
"Akhirnya tidur juga dia, terima kasih ya maaf lagi-lagi merepotkanmu" ucap Karin.
"Sama-sama" jawab Arsha sambil terus memandangi wajah Axel.
"Arsha kamu belum menjawabku tadi. Kenapa kamu malah pergi" ucap Karin serius.
"Aku masih mencintai kamudan aku juga yakin kalau kamu juga masih sangat mencintaiku kan, Kamu pasti bohongkan sama aku" Karin menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan perkataan Arsha.
"Tidak aku tidak berbohong padamu, aku memang sudah menikah kami dijodohkan oleh mama, jadi kita tidak bisa seperti dulu lagi" ucap Arsha.
"Tapi aku masih mencintaimu Arsha. Kamu juga mencintaiku kan iya kan hiks.." Karin menggoyangkan lengan Arsha.
Arsha diam tak menjawab.
"Kamu menikah hanya untuk membalasku kan karena aku meninggalkanmu keluar negri dan perempuan itu hanya untuk pelampiasanmu kan Hiks.. Hiks.. Kamu masih mencintaiku kan, Aku minta maaf karena sudah meninggalkan mu demi karierku aku menyesal Hiks Hiks.." ucap Karin.
Arsha yang iba pada Karin segera memeluknya "Maafkan aku, Kita bisa berteman" ucap Arsha.
"Tidak, Aku tidak mau aku ingin seperti dulu menjadi sepasang kekasih lagi kita juga masih saling mencintai Hiks.. Hiks.."
"Maafkan aku, aku tidak bisa aku harus pulang sekarang jaga dirimu" ucap Arsha.
Karin menghapus air matanya dengan kasar "Aku akan merebutmu kembali Arsha. Lihat saja kau akan kembali bertekuk lutut padaku, aku akan menyingkirkan gadis yang menjadi istrimu saat ini" ucap Karin sambil menyeringai menatap punggung Arsha yang menjauh.
Ceklek
Arsha segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai dan berganti baju Arsha menuju ranjang saat akan merebahkan diri tidak sengaja Arsha melihat kue ulang tahunnya yang masih utuh.
Arsha mengurungkan niatnya untuk tidur ia benranjak menuju meja rias Grizz. ditatapnya kue ulang tahunnya rasa bersalah kembali muncul "Bagaimana bisa aku setega ini meninggalkan istriku demi orang lain" Batin Arsha. Tatapannya beralih pada kotak beludru dengan pita yang Grizz berikan padanya. Arsha mengambilnya dia mengerutkan keningnya saat melihat isi didalam benda dengan dua garis merah.
"Apa maksudnya ini ?" gumam Arsha yang menoleh menatap Grizz yang tengah tertidur lelap.
Arsha kemudian melihat sebuah amplop putih tidak jauh dari kuenya. Arsha yang penasaran langsung membukanya.
DEGG!!
Mata Arsha terbelalak setelah membaca isinya "Positif ? Hamil ?" gumam Arsha. Seketika perasaan Arsha seperti bunga-bunga yang bermekaran rasa bahagia yang membuncah membuatnya meneteskan air matanya.
"A-aku akan menjadi ayah ? Aku akan menjadi orang tua" gumam Arsha dengan air mata yang sudah mengalir.
Arsha beranjak dari duduknya mengampiri Grizz ia tak dapat menahan diri untuk menci*mi seluruh wajah Grizz.
Grizz yang merasa terganggu membuka matanya.
"Kakak ngapain ?"
"Maafkan aku, maafkan aku dan terima kasih" ucap Arsha memeluk erat tubuh Grizz.
Grizz yang awalnya bingung langsung mengerti saat melihat keasrah meja rias.
"Besok kita kerumah sakit untuk memeriksanya" ucap Arsha sambil ngelus perut Grizz.
"Aku sudah kerumah sakit tadi kak"
__ADS_1
"Ya besok periksa lagi aku ingin melihatnya langsung"
"Iya terserah kakak saja"
"Ayo tidur tidak baik ibu hamil begadang" ucap Arsha segera pindah ke samping Grizz membawa Grizz kedalam pelukannya.
Arsha menggandeng Grizz menuju dokter kandungan.
"Arsha ? dengan siapa dia ? apa dia istrinya ?" gumam Karin saat melihat Arsha berjalan bergandengan dengan seorang perempuan.
Karin yang yang penasaran mengikuti Arsha "Dokter kandungan ? apa istrinya sedang hamil ?, Sial ini tidak bisa dibiarkan bisa-bisa aku gagal mendapatkan Arsha kembali. Aku harus berbuat sesuatu" gumam Karin berjalan mendekat pada Arsha.
"Arsha Hiks.. Arsha.. Hiks Hiks" Karin berjalan mendekat pada Arsha dengan terisak.
Arsha dan Grizz menoleh, Arsha tersentak kaget saat melihat Karin "Karin ada apa ?"
Grizz menatap lekat wanita yang tengah menangis bergelayut pada suaminya ia seperti ngenalinya dan ternyata benar wanita di hadapannya ini adalah mantan kekasih suaminya.
"Baiklah, Ayo kita kesana".
"Kakk" Panggil Grizz menahan tangan Arsha agar tidak pergi.
"Aku hanya sebentar. Kamu tunggu disini" Arsha melepas paksa tangan Grizz.
Karin mengusap air matanya dan tersenyum mengejek pada Grizz saat kepergian Arsha ia kemudian menatap Grizz dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Kamu pasti sudah mengenalku kan. Aku Karin kekasih Arsha" ucap Karin.
__ADS_1
Dada Grizz bergemuruh saat Arsha lebih memilih mninggalkannya demi permintaan kelasihnya namun ia berusaha tenang.
"Aku tau. Aku Grizella istri kak Arsha" ucap Grizz sambil tersenyum.
"Ternyata seperti ini istri Arsha untuk membalasku sama sekali tidak ada apa-apanya dibandingkan denganku, Apa kau tau, Kau hanya sebuah pelampiasan bagi Arsha. Arsha masih sangat mencintaiku. Dan aku akan merebutnya kembali darimu gadis kampung sepertimu tidak pantas bersanding dengan Arsha." ucap Karin.
"Untuk sebuah pelampiasan atau tidak aku tidak perduli. Mama Reta yang memilihku untuk menjadi istri kak Arsha itu artinya aku jauh lebih baik darimu. Setelah kamu membuatnya terpuruk dengan meninggalkannya aku yang membuatnya bangkit dari ketepurukannya. Dan sekarang kamu dengan tidak tau malunya datang lagi ke kehidupan kak Arsha untuk merebutnya ? Heh tidak semudah itu" ucap Grizz dengan tenang.
Karin mengepalkan tangannya "Apa kau tidak melihat barusan ? Arsha bahkan rela meninggalkanmu hanya untuk menemani anakku bahkan mereka sangat akrab seperti anak dan ayah, Arsha bahkan sangat menyayangi anakku seperti anaknya sendiri" ucap Karin.
"Sementara kamu lihat ? masih hamil saja muda saja sudah Arsha tinggalkan. Ohh aku tau kamu pasti menjebak Arsha untuk tidur bersamanya kan sampai menghasilkan anak haram itu lalu kamu meminta pertanggung jawaban Arsha dan Arsha menikahimu makanya sekarang Arsha terlihat tidak perduli dengan anak haram yang kamu kandung itu" ucap Karin dengan tersenyum mengejek pada Grizz.
***PLAKKK***
Telapak tangan Grizz mendarat dengan sempurna dipipi Karin. "Beraninya kau mengatakan anakku anak haram. Dia punya ayah----"
"Grizz apa yang kau lakukan" teriak Arsha.
Mendengar suara Arsha Karin segera berusaha mengeluarkan air matanya. "Hiks.. Apa salahku padamu. Aku hanya ingin meminta maaf karena sudah mengganggu waktumu dengan Arsha kenapa kamu malah menamparku. Arsha maafkan aku, Lain kali kamu tidak usah menemui Axel lagi aku tidak ingin terjadi salah paham" ucap Karin terisak meninggalkan Arsha.
"Apa yang kamu lakukan hah ? Kau membuatku malu saja" ucap Arsha menarik paksa tangan Grizz.
Grizz tidak mendengar apa yang dikatakan Arsha ia masih menatap Karin yang tengah tersenyum penuh kemenangan dibelakang Arsha.
"Memangnya apa yang aku lakukan ?" tanya Grizz santai.
__ADS_1
"Kau masih tertanya. Kenapa kau menamparnya ?" tanya Arsha penuh penekanan mencengkram erat pergelangan tangan Grizz.