Grizella

Grizella
episode 41


__ADS_3

"Tunggu" Arsha menahan tangan Grizz saat Grizz hendak meninggalkan Arsha saraoan sendiri.


"Ada apa ?" tanya Grizz datar ia masih kecewa dengan Arsha, Ia selalu dibentak ntah melakukan kesalahan ataupun tidak. Sementara pada Karin yang ia lihat kemarin dengan melihatnya menangis saja Arsha langsung menuruti semua permintaannya bahkan Arsha rela meninggalkan dirinya.


Kini Grizz ragu akan janji yang dikatakan suaminya untuk membuka hati pada Grizz setelah kekasihnya datang kembali. Ntah apa yang akan terjadi pada rumah tangganya mengingat mantan kekasih suaminya kemarin seperti masih terobsesi untuk merebut Arsha kembali.


"Tetap disini temani aku sarapan" ucap Arsha.


"Aku harus mandi ada kuliah pagi hari ini".


"Sebentar saja"


Akhirnya Grizz mengalah ia duduk disamping Arsha. Dengan segera Arsha mengambilkan sarapan yang Grizz buat.


"Kamu juga harus makan sekarang kamu tidak sendiri" ucap Arsha menaruh piring di depan Grizz.


Grizz menatap piring didepannya yang di katakan Arsha benar. ia juga harus makan. Akhirnya Grizz ikut makan disamping Arsha.


Melihat itu Arsha tersenyum dan melanjutkan sarapannya.


"Masalah kemarin aku minta maaf. Aku khawatir dengan keadaanmu, aku tidak ingin terjadi apa-apa padamu dan calon bayi kita" ucap Arsha.


Grizz diam menatap Arsha yang tengah mentapnya balik.


"Dan masalah dirumah sakit aku juga minta maaf"


"Sepertinya kalian memang sudah sering bertemu akhir-akhir ini buktinya dia tidak merasakan canggung menghampirimu dan meminta tolong padamu" Grizz menatap Arsha seakan seminta penjelasan.


Arsha menghela nafas sepertinya dia memang harus menjelaskan apa yang terjadi pada Grizz "Ya memang benar belakang ini kami memang sering bertemu. Awalnya aku tidak sengaja bertemu disebuah kafe saat aku akan makan siang dengan Bryan dan juga Lee. Keesokan harinya Karin datang ke kantorku dia melamar pekerjaan di kantorku akhirnya aku memberinya pekerjaan di kantor karena Karin membutuhkan biaya untuk anaknya yang mengidap leukimia stadium akhir" ucap Arsha.


Degg !!


"Dia bekerja di kantor kak Arsha ? Artinya mereka akan lebih sering bertemu bahkan setiap hari dan itu pasti akan ia jadikan sebagai kesempatan untuk mendapatkan kak Arsha lagi" gumam Grizz di dalam hati.


"Bisa kamu jelaskan kenapa kamu sangat menghawatirkan anak mantan kekasihmu dan rela meninggalkanku deminya ?"


"Aku mengantarkan Karin ke rumah sakit saat Karin di hubungi mamanya kalau Axel pingsan jadi aku mengantarnya karena aku kasihan padanya. Saat pertama kali Axel melihatku dia mengira kalau aku adalah daddynya--"


"Dan kakak mengiyakannya ? Dan sekarang anak itu memanggilmu daddy menganggapmu sebagai daddynya begitu ?"

__ADS_1


"Aku tidak tega padanya dia sedang sakit" ucap Arsha.


"Apa kakak tau apa yang kakak lakukan ini kebelakangnya akan seperti apa ? Kakak mengiyakan permintaannya itu berarti bukan tidak mungkin kalian akan sering bertemu satu sama lain dan mereka akan terus bergantung padamu. Dan bukan tidak mungkin juga kalian akan kembali menjadi sepasang kekasih karena benih-benih cinta dihatimu akan kembali tumbuh kalau kalian sering bertemu. Kalau sudah seperti itu bagaimana dengan ku ? Apa kamu akan menceraikanku setelah pujaan hatimu kembali menjadi ratu dihatimu ? jika akhirnya akan seperti itu maka mulai dari sekarang jangan memberiku harapan dan janji seperti yang kamu ucapkan padaku kalau kamu tidak bisa membuktikannya aku juga akan membentengi hatiku agar tidak jatuh cinta padamu. Setelah anak ini lahir kamu bisa menceraikanku " tanya Grizz menatap sendu pada Arsha.


Arsha diam tertegun mendengar perkataan Grizz.


"Apa yang dia katakan ? Aku tidak akan pernah menceraikan dia sampai kapan pun tidak akan pernah. " Batin Arsha.


Melihat Arsha diam saja akhirnya Grizz pergi bersiap untuk ke kampus setelah siap Grizz keluar tanpa pamit pada Arsha.


"Kemana dia ? kenapa dia meninggalkanku ? apa dia sudah berangkat ?" gumam Arsha saat tersadar dari lamunannya.


Akhirnya Arsha juga berangkat ke kantornya bersama Lee yang barusaja tiba di basmen apartemen untuk menjemput tuannya.


Tiba di kantor Arsha segera masuk seperti biasa dengan wajah datarnya.


"Daddy Daddy Daddy" panggil anak kecil di belakang Arsha.


Arsha menghentikan langkahnya menoleh kebelakang dan ternyata Axel yang memanggilnya.


Arsha sedikit kaget kenapa bisa Axel berada di kantornya padahal kemarin dia masih dirumah sakit. Arsha menghampiri Axel yang di gendong Karin.


"Daddy" Axel sudah merentangkan tangannya agar di gendong oleh Arsha.


Arsha mengulurkan tangannya mengambil Axel dari gendongan Karin.


Semua karyawan yang melihat itu saling berbisik satu sama lain mempertanyakan kenapa bisa seorang anak kecil memanggil Arsha dengan sebutan daddy padahal yang mereka tau Arsha belum menikah


Sementara Karin tersenyum seakan memperlihatkan pada semua orang kalau Arsha adalah miliknya.


Bryan yang melihat sahabatnya tengah menggendong seorang anak kecil menghampirinya.


"Anak siapa yang kau gendong ?"tanya Bryan.


"Dia Axel anakku dia ingin bermain dengan daddynya makanya dia aku bawa kesini" Jawab Karin.


"Whattt !!!! Daddy ?" Bryan menatap Arsha dengan penuh tanda tanya "Nanti aku jelaskan" ucap Arsha seakan tau yang ada dipikiran sahabtnya.


"Disini bukan tempat anak kecil bermain tidak seharusnya kau membawa anak kecil kemari. Kau niat bekerja atau tidak kalau repot mengurus anak seharusnya dirumah agar tidak merepotkan orang lain" ucap ketus Bryan pada Karin.

__ADS_1


Karin diam dia menatap Bryan yang memang sepertinya tidak suka padanya.


"Daddy ayo jalan-jalan" ucap Axel polos.


Karin yang mendengar ucapan polos anaknya tersenyum.


"Baguss !! Anak ini memang berguna untukku" Batin Karin.


"Mau jalan-jalan kemana ?" tanya Arsha.


"Ke mall" jawab Axel polos.


"Hey Arsha hari ini kau ada meeting dan bertemu klien jangan macam-macam seperti kemarin. Kau itu pemilik perusahaan ini jadi jangan pergi sembarang" ucap Bryan.


"Dia ini kenapa sih sepertinya selalu saja ingin membatalkan apa yang aku rencanakan" Karin menatap kesal pada Bryan.


"Ayo daddy" Axel menatap Arsha dengan mata bulatnya yang sudah berkaca-kaca.


Arsha yang tidak tega hanya menghela nafas lalu menatap Bryan.


"Undur meeting dan pertemuan dengan klien 2 jam lagi"ucap Arsha.


"Hey kau meu kemana kau disini dan kerjakan semua pekerjaanmu" Bryan menahan tangan Karin.


"Lepaskan, Aku ikut bersama mereka Axel itu anakku jadi aku harus ikut" ucap Karin kemudian mengejar Arsha dan Axel didepan.


"Grizz kamu ngapain beli susu ibu hamil ?" tanya Aira yang sedang menemai Grizz di mall.


"Buat aku minum lah" ucap Grizz santai.


"Ehh kamu hamil ?" tanya Aira.


Grizz menganggukkan kepalanya.


"Ahh selamatt ya" Aira memeluk Grizz dwngan erat.


Setelah puas berkeliling Aira dan Grizz bersantai di sebuah kafe yang ada di mall itu.


Tanpa sengaja Grizz melihat Arsha yang sedang menggendong anak kecil dan seorang wanita memeluk lengan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2