
"Di sana" Grizz segera menuju kamar Arsha untuk membereskan barang-barang Arsha. setelahnya ia juga memberekan barang-barang miliknya di kamar yang sudah di tunjuk Arsha.
"Mmm tuan apa disini ada bahan makanan?" tanya Grizz saat audah membereskan semuanya karena ia berniat untuk membuat makan malam
"Hmm..Semuanya sudah tersedia di dapur" ucap Arsha
"Aaaa.. Baiklah kalau begitu saya akan membuat makan malam dulu" ucap Grizz segera menuju dapur.
setelah selesai Grizz segera memanggil Arsha yang sudah berada di dalam kamarnya.
Tokk.. Tokk.. Tokk..
"Tuan makan malam sudah siap ayo makan" panggil Grizz.
tidak ada jawaban dari Arsha
"Tuan" Grizz kembali memanggil
"Tuu__ ehh" Panggilan Grizz terhenti saat pintu kamar Arsha sudah terbuka dan Arsha segera melangkah ke ruang makan meninggalkan Grizz di depan pintu.
Melihat itu Grizz segera mengikuti Arsha. Sampai di ruang makan Grizz segera melayani Arsha. Mereka berdua makan dengan tenang hanya ada suara dentingan sondok.
Setelah selesai Grizz membersihkan piring kotor dan Arsha menuju ruang kerjanya.
Tengah malam Grizz terbangun dari tidurnya berniat akan mengambil minum kedapur karena air yang di sediakan di kamarnya habis.
"Karin.. Karin.. Kenapa ? kenapa kamu pergi meninggalkan aku, kapan kamu kembali karin.." Racau Arsha yang tengah mabuk di ruang kerjanya. Dan racauan Arsha sayup-sayup terdengar oleh Grizz yang tengah hendak mengambil minum. Perlahan Grizz mendekati ruang kerja Arsha.
"Tuan.. Anda tidak apa-apa ?" tanya Grizz sambil mengetok pintu ruang kerja Arsha.
"Karinn.. Karin.."
"Tuan.. Saya masuk ya" ucap Grizz pelan perlahan masuk. Disitu Grizz melihat beberapa botol minuman beralk*hol sudah kosong dan berserakan, Arsha yang sudah hilang kesadarannya dengan keadaan yang berantakan tepar di sofa yang terus meracaukan nama kekasihnya. dan bau alk*hol yang menyengat. Melihat itu Grizz iba dan ada sedikit merasakan sakit di hatinya kala melihat suaminya tengah mabuk dan meracau nama perempuan lain meski belum ada perasaan cinta di hatinya.
"Apa sebegitu cintanya dia pada kekasihnya" batin Grizz.
"Tuan ayo kekamar anda harus istirahat" ucap Grizz sambil membantu Arsha bangun memapahnya menuju kamar.
__ADS_1
Saat sampai di kamar Grizz menidurkan Arsha di tempat tidur menyelimutinya.
Pagi harinya Grizz Sudah menyiapkan sarapan untuk Arsha membawanya ke kamar Arsha lengkap dengan pereda nyeri kepala karena Arsha pasti akan merasa nyeri di kepalanya akibat mabuk semalam.
Di lihatnya Arsha yang masih tertidur lelap dengan bergulung selimut tebalnya. Grizz mendekat menyimpan nampan di atas nakas.
"Tuan bangun, ini sudah pagi anda harus bekerja" Grizz membangunkan Arsha menepuk pelan lengan Arsha.
"Tuan.."
"Hmmm.. awww" Arsha mengerjapkan matanya seketika kepalanya terasa sangat nyeri
"Ini minum dulu tuan" Grizz segera menyerahkan obat pereda nyeri kepala yang di bawanya.
Arsha segera meminumnya. Setelah selesai Grizz menyerahkan sarapannya "Ini makanlah dulu tuan"
Arsha memakannya hingga habis.
"Mmm tuan apa anda akan mabuk seperti semalam setiap hari ?" Grizz memberanikan diri untuk bertanya
"Tuan dengan anda melakukan itu apa anda jadi lebih baik ? apa anda tidak kasihan pada mama Reta ? anda tahu kan jika hanya anda yang mama Reta punya, Jika terjadi sesuatu pada anda apa mama Reta tidak akan sedih ? jika anda tidak memikirkan diri anda setidaknya pikirkan mama Reta yang akan sedih tuan. mama Reta sangat menyayangi anda jadi jangan pernah anda menyakiti mama anda. Anda sangat bersyukur dan beruntung mempunyai orang tua yang sangat menyayangi anda, berbeda dengan saya.. Hahh.. Saya terlahir sebagai anak yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang orang tua dari kecil hingga dewasa saya hidup kesepian. sampai saat saya bertemu dengan mama Reta dari beliau saya bisa merasakan sedikit rasanya menjadi seseorang yang berhaga. Jadi tuan berhenti menyakiti diri anda sendiri" ucap Grizz
Arsha yang mendengar itu seketika ingat dengan mamanya yang menangis kala ia masuk rumah sakit dan itu membuat dirinya merasa bersalah pada mamanya hatinya sedikit terbuka saat mendengar penuturan Grizz.
"Tuan segeralah mandi agar lebih segar saya sudah menyiapkan air hangatnya" ucap Grizz sambil membereskan piring kotornya.
Sementara Arsha diam sambil memperhatikan apa yang dilakukan Grizz. "Grizz" panggil Arsha.
"Ya tuan"
"Tidak apa-apa" Arsha segera masuk kedalam kamar mandi. ia mengurungkan niatnya untuk berbicara pada Grizz ia berniat untuk Grizz jangan memanggilnya dengan sebutan "Tuan" karena Arsha merasa risih.
Grizz yang melihat Arsha hanya mengidikkan bahunya acuh Grizz segera menuju lemari Arsha dan menyiapkan baju kerja Arsha.
Grizz kembali ke dapur membersihkan semua barang-barang kotor bekas tadi memasak. Arsha yang sudah siap segera turun ke bawah
"Aku ke kantor dulu" pamit Arsha
__ADS_1
"Ahh ya tuan ayo saya antar kedepan" Grizz segera mengantar Arsha kedepan.
...●●●●●●●...
Kini pernikahan Arsha dan Grizz sudah genap 1 bulan keduanya masih tidur dengan kamar yang terpisah namun Arsha sudah tidak sedingin awal-awal menikah.
"Aku ke kantor dulu" pamit Arsha.
"mmm ya tuan. Anda pulang jam berapa nanti ?" tanya Grizz
"Aku akan pulang sebelum jam makan malam" jawab Arsha
"Baiklah saya akan memasak makan malam untuk anda nanti malam tuan"
"Ya baiklah. Aku pergi dulu"
Grizz menunggu hingga mobil yang di tumpangi suaminya menghilang dari penglihatannya setelah tidak ada Grizz segera masuk untuk bersiap-siap ke kafe mama mertuanya.
"Grizz kamu datang.. Aaaa.. apa kabar Grizz kenapa baru datang kau tidak merindukanku" panggil Elisa heboh saat melihat Grizz datang ke kafe
Grizz segera memeluk sahabatnya itu. "Tentu saja aku merindukan sahabatku yang satu ini, Nanti kita lanjut mengobrolnya ya aku mau bertemu mama dulu"
"Ciee yang udah jadi menantu sekarang. Ya udah gih sana" ucap Elisa
"Aunty.. " panggil anak kecil di belakang Grizz.
Grizz menoleh ke arah suara "Hay sayang kamu di sini juga" yang memanggil Grizz itu adalah Syila yang datang bersama Leo
"Wahh Grizz kenapa my duda semakin semakin hot dan tampan saja" bisik Elisa yang memandang tak berkedip saat melihat Leo.
Grizz hanya mengelengkan kepalanya saat mendengar bisikan sahabatnya itu.
Elisa yang sejak pertama bekerja di kafe mama Reta memang sudah mengagumi sosok Leo namun ia sadar diri siapa dirinya jadi Elisa tidak berani untuk mendekati Leo.
Syila segera berlari ke arah Grizz "Iya aku mau bertemu oma. kangen" jawab Syila
Syila dan Grizz memang sudah akrab sejak Grizz bekerja di kafe mama Reta karena memang Syila sering kali datang ke kafe bersama dengan Leo.
__ADS_1