Grizella

Grizella
episode 28


__ADS_3

"Anda siapanya Pak Arsha ?"


Grizz bingung untuk menjawab pertanyaannya pernikahannya masih dirahasiakan.


"Saya adiknya" jawab Grizz.


"Bukankah pak Arsha anak tunggal di keluarganya. Anda mengaku-ngaku ya" resepsionis menatap curiga pada Grizz.


"Katakan saja pada kak Arsha kalau Grizella ingin menemuinya" ucap Grizz sambil menghela nafas.


"Pak Arsha sedang ada meeting kalau anda ingin menunggu silahkan menunggu di sebelah sana, nanti saya akan sampaikan pada Pak Arsha kalau sudah selesai meeting" ucap resepsionis menunjuk sebuah sofa.


"Baiklah saya akan menunggu disana" ucap Grizz menuju sofa sambil menteng rantang makan siang untuk Arsha.


"Siapa dia ? masih kecil sudah pandai berbohong"


"Iya palingan juga dia mengaku-ngaku seperti perempuan tadi"


"Iya jelas-jelas pak Arsha anak tunggal, bisa bisanya dia mengaku jadi adiknya pak Arsha".


Ketiga resepsionis saling berbisik menatap sinis Grizz.


Setelah meeting selesai Arsha, Bryan dan Asisten Lee kembali keruangan masing-masing. Namun tidak ada pemberitahuan dari resepsionis mengenai Grizz yang sedang menunggu untuk menemui Arsha.


"Mati ? Sudah lah Grizz pasti langsung kesini sebentar lagi" ucap Arsha kemudian mengecas ponselnya yang sudah habis batre.


Di lobi tampak Grizz masih menunggu berulang kali menghubungi Arsha namun ponselnya tidak aktif.


"Permisi, apakah kak Arsha masih belum selesai meetingnya ?" tanya Grizz yang menghampiri kembali resepsionis.


"Tunggu saja di sana" ucap resepsionis sinis tanpa menjawab pertanyaan Grizz.


Akhirnya Grizz kembali duduk di sofa. 1 jam, 2 jam sudah Grizz menunggu hingga Grizz mengantuk dan merasakan sangat lapar, Arsha pun ponselnya tidak aktif banyak karyawan yang menatap heran pada Grizz namun Grizz tidak menghiraukannya hingga Grizz ketiduran.


"Kenapa dia belum datang ?" gumam Arsha saat melihat jam sudah lewat jam makan siang namun Grizz belum masuk keruangannya.


"Heyy Ayo isi tenaga dulu bro, kita ke cafe biasa bagaimana ?" ucap Bryan.


"Grizz akan kesini tapi sudah lewat jam makan siang tapi dia belum sampai juga" ucap Arsha.


"Mungkin tidak jadi kesini, kenapa kau tidak menghubunginya" ucap Bryan.


"Ponselku habis batre" ucap Arsha.

__ADS_1


"Sudahlah, nanti kalau Grizz memang kesini bilang saja pada resepsionis di bawah suruh Grizz nunggu di ruanganmu" ucap Bryan


"Benar juga, Yasudah ayo"


Mereka bertiga dengan Asisten Lee berjalan menuju keluar kantor.


"Maaf tuan, ada seorang gadis yang mengaku adik anda ingin bertemu dengan anda tadi, tapi kami menahannya supaya tidak bertemu dengan anda tapi dia memaksa menunggu anda" ucap resepsionis


Kening Arsha mengkurut saat mendengar penuturan karyawannya. "Dimana dia ?"


"Itu tuan" ucap resepsionis menunjuk dimana Grizz berada.


"Grizz" Arsha menghampiri gadis yang tengah tertidur lelap di sebuah sofa.


"Berapa lama dia berada disini" tanya Arsha dingin.


"Sekitar 2 jam yang lalu Pak, Kami mengira jika gadis ini tengah berbohong mengaku sebagai adik anda" ucap resepsionis terbata.


"Kenapa tidak memberitahuku" bentak Arsha.


"Ma-maaf pak" ucapnya sambil menuntuk takut akan kemarahan bossnya.


"Kak" Grizz terbangun saat mendengar bentakan Arsha.


Arsha segera menoleh pada Grizz "Kau terbangun ?, maafkan aku membangunkan tidurmu kalau kau masih mengantuk tidur lagi saja" ucap Arsha lembut. Tanpa banyak bicara Arsha segera menggendong Grizz menuju ruangannya.


Melihat perlakuan bossnya yang begitu berbeda pada gadis belia itu membuat kaget semuanya karena tidak seperti biasanya bossnya itu bersikap lembut kecuali pada karin mantannya terdahulu.


"Kak turunkan aku, aku mau turun, tolong turunkan aku, aku mau jalan sendiri kak tolong turunkan aku" ucap Grizz yang terus saja mengoceh saat mereka di dalam lift.


"Diamlah, atau kau akan ku makan disini" ucap Arsha tersenyum miring pada Grizz.


"Kakak me***um" ucap Grizz.


Akhirnya mereka makan diruangan Arsha dengan makanan yang Grizz bawa. Setelahnya Grizz kembali tertidur karena merasa bosan menunggu Arsha yang terngah fokus bekerja.


Saat jam pulang kantor Arsha kembali menggendong Grizz keluar kantor karena tidak tega membangunkan Grizz.


Saat makan malam Arsha mengajak Grizz untuk makan malam diluar.


"Kakak ayo aku sudah siap" ucap Grizz.


Arsha menatap Grizz "Kemari" ucap Arsha lambaikan tangannya pada Grizz agar Grizz mendekat padanya.

__ADS_1


Saat Grizz disudah berada dekatnya dengan segera Arsha menarik tangan Grizz menjatuhkannya di pangkuan Arsha, dengan segera Arsha menc**um Grizz mel**matmya dengan rakus.


"Kakak" ucap Grizz saat Arsha melepas c**man panasnya.


"Jangan pakai make up berlebihan kau terlalu cantik seperti ini aku tidak suka" ucap Arsha.


Murut Arsha malam ini Grizz terlihat sangat cantik.


"Berlebihan bagaimana aku hanya memakai bedak tipis dan lipgloss, dan sekarang lipglossnya sudah habis gara-gara kakak" ucap Grizz sambil mengerucutkan bibirnya.


Arsha sangat gemas saat melihat Grizz mengerucutkan bibirnya dengan segera ia mengecup bibir Grizz sekilas kemudian mengigit pipi Grizz.


"Aww sakit kak" Rengek Grizz. Sisi manja Grizz muncul ia merasa nyaman saat bersama Arsha.


Arsha tersenyum saat Grizz merengek sakit padanya "Sudah ayo berangkat, bisa-bisa aku membatalkannya dan mengurungmu lagi di kamar kalau tidak segera berangkat" ucap Arsha menggandeng Grizz menuju mobil.


Mereka tiba di restoran mewah Arsha menggandeng tangan Grizz mesra.


"Kau mau apa sayang ?" Tanya Arsha.


"Aku mau yang ini, ini dan juga ini kak" ucap Grizz antusias.


"Baiklah" Arsha aegera memesan semua apa yang diinginkan istri kecilnya itu.


Saat makanan datang mereka makan dengan tenang sesekali mereka saling menyuapi satu sama lain.


Ada sepasang mata yang melihat kearah Arsha. Matanya berbinar kala melihat Arsha dan langsung menghampirinya


"Ehh Arsha kita bertemu lagi, mungkin kah kita memang jodoh" ucap wanita itu yang tak lain Adalah Marina.


Dengan tidak tau malunya ia bergelayut manja pada Arsha tanpa perduli siapa yang bersama Arsha.


Grizz membulatkan matanya saat melihat ada wanita yang menempel pada suaminya namun ia hanya diam.


Begitupun Arsha ia sama kagetnya dengan Grizz saat tiba-tiba Marina sudah berada di sampingnya menempel bak ulat bulu padanya.


"Menyingkirlah" Arsha mendorong kuat tubuh Marina agar menjauh darinya.


"Kenapa kau selalu bersikap seperti ini, Aku hanya ingin lebih dekat saja denganmu" ucap Marina manja bersaha memeluk lengan Arsha lagi.


"Apa matamu buta ? Kau tidak melihat kalau aku sedang bersama istriku"ucap Arsha dingin.


"Is-istri ?" Marina kemudian menoleh pada Grizz yang tengah tersenyum padanya. Marina melihat Grizz dari ujung kepala sampai kaki.

__ADS_1


"Apa aku tidak salah lihat ? Kau bercanda kan ? Tidak mungkin seleramu berubah menjadi rendahan sepertinya Arsha. Bahkan aku jauh lebih cantik dan sexy dan berkelas darinya" dengan percaya diri Marina menatakan itu dan membusungkan dadanya pada Arsha.


"Tutup mulut busukmu itu beraninya kau menghinanya di depanku" teriak Arsha pada Marina.


__ADS_2