Grizella

Grizella
episode 27


__ADS_3

"Tuan nona Marina ada dibawah memaksa bertemu dengan anda" ucap Asisten Lee saat di loby kantor tengah terjadi kegaduhan yang Marina buat.


"Suruh dia masuk" ucap Arsha tanpa menatap Lee.


Saat mendengar perintah dari Lee, Marina diperbolehkan menemui Arsha.


"Heh, Akan aku adukan pada Arsha perbuatan kalian padaku" ucap Marina angkuh.


"Memangnya kau siapanya tuan Arsha, sok-sokan mau mengadukan kami" ucap salah satu resepsionis.


"Aku calon istri Arsha" ucap Marina dengan sombongnya menuju ruangan Arsha.


Karyawan yang mendengar ucapan Marina tertawa geli.


"Arsha aku ingin kita melanjutkan kerjasama kita" ucap Marina manja menerobos masuk keruang Arsha tanpa mengetuk pintu.


"Beraninya kau masuk keruanganku tanpa mengetuk pintu memangnya kau siapa hah" bentak Arsha menatap nyalang pada Marina.


Marina bukannya takut justru semakin mendekat pada Arsha. "Ayolah Arsha jangan bersikap seperti ini padaku" Marina berdiri di belakang kursi Arsha menyentuh pundak Arsha memijitnya pelan berusaha menggoda Arsha.


"Beraninya tangan kotormu ini menyentuhku" Arsha mencengkram erat tangan Marina yang berani menyentuhnya.


"Aww.. Sstt.. S-sakit Ar-arsha lepaskan" Marian meringis saat pergelangan tangannya memerah saat cengkraman Arsha semakin erat.


"Hanya istriku yang boleh menyentuhku, Aku bisa saja sekejab mata membuat perusahaanmu itu bangkrut jadi jangan beraninya melawanku" ucap Arsha dengan penuh penekanan.


"LEE" teriakan Arsha menggema diruangannya.


"App-apa ? kau sudah menikah?" Marina kaget saat mendengar penuturan Arsha.


Lee yang mendengar teriakan tuannya segera menuju ruangan tuannya.


"Usir wanita ini jangan biarkan dia masuk lagi ke kantor ini" Arsha mendorong kuat Marina hingga jatuh tersungkur ke lantai.


"Baik tuan" Lee segera membantu Marina berdiri berusaha membawa Marina keluar dari ruangan Arsha.


"Tunggu, Arsha aku belum selesai berbicara" Marina meronta masih ingin berbicara dengan Arsha.


"Ayo nona jangan membuat keributan disini" ucap Lee yang menyeret Marina keluar dari ruangan Arsha.


"Dia siapa ?" tanya Bryan yang berpapasan dengan Lee yang tengah menyeret Marina.


"Dia tamu tuan Arsha tuan" ucap Lee.


Bryan hanya ber oh ria melanjutkan langkahnya memasuki ruangan Arsha.


"Lepaskan aku, aku bisa sendiri" ucap Marina.


Saat tiba di lobi kantor Lee melepaskan Marina "Tolong bawa keliar wanita ini dan ingat baik bak wajahnya jangan sampai dia masuk kesini lagi" ucap Lee pada satpam.


"Baik tuan".


"Aku bisa pergi sendiri" ucap Marina meninggalkan kantor Arsha.




Diapartemen Grizz baru saja bangun dari tidurnya. "Mmmhhhh.. Jam berapa ini ? " Grizz menggeliatkan badannya berusaha membuka matanya.



"Apaa ?? jam 9 ? Aku kesiangan pantas saja kak Arsha sudah tidak ada disini dia pasti sudah berangkat ke kantor pasti dia tidak sempat sarapan" Mata Grizz membulat sempurna saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi Grizz segera mengambil ponsel untuk menghubungi Arsha.



"Kakak" ucap Grizz saat panggillannya di jawab oleh Arsha.



"Ya sayang. Kau sudah bangun ?" Jawab Arsha di sebrang sana.



"Kenapa tidak membangunkanku. aku jadi tidak membuat sarapan untukmu" ucap Grizz.



"Aku tidak tega membangunkanmu aku tau kau pasti kelelahan. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan aku, aku sudah sarapan di kantor tadi." ucap Arsha.



"Maaf tidak menyiapkan sarapan untuk kakak tadi" ucap Grizz.



"Hey kenapa minta maaf, kamu tidak salah sayang" ucap Arsha.

__ADS_1



"Mm yaa" ucap Grizz.



"Apa kamu sibuk ? Apa kamu bisa datang ke kantorku nanti siang aku ingin makan siang masakanmu" ucap Arsha.



"Baiklah aku akan memasak untukmu, tapii" jawab Grizz dengan semangat.



"Tapi kenapa ?" tanya Arsha.



"Apa aku boleh datang ke kantormu ?"tanya balik Grizz dengan ragu-ragu.



"Tentu saja boleh" jawab Arsha.



"Mmm aku juga tidak tau kantor kakak dimana" ucap Grizz.



"Nanti aku akan mengirimkan alamat kantorku" ucap Arsha.



"Baiklah sudah dulu ya. Aku mau mandi dulu ya" ucap Grizz.



"Mandi ? Kenapa dimatikan bagaimana kalau kita video call saja. Kau pasti takut kan mandi sendiri jadi aku akan menemanimu"ucap Arsha menggoda Grizz.



"Kakak me\*\*\*m" ucap Grizz sedikit berteriak dengan pipi merona mendengar ucapan Arsha langsung mematikan sambungan telfon Arsha.




"Heyy kau mulai gila ya" ucap Bryan saat melihat Arsha tertawa.



Sementara Arsha tidak menanggapi ucapan Bryan dia masih terlalu fokus pada ponselnya.



"Kau sudah mulai mencintai Grizz kan, Yakan ngakuu, Tebakanku benar kan kau akan mulai mencintainya kurang dari 3 bulan bahkan ini kurang dari 2 bulan kau sudah mulai mencintainya" ucap Bryan.



"Ya kau benar sepertinya aku memang mulai menyukainya, Ntah kenapa bisa secepat ini" ucap Arsha sambil mengulum senyum.



"Kau habis belah duren kan ?, Makanya kau sudah sedikir menyadari tentang perasaanmu" tebak Bryan.



"Bagaimana kau bisa tau, kau memata-mataiku ? kau seperti cenayang saja" ucap Arsha segera menatap Bryan.



"Bahahahaha Jadi tebakanku benar ya. Kau habis belah duren ?" Ucap Bryan dengan tertawa terbahak-bahak karena tebakannya benar.



"Kau memata-mataiku ?" tanya Arsha lagi dengan memicingkan mata pada Bryan.



"Heyy aku hanya asal tebak saja. Ehh ternyata tebakanku tidak mleset" ucap Bryan yang masih dengan tawanya.



"Jadi bagaimana rasanya ?" tanya Bryan penasaran


__ADS_1


"Rasa apa ?" tanya Arsha.



"Rasa ituu" ucap Bryan



"Apa ?"



"Haishh kau ini pura-pura tidak tau ya" ucap Bryan kesal.



"Kalau bertanya itu yang jelas" ucap Arsha



"Rasanya belah duren bagaimana enak tidak ?" tanya Bryan lagi dengan menaik turunkan alisnya.



"Kau mau tau rasanya ?" tanya Arsha



Bryan mengangguk cepat.



"Segeralah menikah, nanti kau juga akan tau rasanya seperti apa" ucap Arsha tenang.



"Si\*lan kau !! Mau menikah dengan siapa pasangan saja aku tidak punya" jawab Bryan.



"Bersabarlah man, mungkin jodohmu masih belum lahir" ucap Arsha sambil menepuk pundak Bryan beberapa kali.



"Whatt !! Bisa-bisa aku sudah ubanan menunggu jodohku kalau dia masih belum lahir" ucap Bryan.



Arsha tergelak saat mendengar oenuturan sahabatnya itu. "Sudahlah ayo keruang meeting sebentar lagi meeting akan dimulai" ucap Arsha. Mereka berdua menuju ruang meeting.



Dirumah Grizz sudah siap ke kantor Arsha untuk membawakannya makan siang.



Grizz memakai dress selutut lengan pendek berwarna peach memoles make up senatural mungkin dengn rambut yang dibiarkan tergerai curly di bawahnya. Setelah dirasa siap Grizz segera menunu kantor Arsha.



Saat tiba di kantor Arsha Grizz menatap takjub pada gedung yang menjulang tinggi di depannya. ia segera masuk ke lobi kantor.



"Permisi mbak, saya mau ketemu kak Arsha" ucap Grizz pada salah satu resepsionis.



"Maksud anda pak Arsha Mahesa CEO Di kantor ini ?" Grizz mengangguk membenarkannya.



"Apa anda sudah membuat janji dengan tuan Arsha ?" Grizz kembali mengangguk.



"Anda siapanya Pak Arsha ?"



Grizz bingung untuk menjawab pertanyaannya pernikahannya masih dirahasiakan.



"Saya adiknya" jawab Grizz.


__ADS_1


"Bukankah pak Arsha anak tunggal di keluarganya. Anda mengaku-ngaku ya" resepsionis menatap curiga pada Grizz.


__ADS_2