Grizella

Grizella
episode 33


__ADS_3

DOORR...


"Eggghhh"


Seketika mata Arsha membulat saat percikan d*rah mengenai wajahnya.


"Sial !! Kenapa bisa mleset. Tapi tidak apa-apa setidaknya jika perempuan itu mati maka tidak ada lagi sainganku" ucap wanita itu dengan segera mencap gas pergi dari perkiran mall.


"S-sa-sayang" ucap Arsha tergagap seketika Arsha panik bingung saat melihat Grizz yang mendekapnya erat terkena tembakan di bahunya, Arsha semakin panik saat punggung Grizz d*rah terus saja mengalir hingga tangan Arsha merah.


Grizz mengerjapkan matanya beberapa kali, "Ka-kak tid-ak apa-apa ?" tanya Grizz terbata kesadarannya mulai sedikit menghilang.


"Heyy.. Jangan memikirkan aku, aku tidak apa-apa. Sudah jangan banyak bicara" dengan segera Arsha menggendong Grizz ke dalam mobil untuk membawanya kerumah sakit.


Tak lama mobil Arsha tiba dirumah sakit Arsha kembali menggendong Grizz yang sudah tidak sadarkan diri "Dok.. Dokter tolong" teriak Arsha.


"Ada apa ini" Dokter menghampiri Arsha.


"Tolong istri saya tertembak" Grizz langsung dibaringkan diatas brangkar dibawa ke UGD.


"Maaf tuan anda tidak boleh masuk, Mohon untuk tunggu disini" ucap suster sebelum menutup pintu UGD.


Arsha menunggu Grizz yang sedang ditangani dengan Gelisah. Arsha kemudian teringat sesuatu langsung menghubungi asistennya.


"Ya halo tuan" ucap Lee di sebrang sana.


"Lee istriku tertembak oleh seseorang saat diparkiran mall xxx, kau cari orang yang sudah menembak istriku dan bawa ke markas" ucap Arsha.


"Apa ? Lalu bagaimana keadaan anda dan istri anda tuan ?" tanya Lee.


"Aku tidak apa-apa, istriku masih ditangani dokter jadi belum tahu bagaimana keadaannya" ucap Arsha.


"Apa perlu saya kesana tuan ?"


"Tidak perlu kau lakukan saja apa perintahku"


"Baik tuan" Arsha kemudian mematikan panggilannya.


Arsha kembali duduk untuk menunggu Grizz.


Ceklek


"Dokter bagaimana keadaan istri saya?" tanya Arsha cepat saat melihat Dokter yang menangani Grizz keluar dari ruangan.


"Syukurlah istri anda tidak apa-apa, pelurunya juga sudah berhasil di keluarkan, beruntung pelurunya tidak menembus alat vitalnya. Saat ini istri anda belum sadar karena pengaruh bius sebentar lagi akan dipindahkan keruang rawat" ucap Dokter.


Arsha bernafas lega saat mendengar istrinya baik-baik saja. Tak lama Grizz keluar dengan para suster disampingnya menuju ruangan tempat Grizz akan dirawat.

__ADS_1


Arsha duduk tepat disamping Grizz menatap intens pada wanita yang sudah rela mengorbankan diri demi dirinya "Kenapa kau melakukannya, kenapa kau melakukan itu hanya demi aku, maafkan aku seharusnya aku yang melindungimu" ucap Arsha sambil mengelus pipi Grizz.


Drrtt.. Drtt.. Drrtt..


"Ya halo mah" jawab Arsha saat menjawab panggilan dari mamanya.


"Sayang kenapa belum sampai juga ?, katanya mau kesini ?" tanya mama Reta


Ya tadi Arsha sempat menghubungi mamanya jika Arsha dan Grizz akan ke kafe mamanya.


"Mah aku lagi di rumah sakit" ucap Arsha pelan.


"Apa ??? Kamu kenapa ? apa yang terjadi ?" Seketika mama Reta heboh di sebrang sana saat Arsha mengatakan jika ia berada dirumah sakit.


"Aku tidak apa-apa mah, tapi Grizz" jawab Arsha.


"Grizz ? ada apa dengannya" tanya mama Reta khawatir.


"Grizz tertembak tadi mah" ucap Arsha lirih.


"Apa ?? bagaimana bisa Arsha.. Kalian dirumah sakit mana ? mama kesana sekarang" ucap mama Reta.


"Di rumah sakit xxxx" ucap Arsha.


Arsha kemudian menaruh ponselnya diatas nakas saat panggilan berakhir.


"Sayang kau sudah sadar" ucap Arsha segera bagun mendekat pada Grizz mengelus rambut Grizz dengan sayang.


"Kakak ahhhh" Grizz merasakan nyeri teramat sangat dibagian punggungnya saat berusaha bangun.


"Heyy jangan banyak gerak dulu sayang punggungmu baru saja diobati" ucap Arsha lembut.


"Aku haus" ucap Grizz lirih.


"Sebentar aku ambilkan" Arsha segera mengambil gelas yang sudah tersedia diatas nakas membantu Grizz untuk minum.


"Arsha" panggil mama Reta yang tergesa masuk kedalam ruangan Grizz.


"Bagaimana keadaanmu sayang" tanya mama Reta.


"Aku tidak apa-apa mah" jawab Grizz berusaha tersenyum pada mama Reta agar tidak terlalu mengkhawatirkannya.


"Arsha bagaimana ini bisa terjadi ?" tanya mama Reta.


"Aku tidak tahu mah, kejadiannya begitu cepat" Arsha menceritakan kejadian yang menimpa mereka pada mama Reta.


"Siapa yang berani melakukan itu, apa kau memiliki musuh ?" tanya mama Reta.

__ADS_1


"Ntahlah ma, Tapi aku sudah menyuruh Lee untuk menyelidiki semua ini.


Mama Reta menoleh pada Grizz yang sudah kembali memejamkan matanya "Lagi-lagi kau menyelamatkan nyawa putraku nak" gumam mama Reta dalam hati.


Arsha dan mama Reta terus berbincang sampai Lee datang.


"Tuan, nyonya" Lee memberi hormat pada tuannya.


"Bagaimana ?" ucap Arsha dingin.


"Sudah ada di markas tuan" jawab Lee.


Arsha kemudian menyeringai "Mama aku titip Grizz dulu ya aku keluar sebentar" ucap Arsha.


"Kau mau kemana ? apa ini ada hubungannya dengan orang itu ?" tanya mama Reta.


Arsha kemudian mengangguk.


"Yasudah pergi sana, mama akan menjaga Grizz disini berikan dia hukuman yang setimpal karena sudah membahayakan nyawa orang" ucap mama Reta santai.


Arsha dan Lee kemudian keluar menuju markas dimana tempat wanita yang mencelakai istrinya berada.


Tiba ditujuan Arsha keluar dengan aura dinginnya. Arsha sedikit kaget saat melihat wanita yang sudah duduk terikat kaki dan tangannya dengan mulut yang sudah di lakban.


"Wah.. Wahh.. Wahh.. Aku tidak menyangka jika kau bisa senekad ini" Arsha bertepuk tangan mengeliling wanita itu.


"Ternyata peringatanku hanya dianggap angin belaka olehmu" Arsha menjambak rambut wanita itu hingga kepalanya ikut tersentak kebelakang.


Wanita itu hanya melirik Arsha dengan air mata yang sudah menggenang dipelupuk matanya.


"Ahhh" Arsha melepas lakban dimulutnya dengan kasar.


"Ar-arsha tolong maafkan aku" ucap wanita itu.


"Hahahaha.. Marina Marina meskipun kau bersujud di kakiku aku tidak akan melepaskanmu" ucap Arsha yang duuk santai didepan Marina.


Ya wanita itu adalah Marina ia masih menaruh dendam pada Arsha karena sudah menolak cinta dan mempermalukannya didepan umum hingga akhirnya ia berbuat nekad.


"Sebenarnya kau cantik juga, jadi hukuman apa yang pantas untuk wanita secantik kamu ini" ucap Arsha memegang dagu Marina.


Bagai angin segar Marina seketika merasa mendapat kesempatan dari Arsha yang memuji kecantikannya "Tinggalkan istrimu dan jadikan aku istrimu aku yakin aku bisa memuaskanmu dan melayanimu lebih dari perempuan j*lang itu" ucap Marina dengan tersenyum manis.


Seketika mata Arsha memerah saat mendengar istrinya dikatakan j*lang.


PLAKKK


Arsha menampar kuat pipi Marina hingga kepala Marina ikut menoleh kesamping "Beraninya kau mengatakan istriku sepertu kau yang j*lang sebenarnya" teriak Arsha.

__ADS_1


"Ahh" Marina merasakan pipinya panas bahkan ia merasakan jika sudut bibirnya mengeluarkan darah.


__ADS_2