
Weekand adalah waktu yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. mengganti waktu yang terlewatkan karena kesibukan masing-masing. sama halnya dengan keluarga Max dan Liliana, Mereka menghabiskan waktu di ruang keluarga dengan canda dan tawa setelah sarapan pagi.
Namun tidak dengan Grizz, Grizz lebih suka menyendiri di taman belakang. Grizz seperti enggan untuk ikut berkumpul dengan mommy dan daddynya di rumang keluarga, karena pasti Grizz merasa diabaikan. sama halnya dengan saat ini Grizz sudah berada di taman belakang sejak bangun tidur tadi pagi.Grizz sudah terbiasa saat bangun tidur di hari weekand dia akan pergi ketaman belakang untuk menggambar, setelah sarapan pagi Grizz kembali ke taman belakang melanjutkan menggambarnya karena memang ada tugas menggambar dari sekolahnya.
"waahh gambar kakak bagus" adel tiba tiba muncul dibelakang Grizz dan merebut buku gambar Grizz
"Adel kembalikan itu tugas sekolah kakak" ucap Grizz lembut.
"Tidak, kalo kakak mau ayo ambil" ucap Adel sambil berlari menjauh dari Grizz
"Adel kembalikan" ucap Grizz sambil mengejar Adel
"Tidak wlee.. ayo kakak kejar aku" ucap Adel sambil terus berlari tanpa melihat jalan. Hingga tidak sengaja kaki Adel tersandung meja dan jatuh kepalanya membentur kursi hingga membuat jidat Adel sedikit benjol dan lecet.
BRAKK..
"Aaaa.... hikks.. Hikks.. mama.. mama.. hiks.." teriak Adel melengking karena merasa sakit dikepalanya.
melihat itu Grizz segera menghampiri adel
Liliana berlari dari ruang keluarga mengahampiri Adel karena mendengar pekikan adel. "Adel kenapa sayang.. kenapa bisa jatuh" Liliana segera menggendong Adel untuk menenangkan adel yang masih terisak.
"Hiks.. Hiks.. Mama sakit" ucap Adel sesugukan
"cup.. cup.. sayang sudah tidak apa-apa nanti mama obati okey jangan menangis lagi" ucap Liliana
"Grizz apa yang terjadi kenapa adel bisa jatuh?" tanya liliana pada Grizz.
"Tadi adel mengambil buku gambar Grizz ma dan Grizz mengejarnya dan Adel lari tidak melihat jalannya sampai kaki Adel tersantung meja dan kepalanya terbentur kursi" Grizz menjelaskan apa yang terjadi dwngan suara pelan dan menunduk tidak berani menatap mommynya
"Kenapa kau mengejarnya kau bisa menggambarnya lagi tidak perlu mengejar Adel Grizz" bentak Liliana pada Grizz
Grizz terperanjat kaget dan memejamkan mata saat mendengar bentakan mommynya."Ta-tapi itu t-tugas sekolah Grizz Mom" jawab Grizz dengan terbata
__ADS_1
"Kau bisa menggambar lagi Grizz adikmu masih kecil Lihat gara-gara kau Adel terluka" Liliana kembali membentak Grizz.
"Maafkan Grizz mom" lirih Grizz dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"ada apa ini ribut-ribut ? Adel kenapa ?" tanya Max yang baru saja keluar dari ruang kerjanya melihat Adel berada di gendongan Liliana dan mendengar keributan .
"Adel jatuh gara-gara Grizz mengejarnya" jawab Liliana
"Benar begitu Grizz ?" tanya Max
Grizz tidak berani bersuara lagi Grizz hanya menanggukan kepalanya pelan.
"Kau urus saja dia aku akan mengobati luka Adel" Liliana pergi ke kamar adel
"Grizz" panggil Max.
"Grizella" panggil Max kembali karena melihat anaknya tidak merespon panggilannya
mendengar namanya dipanggil dua kali Grizz mendongakkan kepalanya dengan berderai air mata menatap mata daddynya yang sedang menatap tajam padanya. "Maafkan Grizz dad" ucap Grizz
Grizz segera berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya. sesampainya di kamar, tangis Grizz pecah. ini kali kali pertama untuk Grizz di bentak oleh mommynya. kali pertama juga Grizz melihat mommynya marah besar padanya. Hati Grizz merasa sesak saat mengingat mommynya yang membentaknya. bahkan suara sang mommy yang membentaknya masih terngiang-ngiang di telinganya. Grizz juga merasa bersalah kepada adiknya karena sudah membuat adiknya terluka.
Tidak seharusnya Liliana menyalahkan Grizz dan langsung membentaknya. seharusnya Liliana memberi pengertian dengan lembut pada Grizz. Karena bukan salah Grizz sepenuhnya juga atas Jatuhnya Adel. Adel jatuh karena dirinya sendiri.
~
~
Setelah beberapa jam kejadian dimana adel jatuh Grizz mengurung diri di kamar. malam harinya Grizz kembali keluar kamar berniat menghampiri adel di kamarnya.
Grizz melihat adel sedang teridur pulas setelah jidatnya diobati oleh Liliana, Grizz berjalan mendekat dan duduk Di tepi ranjang Adel.
"Maafkan kakak ya, gara-gara kakak Adel jadi terluka" ucap Grizz pelan.
__ADS_1
setelah melihat keadaan Adel dan tidak ingin mengganggu istirahat adiknya Grizz segera keluar dari kamar Adel dan kembali ke kamarnya untuk beristirahat, Bahkan Grizz melewatkan makan malamnya.
Sedangkan dikamar lain Liliana sedang duduk berdua diatas kasur dengan Max
"mom apa kau tidak berlebihan membentak Grizz seperti itu" tanya Max
"berlebihan bagaimana ? Grizz sudah membuat adiknya terluka" jawab Liliana.
"Tapi itu tidak sepenuhnya salah Grizz mom, kalau saja adel tidak merebut buku Grizz, Grizz tidak akan mengejar adel mom lagi pula adel juga jatuh sendiri karena tidak melihat jalannya bukan karena Grizz mendorongnya" ucap Max
Liliana hanya diam mencoba memahami apa yang dikatakan suaminya. "Benar juga dad, sepertinya aku memang sedikit berlebihan karena sudah membentaknya"
"Ya mom. sebaiknya kau meminta maaf besok pada Grizz, dia juga anak kita tidak seharusnya kita seperti itu pada Grizz" ucap Max
"Ya kau benar dad besok aku akan meminta maaf pada Grizz" ucap Liliana
"Yasudah kita istirahat ini sudah malam" ucap Max
"Ya dad" ucap Liliana berbabaring di samping suaminya menuju alam mimpi.
~
~
Pagi harinya semua berkumpul di ruang makan Semua duduk dengan tenang menyantap sarapannya. Grizz tidak berani mengeluarkan suaranya hanya duduk diam menunduk dan menyantap sarapannya dengan cepat karena ingin segera berangkat kesekolahnya Grizz takut membuat mommynya marah lagi kepadanya karena kejadian kemarin bahkan Grizz tidak berani melihat kearah mommynya. Grizz selesai sarapan lebih dulu segera pamit pada momny dan daddynya.
" mmm dad aku sudah selesai, aku berangkat dulu dad" ucap Grizz pelan menunduk tanpa berani menatap daddynya. Grizz segera turun dari kursi dan meraih tasnya. Grizz tidak berani menghampiri mommynya karena Grizz mengira bahwa mommynya masih marah padanya.
Liliana yang melihat itu merasa bersalah pada Grizz. karena bentakanya kemarin membuat Grizz takut padanya
"Grizz kau tidak mau pamit pada mommy juga ? kemari mendekat pada mommy Grizz" ucap Liliana
ragu-ragu Grizz mendekat menghampiri mommynya.
__ADS_1
"Mommy minta maaf karena kemarin membentak Grizz ya" ucap Liliana mengelus kepala Grizz
Grizz tidak menjawab Grizz hanya menganggukan kepalanya. " Ya mom tidak apa-apa kemaarin memang salah Grizz. Gara-gara Grizz adel adel jadi terluka. Mmm yasudah kalau begitu Grizz berangkat sekolah dulu mom dad" ucap Grizz pelan dan segera keluar rumah untuk berangkat kesekolah.