanku karena mengejar karirnya ma. dan lihat sekarang dia terkenal bukan" Arsha tidak terima jika kekasihnya ditudh seperti itu.
"Arsha dengarkan mama. mama sudah tua. mama ingin melihat kamu menikah dan memiliki anak. Arsha mama ini orang tuamu mama tidak mungkin menjerumuskanmu pada sesuatu yang buruk. mama hanya ingin yang terbaik untukmu. mama tidak ingin kamu hanya dimanfaatkan, mama ingin kamu memiliki pendamping yang memang benar-benar tulus menyayangi dan mencintaimu. karena apa ? karena hanya kamu yang mama punya satu-satunya. umur kamu sudah hampir kepala tiga dan kamu masih menunggu kekasihmu yang belum tau pasti kapan dia akan kembali kesini sampai kapan ? sampai kapan kamu akan menunggunya ? Ntah dia masih ingat padamu atau sudah memiliki penggantimu disana." ucap mama Reta panjang lebar dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Sementara Arsha hanya diam saja mendengarkan apa yang di sampaikan oleh mamanya. Arsha berpikir bahwa yang di katakan oleh mamanya ada sedikit benarnya. karena selama satu tahun terakhir Arsha memang sudah lost contact dengan Karin namun Arsha tetap meyakinkan dirinya jika Karin disana hanya meniti karirnya dan masih mencintai dirinya.
Melihat mamanya sedih seperti itu membuat Arsha serba salah. Arsha mengusap wajahnya kasar menggeser duduknya hingga di samping mamanya. "Ma jangan seperti ini sudah ku katakan aku paling tidak bisa jika melihat menangis, Maafin Arsha" ucap Arsha sambil memeluk mama Reta.
"Mama hanya ingin yang terbaik untukmu sayang" ucap mama Reta.
Arsha menghela nafas "Baiklah, Aku setuju ma. semua ku serahkan pada mama saja" Arsha terpaksa menyetujui permintaan mamanya daripada harus melihat mamanya menangis seperti itu.
__ADS_1
"Benarkah kamu setuju?" mama Reta seketika berhenti menangis.
Arsha hanya menganggukkan kepalanya
"Ahh.. syukurlah, baiklah kamu tidak akan kecewa dengan pilihan mama, karena gadis itu adalah gadis yang baik karena mama audah sangat mengenalnya.
"Ya terserah mama saja" Arsha mengangguk pasrah.
mama Reta tersenyum lebar. "Sekarang tinggal meyakinkan Grizella supaya mau menikah dengan Arsha hanya dengan cara ini Grizz akan aman karena Arsha akan menjaganya aku juga yakin dia mampu merubah Arsha menjadi lebih baik dan membuat arsha melupakan wanita itu." Gumam mama Reta di dalam hatinya.
Ya mama Reta berniat menjodohkan Grizz dengan Arsha karena selama tiga bulan Grizz bekerja di kafenya membuat mama Reta banyak mengenal Grizz, mama Reta yakin jika Grizz adalah wanita baik-baik
"Ya audah aku kemar dulu mau istirahat. mama juga harus istirahat" ucap Arsha sebelum pergi ke kamarnya.
...●●●●●●●...
Pagi-pagi mama Reta sudah berada di kafe miliknya karena ingin segera membicarakan tentang niat baiknya menjodohkan Grizz dengan putranya itu.
"Grizz jika kamu tidak sibuk keruangan saya sebentar ada sesuatu yang ingin saya bicarakan denganmu" ucap mama Reta pada Grizz.
"Grizz kamu ada buat salah pada bu Boss ? kenapa kamu di panggil keruangan bu Boss? jangan jangan mau di pecat atau mau naik jabatan" Cerocos Elisa.
Elisa adalah sahabat baik Grizz di kafe tempat kerjanya. bahkan Elisa tinggal bersama dengan Grizz karena Elisa anak sebatang kara juga. Elisa di besarkan di panti asuhan setelah lulus sekolah langsung bekerja,Elisa tidak melajutkan kuliahnya karena kendala biaya maka dari itu Elisa.
"Ihh.. ni anak keponya kumat deh" ucap Grizz sambil mendorong pelan bahu sahabatnya itu.
"Hehehe.. kan kepo Grizz" ucap Elisa sambil nyengir kuda.
"Aku juga gatau kenapa dipanggil, perasaan aku gak buat salah deh selama kerja disini. Apa kinerja aku kurang kali ya" gumam Grizz.
"Udah cepet sana. jangan buat bu Boss nunggu lama. nanti juga tau kenapa kamu di panggil" ucap Elisa.
"Oke. Aku keatas dulu ya."
__ADS_1
"Aku tunggu ceritanya nanti di rumah okeyy"
Grizz hanya menggelengkan kepalanya sambil melangkah menaiki tangga.
Tokk.. Tokk... Tokk..
"Nyonya ini saya Grizz" ucap Grizz.
"Ya masuk" ucap mama Reta dari dalam.
"Ada apa nyonya memanggil saya?" tanya Grizz
"Duduk Grizz, Aku sudah bilang jangan memanggilku nyonya. panggil aku aunty Grizz" Tanya mama Reta sambil tersenyum pada Grizz.
Grizz hanya tersenyum dan mengangguk.
"Kamu sudah makan ?" tanya mama Reta
"Belum nyon- Eh aunty" ucap Grizz jujur.
"Apa kenapa belum makan ? kamu ini, apa kamu tidak ingat pesan dokter padamu.kamu harus makan yang teratur Grizz. dan jangan sampai kamu dehidrasi. ingat saat ini kamu hidup dengan satu ginjal Grizz. Aku akan menyuruh pelayan mengantarkan makanan kesini" ucap mama Reta khawatir dan panjang lebar.
Grizz yang melihat wanita paruh baya di depannya ini begitu menghawatirkannya membuat Grizz meneteskan air matanya.
Setelah makanan datang mama Reta segera menyuapi Grizz. Seketika air mata Grizz pecah
"Ada apa kenapa menangis ?" tanya mama Reta
"Terima kasih, terima kasih aunty sudah mengkhawatirkanku baru kali ini aku merasa jika aku ini berharga" Grizz segera memeluk tubuh mama Reta dengan erat.
mama Reta membalas pelukan Grizz mengusap-usap punggung Grizz
"Ada apa ? Apa ada sesuatu yang mengganjal di hatimu ? ceritakan pada aunty jangan memendamnya sendiri. itu tidak baik" ucap mama Reta.
__ADS_1
Grizz melepaskan pelukannya menatap sendu pada mama Reta