
Arsha kembali kerumah sakit hampir tengah malam setelah membuat Axel puas bermain bersamanya.
Arsha berniat akan ikut andil juga dalam membuat Axel selalu bahagia dan menuruti semua keinginannya di akhir-akhir hidupnya apapun itu Arsha akan berusaha mengabulkannya.
Ceklek
Arsha mengerutkan keningnya saat melihat ranjang tempat Grizz sudah rapi tidak ada tanda-tanda Grizz ada disana.
Arsha kembali keluar ruangan untuk menanyakan keberadaan Grizz.
"Sus dimana pasien yang di rawat di ruangan ini ?" tanya Arsha pada suster.
"Oh nona Grizz sudah pulang sekitar 2 jam yang lalu tuan, nona memaksa untuk pulang padahal kondisinya belum stabil bahkan tadi nona sempat kembali kram perut. Saya sudah beruaaha menghubingi anda tapi tidak satupun yang anda angkat" ucap suster pada Arsha.
"Pulang ? bagaimana bisa kalian ijinkan dia pulang padahal kalian sudah tau kalau dia belum stabil" ucap Arsha.
"Maaf tuan nona memaksa untuk pulang tadi jadi tidak ada pilihan selain menurutinya" ucap suster.
Arsha menghela nafas pelan. Arsha kemudian berbalik meninggalkan rumah sakit untuk pulang ke apartemennya untuk menemui Grizz.
Arsha melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sesekali ia memijit pelipisnya kepalanya sedikit berdenyut nyeri karena merasa kurang tidur.
Saat tiba di apartemen lampu sudah temaram Arsha segera menuju kamarnya untuk melihat Grizz. Dilihatnya Grizz yang tengah tertidur sangat lelapnya setelah memastikan Grizz tidak apa-apa setelah itu Arsha segera menuju kamar mandi untuk memberaihkan dirinya Arsha ikut berbaring disebelah Grizz untuk mengistirahatkan dirinya.
Hari demi hari berganti jadi minggu, minggu demi minggu berganti menjadi bulan. Tak terasa usia kehamilan Grizz sudah memasuki bulan ke 8 saat ngidam atau menginginkan sesuatu Grizz tidak pernah memberitahunya pada Arsha karena pernah ia mengutarakan keinginannya tapi Arsha malah mengabaikannya dan membetak dan berteriak padanya. Ia akan berusaha sendiri atau meminta Aira untuk membantunya bahkan sesekali Darren ikut andil dalam ngidam Grizz saat Dareen tau kalau Grizz tengah hamil. Grizz sudah cuti kuliah sejak usia kehamilannya memasuki 7 bulan.
Arsha semakin hari semakin benar-benar berubah sifatnya pada Grizz. Arsha bersikap layaknya orang asing diapartemen ketika bersama Grizz meskipun Grizz sudah berusaha untuk merebut hati Arsha membuatnya jatuh cinta pada Grizz namun semuanya sia-sia.
Arsha semakin hari semakin sibuk dengan Axel dan Karin setiap harinya menemani Axel check up kerumah sakit, mengajaknya jalan-jalan bahkan mereka sudah seperti sebuah keluarga karena Arsha selalu menyempatkan diri untuk menemani Axel. Arsha akan pulang ke apartemen hampir tengah malam saat Grizz sudah tidur lelap dan akan pergi pagi sekali sebelum Grizz bangun dan itu yang membuat mereka seperti orang asing meski hidup satu atap.
Grizz tidak pernah menceritakan apa yang terjadi didalam rumah tangganya pada mama mertuanya bahkan sampai saat ini mama Reta mengira Grizz baik-baik saja dengan Arsha.
Seperti pagi ini Arsha sudah berangkat ke kantornya pagi-pagi sekali.
Grizz sedang duduk menonton tv yang menyiarkan review restoran di sebuah hotel. Tiba-tiba Grizz menginginkan makan di restoran hotel itu. Grizz tidak mungkin pergi sendirian ke hotel itu akhirnya Grizz menghubungi mertuanya.
"Halo sayang ada apa ?" tanya mama Reta di sebrang sana.
"Mama sibuk ?" tanya Grizz.
"Tidak. Memangnya kenapa ?"
"Mmm.. Apa mama bisa menemaniku makan di restoran hotel ?" tanya Grizz ragu.
__ADS_1
"Kamu ngidam ya"
"Grizz tidak tau ma. Tapi Grizz tiba-tiba ingin makan di restoran hotel yang sedang di review di tv" ucap Grizz.
"Kenapa tidak pergi bersama Arsha ?" tanya mama Reta.
"Mmm.. I-itu kak Arsha lagi sibuk banget di kantor ma" ucap Grizz beralasan.
"Anak itu kenapa lebih mementingkan urusan kantornya. Yasudah mama ke apartemen kamu sekarang ya kamu tunggu saja" ucap mama Reta kemudian menutup sambungan telfonnya.
Mama Reta tiba di apartemen milik Arsha, Grizz dan mama Reta berjalan beriringan menuju mobil mama Reta menuju restoran keinginan Grizz.
Keduanya masuk kedalam hotel menuju restoran Grizz makan dengan lahap semua makanan yang dipesan oleh mama mertuanya. Mama Reta tersenyum saat melihat Grizz makan dengan begitu lahapnya.
Setelah selesai mama Reta dan Grizz langung beranjak untuk pulang karena Grizz merasa ngantuk.
"Ehh tante, Grizz kalian disini juga ?" tanya pria yang tak lain adalah Darren.
"Darren disini juga ?" tanya mama Reta.
"Iya tante. Tadi kebetulan ketemu sama temen di resto ini" ucap Darren.
"Tante mau makan disini juga ?" tanya Darren.
"Ohh tante sama Grizz mau udah mau pulang ini nuruti bumil lagi ngidam makan di resto disini" ucap mama Reta sambil melirik Grizz yang hanya tersenyum.
Darren hanya mengangguk menandakan mengerti.
"Darren boleh tante minta tolong anterin Grizz ke mobil ya tante mau ketoilet sebentar" ucap mama Reta.
"Aku nunggu mama aja disini" ucap Grizz.
__ADS_1
"Jangan nanti kamu kecapean kamu nunggu dimobil aja" ucap mama Reta.
Grizz akhirnya menuruti mama Reta untuk ke mobil terlebih dulu bersama dengan Darren. Tepat saat Grizz keluar dari hotel di sebrang jalan Arsha yang bersama Axel dan Karin didalam mobil yang berhenti karena hendak memindahkan Axel yang tengah tertidur tidak sengaja Arsha melihat Grizz dan Darren keluar dari hotel.
Arsha mengeratkan cengkramannya pada stir mobilnya saat melihat mereka. Karin yang melihat itu tersenyum miring.
"Arsha bukankah itu istrimu kenapa bisa mereka keluar dari hotel berduaan begitu" ucap Karin yang berusaha memanas-manasi Arsha.
Arsha yang mendengar itu semakin tersulut emosinya.
"Arsha tidak mungkin kah mereka melakukan itu. Ohh" Karin emnutup mulutnya berpura-pura kaget.
"Atau mungkin mereka berdua memang sering pergi ke hotel saat kamu tidak ada Arsha. Atau bahkan jangan-jangan bayi yang ada didalam kandungannya itu hasil dari hubungan gelap mereka selama ini lagi" ucap Karin yang semakin menjadi.
"*Beraninya mereka berselingkuh dibelakangku*" gumam Arsha dalam hati.
"*Atau yang dikatakan Karin memang benar kalau bayi yang dia kandung memang bukan darah dagingku*" Arsha kembaki bergumam dalam hatinya.
Dengan mata memerah alih-alih datang menghampiri Grizz untuk meminta penjelasan justru Arsha melajukan mobilnya pergi.
"Masuklah" ucap Darren yang membukakan pintu mobil untuk Grizz.
"Terima kasih" uxap Grizz sambil tersenyum dan masuk kemobil.
Tak lama mama Reta datang "Darren terima kasih sudah mengantar Grizz" ucap mama Reta.
"Sama-sama tante" ucap Darren.
"Tante pulang dulu ya" ucap mama Reta.
Darren mengangguk " Hati-hati tante"
__ADS_1
Mama Reta masuk kedalam mobil tak lama mobil itu melajukan mobilnya keluar dari hotel dan Darren memandangi mobil yang menjauh itu sampai tak terlihat lagi.