GURU CANTIK UNTUK TUAN MUDA

GURU CANTIK UNTUK TUAN MUDA
Gagal Lagi..Gagal Lagi..


__ADS_3

📚


📚


📚


📚


📚


Aqila melepaskan pelukkannya dan langsung membalikan tubuhnya, Aqila merasa malu dan salah tingkah bahkan wajahnya saat ini sudah memerah. Raffa menahan senyumnya danerasa gemas melihat tingkah Aqila.


"Hai, kenapa kamu malu?" goda Raffa.


"Apaan sih Mas, sana pergi aku mau lanjutkan cuci piring," seru Aqila.


"Baiklah."


Dengan cepat, Raffa mencium pipi Aqila dan langsung berlari menyusul Cyra ke ruangan keluarga.


"Mas Raffa," teriak Aqila.


Aqila pun akhirnya tersenyum dengan memegang pipinya. Aqila melanjutkan pekerjaannya.


"Ah akhirnya selesai juga."


Aqila membereskan semuanya dan menghampiri Raffa ke ruang keluarga, betapa terkejutnya Aqila ternyata Raffa dan Cyra sudah terlelap tidur. Raffa tidur dengan posisi duduk sembari memegang ponselnya.


Aqila yang melihat Raffa, merasa kasihan juga akhirnya Aqila dengan sangat hati-hati mengangkat kepala Raffa dan berniat memberikan bantal tapi dengan cepat Raffa menarik Aqila sehingga duduk di pangkuan Raffa.


"Astaga Mas."


"Barusan mau ngapain?"


"Cuma mau ngasih bantal saja, Mas tidurnya seperti itu pasti nanti akan sakit lehernya," ketus Aqila.


"Cie..sudah mulai perhatian rupanya," goda Raffa.


"Apaan sih Mas."


Aqila hendak berdiri tapi Raffa menahannya dan akhirnya Aqila jatuh di atas tubuh Raffa, sekejap mereka saling pandang, jantung keduanya pun sudah berdegub kencang, Raffa mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Aqila bahkan Aqila sudah memejamkan matanya.


"Daddy sama Bu guru cantik sedang apa?" tanya Cyra sembari mengucek-ngucek matanya.


Aqila tersadar dan langsung berdiri, wajah Aqila berubah menjadi merah saking malunya dipergoki oleh anak kecil, sedangkan Raffa terlihat canggung dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ah, tadi Bu guru cantik tersandung Sayang dan jatuh menimpa Daddy," ucap Raffa gugup.


"Iya betul, tadi Bu guru kesandung kaki meja," sambung Aqila yang tak kalah gugupnya.


)


"Kok wajah Daddy dan Bu guru cantik merah sih? apa kalian sakit?" tanya Cyra dengan polosnya.


Aqila hanya bisa nyengir karena tidak bisa menjawab pertanyaan dari Cyra, Aqila mengedipkan matanya kepada Raffa memberikan kode supaya Raffa bantu untuk menjawab.


"Kamu sudah berani menggodaku Aqila, bahkan di depan Cyra pun kamu sudah terang-terangan menggodaku dengan genit," sahut Raffa yang tidak mengerti dengan kode yang diberikan oleh Aqila.


"Astaga, siapa juga yang menggodamu Mas," kesal Aqila.


"Lah itu apa kedip-kedip kalau bukan kamu ingin menggodaku."


Aqila menepuk keningnya sendiri, Aqila akui kalau Raffa memang seorang Pengusaha hebat dan cerdas tapi untuk urusan seperti ini, Raffa terlihat sangat bodoh.


"Tahu ah, aku mau mandi dulu."


"Bu guru cantik, Cyra ingin menginap disini apa boleh?" tanya Cyra dan langsung menghentikan langkah Aqila.


"Apa? mau nginap?" seru Aqila.


"Iya, besok kan weekend, Cyra kesepian kalau di rumah soalnya kalau weekend Daddy suka pergi dan Eyang pun sama suka pergi, Cyra selalu di rumah sama Bi Ria, please boleh ya Cyra menginap disini," ucap Cyra dengan menangkupkan kedua tangannya.


Aqila menghampiri Cyra dan memeluknya, Aqila merasa kasihan kepada Cyra, orang tua mana yang sudah dengan teganya membuang anak secantik dan sepintar Cyra.


"Bagaimana ya, kamu harus minta izin dulu kepada Daddy kamu," sahut Aqila melirik ke arah Raffa.


"Daddy, boleh ya Cyra menginap disini bersam Bu guru cantik?" tanya Cyra.


"Boleh, tapi dengan satu syarat," sahut Raffa.


"Syarat apa, Daddy?"


"Syaratnya, Daddy juga ikut menginap disini."


"Apa? no..no..no..kamu tidak boleh nginap disini Mas, kamu pulang saja," seru Aqila.


"Ya sudah, ayo Cyra kita pulang."


"Daddy, Cyra ingin menginap disini," sahut Cyra dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.


"Tuh lihat, Cyra sudah mau nangis memangnya kamu tega melihat Cyra menangis, apalagi kamu tahu tidak kalau Cyra menangis itu butuh waktu tiga hari dua malam untuk bisa berhentinya," seru Raffa dengan wajah yang di buat serius.


"Masa sih, lama banget."


"Ya sudah kalau kamu tidak percaya, kita lihat saja bagaimana Cyra kalau sudah menangis."

__ADS_1


Cyra sudah mulai meneteskan airmatanya...


"Ok..ok..Cyra kamu boleh menginap disini, dan kamu juga Mas boleh menginap disini, tapi dengan satu syatat jangan macam-macam dan memanfaatkan situasi," ancam Aqila.


"Siap, alu tidak akan macam-macam kok palingan satu macam," goda Raffa.


"Mas Raffa," kesal Aqila.


"Iya Sayang."


Aqila mendelikkan matanya ke arah Raffa...


"Sudah ah, aku mau mandi dulu."


Aqila pun beranjak dari duduknya dan pergi ke kamarnya untuk mandi. Sedangkan Raffa dan Cyra tampak tertawa dan bertos ria.


"Akting kamu hebat Sayang, tidak sia-sia kamu menjadi anaknya Daddy, kamu memang bisa diandalkan," bisik Raffa.


"Siapa dulu dong, anak Daddy," sahut Cyra dengan bangganya.


"Sssttt...jangan keras-keras nanti Bu guru cantik mendengar pembicaraan kita, bisa gagal rencana kita," ucap Raffa dengan menyimpan jari telunjuknya di bibir.


"Oh iya Daddy, Cyra lupa."


Raffa segera menghubungi Eyang untuk memberi tahukan tentang keberadaan mereka, dan Raffa pun menyuruh Pak Burhan untuk mengantarkan pakaian ganti untuk Raffa dan Cyra.


Tidak lama kemudian, Aqila keluar dari kamarnya memggunakan daster tidurnya dan rambutnya yang basah masih di gulung oleh handuk. Raffa kembali melongo melihat pemandangan indah di depan matanya itu.


"Cyra Sayang, ayo mandi dulu apa kamu bisa mandi sendiri?" tanya Aqila.


" Bisa Bu guru cantik."


"Ya sudah kamu mandi dulu sana, handuknya sudah Bu guru siapkan di kamar mandi."


"Baik Bu guru cantik.


Cyra pun segera beranjak menuju kamar Aqila untuk mandi.


"Hallo, Mas kenapa malah bengong," seru Aqila dengan melambai-lambaikan tangan didepan wajah Raffa.


"Ah, ya ampun di hadapan aku sekarang sudah ada bidadari cantik dan menggoda dengan tubuhnya yang sexi."


Aqila mengusap wajah Raffa dengan gemasnya.


"Kamu belum minum obat ya, Mas?" ledek Aqila.


"Kenapa memangnya?"


"Sekarang jadi tukang gombal dan petakilan, aku curiga pasti saat aku pergi, Mas kecelakaan dan mengalami amnesia ya," seru Aqila.


Dengan gemasnya Raffa menarik tangan Aqila dan lagi-lagi Aqila duduk di pangkuan Raffa.


"Kamu harum sekali, membuat aku ingin memakanmu saja."


"Memangnya aku makanan apa, ngaco saja kalau ngomong."


"Aqila...."


"Apa?" ketus Aqila.


"Ayo kita bulan madu."


Aqila melotot, dia tidak menyangka kalau Raffa bisa mengatakan hal seperti itu. Wajah Aqila kembali memerah.


"Jangan bercanda deh Mas, sudah ah lepasin."


Aqila berusaha melepaskan diri dari Raffa tapi Raffa malah mengeratkan pegangannya.


"Aku serius Aqila, kita menikah sudah lima tahun dan aku ingin segera memilikimu seutuhnya, aku sangat mencintaimu, aku tidak mau kehilangan dirimu lagi, aku bisa gila kalau itu sampai terjadi. Aku ingin memulai semuanya dari awal, kita buka lembaran baru dan hidup bahagia. Waktu lima tahun sudah cukup memberiku pelajaran dan mengubah cara pandangku," ucap Raffa dengan penuh keseriusan.


Aqila bisa melihat kejujuran dan keseriusan di mata Raffa, ada penyesalan disana.


Tok..tok..tok..


"Maaf, aku buka pintu dulu."


Aqila segera beranjak dari pangkuan Raffa dan melangkah menuju pintu.


"Selamat sore, Nyonya."


"Pak Burhan."


"Ini Nyonya, saya kesini membawakan baju ganti untuk Tuan Raffa dan Nona Cyra."


"Oh iya, terima kasih Pak."


"Kalau begitu saya pamit dulu, Nyonya."


"Baiklah, sekali lagi terima kasih Pak."


"Sama-sama, Nyonya."


Aqila pun kembali masuk ke dalam rumah dengan membawa paper bag yang berisi baju ganti untuk Raffa dan Cyra.


"Ini baju gantinya Mas, sana mandi dulu."

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita mandi bareng?" goda Raffa denga menaik turunkan alisnya.


"Mas Raffa jangan macam-macam ya."


"Bu guru cantik, Cyra sudah selesai mandi," teriak Cyra.


"Wah Cyra pintar, yuk Bu guru pakaikan bajunya."


Aqila mengajak Cyra masuk ke dalam kamar tamu, sementara Raffa masuk ke kamar Aqila untuk membersihkan tubuhnya.


"Bu guru cantik, Cyra senang banget deh bisa di pakaikan baju oleh Bu guru cantik, biasanya hanya Bi Ria yang memakaikan baju untuk Cyra," celetuk Cyra.


Aqila hanya tersenyum...


"Sudah selesai, sekarang Cyra sudah cantik dan wangi," ucap Aqila dengan mencium pipi Cyra.


"Bu guru cantik, Cyra mau nonton tv dong."


"Boleh."


Aqila pun menyalakan tv...


"Sebentar ya, Bu guru mauenyiapkan dulu baju untuk Daddy kamu."


Aqila pun beranjak dari duduknya dan masuk le dalam kamarnya tanpa mengetok pintu terlebih dahulu. Ternyata Raffa baru saja keluar dari kamar mandi dan masih memakai handuk.


"Astaga, maaf-maaf aku tidak sengaja," seru Aqila dengan membalikkan tubuhnya dan hendak keluar.


"Hai kamu mau kemana?"


"Mau keluarlah, ini baju kamu Mas."


Aqila cepat-cepat keluar dari kamarnya, Raffa hanya tersenyum melihat tingkah Aqila yang malu-malu seperti itu.


Malam pun tiba...


"Bu guru cantik, Cyra ngantuk."


"Ya sudah, yuk kita bobo," ajak Aqila.


Raffa pun ikut berdiri dari duduknya...


"Eittts....Mas mau kemana?" tanya Aqila.


"Mau bobo juga."


"Ya sudah sana di kamar tamu, ngapain ikut sama kita?"


"Kan aku juga pengen tidur sama kalian," sahut Raffa dengan senyuman manisnya.


"Tidak boleh, enak saja."


"Ayolah, kamu lupa kalau aku ini suamimu? dosa loh mengusir suamimu untuk tidur di tempat lain," seru Raffa.


"Dasar, selalu saja membuat alasan."


Aqila langsung memasuki kamarnya, begitu pun Raffa yang mengekor di belakang Aqila.


"Cyra Sayang, tidur di pinggir ya biar Bu guru cantiknya tidur di tengah dan Daddy tidur di sebelah Bu guru cantik," seru Raffa.


Aqila dengan gemasnya mencubit perut Raffa sehingga Raffa tampak meringis kesakitan.


"Aduh sakit Sayang."


"Makannya jangan mesum jadi orang, Cyra tidur di tengah saja ya."


Cyra yang memang sudah tidak kuat menahan kantuk, langsung tidur di tengah-tengah antara Raffa dan Aqila, mereka berdua sama-sama merebahkan tubuhnya, Raffa tampak cemberut sementara Aqila tersenyum melihat Raffa cemberut seperti itu.


"Jangan cemberut seperti itu, kalau tidak suka pindah sana ke kamar tamu," ucap Aqila.


"Kamu ini ya, tidak pernah peka dengan apa yang aku lakukan. Sudah jelas-jelas aku ini mencoba mendekatimu, tapi kamu selalu saja menolak," ketus Raffa.


Aqila tidak mau membalas ucapan Raffa, matanya sudah mulai sayup dan akhirnya Aqila tertidur dengan posisi memeluk Cyra. Raffa yang melihat Aqila sudah tidur, mengembangkan senyumannya, Raffa bangkit dari tidurnya, diusapnya wajah Aqila dengan lembut.


"Selamat malam, bidadari-bidadari cantikku," gumam Raffa.


Raffa mencium kening Cyra dan Aqila bergantian, setelah itu Raffa kembali merebahkan tubuhnya dan menyusul keduanya menuju alam mimpi.


📚


📚


📚


📚


📚


Jangan lupa


like


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOU


__ADS_2