Grizella

Grizella
episode 24


__ADS_3

"Grizz siapa pria yang bertemu di restoran tadi ?" tanya mama Reta saat mereka bertiga tengah berkumpul di ruang tv sehabis makan malam karena masih penasaran pada pria yang menghampiri Grizz.


"Mmmhh dia orang yang sudah menolongku waktu belanja kemarin ma, uangku tidak cukup untuk membayar belanjaan aku juga lupa membawa dompet ma. Jadi pria tadi yang membayar semua belanjaanku" cerita Grizz.


"Ohh begitu, terus dia menganggap kamu berhutang padanya gitu makanya dia mau menagihnya ?" tanya mama Reta.


"Nggak ma, Kemarin aku sempat berjanji untuk mentraktirnya minum kopi karena sudah menolongku" ucap Grizz.


Mama Reta tidak lagi bertanya karena sudah tau siapa pria tadi.


"Yasudah sudah malam kalian istirahat sana mama juga mau ke kamar" ucap mama Reta meninggalkan mereka berdua.


Grizz juga hendak pergi namun tangannya dicekal oleh Arsha. "Bukankah aku sudah memberimu kartu kenapa tidak menggunakan kartu yang aku berikan dan malah menerima bantuan pria lain" ucap Arsha dingin.


"Kakak memang memberiku kartu tapi kakak tidak memberi tahu berapa pin kartunya" ucap Grizz.


"Kenapa tidak menelfonku untuk menanyakannya"


"Aku kan tidak punya nomor ponsel kakak" jawab Grizz.


Arsha mengusap wajahnya kasar saat mendengar semua alasan yang di katakan Grizz.


"Mana ponselmu" pinta Arsha saat mereka sudah berada di dalam kamar.


"Buat apa ?" tanya Grizz


"Sudah cepet mana ponselmu" ucap Arsha dan Grizz memberikan ponselnya Arsha terlihat mengetik sesuatu.


"Ini nomorku, jika ada apa-apa hubungi aku jangan menerima bantuan orang asing dan nomor pin kartunya xxxxxx" ucap Arsha menyerahkan ponsel Grizz.


Grizz hanya menganggukkan kepalanya.


"Sudah malam ayo tidur" ajak Arsha.


Grizz segera beranjak menuju lemari mengambil selimut.


"Kau mau kemana ?" tanya Arsha.


"Mau tidur di sofa kak" ucap santai Grizz.


"Siapa yang menyuruhmu tidur di sofa, tidur di sini" ucap Arsha menepuk sisi kosong ranjang di sisinya.


"Memangnya kakak mau tidur satu ranjang denganku ?" tanya Arsha.


"Sudah jangan banyak tanya. Cepat sini" Arsha menarik Grizz hingga jatuh ketempat tidur.


Grizz hanya menurut membenarkan posisi tidurnya.


Arsha menggeser tubuhnya agar lebih dekat dengan Grizz menjatuhkan tangannya di pinggang Grizz menyembunyikan wajahnya diceruk leher Grizz.

__ADS_1


Grizz hanya diam tubuhnya menegang jantungnya pun bedegup kencang saat Arsha memeluknya.


"Kak bisa jangan seperti ini" ucap Grizz yang merasa tidak nyaman dengan posisi Arsha saat ini.


"Memangnya kenapa kau istriku, jadi aku bebas melakukan apapun padamu" ucap Arsha.


"T-tapi tid-tidak seperti ini juga" ucap Grizz.


Arsha tidak menjawab ucapan Grizz justru Arsha semakin memeluk erat Grizz semakin menyerukkan kepalanya di leher Grizz.


Grizz yang merasakan hembusan nafas Arsha nemerpa lehernya membuatnya sedikit meremang. Grizz berusaha memejamkan matanya meski susah namun lama kelamaan akhirnya Grizz bisa tertidur lelap.


Pagi-pagi mama Reta sudah terbangun lebih dulu ia keluar kamar berniat ke dapur untuk membantu Grizz memasak namun rasa penasaran dihatinya kembali muncul saat melihat kamar Arsha yang masih tertutup rapat.


"Kenapa aku jadi kepo begini, Liat dikit boleh lah yaa" gumam mama Reta melangkah mendekat kemar Arsha.


"Ahh tidak-tidak itu privasi mereka aku tidak boleh mengintip" mama Reta berbalik "Tapi aku benar-benar penasaran" mama Reta kembali berbalik langkah ke kamar Arsha. "Tidak boleh, tidak boleh mengintip Reta" gumam mama Reta namun satu tangannya sudah memegang gagang pintu dan mendorongnya pelan dan


Ceklek..


"Ahh tidak dikunci" ucap mama Reta.


Mama Reta membuka pintu masuk dengan pelan "Maafkan mama Arsha maafkan ya mama lancang karena mama benar-benar tidak bisa menahan diri mama untuk tidak mengintip hahaa" Batin mama Reta tertawa.


Disitu mama Reta melihat Arsha dan Grizz yang masih tidur terlelap satu selimut saling perlukan mesra. Grizz yang tidur di dada Arsha dengan tangan berada di atas perut Arsha. Begitupun dengan Arsha yang yang juga memeluk Grizz erat dengan bibir yang menyentuh kepala Arsha.


Mama Reta mengulum senyum saat melihat keduanya. Ekspektasinya tidak sesuai realita yang ia lihat. Mama Reta berfikir jika mereka akan tidur terpisah dengan salah satu yang tidur di sofa, namun yang ia lihat pagi ini adalah pemandangan yang sangat manis.




Di kamar



Arsha mengerjapkan kelopak matanya saat terkena sinar matahari yang masuk melalui celah gorden. Arsha merasa tubuhnya berat seperti ada yang menimpanya saat melihat ke bawah dilihatnya Grizz yang masih nyenyak dalam tidurnya Arsha tersenyum mengelus punggung Grizz.



Grizz yang merasa terganggu akhirnya menggeliatkan badannya. saat matanya terbuka Grizz kaget saat sadar ia tidur di pelukan Arsha segera duduk dan menatap Arsha yang tengah menatapnya datar.



"Ma-maaf aku tidak sengaja kak" ucap Grizz pelan. ia mengira jika Arsha akan marah padanya karena telah lancang menyentuh bahkan memeluknya. Grizz melirik kearah jam dan betapa kagetnya saat jam sudah menunjukkan pukul 7.



"Kak marahnya nanti saja ya aku harus memasak untuk sarapan" ucap Grizz melangkah ke kamar mandi mencuci muka setelah selesai Grizz mencepol rambutnya asal terburu-buru.

__ADS_1



"Kakak mandilah, ini bajunya aku sudah siapkan" ucap Grizz meletakkan baju kerja Arsha di kasur. Grizz segera beranjak menuju dapur.



Sementara Arsha yang sedari tadi melihat tingah Grizz yang terburu-buru mengulum senyum "*Gadis itu kenapa tiba-tiba menggemaskan seperti itu*" Batin Arsha sambil melangkah untuk mandi.



"Lohh mama sudah selesai masak, maaf ma Grizz bangun kesiangan" ucap Grizz pelan karena merasa tidak enak hati pada mertuanya.



"Tidak apa-apa sayang sekarang panggil saja suamimu kita sarapan" ucap mama Reta.



Grizz menganggukkan kepalanya kembali ke kamar untuk memanggil Arsha.



"Kakak ayo sarapan mama sudah Aakkkkhhhh...." Grizz kaget saat melihat Arsha p\*los tanpa sehelai benang dari belakang Grizz langsung membalikkan badannya.



Arsha yang mendengar teriakan Grizz juga sama kagetnya dengan Grizz. Arsha berbalik segera mengambil handuk di atas kasur kemudian memakainya.



Arsha berjalan mendekat kearah Grizz dan menutup pintu kamarnya. ia melihat Grizz masih menutup wajahnya dengan kedua tangannya.



"Sudah tidak perlu di tutupi wajahmu itu" ucap Arsha menyenderkan tubuhnya pada pintu.



Grizz mengintip di sela-sela jarinya untuk melihat Arsha. "Kakak kenapa masih tidak pakai baju" ucap Grizz yang masih menutup wajahnya.



"Gara-gara kamu berteriak aku jadi tidak jadi memakai pakaianku" ucap Arsha.



"Maaf kak aku hanya mau memanggilmu untuk sarapan. Kalau begitu kakak lanjutkan saja pakai bajunya aku akan menunggu di luar sama mama" ucap Grizz hendak keluar dari kamar.


__ADS_1


"Mau kemana" Arsha mencekal tangan Grizz.


__ADS_2