Grizella

Grizella
episode 35


__ADS_3

"Owekkk.. Oweekk.." 3hari belakangan ini Grizz selalu mual dan muntah di pagi hari. Begitupun saat ini Grizz kembali mual langsung beranjak dari tempat tidur berlari ke kamar mandi.


Arsha yang mendengar seperti ada orang muntah segera bangkit menuju kamar mandi "Sayang.. Nanti kerumah sakit aja ya" ucap Arsha sambil memijit tengkuk Grizz.


Grizz menggeleng pelan. Tubuhnya terasa begitu lemas, Arsha yang paham langsung menggendong Grizz menuju tempat tidur. "Aku tidak apa-apa kak, mungkin gara-gara kemarin makan makanan pedas hampir setiap hari kemarin jadi seperti ini mungkin asam lambungku naik. Besok juga sembuh aku tidak mau ke rumah sakit" ucap Grizz pelan.


Arsha menghela nafas lagi-lagi Grizz menolak untuk kerumah sakit "Baiklah, tapi kalau besok masih seperti ini kita kerumah sakit" ucap Arsha tegas Grizz hanya menganggukkan kepalanya.


"Aku mandi dulu, aku harus ke kantor hari ini ada rapat penting" ucap Arsha. Grizz hendak bangkit namun ditahan oleh Arsha "Sudah, kamu istirahat saja aku bisa mengambil pakaianku sendiri dan tidak perlu memasak aku akan pesan online saja" ucap Arsha kemudian melangkah menuju kamar mandi.


"Aku pergi dulu ya. Hari ini istirahat saja dirumah" ucap Arsha setelah sarapan bersama di kamar kemudian mencium kening Grizz lama.


Setelah kepergian Arsha Grizz bangun dan duduk di tempat tidur mengingat-ingat kapan terakhir kali ia mendapat tamu bulanannya "Ini sudah lewat 2 minggu dari tanggal dimana aku menstruasi" gumam Grizz kemudian melihat kalender untuk memastikan perkiraannya "Berarti benar aku sudah telat dua minggu. Apa mungkin akuu---" Grizz menatap perut ratanya dan mengusapnya pelan "Apa kau sudah hadir didalam sini" gumam Grizz sambil tersenyum.


Untuk memastikan kecurigaannya Grizz segera bangkit membersihkan diri dan bersiap untuk ke apotek. Setelah dari apotek Grizz langsung memeriksanya. Harap-harap cemas dirasakan Grizz ia menutup mata dan menangkupkan kedua tangannya di dada.


Grizz mengerutkan dahi saat melihat hasinya "Kenapa yang satu buram seperti ini, Kenapa hasilnya tidak meyakinkan, Ahh aku harus kerumah sakit untuk memastikannya" Grizz kemudian memasukkan tespek yang ia pakai kedalam tasnya. Grizz segera keluar apartemen menuju rumah sakit.



Dikantor Arsha sudah menyelesaikan meetingnya ia keluar dari kantor besama Bryan dan Asistennya Lee. Mereka bertiga akan makan siang bersama kafe xxxx.



*BRUKKK*



"Ahh maaf.. Aku tidak sengaja" seorang wanita tanpa sengaja seseorang menabrak Arsha.


__ADS_1


Arsha tertegun saat melihat siapa yang nambraknya seketika jangjungnya berdegup sangat kencang Arsha diam mematung matanya tak berkedip melihat seseorang yang tanpa sengaja menabraknya "*Karin*" gumam Arsha dalam hatinya.



"A-ar-Arsha" ucap wanita yang tak lain adalah Karin pujaan hati Arsha yang selama beberapa tahun ini ia tunggu. Karin tak kalah terkejutnya dengan Arsha. Keduanya sama-sama diam Arsha sama sekali tak mengalihkan pandangannya dari Karin. Tanpa sadar Arsha maju beberapa langkah segera memeluk erat Karin bwgitu erat untuk menyalurkan rasa rindu yang selama ini tertahankan buliran bening mengalir di pipi Arsha. Begitupun Karin ia membalas pelukan Arsha tak kalah eratnya.



"Mommy" panggil seorang anak kecil berusia 3 tahun di belakang Karin membuat Karin tersentak kaget segera mendorong tubuh Arsha dan berbalik menggendong anak kecil itu "Aku harus pergi, Maaf" Karin segera berlari meninggalkan Arsha yang masih diam.



Bryan dan Lee saling pandang satu sama lain.



"*Kenapa perempuan itu muncul lagi dihadapan Arsha, Sudah bagus ia menghilang di telan bumi kemarin*" Batin Bryan ketus.




"Ayo duduk" Bryan menepuk bahu Arsha untuk menyadarkan sahabatnya itu dari lamunannya.



Arsha hanya menurut duduk bersama ketiganya namun pikirannya masih tertuju pada Karin "*Siapa anak kecil itu ? Apa dia sudah menikah dan memiliki anak ? Kalau memang seperti itu tega sekali dia menghianatiku selama ini*" Batin Arsha yang bertanya-tanya tentang anak kecil yang di gendong Karin beberapa saat lalu.



"Sudah kau tidak perlu memikirkannya saat ini, dia bukan lagi tanggung jawabmu ingat kau sudah menikah sudah ada Grizz disampingmu saat ini yang harus kau bahagiakan" ucapan Bryan membuat Arsha langsung menoleh ke arah Bryan.

__ADS_1



"Yaa.. Yang terpenting saat ini adalah istrimu bukan dia. Jangan menyia-nyiakannya hanya demi dia yang meninggalkanmu" ucap kembali Bryan.



Sepulangnya dari rumah sakit Grizz terus saja mengembangkan senyumnya saat dokter menyatakan dirinya benar-benar hamil 6 minggu. ia berniat untuk memberi kejutan pada Arsha.


Saat melihat kalender ia melihat sebuah tanggal yang ia lingkari. "Ahh 1 minggu lagi kak Arsha ulang tahun. Aku akan memberitahukan ini di hari ulang tahunnya saja. Pasti dia sangat bahagia. Ya aku akan memberitahunya saat ulang tahunnya saja sebagai kado ulang tahunnya dariku" gumam Grizz yang terus saja mengelus perutnya yang masih rata "Aku tidak menyangka kamu akan secepat ini hadir di dalam sini baby" Batin Grizz.


Grizz segera bangkit dan memasak untuk makan malam untuk menyambut kepulangan suaminya ia akan memasak semua kesukaan suaminya.


"Ehh kakak sudah pulang, Mandilah dulu sebentar lagi masakannya sudah selesai kita makan bersama ya" ucap Grizz saat melihat suaminya sudah di apartemen sambil menampilkan senyum manisnya pada Arsha.


Arsha hanya berhenti sejenak hanya melihat ke arah Grizz kemudian melanjutkan jalannya menuju kamar.


Setelah membersihkan diri Arsha duduk termenung pikirannya kacau setelah kejadian dimana ia bertemu Karin tadi di kafe. Arsha kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar dimana ia menyimpan semua kenangan bersama kekasihnya itu. Ia diam disana terus memandangi foto wajah Karin


"Kenapa ? kenapa kamu kembali lagi" hanya itu yang Arsha selalu gumamkan didalam hatinya.


Sementara Grizz yang sudah selesai memasak ia segera membersihkan diri terlebih dahulu ia mencari Arsha untuk mengajaknya makan malam namun tak menemukannya. Grizz menuju kamar yang pernah ia masuki dulu karena ia melihat pintunya terbuka. Grizz melihat jika suaminya berada didalam memebelakanginya


"Kak, Ayo makan malam dulu kakak belum makan kan" ucap Grizz. namun ia tak berani masuk kedalam kamar ia hanya memanggil suaminya di luar pintu.


"Ayo kak makan dulu keburu dingin makanannya nanti tidak enak di---"


"Bisakah kau pergi, kau ini berisik sekali makan saja sendiri" bentak Arsha tanpa menoleh pada Grizz.


Grizz tersentak kaget memandangi punggung suaminya. kemudian perlahan ia memundurkan dirinya meninggalkan suaminya.


Grizz makan malam sendiri dengan terpaksa. Ia masih mengingat dirinya tak sendiri sekarang, Setelah makan Grizz langsung menuju kamar menyelimuti dirinya untuk segera tidur.

__ADS_1


__ADS_2