
Mendengar ucapan Arsha hati Grizz merasa sesak. dengan teganya suaminya berkata seperti itu tanpa memikirkan perasaan Grizz menuduh tanpa bukti.
Mendengar Arsha mengatakan jika keluarganya malu memiliki anak sepertinya membuat Grizz menatap sendu teringat kedua orang tuanya.
"Ya kau benar kak. Orang tuaku memang malu memiliki anak sepertiku" ucap Grizz lirih segera pergi meninggalkan Arsha dengan menundukkan kepalanya.
"Hey.. Siapa yang mengizinkanmu meninggalkan tempat ini. Grizz kembali !! Beraninya kau meninggalkan tempat ini saat aku belum selesai bicara" teriak Arsha.
Grizz tidak memperdulikan Arsha yang sedang teriak-teriak dia tetap menuju kamarnya setelah menaruh barang belanjaannya di meja makan.
Didalam kamar Grizz duduk di depan meja rias menatap pantulan dirinya di kaca. Untuk kedua kalinya ia di bentak dan dituduh atas perbuatan yang tidak ia lakukan. Ia kecewa seakan diberikan harapan palsu oleh Arsha. Jika memang Arsha sebenarnya tidak mengizinkannya kuliah seharusnya sedari awal Arsha tidak memberinya harapan.
"Hahahaha... Kenapa ? Kenapa semua orang bisa menuduhku yang tidak-tidak dengan begitu gampangnya. Mereka selalu menilaiku sesuka hatinya. Tuhann.. kenapa takdir yang kau gariskan padaku seperti ini hiks hiks.. Ini terlalu berat untuk ku jalani." Grizz tertawa dengan air mata yang terus mengalir di pipi mulusnya.
Grizz teringat dimana Max dengan gampangnya menamparnya tanpa mendengar penjelasan darinya dan sekarang suaminya juga dengan gampangnya menuduh tanpa percaya apa sudah ia jelaskan.
"Hahahaha.. Grizz kau terlalu percaya diri sekali. Kau lupa diri jika kau dinikahinya bukan karena dia mencintaimu tapi karena permintaan orang tuanya jadi wajar jika dia memperlakukanmu seperti itu Grizz. Sadarr.. Sadar Grizz kau hidup memang ditakdirkan tidak ada orang yang menyayangimu" Grizz kembali tertawa dan kini tangisnya semakin pecah
"Hiks Hiks.. Tolong tuhan tolong.. Kali ini saja tolong berikan aku sedikit kebahagiaan sedikit saja. Aku tidak meminta apapun lagi kecuali kebahagiaan aku sangat ingin merasakannya Hiks.. Hikss.." Grizz menutup wajahnya dengan kedua tangannya dengan bahu yang sudah naik turun.
Diluar Arsha berjalan ke kamar Grizz.
Dor.. Dor.. Dor..
"Heyy buka pintunya aku belum selesai bicara" Arsha berusaha membuka pintu kamar Grizz namun sayang kamarnya sudah di kunci oleh Grizz dari dalam.
"Awas saja kau jika berani keluar dari apartemen ini lagi tanpa izinku aku akan benar-benar menghukummu"ucap Arsha meninggalkan kamar Grizz Arsha berniat ke apartemen Bryan untuk menenangkan suasana hatinya yang sedang buruk.
"Wahh tumben kau kemari ada apa bro" tanya Bryan memberikan minuman kaleng pada Arsha saat Arsha sudah berada di apartemennya
"Ck. gadis itu sudah berani keluar tanpa izinku seharian saat aku berada dirumah. Apa dia lupa kalau sudah bersuami" ucap Arsha
"Terus apa yang terjadi ? kau bertengkar dengannya ?" tanya Bryan.
__ADS_1
"Tidak. Aku hanya memperingatinya saja" ucap Arsha santai
"Memperingati seperti apa ?" tanya Bryan
"Aku bilang supaya dia jangan seperti itu aku juga mengatakan jika dia memang di buang keluarganya karena keluarganya malu memiliki anak sepertinya, aku juga batal memberinya izin untuk kuliah" ucap Arsha tenang
"WHAT !!, Oh my god bro.. Kau itu kenapa kolot sekali. Bisa-bisanya kau mengatakan seperti itu. Apa kau tidak mendengarkan penjelasannya kenapa ia keluar seharian tanpa izinmu ?" tanya Bryan
"Dia mengatakan kalau dia keluar berbelanja dan pergi ke kafe mama" ucap Arsha.
"Lahh dia kan sudah menjelaskan kenapa ia bisa seharian keluar" jawab Bryan
"Halah itu pasti akal-akalannya saja" ucap Arsha
"Kenapa tidak kau tanyakan saja pada tante Reta" ucap Bryan
"Mama pasti akan membelanya" ucap Arsha
"Astaga bagaimana bisa kau itu berpikir negatif sekali seperti itu dan apa ? kau mengatakan tentang keluarganya yang malu memiliki anak sepertinya ? Kau bahkan tidak tau apa yang terjadi pada istrimu itu di keluarganya kau sudah menjudgenya seperti itu" ucap Bryan
"Astaga !!, Aku tidak membelanya, disini aku hanya ingin kau sadar bahwa apa yang kau lakukan itu berlebihan, kau menuduhnya berlebihan seakan dia itu berselingkuh di belakangmu" ucap Bryan
"Coba saja jika dia berani berselingkuh akan ku patahkan kakinya agar tidak dapat kemana-mana" ucap Arsha
Bryan memicingkan matanya pada Arsha saat mendengar ucapan Arsha.
Arsha yang menyadari itu menatap balik Bryan "Apa kenapa kau menatapku seperti itu ?"
"Kau sudah jatuh cinta pada Grizz ya ?"
"Uhukk.. Uhukk.. Uhukk.. Whatt ?? kau bilang apa ? yang benar saja aku sudah jatuh cinta padanya. Aku tidak akan jatuh cinta pada gadis yang asal usulnya saja tidak jelas. Aku menikahinya hanya demi mama" ucap Arsha yang tengah meminum minumannya tersedak saat mendengar ucapan Bryan
"Aku berani taruhan jika kau akan bucin padanya kurang dari 3 bulan" ucap Bryan menantang Arsha
__ADS_1
"Itu tidak mungkin" ucap Arsha dengan percaya diri.
"Jika kau dalam 3 bulan masih tidak mencintainya maka ceraikan dia saja aku siap menggantikan posisimu sebagai suaminya. Gadis Sepertinya tidak akan sulit mendapatkan pengganti sepertimu melihat jika dia masih begitu muda, dia juga begitu cantik, imut dan menggemaskan" ucap Bryan menas-manasi sahabatnya itu.
"Aku tidak akan pernah menceraikannya" Arsha menekankan setiap katanya
"Bahahahah.. Akui saja bro jika kau memang mulai mencintainya" ledek Bryan.
"Sudah lah lebih baik aku pulang saja daripada bersamamu disini membuatku jadi tambah pusing" Arsha melangkah keluar apartemen Bryan.
"Heyy kau mau kemana" teriak Bryan
"Bukan urusanmu"
Arsha sudah berada didalam mobil melajukannya tak tentu arah
"Ahh sial.. Jika aku pulang aku malas bertemu dengan gadis itu" gumam Arsha. Arsha memutuskan untuk pergi ke sebuah club untuk menghindari bertemu Grizz di apartemennya.
Arsha dngan santai masuk ke dalam club langsung di suguhkan dengan dentuman musik yang sangat keras Arsha duduk di sebuah sofa di pojokan sendiri. Ia segera memesan minuman favoritnya. Selang beberapa lama Arsha sudah mulai sedikit hilang kesadarannya.
Seorang wanita dengan berani datang menghampiri Arsha yang sudah setengah m*buk.
"Tuan sepertinya anda butuh teman disini" ucap wanita itu langsung duduk di pangkuan Arsha.
"Menyingkirlah sialan !!" Aesha segera mendorong wanita itu hingga jatuh ke lantai
"Awww" wanita itu meringis. Namun wanita itu segera berdiri untuk mendekati Arsha lagi.
"Ayolah tuan aku tau anda kesepian, Biarkan aku menemanimu malam ini" ucap wanita itu duduk di samping Arsha dengan mengusap dada Arsha.
Arsha diam tak bergeming memejamkan matanya, kesadarannya mulai hilang.
Wanita itu mulai berani membuka kancing atas baju Arsha berusaha untuk melepas pakaian Arsha.
__ADS_1
"Jangan berani menyentuhnya. Menyingkirlah, Jika kau melanjutkannya akan ku patahkan tanganmu itu"