Grizella

Grizella
episode 26


__ADS_3

"Jadi kamu adalah CEO Mhs. Companny ?" ucap Marina berpindah duduk disamping Arsha dengan membusungkan dada dan berusaha memperlihatkan paha mulusnya yang terkspos.


Arsha hanya menatap datar pada Marina yang berpindah duduk ke sampingnya.


"Bagaimana kalau kita memesan makan dulu" ucap Marina sambil memegang tangan Arsha.


Arsha menatap dingin pada Marina yang sudah berani menyentuhnya "Lee batalkan kerjasama dengannya kita kembali ke kantor" ucap Arsha meninggalkan cafe tanpa menunggu asistennya itu.


"Arsha kenapa dibatalkan ? Arsha kau tidak bisa membatalkan kerjasama kita secara sepihak seperti ini" Marina berusaha mengejar Arsha yang sudah masuk kedalam mobil namun di tahan oleh asisten Lee.


"Maaf nona seperti yang di katakan tuan Arsha kerja sama kita batal" ucap asisten Lee sebelum meninggalkan Marina juga di dalam cafe.


"Antar aku ke cafe mama Lee" ucap Arsha.


"Baik tuan".


Saat tiba di cafe Arsha segera masuk di ikuti asisten Lee untuk bertemu dengan Grizz. Namun raut wajahnya seketika berubah dingin saat melihat Grizz tengah duduk dengan seorang dengan segera ia menghapiri istrinya. Sementara Lee duduk sendiri sambil menunggu urusan tuannya selesai.


"Ehem"


"Ehh kakak. Kenapa sudah kesini aku kan belum menelfonmu" ucap Grizz saat melihat Arsha sudah berdiri disampingnya.


"Memangnya kenapa ? aku tidak boleh kesini ? Takut ketauan sedang mengobrol berdua dengan pria lain" ucap Arsha dingin dan duduk di samping Grizz menatap tajam pada pria yan gduduk didepan Grizz.


"Kakak ngomong apa sih, dia tuan Daren masak kakak lupa dia yang kemarin bertemu kita di restoran, Aku hanya menepati janjiku padanya" ucap Grizz.


"Daren" ucap Daren memperkenalkan diri dengan mengulurkan tangannya pada Arsha.


Ya pria yang menolong Grizz adalah Daren. Daren derickson putra tunggal Bara Derickson dan Jolie Derickson Pengusaha terkaya no.1 di negara P. Daren berada disini karena ia sedang melanjutkan S2 nya. Dia memiliki sifat yang ramah dan mudah bergaul.


"Arsha" ucap Arsha sambil menyambut tangan Daren.


"Kau kakaknya Grizz ?" tanya Daren.


Arsha mengangkat sebelah alisnya saat mendengar pertanyaan Daren "Dia istriku"


"Hahaha.. Ternyata kau suka bercanda juga ya. Mana mungkin gadis kecil mungil dan menggemaskan sepertinya sudah menikah, aku yakin usianya masih di bawah 19 tahun" ucap Daren yang tidak percaya dengan pengakuan Arsha.


Mendengar istrinya di puji oleh pria lain di depannya membuat Arsha mulai tersulut emosi. "Dia memang istriku" ucap Arsha dingin dengan penuh penekanan di setiap katanya sambil memeluk pinggang Grizz dengan erat.


"Hahaha.. Aku masih tidak percaya" ucap Daren sambil terkekeh.


"Tuan dia memang suamiku" ucap Grizz.

__ADS_1


"Benarkah ? Kau serius ?" tanya Daren serius saat Grizz yang menjawab pertanyaannya.


Grizz mengangguk cepat.


"Yah padahal aku sudah menyukaimu sejak pertama kita bertemu. Dan sekarang aku malah mendapatkan kenyataan bahwa kau sudah bersuami" ucap Daren lesu.


"Beraninya kau mengungkapkan perasaanmu pada istriku di hadapanku" ucap Arsha dingin menatap nyalang pada Daren. Arsha hendak bangkit dari duduknya namun di tahan oleh Grizz.


"Ayo pulang" ucap Arsha saat melihat Grizz menahannya untuk tidak tersulut emosi dan menghajar Daren. Arsha segera menarik tangan Grizz keluar cafe diikuti Lee.


"Kak aku belum izin sama mama" ucap Grizz yang berusaha menyeimbangkan langkahnya dengan Arsha.


"Kita bisa menelfon mama nanti" ucap Arsha.


"Heyy jangan kasar dengan perempuan" ucap Daren saat Grizz yang di tarik paksa oleh Arsha.


"Bukan urusanmu" ucap Arsha datar.


"Masukk Grizz" ucap Arsha membukakan pintu mobil untuk Grizz.


"Jalan Lee" ucap Arsha saat sudah masuk kedalam mobil.


"Baik tuan" jawab asisten Lee.


Tiba diapartemen Arsha dengan tergesa membawa Grizz ke kamarnya.


"Kaka---" ucapan Grizz terpotong kala Arsha mulai membungkam bibir Grizz dengan bibirnya. M***matnya dengan rakus tidak memberikan Grizz jeda untuk membalas ataupun menghirup oksigen.


Rasa cemburu yang di rasakan Arsha membuat Arsha ingin segera memiliki Grizz seutuhnya. Agar tidak ada yang berani mengambil Grizz darinya.


Arsha menatap sayu pada Grizz "Boleh aku meminta hakku saat ini" ucap Arsha dengan sura rendah dan serak


Grizz tidak langsung menjawab pertanyaan Arsha ia masih bingung tapi sebuah kewajiban seorang istri untuk meyalani suaminya.


Arsha yang melihat Grizz tidak menjawab pertanyaannya memastikan jika Grizz masih belum bisa memberikan haknya.


"Tidak apa-apa jika kau belum siap aku akan menunggunya" ucap Arsha sambil memeluk Grizz erat.


"Aku mau, aku akan memberikanmu apa yang sudah menjadi milikmu kak" ucap Grizz.


Arsha yang mendengar penuturan Grizz mata Arsha berbinar dengan senyum yang mengembang.


Dan siang itu Arsha dan Grizz menjadi suami istri seutuhnya.

__ADS_1


Drttt Drttt Drtt..


Ponsel diatas nakas terus saja berbunyi Arsha yang masih terlelap dalam tidurnya terpaksa bangun karena terganggu dengan suara ponsel yang terus berbunyi sedari tadi.


"Arsha mama tidak pulang ke apartemenmu sekarang mama sudah dirumah" ucap mama Reta di sebrang telfon sana.


"Hmm" jawab Arsha dengan malas.


"Yasudah mama tutup dulu"


Arsha tidak menyahut lagi dia kembali terlelap karena masih mengantuk.


Dari sore itu sampai malam Arsha dan Grizz habiskan dengan selalu berdua.


Pagi hari Arsha tiba di kantor dengan senyum yang mengembang Arsha masuk kedalam kantor.


Semua karyawan menatap heran dan saling berbisik karena Bossnya itu yang tidak seperti biasanya yang bejalan dengan aura dingin menyelimutinya saat masuk kedalam kantor. Namun hari ini Bossnya itu berbanding terbalik 180° ia berjalan dengan senyum yang terus mengembang dibibirnya.


Merasa di perhatikan Arsha menghentikan langkahnya dan berbalik menatap semua karyawan yang memperhatikannya.


"Apa yang kalian lihat" teriak Arsha menatap semua karyawannya.


Mendengar teriakan bossnya semua menunduk gemetar karena ketahuan membicarakan bossnya.


"Jika kalian sudah tidak ingin bekerja lagi disini siapkan surat pengunduran diri kalian dan segera angkat kaki dari kantor ini" bentak Arsha.


"Sudah bubar semuanya" ucap Bryan. Semua karyawan segera bubar kembali dengan kegiatannya.


"Apa ? kenapa kau juga menatapku seperti itu ?" tanya Arsha pada Bryan yang tengah memicingkan mata pada Arsha.


"Kau kenapa ? Apa kau mulai stress kenapa kau senyum-senyum sendiri" ucap Bryan.


"Sialan kau !!" ucap Arsha dengan menjitak kepala Bryan.


"Awww.. Kenapa kau memukul kepalaku" ucap Bryan dengan mengusap-usap kepalanya.


"Itu karena kau mengataiku stress" ucap Arsha sebelum meninggalkan Bryan.


"Heyy kau memang stress buktinya kau senyum-senyum sendiri pagi ini" ucap Bryan.


"Sekali lagi kau mengoceh akan ku kirim kau ke afrika utara" ucap Arsha.


Seketika Bryan bungkam saat mendengar ancaman Arsha.

__ADS_1


__ADS_2