Grizella

Grizella
epiaode 16


__ADS_3

Elisa yang sejak pertama bekerja di kafe mama Reta memang sudah mengagumi sosok Leo namun ia sadar diri siapa dirinya jadi Elisa tidak berani untuk mendekati Leo.


Syila segera berlari ke arah Grizz "Iya aku mau bertemu oma. kangen" jawab Syila


Syila dan Grizz memang sudah akrab sejak Grizz bekerja di kafe mama Reta karena memang Syila sering kali datang ke kafe bersama dengan Leo


"Baiklah ayo kita bertemu oma" ucap Grizz sambil menggendong Syila dengan Leo yang mengekor di belakangnya menuju keruangan mama Reta.


"Omaa.." panggil Syila saat sudah masuk keruang mama Reta


"Ohh cucu oma. Ehh ada menantuku juga ternyata ayo duduk" ucap mama Reta saat melihat Grizz. Mereka semua duduk di sofa.


"Iya ma, Grizz bosen di apartemen sendiri jadi Grizz kesini. Bagaimana kabar mama ?" tanya Grizz


"Seperti yang kau lihat mama baik-baik saja. Pasti dirumah kamu kesepian ya" ucap mama Reta. Grizz hanya tersenyum mengangguk dan tersenyum


"Leo kau tidak ke kantor?" tanya mama Reta


"Iya ini mau ke kantor aunty tapi tadi Syila merengek ingin kesini jadi aku kesini dulu untuk mengantarkan Syila" ucap Leo


"Yasudah sana ke kantor ini sudah siang biar Syila disini saja bersama dengan ku nanti sore baru kamu jemput Syila" ucap mama Reta


"Baiklah, kalau begitu aku ke kantor dulu. Sayang ingat jangan nakal oke. daddy ke kantor dulu" ucap Leo pada Syila.


"Siap dad" jawab Syila dengan memberi hormat pada sang daddy. Leo pun mengacak-acak rambut putrinya sebelum pergi "Aku pergi dulu aunty titip Syila"


"Ya ya ya.. sudah sana pergi".


"Grizz bagaimana hubunganmu dengan Arsha ?" tanya mama Reta.


"Hubungan kami baik-baik saja ma" jawab Grizz dengan tersenyum


"Hah.. Tolong bersabar sebentar lagi mama tau Arsha masih belum bisa menerimamu sepenuhnya menjadi istrinya jadi bersabarlah suatu saat pasti kebahagiaan akan datang pada kalian berdua" jelas mama Reta


"Iya ma. Emmm mama ada yang ingin aku sampaikan" ucap Grizz


"Ada apa bicaralah, apa Arsha menyakitimu?" tanya mama Reta khawatir


Grizz menggelengkan kepalanya"Bukan itu ma, mmm.. Sebenarnya aku bosan dirumah tidak memiliki kegiatan saat kak Arsha ke kantor. jadi mmm.. Aku ingin melanjutkan kuliah apakah boleh ?" Ragu-ragu Grizz mengutarakan keinginannya pada mama Reta.


"Apa kamu sudah membicarakan ini dengan Arsha ?" tanya mama Reta


"Belum ma, Aku ingin meminta pendapat mama dulu setelah itu Grizz akan membicarakan ini dengan kak Arsha" ucap Grizz pelan


"Menurut mama tidak masalah jika kamu ingin melanjutkan kuliah mengingat kamu hanya menyelesaikan pendidikan hanya sampai Menengah Atas karena pendidikan itu juga penting dan juga jika Arsha mengizinkan. Tapi jangan sampai semua kewajiban kamu sebagai istri untuk melayani suami jadi tidak dilakukan hanya karena kesibukan kuliah kamu" jelas mama Reta.


Grizz mengangguk "Ya ma. Aku berjanji akan tetap melayani suamiku seperti biasanya meskipun aku kuliah"


"Dan ingat, jika nanti Arsha mengizinkan kamu kuliah jaga batasan kamu dengan lawan jenis karena kamu sudah bersuami"


"Iya ma." Grizz mengangguk mantap.

__ADS_1


Mereka berdua pun terus berbincang hingga tak terasa hari sudah jam 5 sore.


"Ma Grizz pulang dulu ya, Grizz harus menyiapkan makan malam untuk kak Arsha" pamit Grizz


"Yasudah kalau begitu pulanglah"


"Baiklah. Grizz pulang dulu ma" pamit Grizz meninggalkan kafe mama Reta pulang ke apartemen.


Sementara Arsha yang baru saja selesai meeting dengan kliennya berjalan beriringan dengan Bryan bersiap kembali keruangannya untuk mengambil tasnya karena ia akan segera pulang untuk menepati janjinya pada Grizz untuk makan malam dirumah.


"Tuan Arsha terima kasih sudah mau bekerjasama dengan perusahaan kami. Sebagai tanda terima kasih bagaimana jika ke club malam sejenak saya akan mentraktir anda" ucap sang klien


"Tidak perlu, saya harus pulang sekarang" jawab Arsha dingin


"Ayolah bro sebentar saja sudah lama juga kita tidak ke sana" jawab Bryan


"Ya tuan sebentar saja Ayolah" ajak sang klien


"Ya bro, Ayolah hanya sebentar"ucap Bryan dengan menyeret Arsha. Arsha hanya mendesah pasrah saat tangannya di tarik paksa oleh sahabatnya itu.




Grizz di apartemen sudah selwsai memasak dan menata semua masakan di atas meja makan




Setelah selesai mandi Grizz turun ke bawah untuk menuju ruang tamu untuk menyambut kepulangan suaminya.



"Mari tuan kita bersulang untuk merayakan kerjasama kita" ucao kliennya



"Ya mari bersulang" jawab Bryan



Arsha pun hanya mengikutinya. Dan seperti biasa jika Arsha sudah berada di tempat seperti itu maka Arsha akan mengingat kekasihnya itu. Jika sudah mengingatnya maka Arsha akan terus minum dan tidak akan berhenti hingga m\*buk berat.



Diapartemen Grizz dengan setia masih menunggu kepulangan suaminya meski dirinya sudah sangat lapar namun Grizz tahan demi makan bersama dengan suaminya sekalian untuk menyampaikan keinginannya pada sang suami. 1 jam, 2 jam, 3 jam, Arsha masih belum pulang juga hingga Grizz ketiduran di sofa menunggu Arsha. Hampir tengah malam Bel apartemen berbunyi Grizz segera bangun. Grizz kaget saat membuka pintu ternyata Arsha yang sedang di papah oleh Bryan.



"Apa yang terjadi dengannya ?" tanya Grizz

__ADS_1



"Karinn.. Aku mencintaimu.. Aku merindukanmu sayangku.. jangan pergi Karin.. Kembalih Karinn.." Arsha terus meracaukan nama kekasihnya.



Degg !!



Seketika dada Grizz bergemuruh saat mendengar suaminya kembali menyebut-nyebut nama kekasihnya Grizz diam mematung menatap lekat suaminya.



"*Apa ini kenapa rasanya begitu sakit saat dia memanggil nama wanita lain*" batin Grizz.



Melihat itu, Bryan merasa bersalah karena sudah mengajak Arsha pergi ke club malam hingga membuat Arsha mabuk dan meracaukan nama kekasihnya di depan istri sahnya. "Sorry. Bisa bantu aku membawa Arsha ke kamarnya"



Grizz tersentak "Ahh ya ayo saya bantu"



Saat sampai di kamar Grizz segera melepas kaos kaki dan sepatu Arsha dan membenarkan posisi tidurnya agar nyaman.



"mmm sorry tadi ada klien yang meminta merayakan karjasama kita jadi kita club malam" Bryan berusaha menjelaskan



Grizz hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.



"Kalau gitu aku pulang dulu" pamit Bryan



"Ya. Terima kasih sudah mengantarkannya" jawab Grizz



Bryan keluar dari kamar Arsha saat melewati ruang makan ia tidak sengaja menoleh disana ia melihat ada berbagai masakan enak sudah tertata rapi di meja makan dan masih utuh. Dan bisa Bryan pastikan jika itu adalah masakan makan malam untuk Arsha dan istrinya menunggunya untuk makan bersama.



Bryan merasa bersalah karena ikut memaksa Arsha untuk pergi ke club.

__ADS_1


__ADS_2