
"Memangnya aku kenapa ?" tanya Arsha balik
"Semalam sorry yaa. Kenapa tidak bilang padaku kalau kau itu punya masalah ginjal? kalau tau tidak mungkin aku memaksamu ke club" ucap Bryan.
"Untuk apa aku meberitahumu tidak ada untungnya" ucap Arsha santai
"Sialan!, kalo tau kau sakit aku akan melarangmu meminum minuman itu. Ohh ya masalah penusukan waktu itu apa kau sudah tau motif pelaku yang menusukmu ?" tanya Bryan.
"Leo sudah menyelidikinya pelakunya sudah di kantor polisi, dan sampai saat ini dia tidak mengakui siapa yang menyuruhnya." ucap Arsha.
"Apa kau mempunyai musuh ?" tanya Arsha.
"Setauku saat ini aku sedang tidak bermasalah dengan siapapun" jawab Arsha.
Bryan menganggukkan kepalanya. "Kedepannya kau harus berhati-hati bro"
Arsha menganggukkan kepalanya.
"Ohh ya masalah semalam Aku jadi ingat istrimu, sepertinya dia menunggumu untuk makan malam bersama bukan" tanya Arsha
"Ya kemarin aku sempat mengatakan jika aku akan pulang sebelum makan malam padanya" jawab Arsha
"Apa dia setiap hari memasak seperti itu untukmu?" tanya Bryan
"Ya dia selalu memasak sarapan dan makan malam untukku dan juga dia selalu membersihkan seluruh apartemen" jawab Arsha.
"What !, dia membersihkan apartemenmu setiap hari ? apa kau tidak merasa kasihan padanya apa kau tidak memiliki banyak uang untuk menggaji pembantu ?" cecar Bryan
"Itu memang sudah tugasnya sebagai istri untuk melayani suami" jawab Arsha santai tanpa merasa bersalah.
"Wahh aku jadi menginginkan satu gadis yang seperti istrimu jika ada" ucap Bryan sambil membayangkan sesuatu dipikirannya
"Sudahlah kembali ke ruanganmu cepat kerjakan pekerjaanmu itu jangan hanya mengobrol disini"
"Kau mengusirku, Huh baiklah lebih baik aku kembali keruanganku" Bryan segera keluar dari ruangan Arsha.
Arsha kembali sibuk dengan dokumen-dokumen di mejanya karena memang banyak yang harus segera diselesaikan.
Di apartemen Grizz tengah sibuk dengan ponselnya sampai ketiduran hingga sore karena sibuk mencari universitas yang cocok untuknya.
"Astaga aku ketiduran" Grizz kaget saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 6 sore dia segera membersihkan diri dan memasak untuk makan malam.
Grizz menunggu suaminya pulang dan lagi-lagi suaminya pulang malam. Ingin menanyakan kabar suaminya tapi Grizz tidak memiliki nomor ponsel suaminya.
__ADS_1
Grizz menatap masakan yang dia masak di meja makan "*Hahh.. Aku sangat lapar sekali aku makan dulu saja*" Batin Grizz.
Saat hendak mengambil nasi terdengar suara pintu dibuka dan langkah kaki mendekat Grizz sudah menebak jika itu suaminya dan benar saja Arsha berjalan menuju kamarnya tanpa melihat kearah Grizz. "Kakak sudah pulang, Ayo makan dulu aku sudah menyiapkan makan malam untukmu" ucap Grizz
Arsha berhenti dan menoleh kearah Grizz "Aku sudah makan diluar kau makan saja sendiri" setelah mengatakan itu Arsha melanjutkan langkahnya menuju kamar.
Grizz terdiam menatap sendu punggu Arsha. kemudian melanjutkan makan malam sendiri. setelah selesai Grizz membereskan meja makan yang masih banyak makanan yang tersisa. "Hahh.. Sayang sekali kalau di buang, apa aku bagikan saja pada petugas keamanan yang bertugas saja ya" gumam Grizz
Grizz segera mengambil kotak makanan setelah selesai Grizz segera keluar dari apartemen menuju lantai dasar dengan membawa 2 kotak makanan.
"Malam pak apa bapak sudah makan malam ?" tanya Grizz
"Ahh saya belum makan malam nona" jawab sopan petugasnya
"Terima kasih banyak nona" jawab petugas
"Ya sama-sama, kalau begitu saya keatas dulu pak" pamit Grizz
"Ya nona. Sekali lagi terima kasih"
Grizz segera kembali keapartemennya dan menuju kamar merebahkan diri dengan bermain ponsel.
"Ahh ini dia universitasnya. ini juga dekat dengan apartemen ini, senin besok aku akan kesana untuk mendaftar" gumam Grizz
__ADS_1
weekand ini pagi-pagi sekali Grizz sudah bangun seperti biasa untuk menyiapkan sarapan.
"Yahh.. Bahan-bahannya habis. Aku buat nasi goreng aja kali ya nanti siangan ke supermarket buat belanja" gumam Grizz segera memulai masaknya.
Grizz membangunkan Arsha untuk sarapan
"Ini masih pagi ada apa membangunkanku" ucap Arsha dingin
"Ini sudah jam 8 kak. Sarapannya sudah siap ayo sarapan kak" jawab Grizz
"Kau sarapan saja sendiri aku tidak lapar" ucap Arsha kembali menutup pintu kamarnya
Grizz menghela nafas ia sudah terbiasa dengan sikap dingin Arsha. kembali ke kamarnya untuk bersiap ke supermarket untuk berbelanja.
Tiba di supermarket Grizz segera memilih untuk keperluan memasak. Saat akan mengambil sekantong buah ada seseorang juga akan mengambilnya.
"Maaf. ini untuk anda saja tuan" ucap Grizz
"Tidak apa-apa untukmu saja"ucap pria itu
"Tidak tuan ini untuk anda saja saya akan mengambil yang lain" ucap Grizz
"Ladies first" ucap pria itu sambil tersenyum kearah Grizz menyerahkan buah di tangannya.
"Terima kasih" ucap Grizz tersenyum meninggalkan pria itu.
Sementara pria itu masih diam di tempatnya sambil terus menatap kepergian Grizz
"Cantik,manis dan menggemaskan. semoga kita bertemu lagi" Batin pria itu
Saat tiba di kasir Grizz bingung untuk membayar semua belanjaannya. Hendak memakai kartu yang sudah di berikan Arsha tapi ia tidak tau pin kartu itu Arsha juga tidak memberitahunya hanya memberikan kartunya saja tanpa menyebutkan pinnya. Mau membayar dengan uangnya sendiri ia juga lupa membawa kartu debit dan dompetnya, yang ada di tasnya hanya kartu pemberian Arsha dan juga uang Cash saja. Uang cash yang ia bawa juga tidak cukup untuk membayar semua belanjaanya
"Jadi bagaimana ini nona anda akan membayarnya dengan uang cash atau dengan kartu debit atau kredit ?" tany kasir
"Mmm sebentar saya hubungi suami saya dulu ya" Grizz mengambil ponselnya mencari cari nomor ponsel suaminya lagi-lagi dia Grizz lupa jika dirinya tidak memiliki nomor ponsel suaminya.
"M-maaf ya mbak. saya hanya jadi membeli sebagian saja karena saya lupa membawa dompet saya." ucap Grizz yang tidak enak hati pada kasirnya.
"Gimana sih mbak. kalau tidak memiliki uang jangan berlagak belanja banyak begini ujung-ujungnya gak jadi bayar" ucap ketus sang kasir.
"Sekali lagi saya minta maaf ya mbak" ucap Grizz
"Kalau tidak punya uang mending belanja di oasar aja deh mbak jangan berlagak belanja di supermaket besar seperti disini" ucap kasir
"Biar saya yang bayar semua belanjaannya" ucap pria di samping Grizz
Grizz menoleh kearah asal suara "Tuan" ucap Grizz
__ADS_1
pria itu hanya tersenyum manis pada Grizz "Berapa semua total belanjaannya biar saya yang bayar" ucap kembali pria itu sambil menyerahkan sebuah kartu pada kasir
"Tidak perlu tuan." ucap Grizz menahan pria itu