
"Arsha Grizz ayo sarapan ini sudah siang" panggil mama Reta di luar kamar.
"Iya ma" jawab Grizz.
"Kak mama sudah nunggu ayo cepat keluar"
"Sebentar, Sini duduk dulu" Arsha menarik tangan Grizz mengajaknya duduk di sofa.
Grizz menurut "Ada apa ?" tanya Grizz.
Arsha menghela nafas digenggamnya tangan Grizz "Mmm.. Aku tidak tau mau memulai berbicara dari mana tapi, begini aku tau kita menikah tanpa cinta kita menikah hanya untuk menuruti permintaan mamaku atau bisa dibilang di jodohkan. Tapi bisakah kita memulainya dari awal mencoba menjalani hubungan ini seperti pernikahan yang lainnya. Apakah kita bisa secara perlahan membuka hati satu sama lain ? saling terbuka dan saling menerima ? meskipun aku masih belum mencintaimu tapi mulai sekarang aku akan berusaha membuka hatiku untukmu begitupun sebaliknya bisakah kamu juga perlahan membuka hatimu untukku ? aku tidak ingin ada perpisahan sebagai akhir" ucap Arsha menatap Grizz lekat.
"Kakk.. Aku---" ucap Grizz
"Aku minta maaf atas sikapku di awal pernikahan kita mulai sekarang aku akan merubahnya" ucap Arsha.
Grizz menatap balik Arsha dan menganggukkan kepalanya dengan mata berkaca-kaca "Yaa.. Aku mau, aku juga mau membuka hatiku untukmu jadi kita mulai dari awal hubungan ini" ucap Grizz.
Arsha tersenyum senang mendengar ucapan Grizz "Terima kasih" Arsha membawa Grizz kedalam pelukannya dan mencium pucuk kepala Grizz.
Grizz membalas pelukan Arsha. "Ya sudah kamu aku disini aku pakai baju dulu" ucap Arsha setelah melepas pelukan.
Grizz mengangguk pelan.
Setelah berpakaian Arsha mendekat kearah Grizz. "Tolong pakaikan" ucap Arsha menyerahkan dasi pada Grizz.
Grizz berdiri dari duduknya memasangkan dasi di leher Arsha. Sementara Arsha menatap Grizz dengan tangan yang berada di pinggang Grizz.
"Sudah" ucap Grizz sambil tersenyum manis pada Arsha.
Arsha masih diam.
"Kak ayo ini sudah siang" ucap Grizz.
Arsha tidak mendengar ucapan Grizz matanya tertuju pada bibir mungil milik Grizz yang seakan menggodanya perlahan tangan Arsha perlahan tangan Arsha meraih tengkuk Grizz mendekatkan wajah Grizz Arsha semakin mengikis jarak diantara keduanya hidung mereka mulai bersentuhan Grizz diam mematung perlahan bibir keduanya menempel satu sama lain, Grizz membelalakkan matanya saat bibir keduanya bertemu. perlahan Grizz mulai menutup matanya seperti Arsha. Tangan Grizz meremas kuat kemeja Arsha.
"Apa ini yang pertama untukmu ?" tanya Arsha setelah melepaskan ciumannya.
Grizz menundukkan kepalanya dengan pipi yang sudah merona karena malu menganggukkan pelan kepalanya.
Arsha tersenyum senang saat Grizz menganggukkan kepalanya.
"Aku akan mengajarimu" ucap Arsha yang kembali menyatukan bibir keduanya.
Kali ini bukan hanya c**man yang Arsha berikan, melainkan sedikit l**atan pada bibir Grizz.
"Bernafas sayang" ucap Arsha yang sadar jika Grizz kehabisan nafas kemudian kembali menc**um Grizz.
"Arsha Grizz Ayoo cep---" mama Reta langsung masuk ke kamar Arsha karena keduanya belum juga keluar ucapan mama Reta terhenti saat melihat anak dan menantunya berc**man mesra "Uppsss... Sorry mama gak liat mama gak liat kok" ucap mama Reta segera keluar lagi dari kamar Arsha.
Grizz tersentak kaget langsung mendorong dada Arsha agar menjauh darinya.
"Ck, mama mengganggu saja" ucap Arsha.
__ADS_1
"Kakak maluu" ucap Grizz sambil menutup wajahnya karena malu.
"Kenapa harus malu, sudah ayo keruang makan kalau tidak mama akan mengira kita melanjutkan yang tadi" ucap Arsha.
"Kakak" wajah Grizz semakin merona.
"Bhahahaha" Arsha menggandeng tangan Grizz keluar dari kamar.
"Ayo cepat duduk dan sarapan mama sudah lumutan menunggu kalian berdua" ucap mama Reta.
Grizz masih menundukkan kepalanya karena malu.
"Sudah sayang tidak usah malu biasa saja mama tidak lihat kok" ucap mama Reta sambil mengulum senyum.
"Ma berhenti menggodanya" ucap Arsha.
Mereka sarapan dengan tenang. Arsha juga sudah berangkat ke kantor.
Mama Reta dan Grizz tengah bersantai diruang tv.
Arsha tiba di perusahaan seperti biasa Arsha berjalan dengan angkuhnya. diikuti Lee asistennya.
"Apa jadwalku hari ini" tanya Arsha pada asistennya.
"ada beberapa dokumen yang harus anda tandatangani. jam 10 pagi kita bertemu klien di cafe xxx tuan" ucap Lee.
"Mmmm" Arsha segera duduk di kursi kebesarannya mulai fokus pada lembar lembar yang sudah bertumpukan di mejanya.
"Grizz ikut mama ke kafe ayoo" ajak mama Reta karena ia tahu kalau Grizz pasti bosan berada di rumah sendirian.
"Tentu saja ayo"
"Tunggu sebentar ma aku hubungi kak Arsha dulu" ucap Grizz segera menelfon Arsha.
Drtt Drrttt..
Arsha mengernyitkan dahi saat melihat nomor tak dikenal di layar ponselnya.
"Halo kakak" ucap Grizz di sebrang sana.
Arsha sadar jika yang menelfonnya jika istrinya. "Ya ada apa ?"
"Kakak aku ikut mama ke kafe boleh ?" tanya Grizz
Arsha tersenyum saat Grizz meminta izin padanya ia merasa penting bagi Grizz.
"Kakak" panggil Grizz.
"Ehh iya tentu boleh" jawab Arsha.
"Nanti pulang aku jemput" ucap Arsha.
"Tidak perlu kak, aku bisa naik taxi nanti" jawab Grizz.
__ADS_1
"Tidak. Nanti aku jemput. Hubungi aku kalau sudah mau pulang" ucap Arsha.
"Iya baiklah aku tutup dulu kak" ucap Grizz.
"Yasudah".
Di kediaman Max.
Liliana tampak berada di kamar Grizz mengamati setiap sudut kamar Grizz. memandangi foto Grizz sebagai pengobat rindu pada putri sulungnya.
"Mama rindu.. Pulanglah nak mama mohon pulanglah" Liliana memeluk foto Grizz dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.
Tiada hari yang Liliana dan Max lalui tanpa rasa penyesalan Liliana setiap hari pasti akan memasuki kamar Grizz untuk mengobati rasa rindunya.
"Mom" panggil Max saat melihat Liliana tidur di ranjang Grizz.
"Dad bagaimana apa sudah ada kabar tentang Grizz" tanya Liliana lirih
"Belum mom" Max menggeleng pelan ia merasa putus asa karena sudah beberapa bulan semenjak kepergian Grizz keberadaannya masih belum ditemukan.
"Hiks.. Dimana kamu nak, bagaimana kalau dia menderita diluar sana dad, bagaimana jika ada orang jahat yang menganggunya, Bagaimana kalau dia kelaparan, kedinginan dan tidak ada yang menolongnya hiks.. Bagaimana dad" Liliana semakin mengeratkan pelukan foto Grizz.
"Kita berdoa saja semoga Grizz segera di temukan" ucap Max sambil memeluk tubuh Liliana.
Arsha dan asisten Lee sudah sampai di cafe dimana ia akan bertemu dengan kliennya.
"Hai Arsha apa kau mengingatku ?" tanya wanita berpakaian minim yang tak lain klien Arsha.
Arsha mengernyitkan dahi berusaha mengingat wanita didepannya "Memangnya kau siapa?" tanya Arsha.
"Aku Marina teman sekolahmu dulu" ucap wanita itu memperkenalkan diri.
"Aku tidak mengenalmu" ucap Arsha dingin.
__ADS_1
"Ahh begitu tidak apa-apa" ucap Marina.
"Jadi kamu adalah CEO Mhs. Companny ?" ucap Marina berpindah duduk disamping Arsha dengan membusungkan dada dan berusaha memperlihatkan paha mulusnya yang terkspos.