Grizella

Grizella
episode 31


__ADS_3

"Sudah bangun ?" ucap Arsha saat melihat Grizz membuka matanya.


Grizz kebingungan kenapa ia bisa berada di apartemen Arsha. Grizz bertanya-tanya bukankah semalam ia tidur di kontrakan sahabatnya Elisa.


"Makan dulu aku sudah buat sarapan untukmu" ucap Arsha lembut. Grizz hanya diam tidak berniat menjawab ucapan Arsha.


"Aku suapi yaa" ucap Arsha segera menyendokkan makanan.


"Aku bisa sendiri" ucap Grizz.


"Tidak, aku akan menyuapimu, ayo buka mulutnya" ucap Arsha saat Grizz tidak segera membuka mulutnya.


Dengan terpaksa Grizz membuka mulutnya menerima suapan dari Arsha. Tak lama Sarapan sudah habis tanpa sisa.


Beberapa saat suasana hening sebelum Arsha memecah keheningan itu. Arsha menggenggam tangan Grizz menatap telapak Grizz yang terluka karenanya "Maafkan aku" ucap Arsha lirih "Maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk melukaimu".


Grizz masih diam menatap datar Arsha.


"Tolong maafkan aku, aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku salah, memang tidak seharusnya aku berlaku kasar padamu" ucap Arsha menatap Grizz "Bicaralah jangan diam saja seperti ini".


"Hahhhh.. Aku seperti bersaing dengan masalalumu, Jika kau masih menginginkannya tolong jangan memberiku harapan, kita berteman seperti biasa saja jangan saling memberi harapan. Jika suatu saat kekasihmu kembali kau bisa menceraikanku dan kembali padanya" ucap Grizz dengan menghela nafas.


Arsha tersentak kaget mendengar ucapan Grizz, Ntah kenapa ia tidak suka jika Grizz mengucapkan kalimat cerai.


"Apa yang kau bicarakan sayang, bukankah kita sudah berjanji untuk saling menerima, saling membuka hati. Aku tidak akan pernah menceraikanmu sampai kapan pun, aku minta maaf soal kemarin sungguh aku tidak bermaksud berlaku seperti itu padamu" ucap Arsha menatap sendu pada Grizz.


"Kak jika kau masih belum lepas dari masalalumu masih terikat dengan masalalumu maka sampai kapan pun aku tidak akan pernah bisa menjadi masa depanmu" ucap Grizz.


"Maafkan aku, Kau tau bukan itu tidak akan mudah untuk aku melupakan semuanya---"


"Yaa, maka dari itu kau harus segera memilih, jika kakak masih ingin bersama masa lalu, menunggu masa lalumu maka segera akhiri hubungan kita, Tapi kalau kakak masih ingin bersamaku maka lupakan masalalumu aku tidak ingin hidup bersamamu dengan terbayang-bayang masa lalumu yang belum tuntas" ucap Grizz.


"Aku akan berusaha, aku akan berusaha untuk melupakan semuanya. Ku mohon bertahanlah bersamaku jangan ada lagi kata perpisahan" ucap Arsha mantap.


Grizz menghela nafas dan menganggukan kepalanya.


Seketika Arsha memeluk Grizz erat "Terima kasih, aku janji tidak akan lagi mengecewakanmu"ucap Arsha.


"Sudah tidak perlu berjanji. Buktikan saja" ucap Grizz membalas pelukan Arsha.


"Ya aku akan membuktikannya" ucap Arsha.


"Jika kakak suatu saat menyakitiku lagi, aku akan pergi selamanya" ucap Grizz.


"Heyy jangan berkata seperti itu, setelah ini aku akan selalu membahagiakanmu aku tidak akan lagi menyakitimu" ucap Arsha menangkup wajah Gizz.


"Yaa" ucap Grizz.


Arsha mencium kening Grizz lama. "Aku mandi dulu sebentar lagi aku harus ke kantor" ucap Arsha setelah melepas ciumannya.


"Ya aku akan menyiapkan keperluan kakak" ucap Grizz.

__ADS_1


Arsha mengangguk segera masuk ke kamar mandi. Tak berapa lama Arsha keluar kamar mandi dengan segera Grizz membantu Arsha bersiap untuk ke kantor.


Setelah selesai Arsha segera ke basmen apartemen dimana disitu sudah ada Lee. Keduanya berangkat menuju kantor.


"Lee tolong carikan universitas yang bagus untuk Grizz juga yang dekat dengan apartemen" ucap Arsha. Ia merasa bersalah pada Grizz soal kemarin, maka dari itu Aesha berniat menebus kesalahannya dengan mengizinkan kembali Grizz untuk kuliah.


"Baik tuan" ucap Asisten Lee.




Di kafe mama Reta sudah datang pagi-pagi.



"El ke ruanganku setelah ini" ucap mama Reta saat melewati Elisa yang tengah membersihkan meja pengunjung.



"Ehh i-iya bu Boss" ucap Elisa. "Aku kenapa ya ? apa aku berbuat salah ? Ohh tidak, apa aku akan dipecat ? perasaan aku tidak melakukan kesalahan apapun" gumam Elisa sambil mengigiti kukunya karena gugup.



"Heyy kenapa bengong ?" tanya reka kerja Elisa.



"Ehh tidak apa-apa, tolong lanjutkan ini ya aku di panggil bu Boss nih" ucap Elisa.




*Tokk Tokk Tokk*



"Bu Boss ini saya Elisa" ucap Elisa.



"Ya masuk, duduk" ucap mama Reta saat melihat Elisa sudah berada diruangannya.



"Ada apa ya boss apa saya melakukan kesalahan ?" tanya Elisa terbata.



"Ya. Apa kamu tau kesalahan kamu apa ?" tanya mama Reta yang hanya ingin menggoda Elisa.

__ADS_1



Mendengar ucapan mama Reta membuat Elisa seketika berubah menjadi pias meskipun ia tidak tahu apa kesalahan yang ia buat. Elisa menggeleng "Saya minta maaf boss kalau saya melakukan kesalahan, jangan pecat saya, saya akan memperbaiki kerjaan saya supaya lebih baik boss" ucap Elisa sendu memohon pada mama Reta karena perkejaan saat ini memang saat Elisa butuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.



"Tapi maaf El, sepertinya mulai besok saya tidak bisa mempekerjakan kamu lagi" ucap mama Reta yang semakin menggoda Elisa.



Seketika air mata Elisa luruh saat mendengar mama Reta mengatakan secara tidak langsung kalau dirinya di pecat.



"Ehh.. Ehh.. El jangan menangis aku hanya bercanda" ucap mama Reta dengan segera mengambilkan tisu untuk Elisa.



Elisa mendengar kalau Bu Boss nya hanya bercanda membuat Elisa bernafas lega.



"Sudah jangan menangis, begini maksud aku memanggilmu kesini karena ingin menawarimu perkerjaan baru" ucap mama Reta.



"Pekerjaan baru ?" tanya Elisa bingung.



"Ya. Begini kamu kan lumayan dekat dengan Syila anak keponakanku Leo, Leo sekarang membutuhkan seorang babysister untuk Syila, Karena kamu tau kan Syila sudah semakin aktif saja saat ini dan Leo juga sibuk di kantor jadi tidak bisa menemani Syila 24 Jam. Jadi maksudku apa kamu mau menjadi babysister untuk Syila ? Syila juga sudah kenal juga denganmu dari pada aku harus mencari babysister yang lain mungkin Syila akan susah akrab dengan orang baru" ucap mama Reta menjelaskan apa maksudnya memanggil Elisa keruangannya.



"Ya Boss saya mau" ucap Elisa semangat dengan senyum yang mengembang. Mendengar Bossnya menawarkan pekerjaan menjadi babysister untuk anak dari seorang yang ia kagumi selama ini membuat Elisa mengangguk mantap tanpa berpikir dua kali.



"Ahhh syukurlah kalau kau mau, Nanti sore Leo dan Syila akan kesini aku sampaikan pada Leo kalau kau sudah bersedia menjadi babysister untuk Syila" ucap mama Reta.



"Ya boss" Elisa mengangguk antusias.



"Ya sudah kamu kembali kerja dulu"



Dengan segera Elisa keluar dari ruangan mama Reta dengan senyum yang terus menghiasi wajahnya.

__ADS_1



"Ahh akhirnya aku bisa melihat wajah pangeranku setiap hari" gumam Elisa.


__ADS_2