
"Kakak" Grizz meringsek mendekat berusaha memeluk tubuh Arsha yang baru saja ikut berbaring di sampingnya. Rasa rindu yang Grizz rasakan sudah tidak tertahankan lagi mengingat sejak ia hamil Arsha memang semakin hari seperti semakin menjauh darinya.
Istri mana yang tidak merindukan sentuhan suami yang selama berbulan-bulan tidak Grizz dapatkan dari Arsha. Grizz juga manusia biasa ia juga ingin mendapatkan perhatian dari sang suami bahkan ia juga begitu menginginkan pelukan hangat dari suaminya.
"Menjauhlah sedikit aku gerah" Arsha melepaskan belitan tangan Grizz yang melingkar di pinggangnnya.
Saat Arsha bersama dengan Grizz ia selalu teringat tentang dimana ia melihat Grizz yang baru saja keluar dari hotel bersama dengan laki-laki lain dan itu membuat Arsha semakin enggan nuntuk berdekatan dengan Grizz meskipun Grizz tengah mengandung buah hatinya. Ia merasa kalau Grizz telah menghianatinya.
Arsha baru saja pulang ke apartemennya lewat tengah malam dan Grizz menunggu Arsha pulang meskipun rasa kantuk sangat dirasanya karena Grizz ingin sekali bermanja dengan suaminya.
Saat mendapat penolakan dari Arsha membuat Grizz merasa dirinya memang tidak diinginkan oleh Arsha. Akhirnya Grizz sedikit menjauh dari tubuh Arsha setelah mendapat penolakan dari suaminya. Grizz tidur memunggungi Arsha mengelus perutnya yang sudah membuncit dengan berderai air mata.
Drrt.. Drrtt.. Drrtt..
Pagi hari ponsel Arsha terus berdering sedangkan Arsha berada dikamar mandi. Grizz yang mendengarnya mendekat berniat untuk melihat siapa yang menelfon suaminya sepagi ini.
"Kak ponselmu terus berdering dari tadi mungkin ada yang penting" ucap Grizz sedikit berteriak agar suaranya di dengar oleh Arsha namun Grizz tidak mendapat jawaban dari Arsha.
Grizz berinisiatif mengambil ponsel Arsha untuk mengangkatnya siapa tau ada hal penting yang harus di sampaikan kepada Arsha. Setelah melihat siapa yang menelfon suaminya hatinya sedikit merasa ngilu saat rau ternyata mantan kekasih suaminya lah yang menghunginya. Grizz segera mengangkatnya.
"Halo Arsha apa kau sudah di jalan Axel sudah siap dari tadi dia menagih janjimu untuk jalan-jalan ke kebun binatang hari ini" ucap Karin di sebrang sana.
Grizz diam tak menjawab hanya mendengarkan apa yang di katakan oleh Karin.
"Halo Arsha"
"Arsha"
"Arsha apa kau mendengarku" ucap Karin terus menerus karena tidak mendapat jawaban dari Arsha.
Tiba-tiba ponsel yang di pegangnya dirampas secara kasar oleh Arsha.
"Jangan sembarangan menyentuh barang milik orang lain" ucap Arsha dingin dengan penuh penekanan pada Grizz.
Degg!!
__ADS_1
"Apa ? orang lain, apa selama ini kak Arsha menganggapku orang lain ? aku bahkan istrinya" gumam Grizz dalam hati, Grizz menatap Arsha dengan tatapan sendu menandakan kalau ia kecewa pada Arsha. Grizz berbalik berlari meninggalkan Arsha tanpa berkata sepatah katapun sementara Arsha hanya menatap datar kepergian Grizz.
Grizz keluar apartemen berjalan kaki menuju taman didekat apartemennya. Grizz duduk sendiri dibangku kosong air matanya jatuh mengalir tanpa dapat dia cegah.
"Hiks.. Hiks.. Kenapa sesakit ini" isak Grizz.
Lama menangis sendiri Grizz sedikit kaget saat ada seseorang yang mengulurkan sapu tangan padanya. Seketika Grizz mwnoleh melihat siapa yang pemilik sapu tangan itu.
"Kak Darren" gumam Grizz pelan.
Darren tersenyum dan duduk di samping Grizz.
"Ck. Kamu bukan anak kecil lagi kenapa kamu begitu cengeng. Kau akan bertambah jelek kalau terus menerus menangis" ucap Darren untuk menggoda Grizz agar berhenti menangis.
Grizz mengapus air matanya kasar saat mendengar ucapan Darren.
"Hapus pakai ini" Darren kembali memberikan sapu tangannya pada Grizz.
"Tidak usah" jawab Grizz ketus.
Disebrang jalan taman tampak mobil Arsha yang bergenti Arsha menatap tajam kedua orang beda jenis yang tengah duduk berdua di bangku taman.
"Ck. ternyata keluar hanya untuk menemui kekasih gelapnya. Dasar murahan" gumam Arsha setelah itu Arsha kembali melajukan mobilnya meninggalkan taman.
Darren mengajak Grizz ke kafe untuk membuat mood bumil itu kembali membaik meskipun Grizz menolak keras ajakannya tadi namun Darren tidak pantang menyerah dan akhirnya Grizz yang mengalah ikut dengan Darren menuju kafe.
Mata Grizz berbinar saat melihat banyak ice cream didepannya dengan segera Grizz melahapnya Darren yang melihat itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Grizz yang begitu semangat memakan ice cream yang dipesannya.
"Pelan-pelan saja tidak akan ada yang mengambilnya" ucap Darren sambil terkekeh karena gemas pada Grizz.
Grizz tidak menanggapi apa yang diucapkan Darren ia hanya fokus pada ice creamnya.
"Wah wah wah.. Lihat siapa ini, bukankah wanita ini adalah seorang istri lalu bagaimana bisa berduaan dengan seorang pria lain yang bukan suaminya" ucap wanita di belakang Grizz dan Darren.
Grizz yang merasa tak asing dengan suara itu segera menoleh kebelakang dan benar saja wanita itu adalah Karin dan Arsha yang menggandeng Axel.
__ADS_1
"K-kak Ar-Arsha" ucap Grizz terbata saat melihat suaminya yang menatap tajam padanya.
"Kak a-aku bisa jelaskan ini tidak seperti yang ka--" ucapan Grizz terpotong lebih dulu oleh Arsha.
"Apa ? jelaskan apa ? Ck dasar mur*han sudah bersuami masih saja jalan dengan pria lain" uap Arsha datar.
Hati Grizz berdenyut nyeri saat suaminya sendiri mengatakan kalau dirinya adalah perempuan murahan.
"Kenapa kau marah saat melihat istrimu dengan pria lain, apa kau tidak berkaca pada dirimu sendiri" ucap Darren santai.
"Tutup mulut kotormu itu jangan ikut campur urusan orang lain, Dan kau apa kau tidak laku sampai harus istri orang yang kau dekati" ucap Arsha dingin.
"Ck. memangnya kenapa kalau istri orang. Kalau dalam rumah tangganya saja tidak mendapat kebahagiaan tidak ada salahnya aku merebutnya" ucap Darren yang masih dengan tenangnnya.
Mendengar menuturan Darren membuat emosi Arsha seketika diubun-ubun Arsha maju dan
Bughhh
Bogeman mendah dari Arsha mendarat dengan sempurna di pipi Darren. Darren tertawa saat merasa bibirnya robek akibat bogeman dari Arsha.
Bughh
Darren membalas Arsha. Axel berlari mendekati Arsha saat melihat Arsha terkena pukulan Darren.
"Jangan pukul daddy, jangan pukul daddy Axel" Axel memukul-mukul kaki Darren yang saat itu tangan Darren mencengkram krah kemeja Arsha. Hingga tanpa sengaja Axel terpental saat Darren hendak kembali memukul Arsha.
"Axel" teriak Karin saat melihat Axel terpental Karin membawa Axel menjauh dari Darren dan Arsha. Karin menatap nyalang pada Grizz dengan sedikit tergesa Karin menghampiri Grizz dan
Brukkkh
Karin mendorong kuat tubuh Grizz sampai perut Grizz membentur kursi. "Wanita si*lan, gara-gara kau Axel dan Arsha terluka"
Grizz terbelalak "Akkkhh perutku" seketika Grizz merasakan nyeri yang hebat di bagian perutnya.
"Akhh tolong hiks.. Sakit" isak Grizz.
__ADS_1
Darren yang sadar apa yang terjadi pada Grizz seketika menghampiri Grizz.