
"Max kau mau kemana ? Apa yang terjadi ?" tanya mama Max ketika melihat Max tergesa-gesa ingin keluar rumah.
"Aku ingin mencari Grizz. Dia pergi maa" ucap Max lirih.
"Ada apa kenapa bisa Grizz pergi" ucap papa Max
Max menghampiri mama dan papanya untuk menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.
"Ini semua salahku pa.." ucap Max.
"Cepat jelaskan apa yang terjadi" ucap mama Max
Max menghela nafas berat sebelum menjelaskan apa yang sudah terjadi di keluarganya hingga membuat Grizz pergi dari rumah. Kemudian Max menjelaskan secara detail pada mama dan papanya, Mereka berdua kaget dan shock mendengar penjelasan dari putranya.
"Max kau Liliana benar-benar sangat keterlaluan, Bagaimana bisa kalian berbuat tidak adil seperti itu. Grizz putri kandungmu juga, Ntah kalian sadar atau tidak atas sikap kalian melakukan itu kalian tetap salah. tidak ada yang dibenarkan dari kelakuanmu itu" ucap mama Max sambil terisak.
"Anak adalah sebuah anugrah dari tuhan untuk kita dan sudah kewajiban kita sebagai orangtua memberikan perhatian dan kasih sayang yang melimpah yang tulus padanya. Banyak diluar sana yang begitu menginginkan seorang anak berusaha keras untuk bisa memiliki anak namun mereka belum diberi kepercayaan oleh tuhan. Dan kauu Max tuhan telah baik padamu dengan menghadirkan Grizz diantara kalian tapi kau malah menyia-nyiakannya, apa kau tidak mengingat bagaimana perjuangan Liliana saat melahirkan Grizz, tangis haru, bahagia semua perasaan menjadi satu saat dia lahir kedunia ini, dan saat dia berada di dunia ini kau- kau malah hiks.. kau malah tidak menganggapnya Max" tangis pecah mama Max.
Sementara papa Max hanya diam saja membiarkan istrinya meluapkan emosinya pada Max.
"Maafkan aku ma.. aku memang bersalah aku gagal menjadi orang tua yang baik untuk anak-anakku, aku pikir Grizz selama ini baik-baik saja karena bi Inah selalu menemaninya" ucap Max lirih ia semakin menundukkan kepalanya rasa sesak dan penyesalan semakin menyerang dirinya.
"Max, kamu dan Liliana adalah orang tua Grizz bukan bi Inah. Seharusnya kau yang lebih tau semua tentang anakmu. dan ini aku yakin bahwa bi Inah yang lebih mengerti tentang Grizz. Mama kecewa padamu Max, Mama kecewa.." ucap mama Max dengan terisak.
"Apa aku pernah mengajarimu untuk berbuat kasar pada keluargamu ? tanya papa Max dingin.
Max hanya diam saja.
"JAWABB" bentak papa Max
Max menggeleng pelan "Maafkan aku pa" ucap Max lirih
"Untuk apa kau meminta maaf padaku, kamu bersalah pada Grizz bukan padaku." ucap papa Max.
mereka semuanya diam
__ADS_1
"Jangan jadikan sakitnya Adel dulu sebagai alasan untuk perbuatanmu selama ini. Karena Adel sudah dinyatakan benar-benar sembuh sejak operasi itu" ucap papa Max.
FLASHBACK ON
"Ayo sayang kamu pasti bisa, demi anak kita" tampak Max sedang menyemangati Liliana yang kina tengah berjuang melahirkan buah hati mereka.
"Huhh.. Huuhh.. aku tidak kuat lagi" ucap Liliana pelan karea sudah banyak tenaganya yang terkuras.
"Nyonya pasti bisa, sedikit lagi dede banyinya akan keluar. ayo ikuti aba-aba saya nyonya 1.. 2.. 3.. yak dorong" ucap dokter.
"Akkkkkhhh" Lilian mengejan sekuat tenaga.
Oekkk.. Oekk.. Oek..
terdengar suara tangisan bayi namun suaranya sangat pelan.
"Akhirnya anak kita lahir, terima kasih sayang" ucap Max bahagia sambil menciumi selurih wajah istrinya.
Sementara Liliana hanya mengangguk dan tersenyum karena masih lemas
"Ada apa dengan bayiku" tanya Max khawatir saat bayinya terlihat lemah.
"Maaf, kami akan memeriksanya lebih dulu tuan" ucap Dokter dengan segera menangani banyi Max.
Setelah beberapa saat Liliana sudah di bersihkan dan di pindahkan ke ruang rawat. mereka harap-harap cemas menunggu hasil pemeriksaan dokter.
"Bagaimana keadaan putriku dok ?" tanya Liliana cepat saat melihat Dokter masuk ke ruangannya.
"Maaf tuan dan Nyonya dengan berat hati saya harus menyampaikan berita sedih ini, putri anda mengalami masalah pada jantungnya nyonya, jadi putri anda harus mendapatkan perawatan lebih dulu" ucap Dokter.
"Ap-apaa ? bagaimana bisa hiks hiks." Liliana kaget sekaligus shock mendengar kenyataan jika putrinya sakit. terlihat Max berusaha menenangkan istrinya.
"Tenanglah sayang, semua akan baik-baik saja. Dokter apakah ada cara agar putriku bisa sembuh ?" tanya Max pada Dokter
"Tentu saja tuan, jika putri anda mendapatkan donor jantung yang tepat maka putri anda akan sembuh" ucap dokter.
__ADS_1
"Aku ingin melihat anak kita" Ucap Liliana
"Baiklah kita akan melihat anak kita" ucap Max dan kwmudian mengambil kursi roda untuk Liliana
mereka berdua segera menuju ruang bayi. Dilihatnya bayi yang sedang terlelap tidur berada di sebuah box bayi dengan beberapa selang di tubuhnya.
"Sayangg.. putri mommy" panggil Liliana dengan mata yang sudah berkaca-kaca. diusapnya box kaca bayinya.
Sementa Max yang melihat itu tak kuasa juga menahan air matanya.
"Kamu akan secepatnya sembuh sayang, sabar ya" Liliana berusaha mengajak berbicara bayinya yang sedang terlelap
"Kita harus segera mencari kan donor untuknya sayang" ucap Liliana.
"Ya kita akan mencari donor yang tepat untuknya agar ia segera sembuh dan berkumpul dengan kita. aku akan membuatkan sebuah iklan dengan imbalan yang begitu besar" ucap Max.
"Apa kau sudah menyiapkan nama unyuknya Max ?" tanya Liliana
"Ya. Namanya adalah Adela Nauvaza" ucap Max
"Nama yang cantik, kita akan memanggilnya Adel" ucap Liliana sambil tersenyum
Setelah mendapat kenyataan pahit tentang putrinya Max dan Liliana selalu memfokuskan perhatian dan kasih sayang mereka pada Adel. Bahkan tanpa sadar semenjak kelahiran Adel mereka mengabaikan Grizz. semua yang berkaitan dengan Grizz bi Inah lah yang akan mengurusnya.
Saat usia Adel 4 tahun Adel mendapatkan donor jantung, setelah melakukan operasi Adel benar benar sembuh dari sakitnya. Namun mereka tetap selalu mengutamakan Adel karena takut Adel kembali sakit.
FLASHBACK OFF
"Aku harus bagaimana sekarang pa ? aku menyesal hiks.. sungguh.. Grizz sekaramng pergi, bagaimana jika terjadi sesuatu diluar sana." Max mengusap wajahnya kasar ia frustasi kali ini Max benar-benar merasa khawatir pada putri sulungnya itu.
"kenapa kau baru sekarang mengkhawatirkannya, selama ini kau kemana saja"ucap ketus mama Max karena ia benar benar kecewa dengan putranya itu.
papa Max menghela nafas " Papa juga akan mengerahkan anak buah papa untuk mencari Grizz" ucap papa Max
"Terima kasih pa, Aku harus kerumah sakit sekarang aku harus menceritakan kepergian Grizz pada Liliana" Max merasa lega karena papanya mau membantunya. dengan begitu kesempatan menemukan Grizz semakin besar.
__ADS_1
"Kami ikut, kami juga ingin melihat bagaimana keadaan Adel" ucap papa Max. dan mereka bertiga segera kerumah sakit