Grizella

Grizella
episode 38


__ADS_3

"Arsha boleh aku izin pulang sekarang Axel tiba-tiba pingsan setelah mimisan" ucap Karin menerobos masuk ke ruangan Arsha. Ya, Karin sudah bekerja beberapa hari di kantor Arsha.


"Aku akan mengantarmu"


"Tidak usah, aku pergi ya"


"Aku akan tetap mengantarmu" Arsha menggandeng tangan Karin keluar ruangan.


Bryan yang berpapasan terbelalak melihat Arsha dan Karin "Heyy mau kemana sebentar lagi ada meeting kau tidak bisa pergi begitu saja" ucap Bryan sedikit berteriak.


"Undur saja meetingnya, Aku ada urusan sebentar" jawab Arsha tanpa menoleh pada Bryan.


"Ini meeting penting kau harus hadir"


"Kau saja yang menggantikanku"


Bryan menghela nafas saat Arsha tidak bisa dicegahnya.


"Ini akan menjadi kesempatanku untuk kembali dekat dengan Arsha. Dan lihat dia masih sama seperti dulu selalu memprioritaskan ku" ucap batin Karin dengan bangga.


"Kita langsung ke rumah sakit mama langsung membawanya kerumah sakit" ucap Karin.


"Hiks hiks.. Tolong lebih cepat Arsha" ucap Karin.


"Sudah tenang ya, jangan menangis" ucap Arsha sambil mengelus kepala Karin.


Setelah sampai dirumah sakit Karin dan Arsha masuk dengan tergesa menuju ruangan Axel.


"Mama Hiks.. Hiks.. Bagaimana ini bisa terjadi kenapa Axel bisa seperti ini" ucap Karin sambil memeluk Axel.


"Dokter sudah memeriksanya kamu di tunggu diruang dokter ada hal yang ingin di sampaikan katanya" ucap mama Karin.


"Baiklah aku akan keruangan dokter dulu, Arsha kamu tunggu disini ya" ucap Karin.


"Tidak aku akan menemanimu menemui dokter ayo" ucap Arsha.


"Baiklah" Arsha dan Karin menuju ke ruangan dokter. mama Karin dan Karin sempat saling pandang dan tersenyum penuh arti.


"Bagaimana keadaan anak saya dokter?" tanya Karin.


"Apa kalian orang tua pasien atas nama Axel"


Karin kemudian menatap Arsha yang juga sedang menatapnya.


"Ya dok, kami orang tuanya" ucap Arsha dengan mantap.


"Baiklah, jadi begini leukimia yang diderita Axel kini sudah stadium 4 atau bisa disebut stadium akhir"


"Ap-apa ? jadi kita harus bagaimana dok" tanya Karin.


"Kita harus rutin memberinya obat dan perawatan intensif atau bahkan kita harus melakukan kemo pada Axel" Ucap Dokter.


"Hiks.. Hiks.. Kami tidak mempunyai biaya untuk melakukan kemo pada Axel, tolong resepkan obat yang biasa Axel minum saja" ucap Karin.


"Lakukan apa saja yang terbaik untuk Axel, soal biaya tidak perlu khawatir aku yang akan menjamin semuanya" lagi-lagi Arsha luluh dengan tangisan buaya Karin.


"Arsha kamu tidak perlu melakukan ini" ucap Karin lirih.


"Sudah, kamu tenang saja aku yang akan mengurus semuanya Axel pasti sembuh" ucap Arsha.


Arsha dan dokter terus membahas apa yang terbaik untuk Axel.


Sementara diruangan rawat Axel tengah menangis mencari Karin.


"Diamlah kau ini membuatku pusing saja" ucap mama Karin yang kesal pada Axel.


Ceklek


"Cup cup.. cucu oma kenapa ? sakit ya sayang.. Sabar ya sebentar lagi mama kesini" seketika mama Karin kembali berakting saat melihat Karin dan Arsha masuk keruangan.

__ADS_1


"Mommy.." panggil Axel.


"Ya mommy disini sayang" ucap Karin dengan lembut mendekat pada Axel.


"Sakit ya" Karin mengelus kepala Axel.


"No mom" jawab Axel. Mata Axel kemudian menatap Arsha yang berdiri di samping Karin.


"Mommy apa ini daddy Axel ?" tanya Axel polos.


"Ehh.. Bukan sayang" Karin kemudian menoleh pada Arsha.


"Yahhh.. Aku kira dia daddy" ucap Axel yang seketika menampilkan wajah sedihnya.


Arsha kemudian mendekat pada Axel sambil tersenyum "Kamu boleh memanggilku daddy" ucap Arsha sambil mengelus kepala Axel.


"Benarkah" tanya Axel antusias. Arsha kemudian menanggukkan kepalanya.


Seketika wajah Axel berbinar bahagia meskipun masih terlihat sangat pucat Axel langsung merentangkan tangannya "Gendong daddy boleh ?" tanya Axel.


"Tentu saja boleh" Seketika Arsha menggendong Axel dengan hati-hati karena tangannya masih di infus.




Dirumah setelah pulang kuliah Grizz sudah membeli kue ulang tahun untuk Arsha ya, hari ini adalah hari ulang tahun Arsha yang ditunggu-tunggu oleh Grizz.



Grizz juga berbelanja bahan masakan ia berniat untuk membuat makan malam romantis dengan Arsha. Ia berharap dengan ini hubungannya dengan Arsha kembali membaik.



Grizz sudah memasak semua menu kesukaan Arsha ia juga memasang lilin-lilin agar terlihat romantis. Ia sudah membersihkan diri berdandan cantik menunggu suaminya pulang. 2 jam Grizz menunggu Arsha pulang namun suaminya itu masih belum muncul juga, bahkan masakan yang ia buat sudah dingin lilin pun juga sudah hampir mati.




"Arsha terima kasih atas semua bantuanmu, Aku tidak tau apa yang akan terjadi pada Axel kalau tidak ada kamu" ucap Karin



"Sama-sama"



"Aku senang kamu tidak membenciku, Aku senang kamu juga tidak berubah masih sama seperti dulu" ucap Karin.



Arsha hanya diam tak menjawab pertanyaan Karin.



"Arsha bisakah kita seperti dulu lagi, Kita kembali bersama lagi Axel juga sepertinya menginginkanmu sebagai daddynya" ucap Karin.



Arsha seketika menoleh pada Karin menatap intens Karin yang tersenyum padanya tiba-tiba ingatan tentang Grizz muncul di pikirannya.



"Aku harus pulang sekarang" Arsha langsung berdiri meninggalkan Karin.



Saat tiba diapartemen Arsha mengerutkan kening melihat banyak makanan dimeja makan "Ada acara apa kenapa banyak makanan?" gumam Arsha kemudian melangkah menuju kamar untuk bertanya pada Grizz.

__ADS_1



*Ceklekk*



"Happy birthday to you,Happy birthday to you, Happy birthday, Happy birtday to you" Grizz mendekat kearah Arsha dengan membawa kue ulang tahun.



Arsha masih kaget dan menatap intens pada istrinya



"Berdoa dulu sebelum tiup lilin dulu kak" ucap Grizz dengan senyum manisnya.



Arsha kemudian menutup mata dan berdoa setelah itu Arsha meniup lilinnya.



"Selamat ulang tahun"



Arsha menatap intens terbesit rasa bersalah karena sudah seharian ini bersama dengan mantan kekasihnya tanpa ingat dengan istrinya dirumah yang sedang menunggunya. Arsha kemudian menarik Grizz kedalam pelukannya memeluknya dengan erat "Terima kasih dan maaf beberapa hari ini mengacuhkanmu" ucap Arsha lirih.



Setelah melepas pelukannya Grizz menarik Arsha untuk duduk di sofa. "Ini kado dari aku untuk kakak" Grizz menyerahkan sebuah kotak beludru warna navy dengan pita pada Arsha.



"Apa ini ?" tanya Arsha.



"Buka saja" ucap Arsha sambil tersenyum.



Belum sempat mengambilnya ponsel Arsha berdering.



"Halo"



"Arsha bisakah kamu kesini, Axel kembali menangis mencarimu aku sudah berusaha untuk menenangkannya tapi Axel tetap tidak mau diam" ucap Karin di sebrang sana.



"Baiklah aku kesana sekarang" ucap Arsha.



"Aku harus pergi sekarang ada urusan yang harus aku urus" ucap Arsha.



"Tapi kakak baru saja pulang"



"Maafkan aku, aku harus pergi kamu tidur duluan saja" ucap Arsha kemudian meninggalkan Grizz untuk kembali kerumah sakit.


__ADS_1


Grizz menatap kotak yang berada ditangannya ia kemudian menaruhnya di meja rias dwngan kue ulang tahun yang belum sempat Arsha potong.


__ADS_2