Grizella

Grizella
episode 13


__ADS_3

"Bi bagaimana Grizz jika di sekolah apakah dia nakal ? apa dia memiliki teman yang banyak?" tanya Liliana pada bi Inah


"Nona Grizz tidak banyak memiliki teman di sekolahnya nyonya, Nona Grizz lebih sering menyendiri" ucap bi Inah.


"Apa ? kenapa dia suka menyendiri seperti itu ?" tanya Liliana.


"Karena setiap teman nona Grizz selalu berkata Jika nona Grizz itu tidak memiliki seorang ibu dan itu membuat nona Grizz marah karena setiap ada acara sekolah selalu saya yang mewakilkan nyonya" ucap bi Inah


"A-apa? jadi seperti itu Grizz di sekolahnya" Liliana mulai terisak.


bi Inah mengangguk lalu bi Inah mengambil ponselnya di saku kemudian menunjukkan sebuah video saat Grizz bernyanyi saat hari ibu. "Ini adalah nona Grizz saat tambil acara hari ibu 10 tahun lalu nyonya"


Liliana Segera melihat apa yang di tunjukkan oleh bi Inah seketika tangisnya pecah melihat bagaimana Grizz ekspresi Grizz yang begitu mendalami lagu yang di nyanyikannya.


"Tuhan.. Aku memang benar-benar orang tua yang kejam aku telah membuat anakku sendiri haus akan kasih sayang" batin Liliana. menatap lekat wajah polos Grizz saat masih kecil itu. Ia tidak melihat hingga akhir karena tidak sanggup melihatnya.


Rasa rindu dan penyesalan besatu padu di dalam hati Liliana. Sudah melakukan pencarian namun belum ada hasil Grizz hilang bak di telan bumi.


...●●●●●●●●●...


Di sebuah gedung pencakar langit tampak seorang pria tengah duduk memejamkan mata sambil memiji pelipisnya di ruangan pribadinya. Ya dia Arsha kini ia bingung dengan keputusan yang ia ambil apakah sudah benar dengan menyutujui permintaan mamanya untuk menikah dengan perempuan pilihan mamanya itu.


"Woyy.. kenapa tu muka kusut amat masih pagi juga" ucap Bryan


Bryan Derrick Damian dia adalah putra dari salah satu seorang pengusaha terbesar juga. Namun Bryn lebih memilih untuk bekerja di persusahaan Arsha karena sebuah problem di keluarganya, Bryan juga sahabat karib Arsha dari masa kuliah.


Arsha yang melihat pintunya terbuka lebar dan ada seseorang yang masuk dengan langkah gontai tanpa rasa bersalah sedikitpun karena masuk tanpa ijin dari atasannya itu. Arsha menatap tajam pada pria itu tanpa menjawab pertanyaannya. ingin marah namun ia sudah terbiasa dengan sikap sahabatnya itu.

__ADS_1


" kenapa broo ?" tanya lagi Bryan pada Arsha karena tidak mendapat jawaban.


"Hahh... mama memintaku nikah sama perempuan pulihannya" ucap Arsha pelan


"Hahahaha maksudnya kamu di jodohin gitu? terus gimana mau ?" ucap Bryan yang tak percaya dengan ucapan Arsha


"Ya. kamu tau sendiri kan aku paling gak bisa liat nyokap nangis sedih begitu" ucap Arsha.


"Mungkin tante ingin yang terbaik buat kamu, kamu satu-satunya yang berharga buat tante. jadi dia ingin yang terbaik buat kamu bro. jadi lu coba jalani aja dulu pernikahan itu. daripada kamu nungguin si karin yang ntah kapan dia balik. kalo dia balik kesini kalo nggak ? lah kamu bakalan jadi perjaka tua gegara nungguin dia. mengingat umur kamu yang udah hampir 30" ucap Bryan. Bryan juga tidak suka sahabatnya itu berhubungan dengan karin karena ia tahu tujuan karin menjadi kekasih Arsha. Jadi ia mendukung jika mama Reta menjodohkan Arsha dengan perempuan pilihan mama Reta, bryan yakin jika pilihan mama Reta tidak akan salah.


"Hmmm ya" ucap Arsha sambil menganggukan kepalanya.


Kini tepat 1 bulan setelah acara mama Reta meminta Grizz untuk menjadi menantunya. Setelah Grizz memikirkan semuanya dan pertimbangan yang ia lakukan selama 1 bulan ini akhirnya Grizz menyetujuinya.


Tepat hari ini, hari bahagia mereka berdua Arsha dan Grizella yang akan mengikrarkan janji suci mereka. mereka berdua memang sengaja tidak di pertemukan oleh mama Reta sebelum hari H. Dan akhirnya kini mereka berdua sudah sah menjadi suami istri.


Pernikahan diadakan secara tertutup karena kemauan kedua mempelai pengantin. hanya di hadiri oleh keluarga dekat saja. termasuk Bryan dan Elisa juga hadir di acara pernikahan sahabatnya itu.


"kau mau, dengan Lulu bagaimana ?" tawar mama Reta. Lulu adalah salah satu pembantu di rumah mama Reta yang sedikit genit namun jika soal pekerjaan Lulu adalah orang yang cekatan.


Bryan berdigik ngeri " Emm tidak jadi tante aku bisa cari sendiri"


"Hahahaha.. kau ini" mama Reta menjitak pelan Bryan


"Aww tante sakiitt.. tante memang suka kekerasan padaku" ucap Bryan yang pura pura menampangkan wajah teraniaya


"Uhhh.. Cup cup jangan nangis" mama Reta semakin menggoda Bryan

__ADS_1


"Tante aku bukan anak kecil, yasudah aku pulang dulu tan sudah semakin larut" dengus Bryan


"Kenapa tidak menginap disini saja" saran mama Reta.


"Baiklah aku akan menginap karena tante memaksa" ucap Bryan enteng


"Hey.. tante tidak memaksa ya tante hanya menawarkan" ucap mama Reta


"Hahaha.. sama saja, ya sudah aku kekamar dulu tante" Bryan segera menuju ke kamar tamu yang biasa ia tempati jika menginap di rumah Arsha sebernarnya ia juga sedikit lelah nika harus menyetir jadi ia makanya ia langsung menyetujui mama Reta saat menawarkan dirinya menginap. Sementara mama Reta hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


mama Reta dan Bryan memang sangat akrab karena mama Reta sudah menganggap Bryan sebagai putranya juga. Seketika mama Reta mengingat jika putranya kini akhirnya menikah dengan gadis pilihannya. "Semoga kalian selalu bahagia sayang. semoga juga Grizz bisa membuatmu jadi lebih baik"


Kini tampak sepasang pengantin baru tengah berada di kamar Arsha yang sudah di sulap menjadi seperti layaknya kamar pengantin baru di sertai dengan lilin dan mawar yang berbentuk love di atas kasur. Grizz tampak sangat gugup mengingat usianya yang masih terbilang muda sudah menikah dan didalam kamar berdua dengan seorang laki-laki adalah pengalaman pertamanya. Sementara Arsha terlihat biasa saja. Keduanya sama-sama diam tanpa ada yang berani memulai pembicaraan.


"Kamu mau mandi dulu atau aku yang duluan" tanya Arsha dingin memecah keheningan yang terjadi selama beberapa menit lalu.


Grizz tersentak kaget saat mendengar suara Arsha "T-Tuan saja yang duluan" ucap Grizz dengan terbata.


Arsha segera masuk kedalam kamar mandi. Grizz yang melihat Arsha sudah masuk segera menyiapkan baju tidur untuk Arsha ditaruhnya di atas tempat tidur"


Setelah beberapa saat akhirnya Arsha keluar dari kamar mandi dengan bathrobenya berniat mengambil baju tidur.


"Tuan saya sudah menyiapkan baju tidur anda" ucap Grizz pelan


Arsha menoleh, dilihatnya baju di tempat tidur ia segera mengambilnya dan kembali kemar mandi untuk memakainya.


Grizz duduk diam di sebuah sofa dengan menautkan kedua tangannya karena gugup

__ADS_1


"Kau mandilah" ucap Arsha.


"Ahh ya tuan" ucap Grizz


__ADS_2