
"Arrgghhh... Siall !! Aku kelepasan" Arsha mendesah frustasi saat mengingat tadi ia sudah mengatakan hal-hal yang menyinggung Grizz.
Dengan segera Arsha mengambil kunci mobilnya untuk mencari Grizz. Tujuan utamanya adalah rumah mamanya karena ia sama sekali belum tahu tempat-tempat yang mungkin Grizz datangi mungkin mamanya mengetahuinya.
Sementara di kontrakan Elisa, Grizz tengah tertidur lelap di kamar Elisa tanpa ada pikiran untuk pulang ke apartemennya.
"Maa.." panggil Arsha saat tiba di mansion mamanya.
"Uncle" panggil Syila antusias saat melihat Arsha. dengan segera Syila berlari ke arah Arsha.
"Heyy.. How are you princess ?" ucap Arsha saat Syila sudah berada di gendongan Arsha.
"Sangat baik, Aunty Grizz kenapa tidak ikut ?" ucap Syila.
"Mmm.. Aunty istirahat sayang ini kan audah malam, Ohh ya kenapa belum tidur ini hampir tengah malam" ucap Arsha mengalihkan pertanyaan agar Syila tidak bertanya soal Grizz.
"Aku belum ngantuk" ucap Syila.
"Ehh Arsha tumben malam-malam kesini ada apa ?" tanya mama Reta.
"Leo kau disini ?" Arsha tidak menjawab pertanyaan mamanya justru malah berbalik tanya pada Leo yang sedang duduk bersama mamanya.
"Yaa.. Syila merengek ingin menginap disini" ucap Leo.
"Sayang sudah mainnya ayo tidur ini sudah tengah malam" ucap Leo merayu Syila yang masih terjaga.
Bocah 4 tahun itu terus menggelengkan kepalanya saat diajak tidur oleh Leo.
"Kalau tidak mau tidur kita pulang saja ayo besok-besok tidak usah kesini lagi" ancam Leo.
"Noo.. Yasudah ayo Syila mau bobo, Gendong" Syila merentangkan tangannya meminta gendong pada Leo.
"Aunty, Arsha aku tidurkan Syila dulu ya" ucap Leo Dengan segera Leo menggendong Syila membawanya ke kamar untuk menidurkan putri kesayangannya.
Keduanya mengangguk kompak.
"Ada apa ? terjadi sesuatu dengan Grizz ?" tanya mama Reta serius.
Arsha mengangguk pelan "Grizz belum pulang ke apartemen dari tadi sore ma, apa mama tau tempat yang biasanya Grizz datangi atau temannya ?" tanya Arsha.
"Apa ?? Kenapa bisa Grizz tidak pulang ? Tidak mungkin dia akan pergi jika tidak terjadi sesuatu sebelumnya, kalian bertengkar ?" mama Reta mencecar Arsha dengan banyak pertanyaan.
Arsha kemudian menceritakan pada mama Reta apa yang membuat Grizz pergi.
__ADS_1
"Kau benar-benar keterlaluan Arsha. Meskipun kamu anak mama, mama tidak akan membelamu. Bagaimana bisa kau lebih mementingkan foto masa lalu tidak berguna itu daripada perasaan istrimu hah ? Astaga.. Memangnya untuk apa kau masih menyimpan foto-foto itu kenapa tidak kau buang saja untuk kenang-kenangan atau kau mau buat museum foto masalalu ?" mama Reta tidak bisa berucap apa-apa lagi pada anaknya itu.
"Aku kelepasan ma, aku tidak bermaksud menyakitinya ma, tolong bantu aku mencari Grizz ma" ucap Arsha.
"Cari saja sendiri mama tidak tahu" ucap mama Reta.
"Ma.." Arsha menatap sendu pada mama Reta.
Mama Reta diam sejenak dan akhirnya menelfon seseorang.
"Ya halo Bu Boss" ucap seseorang di sebrang sana saat panggilan tersambung.
"Halo El apa Grizz ada di kontrakanmu" tanya mama Reta to the point.
"Ya Boss Grizz berada disini, dia sedang tidur di kamar" ucap Elisa.
"Syukurlah kalau Grizz ada disana"
"Memangnya ada apa ya Boss ? Sepertinya Grizz ada masalah saat tadi dia kesini matanya bengkak dan sedikit memerah seperti habis menangis dan tangannya juga luka" ucap Elisa.
"Ehh tidak apa-apa, Sebentar lagi putraku akan menjemput Grizz di kontrakanmu ya" ucap Mama Reta.
"Ya Boss" kemudian sambungan telfonnya terputus.
"Kau apakan Grizz sampai tangannya terluka" tanya mama Reta menatap tajam pada Arsha.
"Apa ??" Arsha mengingat-ingat apa yang ia lakukan pada Grizz. Tak lama Arsha kemudian mengingat saat ia merampas figora di tangan Grizz dengan kasar ia mengingat saat Grizz mengaduh sakit.
"Maa dimana alamat Grizz berada sekarang ?" Arsha tidak sabar untuk bertemu Grizz dan meminta maaf.
"Ckk.. Iya mama kirimkan alamatnya" ucap Mama Reta langsung mengirimkan alamat Elisa.
Arsha segera keluar dari mansion mamanya untuk menjemput Grizz.
"Arsha kemana Aunty ?" Tanya Leo saat menghampiri mama Reta yang sudah sendiri.
"Sudah keluar lagi"ucap mama Reta santai.
"Kemana ?" tanya Leo penasaran.
"Menjemput Grizz, Grizz tidak pulang apartemen dari tadi sore" ucap mama Reta.
"Mereka bertengkar ?"
__ADS_1
"Ya, lagi-lagi gara-gara masalalu Arsha" ucap mama Reta.
Leo hanya mengangguk paham tidak ingin terlalu mencampuri urusan sepupunya itu.
"Syila sudah tidur ?" tanya mama Reta.
"Hahh ya aunty, Aku mulai kewalahan mengahadapi sikap aktif Syila" ucap Leo.
"Ya sekarang memang masa-masa aktif Syila, aunty rasa kamu harus punya baby sister untuk menjaga Syila. Secara kamu kan kerja pulang sore belum kalau kamu lembur sudah pasti kamu akan pulang malam, dan Syila dirumah hanya bersama bibi kan, bibi juga belum bisa sepenuhnya menjaga Syila dia juga harus mengurus rumahmu. Jadi aunty rasa memang kamu harus memperkerjakan baby sister sekarang" jelas mama Reta.
Leo terdiam memikirkan apa yang di katakan mama Reta memang ada benarnya. Leo tidak bisa mengawasi Syila 24 jam. "Yaa.. Aunty benar, aku akan mencari baby sister untuk Syila besok" ucap Leo.
"Bagaimana kalau Elisa ? dia kan sudah lumayan dekat dengan Syila" usul mama Reta.
"Elisa ? Elisa karyawan kafe aunty ?" tanya Leo.
"Ya, aunty tau bagaimana sifatnya jadi ia bisa di percaya untuk menjaga Syila"ucap Mama Reta.
"Tapi apa dia mau ?"
"Besok aunty akan tanyakan padanya" ucap mama Reta.
"Baiklah, aku percayakan semua pada aunty" ucap Leo.
Mama Reta menganggukkan kepalanya sambil tersenyum "Sudah malam ayo tidur aunty juga sudah mengantuk" ucap mama Reta berlalu ke kamarnya.
Kedua orang tua Leo berada diluar negri dan menetap disana. Karena itu Leo lebih sering meminta pemdapat mama Reta.
Sementara Arsha sudah sampai di kontrakkan Elisa.
Tokk Tokk Tokk..
"Ehh tuan sudah sampai, silahkan masuk" ucap Elisa sopan.
"Dimana dia ?" tanya Arsha to the point.
"Ada di kamar tuan Grizz sedang tidur sebentar saya bangunkan dulu" ucap Elisa hendak berlalu meninggalkan Arsha.
"Tidak usah, tunjukkan dimana kamarnya" ucap Arsha.
Elisa segera membawa Arsha untuk menemui Grizz.
Disitu Arsha dapat melihat Grizz yang tengah tertidur pulas, Arsha berjalan mendekat berjongkok di samping Grizz. Arsha menatap lekat Grizz "Maafkan aku" gumama Arsha dalam hati. Mata Arsha beralih ketangan Grizz disitu ia melihat kalau telapak tangan Grizz ada sebuah plaster luka. Dengan segera Arsha mengangkat Grizz untuk membawanya pulang. Grizz sama sekali tidak terganggu saat Arsha menggendongnya ala bridal style menuju mobil.
__ADS_1