Grizella

Grizella
epiaode 36


__ADS_3

Ceklek


Setelah puas berlama-lama bernostalgia dengana foto kekasihnya Arsha kembali ke kamarnya. Arsha melihat istrinya sudah terbuai di alam mimpinya. Arsha merasa dirinya lapar akhirnya menuju ruang makan untuk mengisi perutnya. Setelah selesai ia kembali ke kamar ikut berbaring disamping istrinya hendak menyusul istrinya ke alam mimpi.


Grizz bangun terlebih dulu ia menoleh ke arah Arsha sekilas kemudian langsung beranjak menuju kamar mandi di dekat dapur untuk memuntahkan isi perutnya seperti biasa. Ia tidak memakai kamar mandi di kamarnya karena tidak ingin mengganggu Arsha.


Setelah mual yang dirasanya mulai sedikit menghilang Grizz langsung menyiapkan sarapan setelah selesai Grizz kembali ke kamar untuk membangunkan Arsha.


Saat dikamar Grizz bingung membangunkan Arsha dengan cara apa ia juga masih malas untuk berbicara dengan Arsha. Tidak hanya sekali Arsha membentaknya ini sudah yang ke sekian kalinya. Akhirnya Grizz meyalakan alarm jam 1 menit setelah Grizz pergi alarm yang dinyalakan Grizz berbunyi membuat Arsha bangun.


"Siapa yang menyalakan alarm ini" gumam Arsha sambil mematikan alarm jamnya. Setelah bersiap Arsha keluar kamar untuk sarapan lebih dulu sebelum ke kantornya.


Grizz masih melayani Arsha namun mulutnya masih tertutup rapat tidak mengeluarkan suaranya sama sekali.


"Sudah baikan ? Tadi sepertinya tidak muntah lagi" tanya Arsha. Grizz hanya menanggukan kepalanya.


"Syukurlah" ucap Arsha.


"Aku berangkat dulu" ucap Arsha Grizz hanya membalas dengan anggukan kepalanya.


Arsha meninggalkan apartemen tanpa merasa ada yang aneh pada Grizz.


Grizz bersiap untuk kembali kuliah setelah kemarin bolos karena mual muntahnya yang begitu hebat.


Sepulang kuliah Grizz menyempatkan diri untuk mampir di kafe mama mertuanya untuk menyampaikan berita bahagianya.


"Mama" panggil Grizz dengan senyum yang mengembang


"Ehh sayang.. Sini duduk" ucap mama Reta mengajak Grizz duduk.


"Ada apa ? kenapa kau terlihat begitu bahagia ?" tanya mama Reta penasaran.


Grizz mengangguk antusias "Ya, aku memang lagi bahagia ma" jawab Grizz.


"Apa yang membuatmu sebahagia ini ?"


Grizz kemudian mengambil amplop yang ada di dalam tasnya memberikan pada mama Reta.


"Apa ini ?" tanya mama Reta sambil mengerutkan dahinya.


"Mama buka saja" ucap Grizz.


Mama Reta membulatkan matanya dan menutup mulutnya kemudian menatap pada Grizz seakan meminta penjelasan. Setelah melihat Grizz mengangguk "Ahhhh.. Kau hamil sayang.. Aku akan segera punya cucu ?!" ucap mama Reta sedikit berteriak saking bahagianya langsung memeluk menantunya sangat erat.


"Apa Arsha sudah tau tentang kehamilanmu ?" tanya mama Reta sambil mengelus perut rata Grizz.


"Belum ma. Aku berniat akan memberitahunya saat hari ulang tahun kak Arsha" ucap Grizz. ia seakan lupa jika dirinya masih kesal pada suaminya jika membicarakan soal banyinya.


"Itu ide bagus, ini akan menjadi kado terindah untuknya tahun ini" ucap mama Reta.


"Kau tidak ingin sesuatu ?" tanya mama Reta


Grizz menggelengkan kepalanya.




Dikantor Arsha dan Bryan dan Asisten Lee tengah berjalan keluar kantor seperti biasa untuk makan siang di lobby ia melihat kembali mantan kekasihnya sedang berbicara dengan resepsionist "Karin, untuk apa dia disini" gumam Arsha.



Bryan dan Lee yang melihatnya hanya bisa menghela nafas saat Arsha mulai menghampiri Karin.


__ADS_1


"Karin" panggil Arsha.



"Ehh Arsha"



"Sedang apa kau disini ?" tanya Arsha.



"Aku sedang butuh perkerjaan saat ini jadi saat aku melihat ada lowongan pekerjaan di kantor ini aku langsung datang untuk melamar kerja" ucap Karin pelan.



"Bukankah ini bukan bidangmu ?" tanya Arsha.



"A-Aku sangat membutuhkannya, aku akan belajar supaya aku cepat bisa di bidang ini" ucap Karin.



"Ikut keruanganku" ucap Arsha melangkah kembali keruangannya.



"Heyy bukankah kita akan makan siang kenapa malah balik lagi" ucap Bryan sedikit berteriak.



"Kau pergi saja dengan Lee" ucap Arsha tanpa menoleh.




"Si bodoh itu pasti akan tertipu lagi dengan kata-kata manis si j\*lang itu" gerutu Bryan sambil menuju mobil bersama Lee.



Diruangan Arsha suasana hening beberapa saat sampai Arsha bersuara.



"Kemana saja kamu selama ini, kenapa kau menghilang bahkan nomor ponselmu juga mati" tanya Arsha.



"Maafkan aku, setahun belakangan ini aku memang tidak memegang ponsel aku dikurung di siksa oleh managerku aku dipaksa untuk selalu bekerja dan bekerja tanpa mengenal lelah bahkan managerku menyuruhku untuk melayani beberapa petinggi agar karierku disana bisa naik" ucap Karin sambil terisak.



Arsha membulatkan matanya "Apa bagaimana kau diperlakukan seperti itu ? kenapa kau tidak melapor polisi disana" tanya Arsha.



"Seandainya aku punya keberanian untuk itu Arsha" ucap Karin lirih.



"Kenapa tidak memberitahuku, Aku pasti akan membantumu" ucap Arsha ia sudah duduk disamping Karin.


__ADS_1


"Aku tidak ingin merepotkanmu" ucap Karin.



Arsha mengusap wajahnya kasar "Lalu anak kecil yang bersamamu kemarin ?"



"D-dia anakku"



"Apah ??? Kamu sudah menikah ?"



Karin menggeleng pelan "Saat aku sampai disana ternyata tidak seperti yang aku bayangkan aku ditipu managerku. Managerku memberikanku pada petinggi disana agar karirku cepat naik. Aku terpaksa melakukannya Arsha. Aku terpaksa Hiks.. Hiks.. Saat tau aku hamil managerku menyuruhku untuk menggugurkannya tapi aku tidak mau aku mempertahankannya sampai saat ini. Kemarin aku ada kesempatan untuk kabur aku bersyukur bisa kembali kesini" ucap Karin yang sudah berderai air mata.



Hati Arsha kembali tersentuh saat mendengar cerita Karin ia langsung membawa Karin kedalam pelukannya ia memang tidak bisa melihat Karin menangis. Ntah kenapa Arsha selalu langsung saja percaya tentang apa yang diucapkan Karin sejak dulu tanpa menyelidikinya terlebih dulu.



"Siapa nama anakmu ?" tanya Arsha tiba-tiba.



"Namanya Axel dia berusia 3 tahun dia mengidap leukimia saat ini karena itu aku sangat membutuhkan pekerjaan ini untuk berobat dia Arsha hiks.."



Arsha semakin mengeratkan pelukannya ia semakin iba pada kekasihnya itu "Mulai besok kamu akan bekerja disini" ucap Arsha.



"Benarkah ?" tanya Karin dengan mata berbinar Arsha menganggukkan kepalanya.



"Terima kasih" ucap Karin kembali memeluk Arsha.



"*Maafkan aku, Aku tidak tahu kalau kau mengalami masa sulit seperti ini, Aku bahkan menghianatimu dengan menikah dengan orang lain seharusnya aku bersabar menunggumu*" batin Arsha yang merasa bersalah pada Karin.



"Kalau begitu aku pulang dulu ya" ucap Karin.



"Aku akan mengantarmu" ucap Arsha cepat.



"Tidak usah aku tidak ingin kembali merepotkanmu" ucap Karin sambil tersenyum.



"Aku sama sekali tidak direpotkan"



"Tidak Arsha. Aku naik taxi saja, Aku pulang dulu ya" pamit Karin Arsha kemudian mengangguk pasrah.

__ADS_1



Karin berjalan keluar meninggalkan ruangan Arsha. "*Hehh dia masih saja bodoh seperti dulu, sepertinya tidak akan sulit membuatnya kembali padaku lagi*" Batin Karin sambil terus melangkah keluar gedung perkantoran Arsha.


__ADS_2