Grizella

Grizella
episode 19


__ADS_3

"Kalau tidak punya uang mending belanja di oasar aja deh mbak jangan berlagak belanja di supermaket besar seperti disini" ucap kasir


"Biar saya yang bayar semua belanjaannya" ucap pria di samping Grizz


Grizz menoleh kearah asal suara "Tuan" ucap Grizz


pria itu hanya tersenyum manis pada Grizz "Berapa semua total belanjaannya biar saya yang bayar" ucap kembali pria itu sambil menyerahkan sebuah kartu pada kasir


"Tidak perlu tuan." ucap Grizz menahan pria itu


"Tidak apa-apa, ini lakukan transaksinya cepat" ucap pria itu.


"Jangan mbak. Maaf tuan saya tidak ingin merepotkan orang lain tuan" Grizz tetap berusaha menahan pria di sampingnya agar tidak membayar barang belanjaannya.


"Ini tidak merepotkan. Anggap saja kau berhutang padaku jika kita bertemu lagi kau harus mentraktirku kopi bagaimana ?" ucap pria itu.


Grizz terdiam menimang-nimang permintaan dari pria itu sebelum menjawab pria itu terlebih dulu berbicara.


"Baiklah aku anggap diammu sebagai jawaban. Ini mbak cepat lakukan" ucap pria itu


Grizz terpaksa diam melihat kasir sudah mengemas belanjaannya yang sudah di bayar oleh pria di sampingnya.


"Terima kasih tuan maaf merepotkan anda. Saya janji di lain waktu saya akan mentraktir anda minum kopi" ucap Grizz


pria itu mengangguk sambil tersenyum pada Grizz "Baiklah. Aku tunggu traktirannya, kalau begitu aku pergi dulu" ucap pria itu meninggalkan Grizz.


"Sekali lagi terima kasih tuan" ucap Grizz.


Setelah pria yang menolongnya tidak ada Grizz menghela nafas. "Haahh.. Memalukan bagaimana bisa aku melupakan dompetku dan kak Arsha ? bagaimana bisa dia memberiku kartu tanpa menyebutkan pinnya" gumam Grizz meninggalkan supermarket.



Di apertemen Arsha sudah bangun dan memebersihkan diri menuju ruang makan. disana Grizz sudah menyiapkan sarapan untuk Arsha dan Arsha segera sarapan sendiri. ia menoleh ke kanan kiri mencari keberadaan Grizz namun tidak ada tanda-tanda keberadaan Grizz.



"Kemana gadis itu" gumam Arsha.



setelah selesai makan Arsha bersantai di ruang keluarga dengan menonton tv



Grizz yang melewati kafe mama mertuanya mampir sebentar ke kafe mamanya di sana terlihat ramai pengunjung karena weekand.



"Wahhh sibuk banget" ucap Grizz pada Elisa sahabatnya.



Elisa menoleh "Grizz..!! kamu disini ? sama siapa ?"



"Sendiri" jawab Grizz.



"Nggak sama suamimu ?" tanya Elisa


__ADS_1


"Tidak. Hari ini weekand jadi dia masih tidur saat aku pergi tadi" ucap Grizz.



"Kamu dari mana ?"



"Dari supermarket belanja keperluan dapur pada habis semua, ohh ya mama ada ?" tanya Grizz



"Ada. bu boss ada di ruangannya" jawab Elisa.



"Kalau gitu aku ketemu mama dulu ya, kamu semangatt kerjanya" Grizz memberi semangat pada Elisa



Elisa mengangguk.



Tokk.. Tokk.. Tokk..



"Mama" panggil Grizz di depan pintu ruangan mama Reta



"Ya masuk" ucap mama Reta.




"Grizz.. Ternyata kamu, kamu sendiri ? Gak sama Arsha ?" tanya mama Reta.



"Tidak ma, kak Arsha dirumah masih istirahat, tadi Grizz dari supermarket belanja keperluan buat masak sekalian mampir kesini" ucap Grizz



"Ohh begitu, bagaimana apa kau jadi kuliah ?" tanya mama Reta



Grizz mengangguk "Ya ma Grizz jadi kuliah kak Arsha juga sudah mengizinkan Grizz kuliah" jawab Grizz



"Sudh menentukan mau kuliah dimana ?"



"Ya, Grizz akan kuliah di salah satu universitas yang lumayan dekat dengan apartemen ma" jawab Grizz



"Mmm itu lebih baik Grizz, jadi kapan kamu akan mendaftar kuliah ?"

__ADS_1



"Senin besok Grizz akan mendaftar ma"



mama Reta menganggukkan kepalanya. "Ingat pesan mama, jaga diri dan jaga batasan mama percaya padamu Grizz" ucap mama Reta.



"Ya mama Grizz mengerti" ucap Grizz



Sementara Arsha di apertemen bingung karena Grizz pergi begitu lama tanpa pamit



"Kemana dia, apa dia lupa jika memiliki suami. bisa-bisanya dia keluar tanpa pamit pada suami, belum mulai kuliah saja sudah berani keluar tanpa izin" ucap Arsha



"mama aku pulang dulu ya ma" ucap Grizz


"Kamu pulang dianter supir aja ya" ucap mama Reta.


"Tidak usah ma. Grizz naik taxi saja" ucap Grizz.


"Yasudah kalau begitu kamu hati-hati" ucap mama Reta.


Grizz mengangguk "Ya ma"


Grizz segera pulang menuju apartemen. Tiba di apartemen Grizz segera masuk dengan menenteng barang belanjaannya.


"Masih ingat pulang" tanya Arsha dingin


Grizz menoleh kearah suara "Ehh kak Arsha Aku tadi dari---" belum sempat menyelesaikan ucapannya Arsha sudah menyela.


"Apa begini kelakuanmu saat aku sedang tidak disini, keluar pagi dan pulang hampir sore ? Dari mana hah ?" ucap Arsha dengan suara meninggi "Belum kuliah saja sudah berani kluyuran kemana-mana tanpa izin suami, apalagi kalau sudah kuliah bisa tidak pulang seharian, apa memang ini sifat aslimu ? suka kluyuran tidak jelas hah ?"


"Kak aku dari supermarket untuk belanja bahan untuk memasak karena di kulkas memang stok sudah banyak yang kosong" ucap Grizz


"Kau pikir aku bodoh hah" bentak Arsha "Hanya berbelanja seperti itu saja tidak mungkin memerlukan waktu seharian, Ohh atau juga bertemu dengan kekasihmu di luar sana" tuduh Arsha


Grizz terperanjat kaget saat mendengar bentakan dari Arsha mendadak matanya berkaca-kaca saat mendengar Arsha menuduhnya yang tidak-tidak.


"Kak aku memang berbelanja keperluan memasak setelah pulang dari supermarket aku mampir ke kafe mama Reta dan berbicang dengan mama Reta lama sampai lupa waktu makanya aku pulang agak sore" Grizz berusaha menjelaskan yang terjadi agar suaminya tidak menuduhnya macam-macam.


"Omong kosong, Masuk ke kamarmu aku berubah pikiran kau tidak aku izinkan untuk kuliah" ucap Arsha.


"Kak kenapa begitu, aku tidak melakukan hal yang aneh-aneh aku hanya keluar untuk berbelanja saja. itupun untuk bahan memasak. kenapa kakak malah membatalkan mengizinkan aku kuliah"


"Kau masih tidak kuliah saja bisa kluyuran seperti ini apalagi kuliah bisa tidak pulang seharian" ucap Arsha.


"Kak aku kan sudah bilang aku keluar--"


"Aku bilang aku tidak mengizinkanmu kuliah apa kau tidak mengerti"Arsha kembali membentak Grizz "Lagi pula nantinya aku juga yang akan membiayai kuliahmu beruntung aku tidak jadi membiarkanmu kuliah bisa-bisa uangku terbuang sia-sia hanya untuk membiayaimu kuliah. Ohh apa jangan-jangan kau tidak memiliki keluarga disini karena memang keluargamu malu memiliki anak sepertimu" ucap Arsha


Mendengar ucapan Arsha hati Grizz merasa sesak. dengan teganya suaminya berkata seperti itu tanpa memikirkan perasaan Grizz menuduh tanpa bukti.


Mendengar Arsha mengatakan jika keluarganya malu memiliki anak sepertinya membuat Grizz menatap sendu teringat kedua orang tuanya.


"Ya kau benar kak. Orang tuaku memang malu memiliki anak sepertiku" ucap Grizz lirih segera pergi meninggalkan Arsha dengan menundukkan kepalanya .

__ADS_1


__ADS_2