
Menyadari itu Grizz menghentikan elusannya. Grizz masih bisa merasakan jika tubuh suaminya masih terasa panas. perlahan Grizz berusaha melepaskan pelukan Arsha berniat bangun untuk kembali mengambil air es dan kembali mengompres Arsha.
"Mau kemana, kenapa bangun, kenapa berhenti mengelus kepalaku" Arsha semakin mempererat pelukannya kala menyadari Grizz bersaha untuk bangun.
"Ehhh.. Ti-tidak kak. Aku tidak akan kemana-kemana" jawab Grizz kembali menidurkan dirinya di samping Arsha.
Arsha tidak menjawab karena ia mulai kembali terlelap dalam pelukan Grizz. Grizz tidak tidur ia menatap lekat wajah Arsha. Bulu mata yang lentik, hidung mancung, kulit putih mulus, Alis tebal dan bibir sedikit tebal semua adalah pahatan sang maha kuasa yang begitu sempurna menurut Grizz. Ada sesuatu yang ia rasakan tapi ntah Grizz belum mengetahui perasaan apa yang ia rasakan pada Arsha. Tanpa Grizz sadar ia terus mengelus rambut Arsha membuat Arsha bertambah nyaman dalam pelukannya.
"Jika dalam keadaan tertidur dia sangat tampan, seandainya kita bisa menerima satu sama lain pernikahan ini, menjalani seperti suami istri normal lainnya aku akan sangat bahagia. Bolehkah aku berharap pada pernikahan ini agar kita tetap bersama selamanya dan tidak ada perpisahan?" batin Grizz. Grizz terus memandangi wajah Arsha hingga ia mulai terlelap.
Pagi-pagi sekali Grizz bangun terlebih dahulu dan posisi mereka tidak berubah seperti semalam.
"Ahh akhirnya demamnya mulai turun" gumam Grizz perlahan Grizz berusaha melepaskan pelukan Arsha. menempatkan kepala Arsha pada bantal Arsha. Arsha hanya menggeliatkan badannya.
"Aww tanganku mati rasa" Grizz mengibaskan tangannya karena kesemutan semalaman Arsha menjadikan tangan Grizz bantal tidurnya.
Grizz segera mencuci wajahnya untuk membuat sarapan untuk Arsha.
Drrttt.. Drrtt.. Drttt..
"mama ?" gumam Grizz saat melihat siapa yang menelfonnya. "Ya halo ma"
"Sayang.. Kamu sama Arsha kesini ya ini kan weekand" ucap mama Reta di sebrang sana.
"Maaf ma, kami tidak bisa kerumah mama. Kak Arsha sakit dari semalam demam ma"
"Apa ? Arsha sakit ? yasudah mama kesana sekarang" ucap mama Reta
"Iya ma, hati-hati" ucap Grizz sebelum mematikan panggilan telfonnya.
__ADS_1
Tak lama mama Reta sampai di apartemen ia langsung masuk.
"Sayang gimana Arsha ?" tanya mama Reta saat melihat Grizz di dapur mama Reta khawatir karena Arsha pasti akan manja saat sedang sakit meskipun hanya demam.
"Ehh mama sudah sampai, Kak Arsha sudah mendingan ma demamnya juga sudah turun" ucap Grizz.
"Mama liat Arsha dulu ya" ucap mama Reta
Grizz hanya mengangguk. mama Reta berjalan ke kamar Arsha. langkahnya terhenti saat melihat sebuah kamar sedikit terbuka.
Mama Reta mengernyitkan dahi heran "Siapa yang menggunakan kamar ini, merekan kan hanya tinggal berdua" gumam mama Reta sambil mendekati kamar yang takblain adalah kamar Grizz.
Mama Reta perlahan membuka kamar itu ia melihat sebuah foto Grizz di atas meja rias "Jadi selama ini mereka tidur terpisah ? apa ini alasan Arsha membawa Grizz tinggal di apartemennya" gumam mama Reta. "Ahh ini tidak bisa di biarkan aku harus melakukan sesuatu. Jika tidak hubungan mereka pasti akan terus begini saja dan tidak akan ada kemajuan" Batin mama Reta melangkah keluar kamar Grizz sebelum Grizz mengetahui jika ia masuk ke kamarnya.
Perlahan mama Reta membuka dan masuk ke kamar Arsha. Disitu Arsha masih tertidur dengn lelapnya. "Sayang.." mama Reta duduk di samping Arsha ia mengecek suhu tubuh anaknya.
Merasa ada yang menyentuhnya perlahan Arsha mulai membuka matanya, Arsha menatap sekeliling begitu juga tempat tidurnya seperti mencari sesuatu dan mengernyitkan dahinya "Apa semalam aku hanya bermimpi ? sepertinya semalam aku memeluknya semalaman" Batin Arsha. "Mama ?" ucap Arsha saat melihat mamanya berada dikamarnya
"Aku tidak apa-apa hanya sedikit pusing" ucap Arsha sambil menyandarkan bahunya.
"Syukurlah" ucap mama Reta. "Ohh ya besok bukannya jadwal Grizz medaftarkan diri sebagai mahasiswa ya ?" tanya mama Reta.
"Aku tidak tau ma" ucap Arsha.
"Bagaimana mungkin kau bilang tidak tau. Grizz bilang kau sudah mengizinkannya untuk kuliah. Dan sekarang kenapa kau malah bilang tidak tahu" ucap mama Reta.
Arsha hanya diam tidak menjawab pertanyaan mamanya.
"Grizz sangat bahagia saat kau mengizinkannya kuliah kemarin dia menemui mama dia bercerita panjang lebar tentang apa yang akan di lakukannya saat kuliah besok kami berbincang lama sampai Grizz pulang sore kemarin" ucap mama Reta.
__ADS_1
Arsha seketika menoleh pada mamanya zaat mendengar cerita mamanya.
"Mama mengenal Grizz saat kamu berada dirumah sakit. Dia yang membawamu kerumah sakit waktu itu. Dia yang menunggumu saat di rumah sakit sebelum mama datang kerumah sakit. Dia baru tiba di negara ini saat menolongmu. Mama yang memberikannya pekerjaan di kafe. Selama bekerja dia tidak melakukan hal yang aneh-aneh. dia gadis yang baik. Dia gadis yang kesepian Arsha, dari kecil dia tidak mendapatkan perlakuan adil dari orang tuanya, dia seperti orang asing di keluarganya, dia sama sekali tidak dianggap keberadaannya oleh kedua orangtuanya. dia kabur dari rumahnya karena sudah tidak sanggup lagi dengan perlakuan kedua orang tuanya. Awalnya mama tidak percaya dengan apa yang di ceritakannya saat mama menatapnya mencari kebohongan mama tidak menemukannya makanya mama percaya padanya." cerita mama Reta panjang lebar.
"Jadi mama menikahkanku dengannya karena mama merasa berhutang budi padanya karena dia audah menolongku begitu ?" ucap Arsha.
"Tidak, mama menjodohkanmu dengannya karena mama percaya dia memang pantas bersanding denganmu. Mama juga yakin dia gadis yang baik tidak seperti kekasihmu itu" ucap mama Reta ketus "Ya meskipun yang di ucapkan Arsha ada benarnya aku menikahkan mereka berdua karena aku merasa berhutang budi pada Grizz, tapi Grizz gadis yang baik jadi tidak slah aku melakukan ini" Batin mama Reta.
"Jadi dia gadis yang menolongku ?" Batin Arsha.
Tokk.. Tokk.. Tok..
Arsha dan mama Reta menoleh keasal suara mereka melihat Grizz tengah berjalan mendekat dengan membawa nampan yang berisi sarapan juga obat untuk Arsha.
"Kakak sudah bagun ? Kalau begitu sarapan dulu abis itu minum obat" ucap Grizz
Arsha menatap lekat Grizz ada rasa sedikit bersalah padanya "Matanya sedikit bengkak apa karena dia menangis kemarin, dan apa ini ? dia bersikap seolah tidak terjadi apa-apa diantara kita ? apa karena ada mama ?" batin Arsha.
"Bisa makan sendiri ?" tanya Grizz.
"Emmm ya" jawab Arsha.
"Ini" Grizz menyerahkan sarapan dan Arsha menerimanya.
"Grizz kau jadi mendaftar besok kan ?" tanya mama Reta pada Grizz
"Sepertinya tidak jadi ma" ucap Grizz
"Lohh kenapa ? bukannya kemarin kamu mengatakan kalau besok akan mendaftar" ucap mama Reta
__ADS_1
"Mmm aku berubah pikiran ma. Aku sudah bersuami jadi mungkin lebih baik aku dirumah saja melayani suami" ucap Grizz.
Arsha yang mendengar perkataan Grizz rasa bersalah kembali muncul di hatinya