
Grizz meninggalkan Arsha menuju dapur untuk membuat susu ibu hamil yang tadi di belinya.
Arsha yang merasa sikap Grizz seperti acuh hanya menghela nafas mengikuti Grizz "Biar aku saja yang buat" Arsha merebut gelas dan kotak susu yang Grizz pegang.
Grizz diam saja saat Arsha merebutnya dan Grizz duduk di kursi ruang makan. Setelah selesai membuat susu Arsha membawa gelas yang berisi susu pada Grizz.
"Ini minumlah" ucap Arsha lembut.
Grizz menerimanya segera meminumnya sampai tak tersisa. Arsha tersenyum melihat itu.
"Aku minta maaf sekali lagi" ucap Arsha mengawali perbincangan mereka berdua.
"Minta maaf untuk apa ?" tanya Grizz.
"Untuk kejadian tadi, Kenapa tidak bilang kalau kamu ingin membeli susu ibu hamil aku bisa menemanimu untuk membelinya tadi. Dan ini juga kan untuk calon anakku" ucap Arsha.
"Untuk apa mengatakannya padamu, kau saja sibuk dengan anak dan kekasihmu" ucap Grizz sinis.
"Kenapa kau berkata seperti itu, Aku pasti akan menemanimu kalau saja kamu mengatakan apa yang kamu inginkan padaku" ucap Arsha.
"Memang kenyataannya seperti itu kan ?, Yang utama dan menjadi prioritasmu sekarang adalag anak dan kekasihmu yang sudah kembali. Sedangkan aku--" Grizz tersenyum miris sebelum melanjutkan perkataannya "Sedangkan aku, Hahhh.. Aku memang tidak penting di hidupmu, Kakak tenang saja aku tidak akan merepotkanmu selagi aku bisa melakukannya sendiri agar tidak menganggumu" ucap Grizz.
"Apa maksudmu berbicara seperti itu hah ? Aku tidak memprioritaskan mereka. Tadi hanya kebetulan saja Axel ada dikantor dan memintaku untuk menemaninya bermain jadi tadi aku menemaninya aku kasian padanya" ucap Arsha.
"Ya. Dan itu membuat ibunya mengambil kesempatan agar bisa kembali dekat denganmu, Kamu bukan orang tuanya kamu tidak ada kewajiban untuk selalu ada untuknya kak" ucap Grizz.
"Tidak ada salahnya aku menuruti kemauannya. Dia sedang sakit aku hanya merasa kasihan padanya"
"Terserah padamu saja kak. Aku tidak akan melarangmu. Lakukan apapun sesukamu" ucap Grizz berdiri menuju kamar mereka.
Arsha diam tidak berniat untuk mengejar Grizz ke kemarnya.
"Apa yang harus aku lakukan" gumam Arsha dengan menutup wajah dengan kedua tangannya. Arsha bingung dengan semua yang terjadi akhir-akhir ini ia memang bersalah karena lebih mengesampingkan tentang istrinya.
Pagi menjelang Grizz bangun melakukan rutinitas seperti biasanya sementara Arsha sudah bangun meraba di samping sisinya Grizz sudah tidak ada ia segera bangun untuk mandi dan bersiap ke kantor.
__ADS_1
Keduanya makan dengan tenang tanpa ada yang berbicara. Setelah selesai Arsha pergi ke kantor dan Grizz pergi ke kampusnya.
Setelah pulang kampus Grizz dan Aira berjalan menuju kafe di sebrang universitasnya untuk makan siang.
"Permisi mbak" ucap seorang pria di belakang Grizz dan Aira. Keduanya kompak menoleh.
"Ya ada apa ?" tanya Grizz.
"Saya mau tanya alamat ini apakah anda tau ?" tanya pria bertopi itu.
"Oohh ini agak jauh dari sini. Butuh waktu sekitar 15 menit kalau pakai kendaraan dari sini menuju tempat itu" ucap Grizz sopan.
"Ohh begitu"
Grizz dan Aira berbalik untuk masuk ke kafe. Namun tangan Grizz justru di tarik oleh pria itu hingga membuat Grizz oleng dan menubruk badan pria itu hingga seperti sedang berpelukan.
"Heyy apa-apaan kau ini" Aira segera menarik Grizz dari pria itu.
"Ma-maaf nona saya tidak sengaja. saya hanya ingin mengucapkan terima kasih" ucap pria itu kemudian pergi meninggalkan Aira dan grizz yang belum sempat menjawabnya.
"Sudah lah jangan dipikirkan mungkin hanya orang iseng" ucap Grizz.
Namun di luar kafe seseorang tengah tersenyum puas setelah melihat hasil jepretannya di dalam mobil.
"Hahahaha.. Bagaimana reaksi Arsha saat melihat foto ini" ucap wanita yang tak lain adalah Karin. Ya Karin menyuruh orang yang berpura-pura untuk bertanya alamat tadi pada Grizz. Dan Karin mengambil foto saat Grizz sedang berada dalam dekapan pria itu seolah-olah mereka berdua tengah berpelukan mesra karena Karin mengambilnya dari engle yang tepat.
"Send dan.. Selesai" Karin mengirimkan foto Grizz pada Arsha.
Ting
Ponsel Arsha berbunyi menandakan ada pesan masuk. Arsha swgera membukanya karena memang ia tidak terlalu sibuk. Beberapa foto langsung tepampang di ponsel Arsha "Arsha ini istrimu kan aku melihatnya bersama seorang pria di kafe sebrang universitas xxx" isi pesan yang ditulis Kerin dan beberapa foto Grizz yang di peluk seorang pria
Seketika mata Arsha terbelalak dengan wajah yang memerah "Apa-apaan ini" gumam Arsha. Arsha menggenggam erat ponselnya dan
Prakkk
__ADS_1
Arsha membanting ponselnya hingga tak terbentuk "Apa kamu berniat membalasku Grizella, Berani-beraninya kau membiarkan pria lain menyentuhmu" ucap Arsha dengan penuh penekanan.
Dengan segera Arsha berdiri menyambar kunci mobilnya ia berniat mendatangi Grizz. Dengan tergesa-gesa Arsha keluar kantor.
Bryan yang melihatnya hanya melongo "Mau kemana lagi bocah itu. Oh my god gara-gara dia pekerjaan ku jadi menumpuk" gumam Bryan kembali masuk keruangannya.
Setelah sampai di kafe Arsha segera masuk, Arsha mengedarkan pandangannya untuk mencari Grizz dan akhirnya Arsha menemukan Grizz yang tengah duduk dengan seorang gadis seumuran dengan Grizz yang tak lain adalah Aira. Dwngan langkah oanjangnya Arsha menuju meja Grizz.
Setelah sampai Arsha menarik tangan Grizz kasar. Grizz yang tiba-tiba tangannya ditarik paksa tersentak kaget "Kakak, Kakak ngapain disini ?" tanya Grizz meringis tangannya dicengkram kuat.
"Dimana pria itu ?" tanya Arsha dingin.
"Pria siapa ? disini tidak ada pria lain aku hanya makan siang berdua dengan temanku Aira" jelas Grizz.
"Dimana pria yang memelukmu tadi" teriak Arsha
"Memelukku ? Tidak ada pria yang memelukku" ucap Grizz.
"Kau masih mengelak hah ?" ucap Arsha dengan mengertakkan gigi Arsha segera mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto-foto Griz.
"INI APA ? INI APA HAH ?!! Kau mau bermain-main denganku hah ?" Teriak Arsha yang emosinya sudah di ubun-ubun. Grizz kaget saat melihat fotonya. Saat hendak menjelaskan namun tangannya sudah ditarik paksa oleh Arsha keluar kafe.
Arsha menghempaskan badan grizz masuk mobil dan Arsha mengendari mobilnya dengan kecepatan penuh menuju apartemennya.
Tiba di apartemn Grizz kembali ditarik paksa dan dihempaskan lagi di ranjang kamarnya.
Arsha memaksa Grizz melayaninya melakukannya dengan sangat kasar tidak perduli dengan tangisan dan permohonan Grizz untuk berhenti namun Arsha tidak memperdulikannya sampai Grizz hilang kesadarannya.
Arsha meninggalkan Grizz begitu saja di dalam kamar. Setelah membersihkan diri Arsha keluar kamar untuk mengisi perutnya karena lapar.
Sementara Grizz kembali sadar dan meringis sakit.
"Akkhh perutku sakit sekali" ucap Grizz sambil mendesis menahan sakit.
Grizz memaksakan diri berjalan kekamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai dan berpakaian Grizz keluar kamar mandi "Ahhh perutku ssshhh" Grizz mencengkram kuat perutnya karena nyeri yang teramat sangat. sampai akhirnya pandangan Grizz gelap dan
__ADS_1
BRUKK...