Grizella

Grizella
episode 21


__ADS_3

Menyingkirlah sialan !!" Aesha segera mendorong wanita itu hingga jatuh ke lantai


"Awww" wanita itu meringis. Namun wanita itu segera berdiri untuk mendekati Arsha lagi.


"Ayolah tuan aku tau anda kesepian, Biarkan aku menemanimu malam ini" ucap wanita itu duduk di samping Arsha dengan mengusap dada Arsha.


Arsha diam tak bergeming memejamkan matanya, kesadarannya mulai hilang.


Wanita itu mulai berani membuka kancing atas baju Arsha berusaha untuk melepas pakaian Arsha.


"Jangan berani menyentuhnya. Menyingkirlah, Jika kau melanjutkannya akan ku patahkan tanganmu itu"


Beruntung Bryan mengikuti mobil Arsha karena Bryan tau Arsha tidak akan langsung pulang ke apartemennya.


"Menyingkirlah" bryan menarik tangan wanita itu Argar menjauh dari Arsha. "Kau ini selalu membuatku susah, beruntung aku mengikutimu. Jika tidak sudah dipastikan kau akan jadi mangsa para j*lang yang haus d*sahan itu. Dan sekarang apa yang harus aku katakan pada istrimu jika kau pulang dengan keadaan seperti ini" gerutu Bryan sambil memasang kembali kancing baju Arsha yang sudah di lepas.


Bryan membawa Arsha keluar dari tempat itu. melajukan mobilnya ke apartemen Arsha.


Tiba di apartemen Bryan segeran menekan bell. Grizz membukakan pintu untuk mereka berdua disitu Bryan melihat jika mata Grizz bengkak sudah bisa Bryan pastikan jika Grizz lama menangis hingga matanya bengkak.


"Hahhh.. Dia pergi ke club lagi, Bawa saja dia ke kamarnya kak" Grizz menghela nafas saat melihat keadaan Arsha.


Bryan mengangguk mengantar Arsha ke kamarnya.


"Hahhhh" Bryan merenggangkan otot-ototnya, dia menjatuhkan Arsha di tempat tidur dengan kaki yang masih menjuntai ke lantai


"Kakak pulang saja biar aku yang mengurusnya" ucap Grizz sambil menaikkan kaki Arsha dan melepaskan sepatu juga kaos kaki yang dikenakan Arsha.


"Kalian sedang bertengkar" tanya Bryan.


Grizz menggeleng "Tidak. Hanya sedikit salah paham saja kak" ucap Grizz sambil tersenyum.


"Gadis ini pandai sekali menyembunyikan perasaannya" batin Bryan sambil terus menatap apa yang dilakukan Grizz pada Arsha.


"Kak boleh minta tolong ?" Grizz menoleh pada Bryan.


"Minta tolong apa ?" Bryan mengernyitkan dahinya.


"Bisa tolong gantikan pakaian kak Arsha dengan baju tidur agar kak Arsha lebih nyaman untuk istirahat" jawab Grizz, ia segera mengambil baju tidur Arsha di lemari dan menyerahkannya pada Bryan.

__ADS_1


"Kenapa bukan kamu saja. Kamu kan istrinya" ucap Bryan


Grizz tersenyum "Kakak saja ya, aku tunggu diluar jika sudah panggil aku" Grizz pergi keluar dari kamar.


"Arsha jika kau tidak jatuh cinta padanya kau itu benar-benar bodoh, lihatlah dia begitu perhatian padamu. Dan kau dengan gampangnya menyakiti hatinya dengan kata-kata burukmu itu. Jika saja dia mau padaku sudah dipastikan aku kan merebutnya darimu meski kau itu sahabatku" Bryan terus mengoceh sambil mengganti pakaian Arsha. Setelah selesai Bryan keluar dari kamar Arsha untuk menemui Grizz.


"Pakaian Arsha sudah aku ganti, badannya sedikit hangat tolong jaga dia, karena jika dia sakit dia akan berubah menjadi manja" ucap Bryan.


"Ya, kakak tenang saja aku akan menjaganya" jawab Grizz


"Baiklah, Aku pulang dulu" ucap Bryan


Grizz mengangguk.


"Grizz" panggil Bryan


"Ya ?"


"Tolong bersabar menghadapinya ya, dia sebenarnya tidak seperti itu hanya saja keadaan yang membuatnya menjadi pria dingin, angkuh dan arrogant" ucap Bryan


Griss tersenyum "Tentu saja, aku akan selalu bersabar menghadapinya"


Grizz pergi ke dapur mengambil handuk kecil juga air es untuk mengompres Arsha.


Tiba di kamar Arsha Grizz duduk disamping Arsha setelah meletakkan apa yang dibawanya ke atas nakas.


Grizz menyentuh dahi Arsha mengernyitkan "Kak Bryan bilang sedikit hangat tapi ini badannya sangat panas" Grizz segera mengompres Arsha dengan handuk yang sudah dibawanya. Grizz melakukannya berulang kali. Grizz hendak beranjak dari tempat duduknya pergi ke dapur untuk mengganti air es dengan yang baru namun tangannya di tahan


"Kak kenapa bangun tidur lagi saja"ucap Grizz lembut pada Arsha. Grizz seakan lupa jika Arsha sudah memaki-makinya.


"Mau kemana" ucap lirih Arsha bahkan matanya setengah terbuka


""Aku mau mengambil air es di dapur sebentar" ucap Grizz.


"Tidak usah. temani aku disini" ucap Arsha


"Aku hanya kedapur. sebentar saja ya"


"Ku mohon jangan pergi. Disini saja temani aku" ucap Arsha

__ADS_1


Grizz tertegun mendengar ucapan Arsha. Bukankah tadi Arsha memakinya menuduhnya yang tidak-tidak. Bahkan Arsha seperti sangat membencinya, Dan sekarang ? Arsha meminta Grizz untuk menemaninya.


Seketika Grizz ingat dengan ucapan Bryan yang mengatakan jika Arsha akan berubah menjadi manja.


"Baiklah aku akan menemani kakak" Grizz mengurungkan niatnya kembali duduk di kursi samping Arsha


"Sekarang kakak tidur lagi saja"


Arsha diam menatap Grizz kemudian ia menggeser tubuhnya sedikit "Kemari tidur disini" ucap Arsha


"Ap-apa ? T-tidak usah kak. Kakak sa-saja yang tidur aku akan menemanimu disini" ucap Grizz tergagap saat mendengar ucapan Arsha.


"Ini sudah lewat tengah malam kau juga butuh istirahat" Arsha menarik tangan Grizz agar bangun berpindah ke samping Arsha


Ragu-ragu Grizz bangun dan duduk di samping Arsha.


"Siapa yang menyuruhmu duduk. Aku menyuruhmu tidur disini cepat tidur" ucap Arsha


tubuh Grizz menegang Grizz menuruti permintaan Arsha untuk ikut tidur di sampingnya


Dengan tidak tahu malunya Arsha membawa Grizz untuk menghadap dirinya ia menjadikan lengan Grizz sebagai bantal merapatkan tubuhnya pada Grizz tangannya bergerak memeluk pinggang ramping Grizz ntah Arsha sadar atau tidak melakukan itu atau mungkin karena ia masih m*buk.


"Tolong elus kepalaku" ucap Arsha lirih.


Grizz diam tak bergeming tubuhnya kaku.


Arsha yang belum merasa ada pergerakan dari Grizz Arsha mengambil tangan Grizz dan meletakkannya di atas kepalanya.


"Elus kepalaku aku, Aku mau tidur sambil dielus" rengek Arsha.


Grizz kembali dibuat kaget dengan rengekan Arsha. meski begitu Grizz perlahan mulai mengelus rambut Arsha.


"Ya seperti itu" ucap Arsha pelan


Grizz hanya diam tak menjawab ucapan Arsha, tapi tangannya tetap bergerak mengelus rambut Arsha agar pria itu swgera terlelap dalam tidurnya. Dan benar saja Grizz mulai merasakan deru nafas yang teratur pertanda jika Arsha sudah nyenyak dalam tidurnya.


Menyadari itu Grizz menghentikan elusannya. Grizz masih bisa merasakan jika tubuh suaminya masih terasa panas. perlahan Grizz berusaha melepaskan pelukan Arsha berniat bangun untuk kembali mengambil air es dan kembali mengompres Arsha.


"Mau kemana, kenapa bangun, kenapa berhenti mengelus kepalaku" Arsha semakin mempererat pelukannya kala menyadari Grizz bersaha untuk bangun.

__ADS_1


"Ehhh.. Ti-tidak kak. Aku tidak akan kemana-kemana" jawab Grizz kembali menidurkan dirinya di samping Arsha.


__ADS_2