Grizella

Grizella
episode 44


__ADS_3

"Aku penasaran bagaimana reaksi Arsha setelah melihat foto ini. Pasti dia sedang disiksa habis-habisan. Ahh sayang sekali aku tidak bisa melihatnya" gumam Karin yang sedang senyum senyum sendiri.


"Nona" seorang pria menghampiri Karin.


"Bagus. Aku suka kerjamu" ucap Karin pada pria yang berdiri disampingnya.


"Terima kasih nona" ucap pria itu.


"Ini ambillah" Karin menyerahkan amplop berisi segepok uang pada pria itu.


"Terima kasih nona. Lain kali kalau ada pekerjaan seperti ini hubungi saya lagi nona" ucap pria itu setelah menerima uang dari Karin dan meninggalkan Karin.




Arsha yang sudah mengisi perutnya duduk santai sambil menonton tv setelah beberapa lama Arsha menoleh ke arah pintu kamarnya yang sedari tadi masih tertutup rapat.



Akhirnya Arsha bangun berniat untuk membawakan makanan pada Grizz meskipun hatinya masih marah setelah melihat foto Grizz. Arsha membawa nampan menuju kamarnya.



Saat membuka pintu kening Arsha berkerut saat melihat ranjangnya kosong, mata Arsha melihat Grizz yang tengah tergeletak didepan kamar mandinya. Arsha hanya sedikit kaget saat melihatnya tanpa ada rasa khawatir Arsha mengira kalau Grizz pingsan mungkin karena kelelahan saat melayaninya.



Arsha menaruh nampan di atas nakas berjalan santai menghampiri Grizz. Saat akan menggendong Grizz Arsha melihat darah yang mengalir di paha Grizz. Arsha hanya menghela nafas saat melihatnya.



Arsha berpikir ini memang kesalahan Grizz dan bukan salah dirinya karena sudah berbuat kasar pada Grizz. Salah Grizz karena sudah membuatnya marah dengan berpelukan dengan orang lain.



Dengan segera Arsha menggendong Grizz untuk kerumah sakit.



"Dasar bod\*h !, kau mau membahayakan nyawa bayiku hah ?" maki Arsha pada Grizz yang tengah pingsan.



Arsha segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Setelah sampai Arsha segera menggedong Grizz. Dengan segera Grizz ditangani oleh dokter.



Arsha duduk dengan gelisah ia takut jika calon bayinya tidak selamat yang dia khawatirkan hanyalah calon bayinya Grizz sama sekali tidak ada difikirannya.



"Aku akan sangat membencimu kalau sampai calon bayiku tidak selamat" gumam Arsha.



Arsha sengaja tidak memberitahu mamanya. Kalau dia memberitahu mamanya sudah pasti dirinya yang akan disalahkan dan akan terus membela Grizz.



Setelah menunggu beberapa lama akhirnya dokter yang menangani Grizz keluar.



"Bagaimana apa calon bayiku selamat ?" tanya Arsha saat melihat dokter keluar.


__ADS_1


"Apa anda suami nona Grizz ?" tanya dokter.



Arsha menganggukkan kepalanya.



"Baiklah mari ikut saya. saya akan menjelaskan semuanya diruangan saya" ucap dokter.



Arsha mengikuti dokter menuju ruangannya.



"Apa terjadi sesuatu dokter ?" tanya Arsha to the point saat sampai diruangan dokternya.



"Begini sebelumnya saya ingin menanyakan sesuatu yang pribadi. Apa anda baru saja melakukan hubungan suami istri ?" tanya sang dokter.



Arsha diam beberapa saat sebelum menjawab dan kemudian menganggukkan kepalanya.



"Begini mungkin anda melakukannya terlalu kasar dan sedikit memaksa hingga mengakibatkan istri anda mengalami pendarahan beruntung janin yang didalam kandungan istri anda masih bisa diselamatkan. karena sesikit saja terlambat mungkin nona Grizz sudah keguguran" ucap sang dokter.



Arsha yang mendengar penjelasan dari dokter menghela nafas lega. Arsha juga merasa sedikit frustasi mengusap wajahnya kasar karena hampir saja kehilangan calon banyinya.




Saat membuka pintu Arsha melihat Grizz sudah sadar dan mengelus perutnya yang masih rata. Arsha menatap datar Grizz dan duduk di samping Grizz.



Grizz berpaling kearah lain saat Arsha datang ia masih kecewa pada suaminya yang memperlakukan dirinya seenaknya.



"Kalau saja kau tidak membuatku marah mungkin semua ini tidak akan terjadi" ucap Arsha.



Seketika Grizz menoleh memberanikan diri menatap Arsha "Ini semua terjadi karena kakak. Aku hampir kehilangan bayiku karena kamu melakukannya seperti orang kesetanan. Bahkan kamu tidak memperdulikan aku yang memohon padamu untuk berhenti" Balas Grizz dengan mata yang sudah berkaca-kaca.



"Aku tidak akan melakukan itu kalau saja kau tidak bermain api dibelakangku" ucap Arsha.



"Bermain api ? apa maksud kakak ? kakak menuduhku selingkuh ?" tanya Grizz.



"Aku tidak menuduhmu. Aku punya bukti kalau kau memang bermain dibelakangku"



"Mana ? mana buktinya kalau aku memang selingkuh aku mau lihat" pinta Grizz.

__ADS_1



"Untuk apa aku memperlihatkannya kamu juga pasti akan mengelaknya" ucap Arsha.



"Tentu saja aku memang mengelak. Karena aku memang tidak selingkuh dibelakangmu"



"Aku sudah berkali-kali memperingatkanmu jangan sekali-kali kamu dekat dengan pria lain saat aku mengizinkanmu kuliah. Dan sekarang berani sekali kau berpelukan dengan orang lain dibelakangku" ucap Arsha.



Grizz diam untuk memahami semua yang dikatakan Arsha. Seketika Grizz tersenyum getir saat menyadari siapa yang dimaksud oleh Arsha.



"Siapa yang mengirim foto padamu dan memberi informasi padamu ? Kamu seharusnya bertanya baik-baik padaku dan mendengar penjelasan dariku. Kakak adalah seorang CEO sudah pasti kepintaranmu itu diatas rata-rata, dan sekarang kenapa kamu begitu bod\*oh langsung percaya dengan seorang yang memberimu informasi palsu seperti ini yang akhirnya hampir saja membuat kehilangan calon bayiku karena perbuatan aroganmu" ucap Grizz lantang.



"Beraninya kau mengatakan aku bod\*h" ucap Arsha.



"Kenapa ? kau memang CEO bod\*h yang pernah aku temui. Kalau kau memang pintar kenapa kamu tidak menyelidikinya terlebih dulu agar tau keberannya seperti apa. Bukan malah menelan mentah-mentah berita yang belum tau keberannya seperti apa. Dan lihat gara-gara kakak kita hampir saja kehilangannya" ucap Grizz dengan berani.



Arsha diam setelah mendengar perkataan Grizz.



"Dia hanya orang yang bertanya alamat tadi padaku saat aku akan pergi tiba-tiba dia menarik tanganku dengan kuat sampai aku hampir saja jatuh dan tiba-tiba saja dia memelukku kalau tidak mungkin aku akan jatuh tadi. Kalau kamu masih tidak percaya kamu bisa menanyakan kebenarannya pada Aira. Aku bersamanya tadi atau tidak kamu bisa mengecek cctv di kafe itu" ucap Grizz lagi. Setelah mengatakan itu Grizz berbalik memunggungi Arsha.



Arsha diam menatap Grizz "*Benar juga. Kenapa aku tidak mengecek keberannya dulu*" batin Arsha.



Arsha mengusap wajahnya kasar kemudian pergi meninggalkan Grizz. Arsha duduk diruang tunggu di depan kamar Grizz menutup wajahnya dengan kedua tangannya.



Arsha kemudian membuka ponselnya melihat lagi foto-foto Grizz yang tadi dikirim oleh Karin padanya.



"Apa Karin mengirimku ini hanya untuk membuatku cemburu pada Grizz ?" gumam Arsha sambil terus menatap foto Grizz.



"Tapi tidak mungkin Karin melakukan hal seperti itu, Aku mengenalnya dengan baik sangat tidak mungkin" ucap Arsha.



"Arrgghhhh" Arsha langsung menghubungi Lee.



"Halo tuan"



"Cek cctv di depan kafe xxx hari ini aku ingin tau apa yang terjadi pada Grizz. Kirim salinan cctvnya padaku secepatnya" ucap Arsha.

__ADS_1


__ADS_2