
Setelah mendengar penjelasan dari Adel, Max terlihat saling pandang dengan Liliana keduanya sama-sama merasa bersalah karena sudah menuduh Grizz, Terutama Max. dia memandangi telapak tangannya yang digunakan untuk menampar Grizz tadi.
"Aku menamparnya, membentaknya karena kesalahan yang tidak dia perbuat. Ohh tuhan aku sangat berdosa bagaimana bisa aku melakukan semua itu," Batin Max
"Dad kita sudah salah sangka pada Grizz" ucap Liliana
"Ya kita menuduhnya tanpa mendengar penjelasan darinya" ucap Max
"Apa maksud mommy ? kalian menuduh kakak yang mendorongku begitu ? tanya Adel
"Daddy mengira bahwa kau jatuh kerena kakakmu, karena daddy melihat kakak berada tepat didepan tangga atas saat kau jatuh" ucap Max
"Astaga bagaimana bisa daddy berpikir seperti itu ? kakak sangat menyayangiku tidak mungkin dia melakukan hal buruk padaku. Aku jatuh murni karena kecerobohanku bukan karena kakak" ucap Adel
"Ya daddy bersalah pada Grizz, bahkan sangat besar kesalahan daddy padanya" ucap Max
"Apa maksudmu dad ?" tanya Liliana karena suaminya itu mengaku melakukan kesalahan besar pada Grizz
Max kemudian menceritakan semua apa yang di sampaikan Grizz dengan tangisan pilunya menyampaikan keinginannya untuk merayakan ulang tahunnya padanya saat diruang kerja.
Liliana yang mendengar penjelasan dari suaminya menangis tersedu. Liliana sekarang sadar bahwa selama ini dia telah mengabaikan putri sulungnya itu.
"Kita berdosa dad.. Hiks.. Hiks.. Kita gagal menjadi orang tua" tangis Liliana pecah.
Melihat istrinya menangis Max segera membawa istrinya kedalam pelukannya untuk menenangkannya. "Tenanglah.. Besok adalah hari ulang tahun Grizz bagaimana jika besok kita merayakannya saat makan malam dirumah ? sekalian kita meminta maad kepadanya karena perlakuan kita selama ini" ucap Max
"Aku setuju" ucap Adel
"Tapi bagaimana denganmu sayang, kau masih harus dirawat" ucap Liliana
Aku tidak apa-apa mom, Besok suruh saja bi inah untuk menemani aku disini" ucap Adel karena dirinya juga ikut merasa bersalah pada kakaknya
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu" ucap Liliana
"Kalau begitu daddy pulang dulu untuk mengambil perlengkapan kita disini, sekalian daddy ingin meminta maaf pada Grizz karena tadi daddy lepas kendali sampai menamparnya tadi" ucap Max pelan
"Apa ? daddy menampar kakak ? daddy ketelaluan. Yasudah cepat pulang sana, daddy harus meminta maaf pada kakak" ucap Adel.
"Yasudah, daddy pulang dulu" pamit Max melangkah pergi keluar ruangan
"Kamu tidur lagi saja kamu belum pulih del" ucap Liliana sambil menbenarkan selimutnya.
"Ya mom" Adel kembali memejamkan matanya.
Sementara Liliana duduk termenung menyesali semua perbuatannya pada Grizz yang tidak adil. bagaimana dia selalu mengabaikan Grizz dan selalu mengutamakan Adel.
~
~
"Papa.. Mama.." panggil Max
"Max kau darimana saja kenapa sepi sekali dirumah" ucap papa Max
"Aku dari rumah sakit pa, Adel dirawat karena jatuh dari tangga" ucap Max setelah duduk disamping mamanya.
"Lalu bagaimana keadaan Adel ?" tanya mama Max khawatir
"Tidak ada luka serius, hanya lecet sedikit dan perlu dirawat beberapa hari dirumah sakit" ucap Max
"Syukurlah jika tidak ada yang serius" icap mama Max
"Pantas saja dirumah sepi ternyata ada dirumah sakit semua" ucap papa Max
__ADS_1
Max mengerutkan dahi "Grizz dirumah pa tidak ikut kerumah sakit. Apa papa dan mama tidak menemuinya ?"
"Grizz tidak ada di kamarnya juga kosong" ucap mama Grizz
Seketika perasaan Max jadi gelisah takut-takut jika anaknya pergi meninggalkan rumah. Max beranjak dari duduknya segera pergi ke kamar Grizz untuk mengeceknya.
"Grizz sayang kamu dimana ?" panggil Max menyusuri setiap sudat kamar dan kamar mandi namun tidak menemukan Grizz. Namun matanya tertuju pada sebuah kertas diatas meja kemudian Max mengambilnya dan membukanya.
"For Daddy and Mommy ku tersayang..
Dad,Mom..
Grizz minta maaf jika Grizz punya banyak salah.. Apa kalian tahu ? Aku sangat menyayangi Adel, Tidak mungkin aku tega menyakiti adikku sendiri hanya karena aku iri padanya. Kalian tahu kenapa aku begitu menginginkan mom dan daddy meluangkan waktu bersama denganku itu karena aku sudah sangat merindukan kalian, ku pikir di hari ulang tahunku adalah kesempatan yang bagus untuk aku bisa berdekatan dengan kalian, kalian memang berada didekatku namun kalian sama sekali tidak dapat aku gapai jangankan untuk memeluk kalian berbicara saja kalian tidak ada waktu untukku, Aku ingin sekali saja berada diantara kalian mendapatkan pelukan hangat yang sama sekali belum pernah aku rasakan selama ini seperti anak-anak yang lainnya di luar sana. aku juga ingin mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari mommy dan daddy karena selama 17 tahun itu aku tidak pernah mendapatkannya. Aku sangat menyayangi kalian aku sama sekali tidak membenci kalian mungkin ini memang sudah garis takdirku seperti ini. Daddy dan mommy tidak perlu merasa bersalah aku pergi dulu ..
I LOVE YOU DADDY AND MOMMY"
Setelah membaca isi surat itu tangis Max pecahh ia tidak menyangka ternyata putri sulungnya begitu tersakiti karenanya. "Grizella putri daddy Hiks.. kenapa ? kenapa pergi ? maafkan daddy maafkan daddy sungguh daddy sanagt berdosa" racau Max setelah itu mata Max tertuju pada sebuah figora foto di meja belajar Grizz disana ada foto dirinya, Liliana, dan juga Adel dengan foto Grizz yang digunting di sematkan diantara foto itu. tangis Max semakin pecah diusapnya foto itu Max ingat bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki foto dengan Grizz. Max juga melihat buku gambar usang disitu, diambil dan dibukanya buku gambar itu dan gambar pertama yang ia lihat seperti foto keluarga ada sepasang perempuan dan laki-laki dan di tengahnya ada dua anak perempuan mereka saling berpegangan tangan. Hati Max terasa teriris melihat itu rasa penyesalan semakin dalam dihatinya. Max bangun segera bangun membuka pintu lemari Grizz dan benar saja di sana sudah tinggal beberapa helai saja.
"Kau pergi kemana Grizz ? aku harus mencarinya bagaimana jika terjadi sesuatu dengannya" gumam Max
Dengan segera Max menghubungi asistennya untuk mengerahkan anak buahnya untuk mencari Grizz. setelah menghungi asistennya Max segera keluar dari kamar Grizz untuk mencari Grizz.
"Max kau mau kemana ? Apa yang terjadi ?" tanya mama Max ketika melihat Max tergesa-gesa ingin keluar rumah.
"Aku ingin mencari Grizz. Dia pergi maa" ucap Max lirih.
"Ada apa kenapa bisa Grizz pergi" ucap papa Max
Max menghampiri mama dan papanya untuk menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.
"Ini semua salahku pa.." ucap Max.
__ADS_1
"Cepat jelaskan apa yang terjadi" ucap mama Max