Grizella

Grizella
episode 37


__ADS_3

"Bagaimana ?"


"Tentu saja aku berhasil masuk kesana ma, dia itu masih cinta mati padaku" ucap Karin saat sudah sampai dirumahnya.


"Bagus ! Kita akan bisa menikmati kekayaannya lagi seperti dulu kalau kamu bisa menjadi kekasihnya lagi" ucap wanita bernama Desi yang tak lain adalah mama Karin.


"Aku memang masih kekasihnya ma. Kita tidak ada kata putus mama tenang saja Arsha pasti cepat kembali jatuh kedalam pelukanku lagi" ucap Karin.


"Terserahlah yang penting aku ingin secepatnya menikmati uang Arsha lagi" ucap mama Karin.


Ya selama Karin menjadi kekasih Arsha semua kebutuhan Karin dan mamanya memang Arsha yang membiayai namun semenjak Karin ke lur negri Arsha berhenti membiayai segalanya.


"Kita juga bisa memanfaatkan anak penyakitan itu untuk memeras Arsha. Ya, Arsha pasti akan merasa kasihan pada anak itu" ucap Karin.


"Kamu benar Karin" ucap mama Karin.


"Lalu kapan kamu akan bekerja disana?"


"Besok aku sidah bekerja disana"


"Ingat kau harus berakting supaya Arsha merasa bersalah dan kasihan padamu hingga pada akhirnya Arsha akan kembali bertekuk lutut padamu"


"Aku mengerti, mama tenang saja".



"Ada urusan apa dia kesini?" tanya Bryan saat sudah berada diruangan Arsha.



"Dia sedang membutuhkan pekerjaan saat ini dia kesini untuk melamar pekerjaan" ucap Arsha.



"Lalu kau memberinya pekerjaan ?"



"Tentu saja, Aku merasa kasihan padanya. Aku juga merasa bersalah padanya aku seperti menghianatinya menikah dengan orang lain sedangkan dia disana mengalami hal buruk tertimpa masalah yang tidak aku ketahui" ucap Arsha mendesah pelan.



"Hal buruk apa ?"



Arsha kemudian menceritakan seperti apa yang dixeritakan Karin padanya mengenai kehidupannya.



"Lalu kamu mempercayainya ?" tanya Bryan dengan mengerutkan keningnya.



"Tentu saja, dia tidak mungkin mengarang cerita seperti itu kalau tidak mengalaminya sendiri"



"Kenapa kau tidak menyelidikinya terlebih dulu ?"



"Tidak perlu, dia idak mungkin berbohong padaku" ucap Arsha yakin.



"Ck. Jadi sekarang kamu menyesal menikah dengan Grizz ?"



"Ntah lah"



"Arsha, Grizz itu gadis polos yang tentu saja baik aku yakin itu, dia cantik sangat cantik dengan penampilannya yang sederhana tidak perlu memakai make up menor dan pakaian sexy dia bisa menarik perhatian dengan penampilannya yang sederhana. meskipun aku tidak mengenalnya dekat aku bisa melihat ketulusannya wajahnya yang teduh membuat siapapun yang melihatnya menjadi tenang. Kau akan menjadi pria yang paling bodoh jika meninggalkan berlian sepertinya" ucap Bryan.



"Beraninya kau memuji istriku dihadapan ku suaminya" ucap Arsha menatap tajam pada Bryan.


__ADS_1


"Hahaha.. Aku mengatakan kenyataan bro" ucap Bryan.



Arsha diam tak menjawab hatinya menjadi kacau disatu sisi ntah kenapa Arsha merasa sangat tidak suka kalau ada yang memuji istrinya, disisi lain Arsha selalu terbayang-bayang wajah Karin sejak pertama mereka bertemu kembali.



"Dia cantik dan masih muda kalau kamu menceraikannya mudah saja baginya mencari penggantimu secara dia kan masih muda cantik juga biarpun nantinya dia janda masih banyak yang mengantri untuk menjadi suaminya" ucap Bryan yang semakin menas-manasi sahabatnya itu.



"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menceraikannya" jawab Arsha dengan penuh penekanan pada Bryan.



"Kalau kamu tidak mau menceraikannya kamu harus menjauhi Karin, Jangan serakah tidak mau menceraikan Grizz juga tidak ingin menjauhi Karin. Kau harus memilih salah satunya" ucap Bryan.



"Hahhh.. Ntahlah" Arsha kemudian meninggalkan Bryan.



"Heyy mau kemana" Teriak Bryan.



"Pulang"



"Semoga kau tidak melakukan kesalahan yang membuat berlianmu pergi" gumam Bryan menatap punggung Arsha.



Diapartemen Grizz masih dengan diamnya. Saat Grizz melihat-lihat postingan di akun sosialnya tidak sengaja ia melihat rujak mangga muda dengan sambal kacang ntah kenapa membuat Grizz ingin sekali memakannya hingga air liurnya seakan menetes. Ingin meminta pada Arsha ia masih takut dibentak kembali.



*Tokk Tokk Tokk*




"Boleh aku keluar dulu sebentar ?" tanya Grizz pada Arsha.



"Mau kemana" tanya Arsha.



"Mau beli sesuatu" jawab Grizz singkat.



"Yasudah" jawab Arsha acuh pada Grizz.



Grizz kemudian pergi setelah mendapat izin dari Arsha.



Grizz berkeliling naik taxi untuk mencari mangga muda untuk di buat rujak. Grizz berjalan menghampiri pegadang buah.



"Pak apa ada mangga muda ?" tanya Grizz.



"Ehh tidak ada non belum musimnya" jawab penjual.



Grizz seketika berubah menjadi lesu ini sudah penjual yang kesekian yang ia datangi namun belum mendapatkan mangga muda.


__ADS_1


"Heyy ngapain kamu disini ?"



Grizz menoleh "Ehh kak Darren"



"Ngapain disini ?"



"Lagi nyari mangga muda dari tadi belum dapat" jawab Grizz lesu.



"Mangga muda ?" Grizz mengangguk.



"Dirumah temanku sepertinya ada pohon mangga muda, kalau kau mau kita bisa kesana memintanya" ucap Darren.



"Benarkah ada ??" tanya Grizz antusias Darren mengangguk.



"Emm tidak jadi kak. Aku sudah tidak ingin lagi, Aku pulang dulu ya bye" Grizz kemudian meninggalkan Darren yang masih binggung tiba-tiba Grizz berubah pikiran.



Grizz sampai di apartemen Grizz masuk dengan wajah lesu. Ia melihat pintu ruang kerja Arsha masih tertutup rapat. setelah membersihkan diri Grizz duduk bersandar di atas ranjang.



Ia mengingat saat ia meminta izin pada Arsha. Grizz merasa Arsha kembali seperti di awal pernikahannya yang acuh dan tidak perduli padanya.



"Hahh..." Grizz menghela nafas mengelus perutnya. Grizz merasa kenapa takdir seakan selalu tidak berpihak padanya.



Lelah dengan pikirannya Grizz ketiduran.



Arsha yang baru saja masuk langsung di suguhkan Grizz yang sedang tertidur dengan posisi duduknya. Dengan segera Arsha mendekat membenarkan posisi tidur Grizz agar nyaman.



Dipandanginya wajah polos Grizz yang tertidur lelap. Mengelus pipi mulus Grizz, Yang dikatakan sahabatnya memang benar wajah Grizz memang teduh membuat hatinya berdesir. Terbesit rasa iba pada gadis dihadapannya. Arsha kemudian bangkit setelah puas memandangi wajah ayu Grizz. Setelah membersihkan diri Arsha merebahkan diri di samping Grizz ia membawa Grizz kedalam pelukannya secara perlahan, ntah kenapa ia merasa sangat merindukan Grizz.



"Grizz tunggu" panggil Darren saat melihat Grizz melangkah menuju kelas.


"Ini" ucap Darren sambil menyerahkan kantong plastik pada Grizz.


"Apa ini kak ?" tanya Grizz.


"Mangga muda, kemarin kamu ingin mangga muda kan" ucap Darren.


"Waahh.. Terima kasih kak" ucap Grizz tersenyum lebar saat melihat mangga mudanya.


"Sama-sama" ucap Darren dengan tulus.


"Grizz ayo masuk sebentar lagi kelas dimulai" ucap Aira.


"Iya. Kak aku masuk dulu ya sekali lagi terima kasih" ucap Grizz.


"Melihat senyumnya saja aku audah merasa sangat bahagia" gumam Darren yang terus saja memandang punggung Grizz.




"Tunggu sebentar, Jane akan mengantarmu dimana ruang kerjamu dia juga akan mengajarimu" ucap Arsha pada Karin yang sudah berada diruangannya.


__ADS_1


"Terima kasih ya" ucap Karin.


__ADS_2