
"Ap-apa ? kamu mau mendonorkan ginjalmu pada putraku ?" tanya mama Reta
"Ya nyonya saya akan mendonorkan ginjal saya pada tuan Arsha" ucap kembali Grizz.
"Apa kamu yakin ?" tanya mama Reta.
Grizz terdiam sebentar "Saya yakin nyonya"
mama Reta tersenyum kemudian memeluk Grizz "Terima kasih" kemudian mama Reta mengeluarkan cek kosong dan memeberikannya pada Grizz. "Tulis saja berapapun nominal yang kamu mau"
Grizz memandang cek itu kemudian tersenyum dan menyerahkan kembali pada mama Reta "Tidak perlu nyonya, saya ikhlas menolong nyonya"
"Tidak apa-apa, ambil saja ini untukmu"
"Maaf nyonya saya tidak bisa menerimanya" ucap Grizz sambil tersenyum
Mama Reta terdiam sejenak menatap mata Grizz dengan lekat dan dalam seakan mama Reta ingin melihat apakah gadis di hadapannya ini memiliki niat buruk pada keluarganya setelah menolong putra semata wayangnya dan di balas dengan senyuman manis oleh Grizz. mama Reta hanya melihat sebuah ketulusan di mata Grizz. Kemudian mama Reta kembai masukkan kembali cek kosong itu kemudian kembali memeluk Grizz dengan erat. Ntah kenapa melihat Grizz sejak pertama mama Reta menyukai Grizz. padahal mama Reta adalah tipikal orang yang sulit akrab dengan orang baru.
"Terima kasih.. Terima kasih telah mau membantu putraku"ucap mama Reta memeluk Grizz dengan erat sambil terisak.
"Ya nyonya sama-sama" ucap Grizz sambil mengelus punggung mama Reta untuk menenangkan wanita paruh baya itu.
"Rasanya sangat hangat dan nyaman. Aku belum pernah merasakan pelukan senyaman ini" batin Grizz.
"Mmm.. nyonya sebelum itu boleh saya meminta nyonya untuk merahasiakan saya sebagai pendonor Ginjal disini kepada siapapun cukup nyonya dan tuan Leo saja yang tau" ucap Grizz.
"Kenapa begitu ?" tanya mama Reta
"Tidak apap-apa nyonya. saya hanya tidak ingin banyak orang yang tau" ucap Grizz
Mama Reta terdiam kemudian menatap Leo kemudian Leo mengangguk karena ia berpikir yang terpenting saat ini adalah secepatnya mendapatkan donor pada sepupunya itu.
"Baiklah. Aku setuju, apa ada lagi yang kamu mau ?" tanya kembali mama Reta.
Grizz mengangguk pelan.
__ADS_1
"Apa katakan saja apa maumu apapun akan aku berikan" ucap mama Reta
"Sebelumnya saya minta maaf karena sudah banyak maunya nyonya. sebenarnya saya juga butuh pekerjaan" ucap Grizz
mama Reta tersenyum karena sebelumnya mama Reta mengira bahwa Grizz akan meminta sesuatu yang mewah.
"Bagaimana jika kamu bekerja di kafeku saja. apa kamu mau"
mendengar itu Grizz langsung mengangguk antusias. "Ya nyonya saya mau".
"Gadis ini kenapa berbeda dengan yang lain. jika yang lain berada di posisinya sudah pasti akan meminta barang-barang mewah atau memanfaatkan keadaan untuk memeras harta atau bisa jadi meminta jadi nyonya di keluarga Mahesa" Batin Leo sambil menatap Grizz.
tak lama setelahnya Dokter datang menghampir ketiganya. mama Reta segera berdiri " Dokter kami sudah ada pendonor yang akan mendonorkan Ginjal untuk anak saya" ucap mama Reta
"Syukurlah jika sudah ada nyonya. kita jadi bisa melakukan operasi secepatnya" ucap Dokter.
"Ya dokter" ucap mama Reta.
"Kalau begitu dimana pendonornya nyonya ?" tanya dokter.
"Anda yakin ingin menjadi pendonor ? Sepertinya usia anda sangat belia. Apa anda tau resikonya hidup dengan satu ginjal ?" tanya Dokter
"Ya dok saya yakin" ucap Grizz yakin
"Baiklah kalau begitu. Ayo kita harus melakukan beberapa tes yang harus dijalani sebelum operasi" ucap Dokter.
"Baik Dokter" kemudian keduanya melangkah menuji ruangan untuk melakukan beberapa tes.
Setelah melakukan beberapa rangkaian tes akhirnya Grizz masuk keruang operasi. Grizz dan Arsha tampak tidur di brankar berbeda dengan berdampingan. sejenak Grizz menoleh ke arah Arsha yang sedang menutup rapat.
"Setidaknya hidupmu berguna Grizz karena sudah tidak membiarkan seorang ibu merasakan sakit, dan sedih karena kehilangan anaknya" Batin Grizz sebelum matanya tertutup kesadarannya mulai hilang kesadarannya karena bius.
Lampu operasi sudah menyala menandakan operasi sudah dimulai mama Grizz tak henti-hentinya memanjatkan doa agar semoga operasi putranya berjalan lancar.
"Leo sebaiknya kamu pulang kasihan Syila. dia tidak akan nyaman tidur seperti itu" ucap mama Reta.
__ADS_1
"Tidak aunty aku akan menemanimu disini" ucap Leo
"Sudah kamu pulang saja aunty tidak apa-apa di sini sendiri kasian Syila" ucap mama Reta.
Leo menoleh kepada anaknya yang sedang tertidur pulas di pangkuan Leo. Leo menghela nafas "Baiklah aunty aku pulang dulu" ucap Leo karena merasa tidak tega pada Syila
mama Reta mengangguk "Ya pulanglah"
"Tapi nanti aku kan menyuruh bi Nani ke sini untuk menemani aunty disini" ucap Leo
"Ya baiklah" kemudian Leo beranjak dari sisinya keluar ruangan dengan Syila di gendongannya.
-
setelah beberapa jam lampu operasi mati menandakan operasi sudah selesai. mama Reta segera Berdiri menunggu dokter keluar dari ruangan.
"Dokter bagaimana apa operasinya lancar? Tanya mama Reta.
"Ya nyonya operasinya berjalan dengan lancar. Sebentar lagi keduanya akan di pindahkan keruang rawat" ucap Dokter.
"Syukurlah" mama Reta kini merasa lega karena operasi anaknya berjalan lancar. tak lama keduanya keluar dari ruang operasi untuk dipindahkan keruang rawat dan mama Reta mengikutinya. Ruang rawat Grizz dan Arsha bersebelah dan mama Reta meminta Bi Nani untuk menemani Grizz sementara dirinya akan menemani anaknya dulu sampai siuman.
mama Reta duduk tepat di samping brankar Arsha menatap anaknya lekat. ia tau betul apa yang membuat anaknya suka mabuk-mabukan 3 tahun terakhir ini. itu karena putranya di tinggal oleh kekasihnya keluar negri untuk mengejar karir.
"Kenapa kamu begitu bodoh percaya pada wanita ular itu. dia hanya memanfaatkan mu sayang." ucap mama Reta.
Ya, mama Reta memang tidak menyukai kekasih anaknya itu semenjak pertama Arsha mengenalkan kekasihnya padanya karena hanya membuat Arsha melalukan hal-hal yang menurutnya itu tidak benar. membawa Arsha ke club m*lam mengajari Arsha untuk minum minuman beralkohol meskipun mama Reta selalu mengawasi Arsha dengan menyewa bodyguard agar tidak melakukan hal-hal yang merugikan dirinya nanti. ia menentang hubungan putranya dengan kekasihnya itu namun putranya sudah dibutakan oleh cinta jadi mama Reta tidak bisa berbuat apa-apa. hingga saat dia pergi meninggalkan Arsha dan memebuat Arsha sampai suka mabuk-mabukkan membuat mama Reta semakin tidak menyukai kekasih anaknya itu.
"Oh yaa.. Siapa yang berani melakukan pen*sukan ini pada Arsha ? apa Arsha memiliki musuh?" gumam mama Reta.
Tak lama pintu ruang rawat Arsha terbuka.
"Nyonya bagaimana keadaan tuan Arsha?" tanya asisten Lee
"Ehh kamu Lee. bagaimana keadaanmu ?" tanya mama Reta.
__ADS_1
" Saya baik-baik saja nyonya"ucap Asisten Lee