GURU CANTIK UNTUK TUAN MUDA

GURU CANTIK UNTUK TUAN MUDA
Bertahan Demi Cinta


__ADS_3

📚


📚


📚


📚


📚


Seperti yang dikatakan Jino, saat ini Jino sedang menunggu Zahra di depan sekolah. Tidak lama kemudian, mobil Rey pun datang dan sama-sama akan menjemput Ranti.


"Loh, lo kesini juga?" tanya Jino.


"Iyalah, mau jemput ayang bebep."


Zahra dan Ranti keluar bersamaan karena mendapat pesan dari pacar masing-masing. Kedua wanita cantik itu langsung memeluk pacar mereka.


"Loh kok kalian bisa barengan sih, Yang?" tanya Zahra.


"Iya, barusan kita habis ngumpul di kantor Raffa."


"Oh, kamu sudah makan beb?" tanya Ranti.


"Sudah, kebetulan ada Nyonya Aqila dan dia bawa makanan banyak, kita semua sudah makan dan kenyang, kamu sudah makan belum? mau aku temani makan?" sahut Rey.


"Ah tidak usah, aku juga sudah makan kok."


"Ranti, Mas Rey, kita duluan ya!!" seru Zahra.


"Iya, bye."


Rey hanya tersenyum dan melambaikan tangannya.


"Kita mau kemana sekarang?" tanya Rey.


"Bagaimana kalau jalan-jalan ke Mall saja."


"Siap laksanakan, Tuan puteri."


Rey membukakan pintu mobil untuk Ranti sehingga membuat Ranti merasa malu dengan sikap sweetnya Rey. Disaat Ranti sudah duduk manis di samping Rey, Ranti melihat Angel sedang menunggu taxi di pinggir jalan.


"Beb, samperin wanita itu dulu ya."


"Memangnya dia siapa?"


"Dia Angel guru baru."


Rey pun mengikuti keinginan sang kekasih, mobilnya dia tepikan tepat di hadapan Angel.


"Ngel, kamu lagi ngapain?" tanya Ranti dengan membuka kaca jendela mobil.


"Ah kamu Ran, aku sedang menunggu taxi."


"Taxi jarang lewat kesini Ngel."


"Kalau begitu bisa pinjam ponsel kamu Ran, biar aku pesan taxi online saja soalnya ponsel aku ketinggalan di rumah."


"Ya sudah, masuk biar kita anterin kamu pulang, boleh kan beb? kasihan Angel," seru Ranti.


"Ok."


"Yuk Ngel, masuk."


"Tidak usah Ran, pasti kalian mau jalan kan? aku tidak mau mengganggu kalian," tolak Angel.


"Sudah ayo masuk, kalau kamu tidak mau jangan anggap aku teman kamu lagi."


Angel tampak berpikir sejenak hingga akhirnya menganggukkan kepalanya dan masuk ke dalam mobil Rey. Tidak lama kemudian, mereka pun sudah sampai di depan rumah Angel.


Angel cepat-cepat turun karena Angel sudah melihat Mamanya berdiri di depan teras.


"Terima kasih ya Ranti dan Masnya sudah mau mengantarkan aku pulang, aku masuk dulu ya."

__ADS_1


"Beb, jangan dulu pergi kok aku merasa ada yang aneh dengan sikap Angel," seru Ranti.


Ternyata benar dengan dugaan Ranti, meskipun gerbang rumahnya sudah ditutup tapi Ranti masih bisa lihat dari celah kecil kalau Ange di jambak oleh seorang wanita dan menyeretnya masuk ke dalam rumah.


"Astagfirullah," seru Ranti dengan menutup mulutnya.


"Kenapa sayang?" tanya Rey penasaran.


"Itu Angel di jambak dan di seret ke dalam rumah."


"Apa? kamu jangan bercanda Yang."


"Tidak, aku lihat sendiri tadi Angel tampak kesakitan."


"Ya sudahlah kita jangan terlalu ikut campur urusan orang lain, kita pergi sekarang ya."


Ranti pun menganggukkan kepalanya, dalam hati Ranti masih bertanya-tanya apa yang sebenarnya yang sudah terjadi.


Sementara itu di dalam rumah Angel...


"Aduh ampun Ma, sakit," rengek Angel.


"Bagus ya, darimana saja kamu jam segini baru pulang?" bentak Mama Ratna dengan menghempaskan tubuh Angel.


"Angel tidak kemana-mana Ma, tadi Angel cuma nungguin taxi karena ponsel Angel ketinggalan di kamar," sahut Angel dengan deraian airmata.


"Banyak alasan kamu, Angel," bentak Linda.


Kali ini giliran Linda yang menjambak rambut Angel dan membenturkan kepala Angel ke dinding rumahnya, membuat kening Angel langsung memar, pandangan Angel pun kabur dan akhirnya Angel jatuh tak sadarkan diri.


"Astaga Linda, dia pingsan kamu apa-apaan sih bagaimana kalau sampai Angel mati? bisa-bisa pengorbanan kita selama ini sia-sia," bentak Mama Ratna.


"Sudahlah biarkan saja, biar dia mati sekalian. Linda sudah muak, Papa selalu saja menomor satukan Angel. Mama tahu tidak, bahkan uang bulanan Linda dan Angel itu jauh berbeda, Papa memberikan dua kali lipat dari uang bulanan Linda, menyebalkan sekali kan," seru Linda dengan sangat emosi.


"Terus ini bagaimana dengan Angel?" tanya Mama Ratna.


"Sudah biarkan saja, nanti juga sadar sendiri," sahut Linda dengan santainya meninggalkan Angel yang sekarang tergeletak tak sadarkan diri.


Mama Ratna berjongkok di hadapan wajah Angel yang saat ini sedang tidak sadarkan diri.


Sedangkan itu dari balik pintu dapur, Bi Arum yang merupakan pembantu di rumah Angel tampak menangis merasa tidak tega melihat kelakuan Mama dan Kakak tirinya Angel yang selalu menyiksanya.


Bi Arum bukannya tidak kasihan melihat Angel selalu menjadi bahan siksaan, tapi Bi Arum diancam oleh Mama Ratna dan Linda akan memecatnya, sementara Bi Arum sangat membutuhkan pekerjaan itu untuk biaya pengobatan anaknya di kampung.


"Maafkan Bibi, Non. Bibi tidak bisa membantu Non Angel, Bibi cuma bisa berdo'a semoga kebusukan mereka terbongkar dan Non Angel mendapatkan kebahagiaan," gumam Bi Arum dengan mengusap airmatanya yang menetes.


***


Malam pun tiba...


Angel mulai menggerakkan badannya, Angel memegang kepalanya yang terasa sangat sakit.


"Aw..."


"Non, sini Bibi bantu berdiri."


"Terima kasih Bi."


Bi Arum pun memapah Angel naik ke kamarnya, Angel sudah tidak kuat dengan sakit kepala yang dirasakannya.


"Non, tunggu sebentar ya biar Bibi bawakan air hangat untuk mengompres luka Non."


"Jangan Bi, nanti Bibi dapat masalah karena menolong Angel," lirih Angel.


"Mereka tidak ada di rumah Non, mereka pergi tidak tahu kemana. Sebentar ya, Bibi ambilkan air hangat dulu."


Bi Arum pun pergi untuk mengambilkan air hangat, Angel dengan susah payah mendudukan tubuhnya dan menyandarkan tubuhnya. Airmata Angel kembali menetes.


"Sini Non, biar Bibi kompres dulu."


Bi Arum memulai mengompres kening Angel yang memar dan sedikit benjol, Angel tampak meringis karena merasa sakit.


"Bi, kenapa hidup Angel seperti ini? salah Angel apa?" lirih Angel dengan deraian airmata.

__ADS_1


"Non Angel tidak salah apa-apa, para manusia kejam itu yang salah. Mereka ingin menguasai harta Tuan Willy."


Angel tidak bisa bicara apa-apa lagi hanya airmata yang terus mengalir dipipinya.


"Non Angel mau makan malam, biar Bibi bawakan kesini."


"Tidak Bi, Angel tidak lapar, Angel mau tidur saja kepala Angel sakit mudah-mudahan besok sudah tidak sakit lagi."


"Ya sudah kalau begitu Bibi keluar dulu, kalau Non Angel butuh sesuatu panggil Bibi saja."


Angel tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Angel mulai merebahkan tubuhnya dan perlahan matanya mulai terpejam.


***


Raffa saat ini sedang mengotak-ngatik laptopnya, tiba-tiba Aqila nemplok di punggung Raffa dengan manjanya.


"Mas, bobo yuk!!"


"Kenapa, kamu mau olahraga lagi Sayang?"


"Ih, itu mulu yang ada di otak Mas. Aku sudah ngantuk ingin tidur, tapi tidurnya ingin dipelukkin oleh Mas."


"Kalau dipelukkin, nanti ada yang bangun loh Sayang," goda Raffa mendongakkan kepala melihat wajah istri cantiknya itu.


"Mas, hari ini aku lelah sekali."


Raffa pun akhirnya menutup laptopnya dan mengangkat tubuh Aqila kemudian merebahkannya di atas tempat tidur. Raffa menarik tubuh Aqila ke dalam dekapannya.


"Mas."


"Hmm."


"Wanita tadi sexi banget loh, yakin Mas tidak tergoda dengannya?"


"Tidak, istriku jauh lebih sexi."


"Aku takut Mas, suatu saat nanti Mas akan berpaling dariku. Secara di luaran sana banyak sekali wanita muda yang berlomba-lomba merebut perhatian Mas, bahkan aku yakin mereka rela dijadikan yang kedua oleh Mas."


"Sayang dengarkan aku, di luaran sana memang banyak wanita cantik dan sexi tapi aku sama sekali tidak tertarik dengan mereka. Kalau aku adalah tipe pria brengsek, mungkin aku tidak akan menunggu kamu selama lima tahun karena aku bisa saja mendapatkan wanita manapun yang aku ingnkan, secara aku punya segalanya tidak akan ada wanita yang akan menolakku. Tapi kenyataannya kamu bisa lihat sendiri kan, aku menunggu kamu dan itu artinya di dunia ini hanya kamu wanita pemilik hatiku karena hanya pria bodoh yang berani menyakiti dan melepaskan wanita sesempurna kamu."


Aqila mendongakkan kepalanya melihat kejujuran di mata suaminya itu.


"Terima kasih Mas, aku sangat mencintaimu."


Raffa mencium bibir Aqila dengan lembut...


"Aku juga sangat mencintaimu dan calon anak kita, sudah ah tadi katanya ngantuk tapi kok malah ngajak ngobrol, kalau terus-terusan kamu ngajak ngobrol, aku takut kelepasan lagi Sayang."


"Ok, aku tidur sekarang."


Aqila langsung memejamkan matanya, dia takut Raffa akan menyerangnya lagi. Raffa terkekeh dan mencium kening Aqila.


"Selamat tidur istriku, mimpi indah."


Akhirnya mereka pun sama-sama memejamkan matanya dan mulai menuju alam mimpinya.


📚


📚


📚


📚


📚


Jangan lupa


like


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOU


__ADS_2