Grizella

Grizella
episode 45


__ADS_3

Tringg


Arsha segera membuka ponselnya saat ada notif pesan dari asistennya. Arsha melihat dengan serius salinan cctv yang dikirimkan Lee.


Arsha menghela nafas saat tau apa yang sebenarnya terjadi pada Grizz menatap Grizz yang masih setia memejamkan matanya berkelana dialam mimpinya.


Arsha berfikir jika dirinya memang sedikit berlebihan menyikapi apa yang terjadi namun Arsha tidak menyalahkan Karin yang mengirimkan foto pada Arsha. Mungkin saja Karin melihat pas saat Grizz dipeluk oleh pria asing begitu pikir Arsha.


Drttt.. Drttt.. Drttt..


Ponsel Arsha kembali berdering Arsha segera mengangkatnya saat tau yang menghubunginya adalah Karin.


"Halo"


"Halo Arsha, bisakah kau datang kerumah ? Axel sedang rewel ingin bertemu denganmu" ucap Karin disebrang sana.


Arsha menatap Grizz lama ia menimbang-nimbang apakah tidak apa-apa meninggalkan Grizz sendirian.


"Halo Arsha kau mendengarku?" ucap lagi Karin saat tidak mendapat jawaban dari Arsha.


"Daddy, daddy dimana ? Axel kangen daddy" ucap Axel dengan polosnya.


"Kau dengar kan Arsha. Axel daritadi mencarimu" ucap Karin.


"Hmm ya aku akan segera kesana" ucap Arsha.


Ceklek


"Maaf tuan saya akan memeriksa keadaan nona Grizz" ucap suster yang baru saja masuk keruangan Grizz.


Arsha mengangguk "Aku titip istriku sebentar. Aku harus pergi" ucap Arsha pada suster.


"Tentu tuan. Saya akan menjaga nona Grizz" ucap suster.


"Kalau ada apa-apa segera hubungi aku" ucap Arsha kemudian keluar meninggalkan ruangan Grizz.


Setelah melakukan pemeriksaan pada Grizz suster kembali keluar ruangan Grizz agar Grizz bisa istirahat.


Seketika Grizz membuka matanya. Sedari tadi Grizz memang tidak benar-benar tidur Grizz mendengar semua apa yang Arsha bicarakan.


Hatinya mencelos saat Arsha kembali lebih memilih bersama dengan anak dan mantan kekasihnya daripada dengan dirinya yang bahkan hampir saja keguguran.


Apakah memang tidak ada artinya Grizz bagi Arsha ? apakah Grizz memang tidak ada tempat dihati Arsha.


Air mata Grizz mengalir begitu saja ia merasa kalau memang dirinya seperti istri yang tidak diinginkan oleh suaminya apalagi saat kekasihnya kembali datang. sikap Arsha seketika berubah bahkan Arsha tidak lagi romantis seperti apa yang dijanjikan Arsha pada Grizz.


"Mommy bertahan demi kamu sayang" ucap Grizz dengan isakan kecil dan terus mengelus perutnya. Grizz merasa kali ini dia benar-benar sendiri tidak ada yang menyayanginya.


"Tuhan tolong kuatkan aku" ucap Grizz dengan mengusap wajahnya kasar.


Tiba-tiba Grizz teringat dengan mommy dan daddynya ia merasakan rindu yang teramat sangat pada kedua orang tuanya. Ingin rasanya ia pulang untuk melihat kedua orangtuanya meskipun dari kejauhan sebagai pengobat rindunya. Namun apalah daya Grizz tidak bisa dan tidak mempunyai keberanian melakukan apapun saat ini.


"Hiks.. Hiks.." Grizz kembali terisak.


"Sssshhh Awww" Grizz kembali meringis meremas perutnya dengan kuat Grizz kembali merasa nyeri yang teramat sangat.


"Awww tolong" gumam Grizz yang memejamkan matanya erat. Grizz berusaha untuk duduk tangan Grizz meraba-raba dinding berusaha menekan tombol darurat. Setelah mendapatkannya Grizz menekannya sampai berkali-kali.


"Aww sakittthh.. Hiks tolong" ucap Grizz lirih.

__ADS_1


Tak lama dokter yang menangani Grizz masuk dengan dua orang suster.


"Sakitth dokter tolong Hiks" ucap Grizz.


"Tenang nona Grizz" ucap dokter.


Suster yang tadi dimintai tolong oleh Arsha segera menghungi Arsha sampai berkali-kali namun tidak tersambung.


"Syukurlah" ucap Dokter.


Grizz kembali memejamkan matanya setelah mendapatkan suntikan penenang.



Arsha masih sibuk bermain dengan Axel dirumah Karin semua keinginan Axel sebisa mungkin Arsha menurutinya Arsha bahkan sudah benar-benar menganggap Axel seperti anaknya sendiri.



"Diminum dulu Arsha" ucap Karin dengan lembut yang memberikan secangkir teh di meja dekat Asha.



"Nanti saja" ucap Arsha.



"Terima kasih sudah mengizinkan Axel untuk memanggilmu daddy" ucap Karin.



"Hmm. Tidak masalah"




Arsha yang melihat Karin menangis menghampirinya dan duduk disamping Karin mengusap punggung Karin untuk menenangkannya.



"Hiks.. Kata dokter umur Axel tidak akan lama lagi, Sebisa mungkin aku akan membuatnya selalu bahagia dan tertawa sampai melupakan rasa sakitnya Hiks.. Aku akan menuruti semua kiinginannya bagaimanapun caranya aku akan berusaha memberikannya Hiks.. Aku tidak akan sanggup kehilangan Axel Arsha" Karin memeluk Arsha yang berada disampingnya.



Arsha yang mengira kalau saat ini Karin membutuhkan support darinya membalas pelukan Karin.



"Sudah tenang. Jangan nangis aku juga akan berusaha untuk membuat Axel bahagia" ucap Arsha yang masih mengelus punggung Karin.



"Hiks.. Aku tidak ingin kehilangan Axel Arsha. Hanya Axel yang membuatku semangat saat ini dia adalah penyemangatku" ucap Karin yang menenggelamkan wajahnya di dada bidang Arsha.



"Sabarr.. Kamu harus sabar" ucap Arsha.


__ADS_1


"Daddy" Axel menghampiri Arsha.



Arzha melepas pelukan Karin dan menganggatAxel yang sudah berada di depannya mendudukan Axel dipangkuannya. Sesekali Axel dan Arsha tertawa.



"*Anak ini mengganggu kesenangku saja*" gumam Karin dalam hati menatap sinis pada Axel dan menampilkan senyumnya.



"Kalian seperti keluarga saja kalau lagi bersama seperti ini" ucap mama Karin yang ikut bergabung duduk di sofa.



Arsha hanya tersenyum saat mendengar ucapan mama Karin.



"Axel sepertinya sangat menyukaimu Arsha" ucap mama Karin.



"Sepertinya begitu tante" jawab Arsha.



"Kenapa kalian tidak menikah saja kalian kan dulu saling mencintai meskipun terpisah lama pasti cinta itu masih ada diantara kalian berdua kan lagipula sepertinya Axel memang menginginkan Arsha untuk menjadi daddynya yang sesungguhnya" ucap mama Karin.



Karin hanya diam dan tersenyum di samping Arsha merapatkan diri pada Arsha.



Sementara Arsha seketika diam menatap mama Karin "Saya sudah menikah tante" ucap Arsha.



"Jadikan saja Karin istri keduamu lagipula pasti Karin tidak keberatan" ucap mama Karin dengan santai.



Arsha kaget saat mendengar ucapan mama Karin dengan gampangnya menyerahkan anaknya untuk dijadikan istri keduanya.



Dirumah sakit Grizz kembali sadar dan meminta pulang saat dokter datang memeriksanya.


"Dokter saya ingin pulang sekarang juga" Grizz tetap kekeh ingin pulang meskippun keadaannya belum pulih.


"Tapi nona anda harus bedress untuk beberapa hari kedepan" ucap Dokter.


"Aku bisa bedress dirumah dokter berikan saja aku vitamin dan penguat kandungan aku akan rutin meminumnya aku tidak betah disini aku pusing dan selalu ingin muntah kalau mencium bau obat" ucap Grizz.


Dokter menghela nafas saat Grizz tetap kekeh ingin pulang.


"Baiklah anda boleh pulang tapi dengan syarat anda harus benar-benar bedress total jangan melakukan apapun yang membayakan janin anda dan saya akan meresepkan obat untuk anda" ucap Dokter.

__ADS_1


Mata Grizz seketika berbinar saat diperbolehkan pulang. Grizz langsung berkemas dan pulang keapartemennya dengan naik taxi.


__ADS_2