Grizella

Grizella
episode 8


__ADS_3

Di bandara internasional tampak Grizz sedang duduk termenung setetes air mata mengalir di pipi mulusnya mengingat bagaimana daddynya marah besar padanya bahkan hingga menamparnya.


Grizz tersenyum kecut "Bahkan aku tidak mendapat kesempatan untuk menjelaskan apa yang terjadi. dengan gampangnya daddy menuduhku begitu saja"


Grizz menatap sekeliling bandara mengusap air matanya kasar "Selamat tinggal mom, dad aku menyayangi kalian jika ada kesempatan suatu saat nanti semoga kita bisa bertemu kembali. aku pergi dulu semoga kalian selalu bahagia dan selalu dalam lindungan tuhan. aku menyayangi kalian" gumam Grizz tersenyum melangkahkan kakinya menuju pesawat yang akan ditumpanginya karena akan segera take off.


Setelah beberapa jam mengudara akhirnya Grizz tiba di negera yang akan menjadi tempat tinggalnya kini. Grizz segera keluar dari bandara menaiki taxi.


"Kita mau kemana nona?" tanya supir taxi


"mm.. kita ke hotel daerah sini saja pak" ucap Grizz


"Baik nona" ucap supir.


Grizz berencana bermalam di hotel saat ini karena hari mulai gelap dan keesokan harinya baru Grizz mencari semacam kost untuk tempat tinggalnya.


saat taxi yang di tumpangi Grizz melewat jalan yang lumayan sepi tidak sengaja Grizz melihat 2 orang laki-laki tergeletak bersimbah darah di tubuhnya.


"Pak pak tolong berhenti sebentar" ucap Grizz. supir pun menghentikan taxinya.


Grizz segera mengkah keluar taxi untuk melihat keadaan kedua orang itu, dengan tangan gemetar Grizz segera membalikkan tubuh orang itu Grizz kaget karena orang itu mendapat tusukan di pinggangnya dengan pisau yang masih menancap di pinggangnya. Grizz menoleh untuk melihat pria yang tergeletak satunya ternyata hanya babak belur saja.


"Pakk pakk tolong bantu saya membawa mereka berdua kerumah sakit" ucap Grizz


"ba-baik nona" ucap supir terbata karena merasa sesikit takut


Dengan segera keduanya di bawa ke taxi untuk dibawa kerumah sakit. Setelah sampai keduanya segera di tangani dokter. sementar Grizz menunggu di ruang tunggu.


"Maaf ini barang milik pasien" ucap seorang suster


"ahh.. iya sus" Grizz menerimanya.


Saat keduanya di tangani dokter tiba tiba sebuah ponsel yang dipegangnya berdering. namun Grizz takut untuk mengangkat ponselnya jadi Grizz hanya mendiamkan saja.


Ponsel kembali berdering kemudian Grizz mengangkatnya.

__ADS_1


"Halo sayang kenapa belum pulang ? ini sudah larut malam mama khawatir tau" ucap wanita disebrang sana.


"H-Ha-lo nyonya" ucap Grizz terbata.


"Kamu siapa kenapa ponsel anak saya ada padamu dimana anak saya" ucap wanita itu yang adalah mama dari pria yang ia tolong.


"Maaf sebelumnya nyonya pria yang memiliki ponsel ini sedang berada dirumah sakit saya menemukannya di pinggir jalan." ucap Grizz


"Apa ? Apa yang terjadi dengan anak saya ? di rumah sakit mana saya akan menyusulnya"


"Di rumah sakit xxxx" ucap Grizz


"Baiklah saya akan segera kesana" ucap mama pria itu


Tak lama seorang dokter keluar dari ruang rawat "Apa anda keluarga pasien ? pasien perlu melakukan tindakan operasi dan kami memerlukan tanda tangan walinya" ucap Dokter


"Saya bukan keluarganya dokter, Keluarga pria iti sedang menuju kemari jadi mohon tunggu sebenar" ucap Grizz


"Baiklah kalau begitu saya akan menunggunya kalau bisa cepat ya karena kami harus segera melakukan tindakan pada pasien" ucap Dokter


"Ya Dokter" ucap Grizz.


"Bagaimana apa yang terjadi dengan putraku kenapa bisa seperti ini ?" tanya wanita itu dengan khawatir


"Apa nyonya yang menelfon tadi ?" tanya Grizz


"Ya saya Reta mamanya Arsha. dan ini keponakan saya namanya Leo" ucap mama Reta.


Grizz mengangguk"Saya Grizz nyonya, saya tidak tau apa yang terjadi dengannya nyonya saya hanya menemukan dia tergeletak di pinggir jalan dalam keadaan sudah tidak sadar. Dan nyonya sudah di tunggu dokter diruangannya" ucap Grizz


"Baiklah saya akan keruangan Dokter dulu, Leo kamu disini dulu" ucap mama Reta dan Leo mengangguk.


"Tuan ini barang-barang miliknya" Grizz menyerahkan sebuah dompet dan ponsel pada Leo.


Leo menerimanya. "Apa Arsha hanya seorang diri saat terluka ?" tanya Leo

__ADS_1


"Tidak tuan. Ada laki-laki yang pingsan juga di samping tuan Arsha dia juga masih di tangani oleh dokter" Ucap Grizz.


Leo hanya mengangguk "Pasti itu adalah Asisten Lee, lalu siapa yanh berani melukai Arsha hingga seperti ini aku harus menyelidikinya" batin Leo


Tak lama mama Reta datang dengan berderai air mata. "Hiks.. Hiks.. Leo.."


"Ada apa Aunty apa terjadi sesuatu pada Arsha ?" tanya Leo


"Arsha.. Arsha harus segera dioperasi karena Ginjal Arsha rusak akibat tusukan itu dan jika Arsha tidak mendapatkan donor ginjal maka Arsha akan hidup dengan satu Ginjal sementara ginjal yang satunya sudah agak rusak akibat Arsha sering meminum minuman beralkohol" ucap mama Reta dengan terisak


"Bagaimana ini Hiks.. Hanya Arsha yang aku punya aku tidak ingin terjadi sesuatu padanya hanya Arsha yang aku punya satu-satunya"


"Aunty tenang dulu jangan seperti ini kita akan mencari donor yang tepat untuk Arsha" ucap Leo


Sementara Grizz hanya diam saja melihat mama Reta yang menangisi anaknya membuat hati Grizz terenyuh. Grizz melihat betapa sayangnya mama Reta pada anaknya.


"Nyonya Reta terlihat sayang sekali pada anaknya.Seandainya aku yang berada di posisi tuan Arsha apakah mommy juga menangisiku seperti nyonya Reta" batin Grizz.


"Nyonya saya bersedia mendonorkan ginjal saya pada tuan Arsha" ucap Grizz yakin.


Grizz bertekat untuk mendonorkan ginjalnya pada Arsha ia juga tidak tega melihat tangisan seorang ibu yang begitu pilu saat melihat anaknya sedang sekarat. Grizz membayangkan jika dirinya di posisi ibu itu pasti hatinya akan terasa sangat sakit jika melihat orang yang kita cintai satu satunya berbaring tak berdaya


nyonya Reta dan Leo tersentak kaget mendengar ucapan gadis yang sudah menolong Arsha itu. bagaimana bisa orang asing yang tidak ia kenal dengan gampangnya mau mendonorkan ginjalnya.


"Ap-apa ? kamu mau mendonorkan ginjalmu pada putraku ?" tanya mama Reta


"Ya nyonya saya akan mendonorkan ginjal saya pada tuan Arsha" ucap kembali Grizz.


"Apa kamu yakin ?" tanya mama Reta.


Grizz terdiam sebentar "Saya yakin nyonya"


mama Reta tersenyum kemudian memeluk Grizz "Terima kasih" kemudian mama Reta mengeluarkan cek dan memeberikannya pada Grizz. "Tulis saja berapapun nominal yang kamu mau"


Grizz memandang cek itu kemudian tersenyum dan menyerahkan kembali pada mama Reta "Tidak perlu nyonya, saya ikhlas menolong nyonya"

__ADS_1


"Tidak apa-apa, ambil saja ini untukmu"


"Maaf nyonya saya tidak bisa menerimanya" ucap Grizz


__ADS_2