Grizella

Grizella
epiaode 48


__ADS_3

"Kak Arsha tolong bawa aku kerumah sakit, Aku takut calon bayi kita kenapa-kenapa" ucap Grizz lirih dengan ringisan menahan sakit menatap Arsha dengan penuh pengharapan.


Darren yang berada disamping Grizz hanya diam menatap iba pada Grizz yang sudah mengemis belas kasih pada suaminya sendiri.


Sementara Arsha diam mematung menatap Grizz.


"Ini tidak bisa dibiarkan, Arsha tidak boleh membantu wanita si*lan itu" gumam Karin dalam hati.


Karin yang melihat Axel hidungnya kembali mengeluarkan darah segera memanfaatkan keadaan itu.


"Arsha, Axel Arsha ayo cepat kita bawa kerumah sakit hiks" Karin memaksa Arsha untuk membawa Axel kerumah sakit.


"Kak Arsha, Kau lebih mementingkan ank orang lain dari pada keselamatan bayimu sendiri darah dagingmu sendiri ssshhh" ucap Grizz pelan. tangisnya luruh sudah saat melihat Arsha lebih memilih mendekati Axel daripada dirinya.


Arsha yang melihat Axel dengan wajah pucatnya berniat menghampiri Axel namun langkahnya terhenti saat Grizz kembali memanggilnya.


"Heyy.. Kau yakin kalau anak itu adalah anak Arsha. Bukankah kau sering keluar masuk hotel dengan pria yang berada disampingmu itu bahkan Arsha sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri saat kau keluar dari hotel dengan pria itu" ucap Karin.


Arsha yang mendengar itu kembali mengingat dimana Grizz dan Darren keluar dari hotel seketika Arsha mengepalkan tangannya.


Arsha berjalan kearah Axel dan menggendongnya tanpa menoleh pada Grizz.


"Kak, kamu percaya dengan apa yang dikatakan wanita itu ? kau meragukan kalau bayi ini bukan anakmu ? Baiklah cukup sampai disini, aku memang ti- ssshh Awww.. Aku memang tidak pernah memiliki tempat dihatimu, meskipun aku menjelaskan apa yang terjadi kamu tidak akan percaya bukan kau lebih mempercayai wanita yang penuh dusta itu. Kau tidak perlu mengakui anak ini jika kamu meragukannya. Aku akan pergi dari hidupmu. Terima kasih atas semuanya Ssshhh" Grizz sudah tidak sanggup lagi hidup dengan pria yang sama sekali tidak mempercayai dan menganggapnya ada.


"Darahh.. Grizz kita kerumah sakit sekarang oke" Darren tersentak kaget saat melihat darah yang mengalir di sela paha Grizz.


Grizz mengangguk pelan meremat kuat genggaman Darren "Ya kak. Tolong antar aku kerumah sakit" ucap Grizz pelan bahkan hampir tidak terdengar.


Dengan segera Darren menggendong Grizz untuk dibawa kerumah sakit.


"Aku harap setelah ini kamu tidak akan merasakan penyesalan atas apa yang kamu lakukan padanya dan jangan datang padanya saat kau merasakan penuesalan itu" ucap Darren dingin pada Arsha kemudian meninggalkan Arsha untuk membawa Grizz kerumah sakit.


Arsha tertegun saat mendengar penuturan terakhir dari Grizz dan Darren.


"Sudahlah Arsha jangan dipikirnya dia yang akan menyesal karena telah menghianatimu. Sebaiknya kita segera bawa Axel kerumah sakit" ucap Karin. Arsha segera membawa Axel kerumah sakit.




"Dokter tolong" teriak Darren saat sampai dirumah sakit.



Dengan segera suster datang dengan sebuah brankar Grizz dibaringkan di atas brankar dan segera di bawa ke icu dengan Darren yang selalu berada disampingnya.



"Maaf anda tidak boleh masuk" larang suster saat Darren hendak ikut masuk kedalam ruangan.



Darren terpaksa menunggu diluar dengan rasa khawatirnya.



"Anda suami pasien ?" tanya Dokter saat keluar setelah menangani Grizz.



"Bukan dokter saya temannya. Bagaimana keadaannya ?" tanya Darren.



"Dimana suami dan keluarganya ?, kami harus melakukan tindakan. bayinya harus segera dikeluarkan kita harus melakukan operasi caesar jika tidak maka bayinya tidak akan tertolong" ucap dokter itu.

__ADS_1



"Tolong lakukan apapun yang terbaik untuk keduanya dokter" Darren menatap sendu pada sang dokter.



"Kami memerlukan persetujuan dan tanda tangan dari keluarganya untuk melakukan tidakan ini" ucap Dokter.



Darren mengusap wajahnya kasar tidak mungkin ia menghubungi Arsha. Kemudian Darren mengingat mama Reta dengan segera Darren menghubungi mama Reta.



"Halo nak Darrren ada apa ?" tanya mama Reta di sebrang sana.



"Tante. Tante Grizz masuk rumah sakit apa tante bisa kesini sekarang karena Grizz harus melakukan operasi dan itu butuh persetujuan dari keluarganya" ucap Darren to the point.



"APA ?? Bagaimana bisa Grizz masuk rumah sakit. Baiklah tante kesana kesana sekarang dirumah sakit mana kalian sekarang ?"



"Dirumah sakit xxxx tante" ucap Darren.



Setelah menunggu beberapa saat mama Reta datang dengan tergesa menghampiri Darren.



"Darren apa yang terjadi dengan menantuku kenapa bisa dia masuk rumah sakit swperti ini. Lalu bagaimana dengan kandungannya ?" tanya mama Reta.




Setelah mendapat persetujuan dari mama Reta akhirnya Grizz langsung dioperasi caesar untuk menyelamatkan bayinya.



Mama Reta duduk dengan Darren menggu operasi Grizz selesai. Darren menceritakan semua apa yang terjadi sampai membuat Grizz seperti itu.



Mama Reta tersentak kaget saat mendengar penjelasan dari Darren ia tidak percaya jika putra kesayangannya bisa berlaku seperti itu "Wanita si\*lan itu kembali dan sekarang berusaha membuat rumah tangga putraku hancur. Aku tidak akan membiarkan semua ini terjadi. Beraninya dia menganggu kehidupan putraku lagi" mama Reta mengeraskan rahangnya saat mengingat Karin.



"Cari dimana Arsha berada segera" ucap mama Reta pada seseorang ditelfonnya. Mama Reta menutup telfonnya tanpa menunggu jawaban dari orang di sebrang sana.



Dengan segera mama Reta menelfon orang kepercayaannya untuk melacak keberadaan Arsha.



Setelah menunggu beberapa lama Akhirnya lampu operasi padam menandakan operasi sudah selesai tak lama dokter keluar dari ruang operasi.



"Bagaimana dokter ?" tanya mama Reta.

__ADS_1



"Syukurlah bayinya selamat tapi perlu perawatan intensif karena lahir prematur" ucap Dokter dan itu membuat mama Reta bernafas lega.



"Lalu bagaimana dengan kondisi ibunya ?" tanya mama Reta.



Dokter diam sejenak dan menghela nafasnya sebelum menjawab "Pasien mengalami pendarahan hebat saat operasi tadi saat ini kondisi pasien kritis" ucap dokter.



Seketika tangis mama Reta pecah saat mendengar kalau Grizz kritis mama Reta merasa bersalah atas apa yang menimpa Grizz dan itu semua juga karena kelakuan putranya. Sudah melahirkan tanpa didampingi suaminya dan sekarang kondisinya kritis.



"Apa disini ada yang bernama Darren ? pasien ingin bertemu dengannya katanya" ucap Dokter.



"Saya Darren" ucap Darren.



"Mari ikut saya masuk" ucap dokter dan Darren mengekor di belakangnya.



Saat masuk disitu Darren melihat Grizz terbaring lemah dengan mata berkaca-kaca menatap Darren.



"Kak Darren" panggil Grizz lirih.



"Ya ini aku" ucap Darren menggenggam tangan Grizz.



"Terima kasih" ucap Grizz.



"Ssttt.. Jangan banyak bicara dulu kau harus banyak istirahat agar cepat sembuh apa kau tidak ingin melihat bayimu" ucap Darren dengan mata berkaca-kaca hatinya sakit saat melihat kondisi wanita yang dicintainya lemah seperti itu.



"Boleh Grizz minta tolong ?" tanya Grizz.



"Tentu. Katakan apa yang kamu inginkan ?"



"Boleh aku minta tolong hubungi kedua orang tuaku di negara x aku ingin bertemu dengan mereka aku merindukan mereka" ucap Grizz dengan terisak.



"Ya. Tentu aku akan menghubungi mereka tapi kamu harus sembuh okey" jawab Darren.


__ADS_1


Grizz mengangguk "Nomor ponsel orang tuaku ada di apartemen di laci meja rias kakak bisa meminta mama Reta untuk mengantar kakak" Setelah mengatakan itu Grizz merasakan sesak pada dadanya dan tak lama Grizz tidak sadarkan diri.


__ADS_2