Grizella

Grizella
episode 29


__ADS_3

"Tutup mulut busukmu itu beraninya kau menghinanya di depanku" teriak Arsha pada Marina.


"Memangnya kenyataannya begitu kan ? Lihatlah apa yang kau lihat darinya ? Ck.. Kampungan begitu sama sekali tidak pantas untuk jadii pen--- Awww Arsha lepaskan" perkataan Marina tidak berlanjut saat Arsha menjambak rambut Marina dengan kencangnya.


"Aku sudah memperingatkanmu untuk tidak muncul lagi dihadapanku. Dan sekarang dengan beraninya kau menghina istriku, Kau menantangku hah ?? Aku tidak main-main dengan ucapanku" Arsha semakin mengencangkan menjambak rambut Marina.


Grizz yang merasa jika mereka tengah di perhatikan oleh beberapa pengunjung restoran berusaha menghentikan Arsha yang sudah seperti kesetanan "Kakak lepaskan sudah aku tidak apa-apa, lepaskan oke" ucap Grizz lembut memegang lengan Arsha.


"Heh, Kau tidak perlu sok baik di hadapanku aku tidak butuh di kasihani olehmu Awwww" ucap Marina sambil meringis kesakitan.


"Dasar wanita tidak tahu malu" ucap Arsha penuh penekanan. Emosi Arsha semakin memuncak bahkan keamanan tidak berani mendekat karena ia tahu jika ada yang ikut campur urusan Arsha makan akan kena imbasnya juga.


"Kakak, look at me hmm" ucap Grizz.


Arsha menatap Grizz dengan mata memerah melihat wajah Grizz yang teduh dengan tatapan mata sendu membuat amarah Arsha perlahan mulai hilang berganti dengan perasaan tenang saat melihat Grizz bahkan cengkraman di rambut Marina juga mulai mengendur.


"Tolong lepaskan oke" ucap Grizz sambil tersenyum manis pada Arsha.


Seketika Arsha melepaskan tangannya segera berganti memeluk Grizz untuk memenangkan dirinya "Rileks, sudah jangan emosi" Grizz menenangkan Arsha dengan mengelus punggung Arsha.


"Nona silahkan pergi dari sini anda sudah membuat keributan disini" ucap keamanan pada Marina yang masih meringis sakit di kepalanya.


"Heh, Arsha aku tidak terima dengan perlakuanmu padaku seperti ini lihat saja aku akan adukan perbuatanmu ini pada daddy aku akan membalas perbuatanmu" ucap Marina.


Grizz semakin mengeratkan pelukannya saat Arsha berusaha melepaskan pelukan untuk menjawab ancaman yang di berikan Marina.


"Pergilah, jangan semakin membuat keributan disini" ucap Grizz.


"Heyy, memangnya kau siapa hah berani memerintahku, dasar gadis si**lan !!" ucap Marina sedikit berteriak pada Grizz.


Arsha melepaskan Grizz mendekat pada Marina dengan wajah yang audah merah padam "Kakak jangan seperti ini" Grizz memeluk Arsha dari belakang.


"Sudah nona anda ayo keluar dari sini anda semakin membuat suasana jadi semakin runyam" ucap keamanan sambil menyeret Marina keluar.


"Aku akan membalasmu Arsha lihat saja" teriak Marina.


Setelah Marina tidak lagi disana barulah Arsha sedikit lebih tenang.


"Kita pulang saja ya" ucap Grizz.


Arsha mengangguk "Maaf makan malamnya jadi kacau" ucap Arsha.


"Ya tidak apa-apa, Kita bisa kesini lagi lain kali, ayo pulang"ucap Grizz sambil tersenyum.


Arsha merangkul bahu Grizz keluar restoran. Tiba di apartemen mereka segera membersihkan diri dan tidur.




Setelah seminggu sejak kejadian di restoran Marina tidak kembali muncul di hadapan Arsha.



Di apartemen Grizz tengah membersihkan seluruh ruangan perhatian Grizz tertuju pada sebuah kamar yang memang Grizz belum pernah masuk ke dalamnya. Rasa penasaran Grizz mulai muncul.



"Ohh, tidak terkunci" gumam Grizz. Perlahan Grizz mulai masuk ke kamar itu.



Saat Grizz masuk ia sudah di suguhkan dengan foto mesra suaminya dengan seorang perempuan. Menyusuri setiap sudut kamar itu yang memang banyak foto berdua Arsha dengan seorang perempuan. Grizz kemudian melihat sebuah album foto perlahan Grizz mulai membuka dan melihatnya satu persatu.


__ADS_1


"Apakah perempuan ini yang namanya Karin ?, dia sangat cantik bahkan aku tidak ada apa-apanya dibandingkan dengannya" gumam Grizz. Ntah kenapa hatinya terasa sakit saat melihat banyak foto mesra suaminya.



Grizz kemudian mengambil sebuah figora yang terlihat Arsha tertawa lepas.



"Pantas saja dia selama ini masih belum bisa melupakannya" gumam Grizz.



"Sayang aku pulang" teriak Arsha.



*pranngg*...



Grizz yang kaget saat Arsha memanggilnya seketika berdiri dan menjatuhkan figora yang di pegangnya. Grizz segera memungut pecahan kaca figora itu.



Arsha yang mendengar ada benda jatuh segera mendekat kearah suara.



"Kenapa pintu ini terbuka ?" gumama Arsha saat melihat pintu kamar terbuka. Saat Arsha masuk Arsha membelalakkan matanya saat melihat fotonya sudah berserakan dibawah dengan pecahan kaca figora dan Grizz tengah memungut pecahan kacanya.



"Apa yang kau lakukan" bentak Arsha.




"Siapa yang menyuruhmu membuka kamar ini" ucap Arsha dingin.



"Kakak aku---"



"Siapa yang menyuruhmu membuka kamar ini" teriak Arsha.



Grizz memejamkan matanya erat.



"Maafkan aku sudah lancang masuk ke kamar ini, aku tadinya hanya ingin membersihkan kamar ini" Grizz berusaha menjelaskan pada Arsha.



"Awww" tangan Grizz terkena pecahan kaca saat Arsha merampas figora di tangan Grizz dengan kasar.



"Apa orang tuamu tidak mengajarkanmu sopan santun padamu ?, lancang sekali kau masuk kamar yang bukan kamarmu tanpa izin, Apa karena tingkahmu yang seperti ini makanya orang tuamu tidak pernah menganggap mu seorang anak" ucap Arsha dingin tanpa melihat Grizz ia sibuk melihat foto yang di pegangnya.


__ADS_1


*Degg* !!



Mendengar Arsha yang menyinggung orang tuanya membuat Grizz semakin merasa sesak ia kembali mengingat bagaimana orang tuanya memperlakukannya sejak kecil.



"Ya kau benar, Aku sedari kecil memang tidak pernah diajarkan sopan santun oleh kedua orang tuaku, maafkan aku karena sikapku yang lancang ini sekali lagi maafkan aku" ucap Grizz tersenyum melangkah keluar meninggalkan Arsha.



Grizz keluar apartemen dengan air mata yang mengalir.



"Halo El apa kau di kontrakan ?" tanya Grizz pada Elisa sahabatnya saat berada didalam taxi.



"Ya aku di kontrakan ini baru sampai, ada apa ?" tanya Elisa di sebrang sana.



"Boleh aku kesitu" tanya Grizz.



"Tentu saja boleh"



"Baiklah 15 menit lagi aku sampai" ucap Grizz sebelum mematikan sambungan telfonnya.



*Tokk..Tokk*..



"Ehh Grizz sudah sampai ayo masuk" ucap Elisa



"Terima kasih" ucap Grizz tersenyum.



"Ehh tanganmu kenapa ? Sebentar aku ambil kotak obat dulu" ucap Elisa saat melihat tangan Grizz luka dengan d\*rah yang sudah mulai sedikit mengering.



"Ada apa ? Apa ada masalah ?" tanya Elisa saat melihat mata Grizz sedikit bengkak dan memerah sambil mengobati tangan Grizz.



Grizz menggeleng pelan.



"Yasudah kalau kau masih belum masu menceritakannya tidak apa-apa, kau istirahat saja dulu disini" ucap Elisa.



Sementara diapartemen Arsha masih belum menyadari kalau Grizz tidak berada di apartemen. Arsha masih sibuk dengan pekerjaannya bahkan Arsha melupakan makan malamnya. Saat jam sudah menunjukkan 11 malam baru lah Arsha masuk ke kamarnya. Keningnya mengkerut saat kamarnya masih kosong.

__ADS_1



"Kemana dia" gumam Arsha saat tidak melihat Grizz di kamarnya.


__ADS_2